Translate 2 ur Languages

Selasa, 08 Juni 2010

POLRI-Kapolri Copot Brigjen Raja Erizman

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mencopot Brigadir Jenderal Raja Erizman dari jabatan Direktur II Badan Reserse Kriminal Polri. Selanjutnya, Bambang Hendarso menempatkan perwira tinggi itu sebagai staf ahlinya.

Salinan telegram Kapolri Nomor STR/443/VI/2010 tertanggal 8 Juni 2010 yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (8/6), menyatakan bahwa Raja digantikan oleh Komisaris Besar Pol. Arief Sulistiyono yang sebelumnya adalah Koordinator Staf Pimpinan Polri.

Diduga, pencopotan Raja terkait dengan kasus Gayus Tambunan. Kasus korupsi dan pencucian uang Rp 25 miliar milik Gayus H.P. Tambunan, staf Direktorat Jenderal Pajak, disidik oleh Direktorat II saat dipimpin oleh Raja pada 2009. Karena ada penyimpangan dalam penyidikan, maka Gayus divonis bebas di Pengadilan Negeri Tangerang, awal 2010. Polri pun melakukan penyidikan ulang dengan putusan Gayus dan menemukan penyimpangan penyidikan.

Mantan Direktur II Bareskrim lainnya, Brigjen Pol. Edmond Ilyas juga dicopot dari jabatannya dan kini menjadi perwira tanpa jabatan di Mabes Polri. Edmond dan Raja kini terancam diajukan ke Sidang Pelanggaran Kode Etik dan Etika Kepolisian karena dianggap bertanggung jawab atas kasus Gayus.

Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Pol. Edward Aritonang membantah pencopotan Raja terkait dengan kasus Gayus. "Itu mutasi biasa dan untuk penyegaran saja," katanya. Hanya saja, ia mengatakan, Polri tetap akan memproses Raja secara internal.

Dua anak buah Raja, yakni Komisaris Polisi Arafat dan Ajun Komisaris Polisi Sri Sumartini bahkan dijadikan tersangka kasus suap dan kini ditahan di Mabes Polri. Dua anggota Polri berpangkat komisaris besar dan satu ajun komisaris besar polisi yang juga anak buah Raja terancam pula diajukan ke Sidang Pelanggaran Kode Etik dan Disiplin Kepolisian [baca: Arafat Berstatus Tersangka, Bagaimana dengan Atasannya

POLRI-Dirdik KPK Dimutasi Jadi Kapolda Riau

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigadir Jenderal Pol Suedi Husein dimutasikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Riau menggantikan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja. Salinan Telegram Kapolri Nomor STR/443/VI/2010 menyebutkan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja selanjutnya menjadi Staf Ahli Kapolri.

Keputusan Kapolri itu juga menerangkan pergantian jabatan pada sejumlah perwira tinggi dan menengah di lingkungan Polri. Pergantian itu antara lain, Wakil Kapolda Banten Kombes Pol Burhanuddin Andi menjabat sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Brigjen Muhammad Ruslan Riza.

Sementara Kepala Korps Brimob Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Imam Sudjarwo menempati Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri dan posisinya digantikan Brigjen Syafei Aksal yang sebelumnya menjabat Wakil Kapolda Papua.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono digantikan Irjen Timur Pradopo yang sebelumnya sebagai Kapolda Jawa Barat. Surat Telegram Rahasia Kapolri itu memutasi 103 orang, termasuk perwira tinggi dan menengah kepolisian berpangkat jenderal bintang dua hingga ajun komisaris besar polisi

POLITIK-KPK: Dana Dapil Mirip Dana P2SEM di Jatim

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kini melakukan kajian mendalam tentang dana dapil yang diajukan Golkar tersebut. Langkah sigap KPK itu ditempuh karena penyaluran dana APBN Rp 15 miliar per anggota DPR tersebut dinilai berpotensi korupsi.

Menurut Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Mochammad Jasin, perlu dilakukan kajian mendalam terkait dengan usul dana aspirasi tersebut. ''Kalau tidak, akan berpotensi terjadi penyimpangan dan kegiatan fiktif,'' paparnya di gedung KPK kemarin (7/6).

Seharusnya, lanjut Jasin, kegiatan tersebut dibuat dan dibiayai masyarakat. Kemudian, dikoordinasikan dengan kegiatan lain. ''Lalu dianggarkan berapa alokasi biayanya dalam APBN,'' paparnya. Dengan begitu, bukan DPR yang berinisiatif atas dana aspirasi tersebut. Namun, tambah dia, lolos tidaknya usul dana dapil itu sepenuhnya bergantung pada anggota DPR.

Jasin melihat dana dapil tersebut mirip dengan program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) di Jawa Timur. Dia khawatir motif dana aspirasi itu berujung pada pembagian duit. Seperti diketahui, dalam kasus P2SEM, mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid diajukan ke meja hijau dalam skandal korupsi.

UPDATE-Lima Relawan dalam Misi Freedom Flotilla Kembali ke Tanah Air

Lima di antara 12 warga Indonesia yang tergabung dalam misi Freedom Flotilla kembali ke tanah air kemarin (7/6). Didampingi Dubes RI untuk Jordania Zainulbahar Noor, lima relawan korban serangan brutal Israel di kapal Mavi Marmara tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan dua pesawat berbeda.

Empat orang di antaranya adalah Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) Ferry Nur, Wakil Ketua Kispa Muhendri Muchtar, Hardjito Warno (humas), dan Okvianto Emil Baharuddin (relawan Kispa). Seorang lainnya adalah M. Yasin, jurnalis stasiun televisi TVOne.

Pekik takbir penjemput menyambut saat mereka keluar dari terminal internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lima relawan tersebut datang secara bertahap. Okvianto tiba lebih dulu pada pukul 13.15 dengan pesawat Singapore Airlines (SQ) 958. Dalam kondisi sakit dan terluka, dia langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Empat relawan lain tiba dengan pesawat Emirates 356 pada pukul 15.55, setelah terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ferry berjalan paling depan di antara rekan-rekannya sambil terus meneriakkan takbir.

Tepat pukul 17.00, rombongan relawan bantuan kemanusiaan Gaza itu bersama iring-iringan mobil penjemput tiba di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jalan Pejambon, Jakarta. Saat itu gedung Kemenlu dipadati wartawan dan warga yang ingin menyambut para relawan tersebut.

