Translate 2 ur Languages

Sabtu, 28 Agustus 2010

KAB.TUBAN-Pantura Tuban Lumpuh, Macet 10 Kilometer


Kecelakaan di Jl Tuban-Semarang Kilometer 30, tepatnya di Desa Pereng, Kecamatan Jenu, Tuban, Sabtu (28/8/2010) benar-benar membuat jalur macet total.

Bahkan, diperkirakan kurang lebih 10 kilometer jalur pantura di Kabupaten Tuban macet. Karena, petugas kepolisian dibantu oleh masyarakat tengah melakukan evakuasi korban dan juga bangkai kendaraan.

Pantauan di lapangan menyebutkan, jika kemacetan dari arah barah atau sebaliknya. Kendaraan menumpuk di sepanjang jalan hingga ke tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan.

Sementara itu, petugas tampak kesulitan mengevakuasi korban yang tewas. Yakni, sopir truk trailer yang terjepit diantara tumpukan besi dan juga kepala truk yang ringseng.

Selain itu, badan truk Varia Usaha bermuatan semen juga menghadang di jalan dan membuat kondisi jalan buntu. Diperparah dengan kendaraan yang merangsek ingin cepat melintas, membuat petugas dari Satlantas Polres Tuban tampak kewalahan mengaturnya.

Salah seorang pengendara motor yang berasal dari Kecamatan Bancar, Amir Burhanuddin menjelaskan, jika kemacetan terjadi sangat parah.

"Kalau dari barat saja, kemungkinan sepanjang 5 kilometer lebih mas," jelasnya.
Sebab, tidak ada pengaliran ke jalur alternatif yang memang cukup sulit dilakukan. Sedangkan proses evakuasi korban dan bangkai dua mobil sulit dilakukan.

"Banyak yang hanya pasrah mas dengan kemacetan ini. Sebab, kondisinya memang tidak menguntungkan," terangnya.

Hal senada dikatakan oleh Zuhdi, warga Kota Tuban. Pria yang ingin perge ke Kabupaten Rembang, Jateng, tersebut mengaku sempat bisa berjalan cukup lacar awalnya.

"Tetapi memasuki 5 kilometer mendekati lokasi tabrakan, kondisinya macet total," tegasnya.

Sementara itu salah seorang petugas lalu lintas saat ditanya mengenai kemacetan ini menerangkan, jika petugas sudah sekuat tenaga melakukan pengaturan.
"Sudah biasa mas seperti ini, sebab kondisi bangkai mobil yang terlibat tabrakan berada di tengah," lanjutnya.

Seperti diketahui, jika tabrakan terjadi antara truk trailer nopol H 1753 BS yang pengemudinya tewas karena terjepit kepala truk, dengan truk semen Varia Usaha nopol S 9340 UE yang disopiri oleh Agus, warga asal Dapur, Lamongan dan Yanto asal Gresik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Kecelakaan di Jl Tuban-Semarang Kilometer 30, tepatnya di Desa Pereng, Kecamatan Jenu, Tuban, Sabtu (28/8/2010) benar-benar membuat jalur macet total.

Bahkan, diperkirakan kurang lebih 10 kilometer jalur pantura di Kabupaten Tuban macet. Karena, petugas kepolisian dibantu oleh masyarakat tengah melakukan evakuasi korban dan juga bangkai kendaraan.

Pantauan di lapangan menyebutkan, jika kemacetan dari arah barah atau sebaliknya. Kendaraan menumpuk di sepanjang jalan hingga ke tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan.

Sementara itu, petugas tampak kesulitan mengevakuasi korban yang tewas. Yakni, sopir truk trailer yang terjepit diantara tumpukan besi dan juga kepala truk yang ringseng.

Selain itu, badan truk Varia Usaha bermuatan semen juga menghadang di jalan dan membuat kondisi jalan buntu. Diperparah dengan kendaraan yang merangsek ingin cepat melintas, membuat petugas dari Satlantas Polres Tuban tampak kewalahan mengaturnya.

Salah seorang pengendara motor yang berasal dari Kecamatan Bancar, Amir Burhanuddin menjelaskan, jika kemacetan terjadi sangat parah.

"Kalau dari barat saja, kemungkinan sepanjang 5 kilometer lebih mas," jelasnya.
Sebab, tidak ada pengaliran ke jalur alternatif yang memang cukup sulit dilakukan. Sedangkan proses evakuasi korban dan bangkai dua mobil sulit dilakukan.

"Banyak yang hanya pasrah mas dengan kemacetan ini. Sebab, kondisinya memang tidak menguntungkan," terangnya.

Hal senada dikatakan oleh Zuhdi, warga Kota Tuban. Pria yang ingin perge ke Kabupaten Rembang, Jateng, tersebut mengaku sempat bisa berjalan cukup lacar awalnya.

"Tetapi memasuki 5 kilometer mendekati lokasi tabrakan, kondisinya macet total," tegasnya.

Sementara itu salah seorang petugas lalu lintas saat ditanya mengenai kemacetan ini menerangkan, jika petugas sudah sekuat tenaga melakukan pengaturan.
"Sudah biasa mas seperti ini, sebab kondisi bangkai mobil yang terlibat tabrakan berada di tengah," lanjutnya.

Seperti diketahui, jika tabrakan terjadi antara truk trailer nopol H 1753 BS yang pengemudinya tewas karena terjepit kepala truk, dengan truk semen Varia Usaha nopol S 9340 UE yang disopiri oleh Agus, warga asal Dapur, Lamongan dan Yanto asal Gresik.

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.