Translate 2 ur Languages

Selasa, 03 Agustus 2010

POLITIK-Sri Suryawidati, Bupati Bantul

Sri Suryawidati adalah bupati perempuan pertama di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Dia dilantik pada 27 Juli lalu menggantikan suaminya, Drs H Idham Samawi yang selama dua periode menjadi bupati Bantul. Semula, kemampuannya diragukan. Tapi, perempuan 59 tahun itu mulai bekerja keras membangun image untuk menunjukkan kepada publik bahwa dia bisa lebih baik daripada sang suami.

Sabtu siang lalu (31/7) Suryawidati membuat kaget sejumlah staf di bagian protokoler Pemkab Bantul. Saat itu dia menolak membaca teks pidato yang sudah disiapkan untuk melantik Kepala Bapedal (badan pengendalian dampak lingkungan) Bantul yang baru, Susanto SH.

''Tidak usah pakai teks. Saya tahu apa yang akan saya sampaikan,'' kata Suryawidati. Sikap dia menolak membaca teks pidato tersebut tentu membuat kaget sejumlah pihak. Sebab, selama ini publik selalu mengenal dia sebagai figur yang selalu menyampaikan sesuatu secara tertulis. Bahkan, saat berkampanye, dia selalu berorasi dan menyampaikan visi dan misinya dengan berbekal teks.

Pada pilkada di Bantul yang dilaksanakan 23 Mei lalu, Suryawidati berpasangan dengan Sumarno yang sebelumnya menjabat wakil bupati, mendampingi suaminya. Mereka diusung oleh partai-partai besar yang memperoleh suara signifikan di Bantul, seperti PDI Perjuangan, Golkar, PAN, dan PKPB. Tapi, menjelang detik-detik terakhir batas akhir pendaftaran calon, PDI Perjuangan keluar dari koalisi dan memilih mendukung pasangan Kardono-Ibnu Kadarmanto yang gagal melalui jalur independen.

Akhirnya pilkada Bantul diikuti tiga pasangan: Kardono-Ibnu Kadarmanto, Sri Suryawidati-Su­marno, dan pasangan Sukardiyono-Darmawan Manaf. Hasilnya, pasangan Sri Suryawidati-Sumarno dengan meyakinkan mampu merebut 67,77 persen suara dari total 691.982 pemilih.

Pesaing utama pasangan Suryawidati adalah pasangan Asek I Pemkab Bantul Drs Sukardiyono dan Kepala Bapedal Darmawan Manaf SH yang meraih 137.888 suara atau 28,26 persen. Dan, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, yaitu Kardono-Ibnu Kadarmanto, meraih 19.374 suara atau 3,97 persen.

Ketika menyampaikan pidato setelah dinyatakan sebagai pemenang, Sri mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program yang baik dari suaminya. ''Saya juga akan mengangkat dia sebagai staf ahli pribadi saya sekaligus penasihat,'' kata Suryawidati.

Apa komentar sang suami atas kemenangan sang istri? ''Terpilihnya istri saya itu salah satu kecelakaan politik. Orang yang tidak paham pasti mengatakan bahwa saya ingin melanggengkan kekuasaan. Tetapi, menurut saya, itu sebuah kecelakaan. Sebab, majunya istri saya karena mendapat dorongan yang kuat dari masyarakat,'' kata Idham Samawi.

Ketika menyampaikan sambutan setelah melantik kepala Bapedal Bantul yang baru Sabtu lalu, Suryawidati tidak akan meniru kebiasaan suaminya yang datang ke kantor selalu siang. ''Saya pastikan pukul 07.30 saya sudah berada di kantor. Untuk itu, saya ingin semua jajaran juga melakukan hal yang sama demi maksimalnya pelayanan publik,'' kata Suryawidati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sri Suryawidati adalah bupati perempuan pertama di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Dia dilantik pada 27 Juli lalu menggantikan suaminya, Drs H Idham Samawi yang selama dua periode menjadi bupati Bantul. Semula, kemampuannya diragukan. Tapi, perempuan 59 tahun itu mulai bekerja keras membangun image untuk menunjukkan kepada publik bahwa dia bisa lebih baik daripada sang suami.

Sabtu siang lalu (31/7) Suryawidati membuat kaget sejumlah staf di bagian protokoler Pemkab Bantul. Saat itu dia menolak membaca teks pidato yang sudah disiapkan untuk melantik Kepala Bapedal (badan pengendalian dampak lingkungan) Bantul yang baru, Susanto SH.

''Tidak usah pakai teks. Saya tahu apa yang akan saya sampaikan,'' kata Suryawidati. Sikap dia menolak membaca teks pidato tersebut tentu membuat kaget sejumlah pihak. Sebab, selama ini publik selalu mengenal dia sebagai figur yang selalu menyampaikan sesuatu secara tertulis. Bahkan, saat berkampanye, dia selalu berorasi dan menyampaikan visi dan misinya dengan berbekal teks.

Pada pilkada di Bantul yang dilaksanakan 23 Mei lalu, Suryawidati berpasangan dengan Sumarno yang sebelumnya menjabat wakil bupati, mendampingi suaminya. Mereka diusung oleh partai-partai besar yang memperoleh suara signifikan di Bantul, seperti PDI Perjuangan, Golkar, PAN, dan PKPB. Tapi, menjelang detik-detik terakhir batas akhir pendaftaran calon, PDI Perjuangan keluar dari koalisi dan memilih mendukung pasangan Kardono-Ibnu Kadarmanto yang gagal melalui jalur independen.

Akhirnya pilkada Bantul diikuti tiga pasangan: Kardono-Ibnu Kadarmanto, Sri Suryawidati-Su­marno, dan pasangan Sukardiyono-Darmawan Manaf. Hasilnya, pasangan Sri Suryawidati-Sumarno dengan meyakinkan mampu merebut 67,77 persen suara dari total 691.982 pemilih.

Pesaing utama pasangan Suryawidati adalah pasangan Asek I Pemkab Bantul Drs Sukardiyono dan Kepala Bapedal Darmawan Manaf SH yang meraih 137.888 suara atau 28,26 persen. Dan, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, yaitu Kardono-Ibnu Kadarmanto, meraih 19.374 suara atau 3,97 persen.

Ketika menyampaikan pidato setelah dinyatakan sebagai pemenang, Sri mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program yang baik dari suaminya. ''Saya juga akan mengangkat dia sebagai staf ahli pribadi saya sekaligus penasihat,'' kata Suryawidati.

Apa komentar sang suami atas kemenangan sang istri? ''Terpilihnya istri saya itu salah satu kecelakaan politik. Orang yang tidak paham pasti mengatakan bahwa saya ingin melanggengkan kekuasaan. Tetapi, menurut saya, itu sebuah kecelakaan. Sebab, majunya istri saya karena mendapat dorongan yang kuat dari masyarakat,'' kata Idham Samawi.

Ketika menyampaikan sambutan setelah melantik kepala Bapedal Bantul yang baru Sabtu lalu, Suryawidati tidak akan meniru kebiasaan suaminya yang datang ke kantor selalu siang. ''Saya pastikan pukul 07.30 saya sudah berada di kantor. Untuk itu, saya ingin semua jajaran juga melakukan hal yang sama demi maksimalnya pelayanan publik,'' kata Suryawidati

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.