Ferry dan Muhendri keluar lebih dulu. Hardjito dan Yasin muncul 20 menit kemudian. Di ruang Nusantara Kantor Kemenlu, para relawan disambut tangis dan pelukan keluarga. Suasana menjadi haru. Suasana berubah menjadi riuh rendah ketika hadirin bergantian menyalami empat relawan yang disambut seperti pahlawan itu. Massa yang hadir menyatakan simpati dan dukungan lewat spanduk dan bendera Palestina.

Ferry disambut pelukan sang istri, Khadlrotun. Lima anak, kakak ipar, dan orang tuanya juga hadir. Setelah berbincang-bincang beberapa menit, Khadlrotun menyampaikan rasa bahagianya kepada wartawan. Dia juga menuturkan ikhlas bersuami seorang pejuang kemanusiaan. "Saya ikhlas karena itu adalah perjuangan di jalan Allah," katanya.

Khadlrotun datang setelah dihubungi Kemenlu. Dia mengungkapkan, dirinya dan Ferry sebetulnya memiliki delapan anak. Tetapi, tiga anak lainnya masih berada di pesantren. Jadi, hanya lima anak yang diajak kemarin. Dia menyatakan bangga dan akan selalu rela bila Ferry berniat berangkat lagi dalam misi kemanusiaan serupa. "Insya Allah, jika itu di jalan Allah, saya rela," ujar dia.

Yasin tidak hanya disambut anak dan istri serta kerabat lain. Sebagai satu-satunya jurnalis, dia disambut banyak wartawan. Mereka bersalaman dan berpelukan. Beberapa jurnalis mengapresiasi kepulangannya.

Ketika memberikan sambutan, Menlu Marty Natalegawa mengimbau ada perbaikan komunikasi antara relawan dan pemerintah. Para relawan yang hendak mengirimkan bantuan ke wilayah Palestina diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah.

Menurut Marty, komunikasi itu penting untuk mencari cara yang efisien dan efektif guna menyalurkan bantuan dan menghindarkan WNI terjebak di situasi serupa. "Berdasar pengalaman seminggu terakhir ini, kita harus benar-benar bijak dan berpikir jernih soal bentuk bantuan yang efisien dan efektif sehingga tepat sasaran," kata dia.

Marty menuturkan tidak memiliki solusi riil untuk menyelesaikan krisis di Jalur Gaza dan memfasilitasi antusiasme publik di tanah air dalam memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. Tapi, papar dia, cara yang tepat dapat diwujudkan melalui komunikasi jika ada yang ingin kembali menyalurkan bantuan ke Gaza. "Keberangkatan itu memang membawa risiko. Tetapi, saya menghormati tekad yang mulia. Karena itu, untuk pelaksanaannya, mari kita kelola yang paling baik," ucap dia.

Marty menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini (8/6) dijadwalkan menerima kedatangan para relawan yang dipulangkan ke tanah air di Istana Negara dan memberikan ucapan selamat pulang. "Kami diberi tahu, Bapak Presiden akan menerima saudara-saudara semua yang sudah kembali ke tanah air," ungkapnya.

Saat acara keterangan pers di ruang Nusantara Kemenlu, Ferry mengatakan bahwa serangan Israel adalah bentuk aksi perompakan oleh militer. Sebab, hal itu dilakukan sekitar 72 mil dari perbatasan laut di perairan internasional. "Kami siap melanjutkan perjuangan kemanusiaan itu bila diberi izin oleh Allah," ujarnya.

Hardjito juga bahagia karena bisa kembali ke tanah air. Menurut dia, kondisi dua rekannya, Surya Fachrizal dan Okvianto, berangsur pulih setelah ditembak tentara Israel. Saat ini Surya dirawat di Royal Jordan Service Hospital, Amman, Jordania. "Dia masih butuh recovery. Secara umum, saat ini kondisinya baik," ucapnya.

Dia menuturkan merekam datangnya helikopter tentara Israel maupun kapal-kapal mereka saat mengepung kapal Mavi Marmara. Semuanya tersimpan dalam rekaman selama 30 menit. Tetapi, handycam miliknya dirampas tentara Israel.

Setelah diberondong peluru, imbuh dia, relawan digiring ke daratan dengan menggunakan kapal kecil. Setiap kapal berisi sepuluh orang. Mereka diminta duduk di kursi panjang yang berbentuk L. Selama sekitar 12 jam, relawan diborgol.

Di kapal itu, tentara Israel melarang para relawan berbicara satu dengan lainnya. Semua relawan senegara juga dipisahkan. Mereka tidak bisa bergerak atau berbuat apa-apa sebagai tawanan. "Ada yang kencing di botol, ada yang kencing di tempat. Saya berusaha tidak mengeluarkan apa pun saat itu," terang dia.

Begitu tiba di daratan (tentara Israel membawa kapal dan relawan menuju kota pelabuhan Ashdod), Hardjito menyatakan dibawa ke penjara dengan mobil tertutup tanpa jendela. Penjara itu lebih luas daripada penjara di Indonesia. Setiap sel berisi empat kasur dan dilengkapi dengan satu kamar mandi. Di luar sel, ada sebuah ruang pertemuan dan meja makan untuk ratusan orang. "Seperti penjara yang baru dibangun," lanjut dia.

Ada juga dapur yang dilengkapi dengan rice cooker, mesin cuci, dan peralatan elektronik lain. "Saya benar-benar tidak menyangka. Semua begitu bagus. Bukan seperti penjara," ucap dia.

Hardjito masuk penjara sejak pukul 08.00 hingga 23.00 waktu setempat. Penjagaan sangat ketat. "Saya melihat sipir memegang senjata laser. Anjing yang sangat besar turut berjaga," sambung dia.

Dia merasa diperlakukan berbeda. Tentara Israel, ungkap dia, seolah-olah menanamkan citra baik dan bersahabat meski telah menyakiti para relawan. "Kami ditembaki, lalu digiring ke penjara. Di penjara, mereka berbuat sangat baik. Kami tidak tahu apa maksudnya," tegas dia.

SELEBRITY-Luna Bawa Bodyguard, Ariel Manggung di MTV Exit


Pasangan kekasih Luna Maya dan Ariel memilih diam. Menanggapi beredarnya video porno dengan pemain mirip mereka, Luna dan Ariel tak mau memberikan komentar. Luna bahkan merasa perlu membawa dua bodyguard untuk melindunginya dari wartawan yang sudah menunggu di studio RCTI, tempatnya memandu acara Dahsyat, kemarin (7/6).

