Translate 2 ur Languages

Senin, 30 Agustus 2010

BENCANA ALAM-Senin Pagi Gunung Sinabung Semburkan Asap Tebal


Gunung Sinabung yang berlokasi di Desa Merdinding,Kecamatan Payung,Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Senin (30/8) sekitar pukul 06.30 WIB, kembali menyemburkan asap tebal hitam, sehingga warga di kaki gunung itu ketakutan.

Seorang warga Kabanjahe Irfin Dian(35) yang tetap memantau perkembangan Gunung Sinabung itu, ketika dihubungi ANTARA dari Medan, menyebutkan, sebelum gunung berapi mengeluarkan asap hitam itu,terjadi gempa selama lima menit.

Sebelumnya, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.640 meter diatas permukaan laut itu meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Sabtu (28/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung itu, juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan.

Partikel belerang itu juga menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermungkim dibawah kaki Gunung Sinabung tersebut.

Dian mengatakan, gempa yang terjadi secara-tiba itu, cukup dirasakan warga di Kota Kabanjahe ibu kota kabupaten Tanah Karo.

Gempa itu juga mengagetkan warga setempat yang baru saja melakukan sahur dan melaksanakan Shalat Subuh .

Bahkan, sebahagian warga Kabanjahe itu lari berhamburan ke luar rumah setelah mengetahui adanya gempa tersebut.

"Ini mungkin untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini," kata pengusaha rumah makan itu.

Ketakutan

Salah seorang warga Kabanjahe, Om Gunung (50) mengakui, merasa cemas dan ketakutan setelah terjadinya gempa selama lima menit, sebelum Gunung Sinabung itu mengeluarkan asap tebal bercampur debu vulkanik.

"Saya sempat merasakan getaran gempa itu dan lutut saya ini seperti tidak bisa digerakkan pada saat kejadian tersebut," katanya.

Om Gunung itu memperkirakan getaran gempa tersebut cukup cukup keras, karena jarak Gunung Sinabung dengan Kota Kabanjahe cukup jauh sekitar lebih kurang 25 km.

Namun demikin, jelasnya, getaran gempa yang terjadi di Gunung Sinabung itu bisa dirasakan hingga ke Kota Kabanjahe.

"Ini benar-benar luar biasa, dan bagaimana pula bagi warga yang tinggal di bawah kaki Gunung Sinabung itu, dan tentunya getaran yang dirasakan lebih kuat lagi.Ini perlu diwaspadai dan hati-hati," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Gunung Sinabung yang berlokasi di Desa Merdinding,Kecamatan Payung,Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Senin (30/8) sekitar pukul 06.30 WIB, kembali menyemburkan asap tebal hitam, sehingga warga di kaki gunung itu ketakutan.

Seorang warga Kabanjahe Irfin Dian(35) yang tetap memantau perkembangan Gunung Sinabung itu, ketika dihubungi ANTARA dari Medan, menyebutkan, sebelum gunung berapi mengeluarkan asap hitam itu,terjadi gempa selama lima menit.

Sebelumnya, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.640 meter diatas permukaan laut itu meletus dan mengeluarkan asap tebal serta percikan api, Sabtu (28/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Semburan asap yang terjadi di Gunung Sinabung itu, juga mengeluarkan debu vulkanik dan partikel belerang berwarna putih bercampur keabu-abuan.

Partikel belerang itu juga menutupi areal perkebunan dan pertanian milik warga yang bermungkim dibawah kaki Gunung Sinabung tersebut.

Dian mengatakan, gempa yang terjadi secara-tiba itu, cukup dirasakan warga di Kota Kabanjahe ibu kota kabupaten Tanah Karo.

Gempa itu juga mengagetkan warga setempat yang baru saja melakukan sahur dan melaksanakan Shalat Subuh .

Bahkan, sebahagian warga Kabanjahe itu lari berhamburan ke luar rumah setelah mengetahui adanya gempa tersebut.

"Ini mungkin untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini," kata pengusaha rumah makan itu.

Ketakutan

Salah seorang warga Kabanjahe, Om Gunung (50) mengakui, merasa cemas dan ketakutan setelah terjadinya gempa selama lima menit, sebelum Gunung Sinabung itu mengeluarkan asap tebal bercampur debu vulkanik.

"Saya sempat merasakan getaran gempa itu dan lutut saya ini seperti tidak bisa digerakkan pada saat kejadian tersebut," katanya.

Om Gunung itu memperkirakan getaran gempa tersebut cukup cukup keras, karena jarak Gunung Sinabung dengan Kota Kabanjahe cukup jauh sekitar lebih kurang 25 km.

Namun demikin, jelasnya, getaran gempa yang terjadi di Gunung Sinabung itu bisa dirasakan hingga ke Kota Kabanjahe.

"Ini benar-benar luar biasa, dan bagaimana pula bagi warga yang tinggal di bawah kaki Gunung Sinabung itu, dan tentunya getaran yang dirasakan lebih kuat lagi.Ini perlu diwaspadai dan hati-hati," katanya.

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.