Begitu selesai mengemban tugas di Dahsyat, perempuan berusia 26 tahun itu keluar studio lewat pintu belakang. Mengenakan baju ungu yang dipadu legging hitam, raut muka bintang Jakarta Undercover tersebut terlihat masam.

Seolah tak mau mendengar pertanyaan media, duta nasional melawan kelaparan di Indonesia World Food Programme PBB itu memutar iPod-nya. Sambil bernyanyi kecil mengikuti lagu, Luna menuju mobil Mercedes-Benz yang melaju ke arahnya. Saat itu, mobil berjalan cepat, menyerempet seorang wartawan hingga mengakibatkan luka memar di kaki kanan. Tak peduli dengan keadaan tersebut, Luna langsung masuk dan menutup pintu mobil. Mobil pun meninggalkan lokasi.

Hal serupa dilakukan kekasihnya, Ariel, saat tampil pada konser MTV Exit Live di Lapangan D Senayan Minggu malam (6/6). Duda beranak satu itu tak mau melayani pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Oke Yahya, produser Dahsyat, mengatakan, hingga saat ini dirinya masih menunggu, apakah benar Luna Maya atau tidak di video tersebut. Sebab, meski pengamat telematika mengatakan itu asli, dia belum mendapat keputusan resmi. "Kami, khususnya Dahsyat, masih menunggu kebenaran video itu. Yang saya tahu dari pakar-pakar memang asli, dalam arti asli direkam oleh handphone oleh si A dan si B, tetapi kami belum tahu siapa si A dan si B tersebut," tuturnya.

Jika memang sudah ada putusan, dia pasti mengatakan kepada media. "Tapi, sampai sekarang nggak mengganggu image Dahsyat. Dia (Luna) juga baik-baik saja," katanya.

Gencarnya peredaran video mesum yang mirip Luna-Ariel membuat polisi turun tangan. Kemarin Satuan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya resmi menyelidiki rekaman video tersebut. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Boy Rafli Amar kemarin.

"Fokus kami adalah siapa yang mengedarkan dua video berdurasi dua dan enam menit tersebut,'' kata perwira dengan tiga mawar di pundak itu. Bila tertangkap, pelakunya akan dijerat dengan pasal 27 ayat 1 UU No 11/2008.

Boy mengatakan, sudah ada petunjuk soal pelakunya. Belum mengarah ke identitas, namun sudah diketahui bahwa sumbernya mengedarkan video tersebut dari luar negeri. ''Tapi, kami akan terus mengusut tuntas kasus ini. Sebab, itu sudah merupakan kewajiban polisi,'' tegasnya.

Boy juga mengatakan, pihaknya berencana memanggil Ariel dan Luna dalam waktu dekat. ''Ini memastikan apakah benar keduanya yang terekam tersebut,'' tuturnya.

Bila benar, keduanya akan diperiksa sebagai saksi korban. "Sebab, dalam hal ini yang dirugikan justru keduanya. Tapi, sejauh ini, keduanya belum membuat laporan kepada kami," kata Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Tommy Watuliu. Menurut dia, tidak ada pasal pidana yang bisa dijeratkan kepada Ariel dan Luna Maya. ''Kecuali mereka yang mengedarkan sendiri dan itu terbukti. Baru keduanya bisa kami jerat dengan pidana,'' imbuhnya.

Meski polisi dengan tegas menyatakan bahwa Luna dan Ariel sulit ditetapkan sebagai tersangka, ada yang berpendapat lain. Kemarin LSM Hajar Indonesia mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan pasangan tersebut. Alasannya sederhana. LSM itu merasa terganggu. ''Seret dan penjarakan dua pelakunya. Ngomong kotor di adegan film saja tidak boleh, apalagi ini ada adegan dan pemainnya. Sangat mengganggu masyarakat,'' kata Juru Bicara LSM Hajar Indonesia, Farhat Abbas.

SELEBRITY-Nasib Kontrak Iklan Luna Maya di Ujung Tanduk

Masa depan Luna Maya di dunia hiburan mungkin masih akan tetap bersinar, tapi nasib kontrak-kontrak iklannya agaknya di ujung tanduk jika terbukti dialah dan kekasihnya Ariel Peterpan yang beradegan mesum di dalam video yang kini beredar.

Sejumlah perusahaan yang mengikat kontrak iklan dengan Luna bisa saja mengambil keputusan drastis dengan memutus kontrak iklannya apabila citra Luna tercoreng oleh kasus video porno. Lux, misalnya, kini tengah memikirkan untuk memanggil Luna.

"Kita akan membuat pertemuan dengan Luna. Salah satu agendanya akan meminta penjelasan Luna tentang video tersebut," ujar Humas LUX, Arthur Lio, di Jakarta, Minggu (6/6). Luna dan Ariel Peterpan membintangi iklan Lux dengan pose yang mesra. Iklan keduanya banyak dijumpai di jalan-jalan kota dengan ukuran yang mencolok.

Selain Lux, Luna juga menjadi host pada acara Dahsyat, acara musik di RCTI. Sampai saat ini Luna masih mengisi acara itu, tapi RCTI pasti tidak akan mempertaruhkan kredibilitasnya jika terbukti wanita di video itu benar-benar adalah Luna.

Produser Dahsyat, Oke Jahja, di Jakarta, Sabtu (5/6), kepada wartawan mengatakan, terbuka kemungkinan untuk memanggil Luna guna menanyakan masalah video itu.

Nah, nasib iklan dan kontrak bisnis itu, serta beberapa produk lainnya seperti salah satu merek notebook Toshiba, dan operator seluler XL, kini berada di ujung tanduk. Sulit untuk tidak menduga bahwa perusahaan-perusahaan atau produk yang bintang iklannya adalah Luna akan memutuskan kontrak jika ada masalah soal kredibilitas dan moral dengan sang bintang.

Pengalaman di luar negeri, bintang iklan bisa dipastikan akan hancur kontraknya jika terlibat masalah-masalah moral. Alasannya sederhana, lembaga atau perusahaan tidak mau terkena citra buruk dari perilaku sang bintang. Tiger Woods adalah contoh yang sempurna mengenai hal ini.

Pegolf nomor wahid dunia peranakan Thailand itu, terpaksa harus rela kehilangan ratusan miliar dari penghasilan iklannya, setelah sejumlah perempuan ramai ramai mengaku pernah seranjang dengannya.

Memang, Luna Maya sudah membantah bahwa bukan dirinya yang ada dalam video mesum itu. Meskipun banyak orang yang sudah menonton video itu mengatakan bahwa wanita dalam video itu amat sangat mirip Luna, termasuk prianya amat sangat mirip Ariel Peterpan. Kita tunggu babak selanjutnya dari kisah video mesum yang menggemparkan ini

POLITIK- Pemerintah Buka Pintu Diskusi dan Pendalaman Terkait Dana Aspirasi Usul Golkar Itu Ditolak Fraksi Lain

Menkeu Agus Martowardojo mimilih jalan kompromi terhadap usul dana dapil yang diajukan Partai Golkar. Pengganti Sri Mulyani itu bersedia membahas usul kontroversial tersebut.

Menurut Agus, pemerintah membuka pintu untuk melakukan diskusi dan pendalaman lebih jauh mengenai usul dana aspirasi Rp 15 miliar per anggota DPR tersebut. ''(Dana aspirasi) itu salah satu yang akan dibicarakan dalam panja (panitia kerja badan anggaran, Red),'' ujarnya saat ditemui sebelum rapat kerja dengan Komisi XI DPR kemarin (7/6).

Padahal, sebelumnya, dalam jawaban tertulis di paripurna DPR, Agus mengatakan bahwa penyaluran dana APBN yang melibatkan anggota DPR tersebut bertentangan dengan sejumlah UU, termasuk UU Keuangan Negara. Selain itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menolak secara tegas usul Golkar tersebut. Kini Menkeu bersiap membahas setelah anggota DPR dari Golkar yang juga Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Aziz mengisyaratkan pembahasan RAPBN 2011 akan deadlock.

Namun, saat Menkeu sudah siap membahas usul itu, fraksi-fraksi di DPR ramai-ramai menolak. Kemarin FPDIP dan FPPP secara resmi menolak. Sebelumnya, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga menolak. Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta sudah menyatakn tak setuju terhadap usul partai berlambang beringin tersebut.

Agus mengatakan, sebenarnya, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR pada 1 Juni lalu, sudah ada kesepakatan untuk membahas usul dana aspirasi itu. ''Jadi, nanti kami diskusikan secara intensif di panja,'' tuturnya.

Harry Azhar Aziz mengatakan, Badan Anggaran DPR dan pemerintah sudah sepakat membentuk empat panja dalam pambahasan APBN 2011, yakni panja asumsi makro ekonomi, panja rencana kerja pemerintah, panja belanja pemerintah pusat, dan panja belanja daerah. ''Usul dana aspirasi akan dibahas di panja rencana kerja pemerintah,'' terangnya.

Karena itu, lanjut Harry, sama sekali belum ada sikap resmi dari pemerintah, apakah menerima atau menolak usul dana aspirasi tersebut. Bahkan, di tingkat fraksi, belum ada sikap resmi yang disampaikan ke Badan Anggaran DPR.

''Jadi, baik pemerintah maupun fraksi-fraksi di DPR setuju membahas di panja, tidak ada yang secara resmi menolak karena dibahas saja belum, kok mau menolak. Tadi, saya juga baru saja bertemu Menkeu dan dia setuju membahas lebih lanjut di panja,'' paparnya.

SELEBRITY-Giliran Video Porno Mirip Ariel-Cut Tari Beredar!


Menyusul skandal video porno mirip artis Luna Maya-Ariel Peterpan, kini jagad dunia maya dihebohkan kembali dengan beredarnya video porno mirip Ariel dan Cut Tari.

Video itu mulai tersebar di internet sejak Selasa (8/6) pagi di berbagai forum dunia maya. Selain itu, pembahasan soal beredarnya video tersebut juga marak di Twitter.

Diketahui video tersebut berdurasi 8 menit 45 detik. Dengan latar belakang sebuah kamar hotel berseprai putih, video tersebut direkam pada 18 November 2006.

Di awal rekaman, pemeran wanita dalam video itu mengenakan baju berwarna biru dengan tank top hitam di dalamnya. Video itu diambil dengan menaruihnya pada sebuah meja di samping tempat tidur

PROBOLINGGO-Gadis Probolinggo Hilang Jelang Pernikahan

Sebulan lagi menikah, seorang gadis di Probolinggo hilang. Ia diduga diculik orang. Peristiwa naas ini dialami oleh Ida Widiarti (23) warga Kelurahan/ Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Paska kejadian ini, keluarga korban selama 5 hari terakhir ini diselimuti oleh keresahan. Pasalnya korban yang ditunggu-tunggu, ternyata tak kunjung pulang ke rumah. Keresahan kelurga ini rupanya beralasan, sebab korban sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.

Karena bingung mencarinya, pihak keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke petugas kepolisian di Mapolsek setempat. Tak hanya itu, cara-cara irrasional pun ditempuhnya dengan meminta tolong ke sejumlah paranormal.

Menurut Suhra, bibi Ida Widiarti, sebelum hilang korban diketahui mengenakan baju warna abu-abu dan memakai celana coklat. Korban diketahui hilang saat dia meminta berhenti di tepi jalan dan masuk gang, ketika dibonceng motor oleh Urip Widodo yang tidak lain merupakan tunangan korban.

“Selama ini, hubungan Ida baik-baik saja dan tidak ada konflik dengan tunangannya. Tetapi akhir-akhir ini memang dia kesal saat diingatkan orang tuanya, karena masih tetap berhubungan dengan mantan pacarnya padahal dia sudah bertunangan” kata Suhra bibi korban Selasa (8/6/2010).

Sementara itu Urip Widodo tunangan korban mengatakan peristiwa ini sangat memukul dirinya, Ia pun menyesalkan pasalnya pernikahan antara mereka berdua tinggal sebulan lagi. Apalagi, selama ini ia tak pernah bertengkar dengan korban.

“Bingung mas, kenapa kejadian kayak gini harus terjadi saat menjelang pernikahan kami yang tinggal 1 bulan lagi” terang Urip Widodo kepada wartawan.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti hilangnya korban, apakah murni lari dari rumah atau diculik dan dibawa lari orang tak bertanggung jawab

SURABAYA-Risma Lapor Menang Zonder Money Politics


Usai diumumkan KPU Surabaya tentang penetapan dirinya menjadi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini langsung berkunjung ke rumah Sutjipto, politisi senior PDI Perjuangan. Risma menganggap Sutjipto-lah yang selama ini memberikan dukungan moral kepadanya mengarungi Pemilihan Walikota Surabaya 2010.

“Pak Tjip (panggilan akrab Sutjipto, red) adalah sesepuh PDIP. Dukungan moral dari beliau sangat berarti. Dulu sebelum menjadi calon walikota, saya juga berkunjung kemari,” ujar Risma ketika berkunjung ke kediaman Sutjipto, Jl. Pakis Tirtosari 18 Surabaya, Selasa (8/6/2010).

Kedatangannya, lanjut dia, untuk melaporkan dan menjelaskan bagaimana proses Pilwali berlangsung selama ini. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya maju sebagai calon walikota hingga berhasil memenangkan “pertarungan” tanpa money politics (politik uang).

“Bagaimana mau money politics lha wong saya tidak punya uang. Semua tim yang turut membantu saya semuanya relawan, tidak ada yang mbayari,” tukas ibu dua anak itu.

Sutjipto yang duduk di sebelahnya mengangguk. Ia mengaku percaya dan yakin perjuangan Risma hingga akan menduduki kursi L-1 tanpa ada sedikitpun politik uang.

Menurut Pak Tjip, kalau boleh milih, lebih baik kalah daripada menang dengan politik uang. Ia percaya Bu Risma tidak ada politik uang. Berkait dengan itu, ua sempat berpesan pada Jagat Hariseno, ketua tim pemenangan bidang eksternal yang sekaligus putra sulungnya, agar tidak menggunakan uang untuk merebut kemenangan.

"Saya tanya pada Seno, Bu Risma itu punya uang atau tidak, lalu Seno bilang tidak punya. PDIP butuh calon walikota seperti Bu Risma, ide dan semangatnya menjalankan program sangat luar biasa,” puji mantan Ketua DPP PDIP tersebut.

Pak Tjip kemudian berpesan kepada Risma. Kata dia, selama memimpin pemerintahan lima tahun ke depan, duet Risma-Bambang ini harus selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Selain itu, pembangunan-pembangunan dan insfrastruktur kota lainnya yang belum selesai hendaknya dilanjutkan.

Di samping itu, pembangunan dan kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga harus berjalan. Bapak tiga anak tersebut juga mengatakan bahwa pembangunan sekolah dan sarana kesehatan juga harus diprioritaskan.

“Bahkan kalau bisa, Surabaya ini harus menjadi pusat perdagangan dan pendidikan khususnya� di Indonesia Timur. Saya yakin pemerintahan Bu Risma dan Pak Bambang bisa mewujudkan itu,” papar Sutjipto sembari mengaku sempat deg-degan ketika mengikuti proses Pilwali di media massa.

“Gimana tidak khawatir, lha wong saingan kuat Bu Risma saat ini di back up penuh oleh penguasa pemerintah sekarang,” tambah suami Sudjamik tersebut.

SURABAYA-Pro Meg Siap Ingatkan Risma-Bambang


Puluhan pendukung pasangan Risma-Bambang kegirangan usai mengetahui hasil penghitungan manual di KPU Surabaya, Selasa (8/6/2010) dini hari tadi.

Elemen pendukung yang mengatasnamakan Pro Meg (Pro Megawati) Surabaya berkumpul di Posko Tim Pemenangan Risma-Bambang jalan Kapuas usai mendengar hasil yang memenangkan pasangan nomor urut 4 dalam Pilwali 2 Juni lalu.

Lutfiadi, Koordinator Pro Meg mengungkapkan mereka sengaja berkumpul di Posko untuk merapatkan barisan pasca kemenangan jago PDIP. "Kita sangat bersyukur karena Risma-Bambang diberikan amanah dan kepercayaan warga Surabaya untuk menjadi pemimpin selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Kendati meraih suara tertinggi, lanjut dia, namun pihaknya mengaku tak akan merayakannya berlebihan. Tak ada pesta khusus menyambut kemenangan ini.

"Yang terpenting sekarang ini bukan perayaan atau pesta, tapi rasa syukur dan berharap pemerintahan Risma-Bambang mampu menjalankan amanat rakyat,” tukas aktivis PDIP tersebut.

Selain itu, pihaknya meminta kepada semua masyarakat untuk berperan aktif dan ikut serta mendukung pemerintahan baru. Pria yang akrab disapa Lutfi itu juga meminta semua pihak, termasuk “pesaing-pesaing”-nya di Pilwali lalu untuk bersama-sama membangun Surabaya menjadi lebih baik.

“Pembangunan yang tertunda harus dilanjutkan. Mari semua bersama-sama membangun kota kita tercinta. Kalau memang pemerintahan ke depan ada kekeliruan, sebagai rakyat kita harus mengingatkannya,” papar di

SURABAYA-KPU Tetapkan Risma Walikota Surabaya

Hanya beberapa menit usai penandatanganan berita acara rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara, KPU Surabaya langsung menetapkan pasangan Risma-Bambang sebagai pemenang dan peraih suara terbanyak.

Tepat pukul 00.20 WIB, Selasa (8/6/2010), Ketua KPU Surabaya didampingi empat anggota lainnya disaksikan anggota Panwas Kota dan dihadapan saksi-saksi menyampaikan penetepan pasangan calon terpilih untuk Pilwali Surabaya 2010.

Kata Eko Sasmito, dalam aturan disebutkan bahwa penetapan calon terpilih bisa dilakukan sehari setelah menggelar Rapat Pleno Terbuka dalam rangka rekapitulasi penghitungan hasil suara.

Dalam berita acara yang dibacakan, Eko Sasmito menguraikan hasil perolehan suara dari setiap pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, BF Sutadi-Mazlan Mansur (Dimaz) yang memperoleh suara sebanyak 61.648 atau sekitar 6,63 persen menempati urutan perolehan suara keempat.

Sementara pasangan Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fu-Yu)dengan perolehan suara 129.172 atau sebesar 13,90 persen menempati urutan perolehan suara ketiga.

Pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK) dengan perolehan suara 327.516 atau sebesar 35,25 persen menempati urutan perolehan suara kedua.

Sedangkan pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH dengan perolehan suara 358.187 atau sebesar 38,53 persen menempati urutan perolehan suara pertama.

Terakhir, pasangan Fitradjaja Purnama-Naen Soeryono dengan perolehan suara sebanyak 53.110 atau sebesar 5,71 persen menempati
urutan perolehan suara kelima.

"Berdasarkan berita acara ini, tepat sekitar pukul 00.20, pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih untuk Pilwali Surabaya 2010," tegas Eko Sasmito.

Selanjutnya, KPU masih akan menunggu rencana gugatan dua tim
pemenangan yakni tim CACAK dan Fu-Yu. Sesuai perundangan yang berlaku, batas gugatan diberi kesempatan selama tiga hari sejak ditetapkannya pasangan calon terpilih.

"Silahkan kalau mau mengajukan proses gugatan. Hasil penetapan dan keputusan KPU Surabaya tidak bisa diganggu meski sebelumnya ada saksi yang menolak menandatangani berita acara rekapitulasi. Namun bisa berubah jika Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskannya,” tukas dia

SURABAYA-Saksi CACAK Ogah Tandatangani Berita Acara

Hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara ditutup tepat pukul 00.01, Selasa (8/6/2010) tengah malam tadi. Ketua KPU Surabaya, Eko Sasmito mengatakan hasil ini nantinya akan digunakan sebagai dasar membuat ketetapan siapa yang terpilih.

Penetapan, lanjut dia, secepatnya dilakukan maksimal sehari pasca penghitungan suara. "Insya Allah Selasa hari ini kita akan melakukan penetapan secara resmi Pilwali Surabaya 2010," tegasnya.

Usai melakukan rekapitulasi, kelima anggota KPU Surabaya masing-masing Eko Sasmito, Eko Walujo, Robiyan Arifin, Edward Dewaruci serta Choirul Anam menandatangani berita acara hasil rekapitulasi. Kemudian Ketua Panwas Kota Surabaya, Wahyu Hariyadi juga turut menandatanganinya.

Namun, giliran tanda tangan perwakilan saksi kelima pasang calon, hanya dua saksi dari tim pemenangan CACAK dan FuYu yang menolak dan mengajukan keberatannya. Sedangkan tiga saksi dari tim pemenangan lainnya tidak mempermasalahkan dan bersedia menandatangani berita acara proses rekapitulasi penghitungan suara.

Satu saksi dari tim pemenangan Dimaz awalnya juga mengajukan keberatan, namun menit-menit akhir menjelang penutupan, M. Asmuni Guntoro yang mewakili saksi pasangan Dimaz akhirnya bersedia menandatangani.

"Kami hanya memberi catatan ke KPU, diantaranya bahwa secara umum kualitas Pemilukada Surabaya sangat menurun, terbukti KPU tidak bisa menurunkan angka partisipasi masyarakat untuk turut hadir. Selain itu, carut marut coblos tembus kami rasa karena kurangnya KPU yang tidak pernah sosialisasi," paparnya.

Sementara itu, dua saksi masing-masing pasangan Fu-Yu dan CACAK tetap ogah menandatangani hasil rekapitulasi. Wildha Badrus Subkhi, saksi dari FuYu mengungkapkan, pihaknya dipastikan akan memasukkan daftar gugatan ke ranah pidana atas kasus yang terjadi di Kecamatan Sukomanunggal dan Wiyung.

"Ini berkaitan dengan pembukaan kotak suara. Tidak menutup kemungkinan kami menuntut adanya coblosan ulang. Bahkan kalau penyidik menemukan adanya indikasi pelanggaran serupa di semua kecamatan, kami tetap meminta coblosan ulang di semua wilayah tersebut," ungkap dia.

Tidak jauh berbeda apa yang disampaikan Fathul Hadi, saksi pasangan CACAK. Menurut dia, pihaknya enggan menandatangani dengan alasan beberapa poin keberatan. Antara lain, munculnya inskonsistensi dalam penentuan suara sah pada proses rekapitulasi di TPS yang mengakibatkan surat suara jadi tidak sah.

"Yang aneh kan masak ada pembatasan melalui kesepakatan, padahal dalam Undang-Undang tidak diatur batasan. Tapi apa yang terjadi, PPK menghitung menggunakan batas maksimal, kadang 10, 15 atau bahkan 20 surat suara tidak sah," terangnya.

asus Sukomanunggal, lanjut dia, juga harus diproses secara hukum, sebab bisa jadi tidak steril kotak suara itu. "Terima kasih atas kerja dari KPPS hingga KPU, tapi maaf kami belum bisa menerima hasil ini dan mengajukan keberatan," ucapnya.

Menanggapinya, Eko Sasmito menjelaskan bahwa proses penetapan siapa yang tertinggi secara resmi tidak akan berpengaruh kendati ada saksi yang menolak menandatangani. "Tidak akan berpengaruh dan tetap kami umumkan. Silahkan bagi yang menggugat, ini diperbolehkan karena sudah sesuai Undang-Undang," jelas dia.

"Tidak ada yang bisa merubah hasil penetapan kecuali ada petunjuk dari Mahkamah Konstitusi (MK)," tambah Eko.

SURABAYA-Golput Pilwali Surabaya 54,78 Persen

Fantastis. Itulah kata yang bisa disebut melihat jumlah golput alias tidak memilih ketika Pilwali yang digelar 2 Juni lalu. Bagaimana tidak, total golput dalam Pilwali kali ini berjumlah 1.173.960 atau sekitar 54,78 persen.

Jumlah tersebut berasal dari jumlah DPT sebesar 2.142.900. Dari sejumlah itu, pada 2 Juni lalu yang hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya sebanyak 968.940 pemilih saja.

Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan proses sosialisasi kepada masyarakat.

"Semua kan sudah tahu sendiri bagaimana kinerja KPU selama ini. Kita selalu melakukan proses sosialisasi ke tingkat bawah sekalipun," ujarnya ketika ditemui usai menutup rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilwali, Selasa (8/6/2010) dinihari tadi

SURABAYA-Kakek Tewas di Tepi Kalimas


Sesosok mayat pria tergeletak di bantaran sungai Kalimas, depan SDN I, Jalan Raya Ngagel, Selasa (8/6/2010). Tentu saja kejadian ini menggegerkan pengendara motor yang melintas di Jalan Ngagel.

Tidak ada identittas di tubuh korban. Tapi warga sekitar bantaran sungai mengenali korban bernama Sukur. Usianya diperkirakan 60 tahun dan bekerja sebagai pengemis.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku. Diperkirakan korban sudah tewas sejak 3 hari lalu. Selain itu tubuhnya kurus kering hingga terlihat tulang keringnya.

Pertama kali mayat korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh Sigit (33) warga Jalan Ubi, Surabaya.

"Waktu itu saya mau berangkat kerja ke Jalan Simo. Saat jalan kaki di bantaran sungai melihat ada pria dirubungi lalat," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Karena curiga, Sigit lalu mengecek denyut nadi korban. Saat itulah, ternyata korban sudah tak bernyawa.

"Begitu tahu sudah meninggal, saya langsung melapor ke polisi yang tugas di TL Waonokromo," katanya.

Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Wonokromo. Petugas pun langsung ke TKP. Tapi petugas tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga kuat korban tewas akibat kelaparan. Informasi yang didapat sudah 3 hari korban tak makan dan hanya tidur di lokasi.

Meski telah diketahui penyebab kematiannya, mayat korban tetap dibawa ke kamar jenazah RSU Dr Soetomo untuk divisum

SURABAYA-Usai Diboking, PSK Moroseneng Mati

Sesosok mayat perempuan terbaring di ruang otopsi kamar jenazah RSU Dr Soetomo, Selasa (8/6/2010) siang. Dari identitasnya, perempuan tersebut bernama Susi Anita Rahayu (30) warga Lingkungan Sutojajan RT 02/RW 05, Sutojajan, Blitar.

Belakangan diketahui korban adalah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Moroseneng. Korban tewas saat mendapat perawatan di RS Bunda, Benowo.

Belum diketahui penyebab tewasnya PSK yang akrab dipanggil Susi ini. Petugas reskrim Polsek Benowo dan Polres Surabaya Utara masih melakukan olah TKP.

Informasi yang didapat, tewasnya PSK yang biasa dipanggil Susi ini berawal ketika Susi diboking seorang pria.

"Minggu siang, Susi ini diboking seorang pria bernama Agus, salah seorang pelayan di Moroseneng," kata Yanti, teman korban saat ditemui di kamar jenazah RSU Dr Soetomo.

Awalnya korban diboking dengan menenggak miras jenis Mantion. Agus memboking korban hingga senin pukul 03.00 WIB.

"Setelah itu senin malam sekitar jam 12 malam, Susi ini langsung sakit. Kita langsung bawa ke RS Bunda," katanya.

Namun baru beberapa jam dirawat, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Benowo. Saat ini mayat masih berada di ruang otopsi menunggu keluarganya dari Blitar

SURABAYA-DPRD Jatim: Pertamina Ceroboh Keluarkan Izin!

Peristiwa meledaknya gudang elpiji di Jl Slompretan Timur 8 Surabaya membuat DPRD Jatim mengeluarkan kebijakan pengetatan dalam perizinan. Pasalnya, dewan menilai Pertamina tidak bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Ana Lutfie, Selasa (8/6/2010) mengatakan, kalau Pertamina jeli dan bisa melakukan pengawasan dengan baik, kejadian ledakan di CV Bintang Timur bisa dihindari. Bahkan, perizinannya sendiri masih dipertanyakan. "Pertamina ceroboh dalam pemberian izin, makanya pengetatan izin untuk gudang maupun produsen harus diperbaiki," katanya.

DPRD Jatim dalam waktu dekat akan memanggil Pertamina untuk menanyai tentang prosedur pemberian izin. Pihaknya tidak mau masyarakat dirugikan terus menerus, apalagi sampai ada korban jiwa.

Sesuai Permendagri Nomor 85/M-IND/PER/II/2008 tentang pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap 5 produk industri secara wajib dalam pasal 2 berbunyi memberlakukan SNI dan atau wajib terhadap 5 produk, yakni tabung baja elpiji, selang karet, regulator, katup tabung, dan kompor gas. "Jadi ada sistem yang tidak beres, apalagi ledakan seperti itu terjadi secara beruntun di beberapa daerah," tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, aparat hukum harus bisa melakukan identifikasi secara serius persoalan ledakan elpiji. Persoalan elpiji harus menjadi perhatian serius, karena aturan sudah menjelaskan dengan tegas. Apalagi elpiji merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, ia juga menekan pemerintah untuk melakukan koreksi atas rencana kenaikan harga elpiji. Pengaruh dan imbas dari kenaikan harga elpiji akan berakibat luas, terutama pada kenaikan harga bahan pokok. "Semuanya ada pengaruh yang besar, masyarakat jangan sampai terus dirugikan," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi menambahkan, beberapa bulan terakhir memang banyak ditemukan kecelakaan akibat elpiji meledak. Korban jiwa pun tidak bisa dihindari, baik itu meninggal dunia maupun luka bakar akibat ledakan.

DPRD sendiri tidak mau kalau kejadian yang sama terulang. Makanya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Pertamina selaku lembaga yang berkaitan langsung harus bisa mengubah sistem yang ada. "Pokoknya jangan sampai korban terus terjadi lagi, harus ada upaya safety dan pemahaman yang menyeluruh, termasuk pengetatan dalam perizinan produsen," tukasnya

SURABAYA-Diduga Overdosis Miras Mantion dan Vodka


Tewasnya Susi Anita Rahayu (30) alias Susi, PSK Wisma Primadona lokalisasi Moroseneng mengejutkan teman seprofesinya.
Penyebabnya Senin (7/6/2010) siang, Susi masih sempat bercanda dengan temannya sesama PSK.

"Bahkan dia sempat ngilokno (menghina) tukang pijat. Eh lha kok tiba-tiba selasa pagi mati," kata Yanti, salah seorang teman korban saat ditemui di kamar jenazah RSU Dr Soetomo, Selasa (8/6/2010) siang.

Yanti menduga kalau korban tewas akibat overdosis minuman keras (miras) jenis Mantion. "Kemungkinan karena kebanyakan minum miras. Kemungkinan Mantion dan Vodka," kata wanita berusia 25 tahun ini.

Yanti menuturkan bahwa Minggu (6/6/2010) sekitar pukul 12.00 WIB, Susi diboking seorang pria bernama Agus.

"Keduanya minum Mantion di depan wisma Primadona. Saya gak tahu keduanya habis berapa botol," katanya.

Pesta miras tersebut berlangsung hingga minggu malam. "Minggu malam keduanya masih minum. Keduanya gak berani masuk kamar karena di dalam wisma ada polisi," tuturnya.

Pesta miras tersebut berlangsung hingga Senin (7/6/2010) pukul 03.00 WIB. Setelah itu, korban beristirahat di kamarnya hingga siang hari.

Tapi selasa (8/6/2010) dinihari sekitar pukul 00.00 WIB, kondisi Susi lemah. Melihat Susi sakit, teman-temannya sesama wisma langsung memberitahu pemilik wisma.

Selanjutnya Susi dibawa ke RS Bunda untuk mendapatkan perawatan. Namun sekitar pukul 06.15 WIB, Susi menghembuskan nafasnya yang terakhir. Karena kematian Susi tak wajar, kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Benowo dan Polres Surabaya Utara.

Hingga pukul 13.00 WIB, mayat Susi masih berada di ruang otopsi menunggu keluarganya dari Blitar. Sementara polisi masih memeriksa beberapa PSK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi Anita Rahayu (30) PSK wisma Primadona, lokalisasi Moroseneng, Selasa (8/6/2010) pagi tewas

SURABAYA-Pasukan Persebaya Jenuh Tunggu Kepastian

Hingga saat ini PT Liga Indonesia belum memutuskan apakah menggelar pertandingan ulang antara Persebaya Surabaya dengan Persik Kediri. Hal ini ternyata berimbas pada armada Bajul Ijo. Anak asuh Rudy William Keeltjes ini cukup terganggu dengan ketidakpastian ini.

Menurut Rudy, kondisi yang serba tidak pasti membuat pasukannya resah. Apalagi keputusan juga belum turun, apakah Bajul Ijo harus menjalani pertandingan ulang lawan Persik, atau langsung melenggang ke fase playoff lawan Persiram Raja Ampat. ''Ya, anak-anak mulai jenuh kondisi yang tidak menentu ini. Tapi saya terus mencoba untuk memotivasi mereka. Tentunya dengan cara saya sendiri,'' ucap Rudy kepada beritajatim.com, Selasa (8/6/2010) sore ini.

Memang, keputusan yang dijatuhkan Komisi Banding (Komding) yang menganulir keputusan WO Bajul Ijo menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, Macan Putih pantas mendapatkan hukuman itu karena tidak bisa menyelenggarakan pertandingan lawan Persebaya 29 April lalu.

Sementara itu, Rudy mengaku, usai mengalami kekalahan telak lawan Bontang FC beberapa waktu lalu, kondisi pasukannya tidak cukup kondusif. Sepertinya Andik Vermansyah cs terpukul dengan kekalahan itu. ''Tapi hari ini saya sangat senang. Ini latihan paling menyenangkan setelah pertandingan lawan Bontang lalu,'' sambung mantan pelatih PSMS Medan itu.

Saat ini, Rudy tengah mempersiapkan tim untuk babak playoff. Baginya, fokus utama saat ini adalah bagaimana membawa Bajul Ijo selamat dari jurang degradasi

SURABAYA-Silakan Bertengkar, Kompetisi Diputar 13 Jun

Kompetisi internal Pengcab PSSI Surabaya versi Taman Sari mempercepat digulirnya kompetisi internal. Rencananya kompetisi akan digulirkan Senin (13/6/2010) mendatang, atau tiga hari lebih cepat dari jadwal semula.

Pengumuman dimajukannya daftar ini dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Kompetisi, M Djaya, Selasa (8/6/2010) sore ini. Djaya mengatakan, kompetisi akan dibuka pertandingan divisi utama antara Untag Rosita dan PA Angkatan Laut. Pertandingan kedua klub ini dilakukan di Stadion Gelora 10 Nopember. ''Kompetisi akan diikuti tujuh tim kelas utama, delapan kelas satu dan tujuh kelas dua,'' kata M Djaya kepada wartawan.

Menurut Djaya, jumlah itu masih bisa bertambah. Sebab, saat ini pihaknya juga menunggu kepastian dari enam klub, yakni Suryanaga, Assyaabab, Fatahillah, Reedo, Putera Indonesia, dan Setia Naga Kuning. Keenamnya akan ditunggu kepastiannya hingga Rabu (9/6/2010) besok.

Selain itu, pengcab versi Taman Sari juga menggelar playoff, di mana tiga tim sudah memastikan keikutsertaannya, yakni Semut Hitam, Ar Rayyan, dan Arbog (Arek Boggen). Selain itu, mereka juga menunggu keikutsertaan Ega Putra dan Nanggala.

''Pokoknya semua yang ikut sudah memiliki kesepakatan tertulis,'' sambung Djaya. Ia juga menampik anggapan sengaja memajukan kompetisi terkait dengan adanya muscablub di Hotel Utami lalu. ''Tidak. Ini tidak ada kaitannya dengan Utami. Kita sudah terlalu lama menunda, seharusnya kompetisi dimulai awal Mei,'' jelas Djaya.

Sementara itu, Ketua Komite Wasit, Mudjito, mengatakan, sudah mengumpulkan wasit untuk menyiapkan kompetisi. Kompetisi musim ini akan dipimpin 53 wasit dan 25 pengawas pertandingan. Mudjito menegaskan, pihaknya tetap menggulirkan kompetisi, meski mendapat ancaman dari Pengprov PSSI Jatim.

''Kita sudah sepakat, pahit getir kita jalani bersama. Saya mohon yang punya kekuasaan jangan menonjolkan kekuasaannya. Jangan main ancam. Instrokpeksi diri, ini untuk pembinaan. Ia juga menghimbau agar wasit-wasit tidak seperti kacang melupakan kulitnya. ''Wasit itu miliknya klub. Dibesarkan pengcab. Loyalitas itu harus,'' pungkasnya.

GRESIK-TMMD Bangun 2,5 kilometer Jalan Desa

TNI hendaknya tidak hanya membangun desa secara fisik, tapi ikut membangun komunikasi social untuk kemajuan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Dan Lantamal V Surabaya, Brigjend TNI (Mar) Halim A. Hermanto dalam acara pembukaan TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 84 di Desa Babatan Balongpanggang Gresik, (8/6/2010).

�"Pembangunan fisik meliputi pembangunan infrastruktur sarana prasarana desa untuk membuka isolasi desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat, juga taka kalah pentingnya,"ujarnya.

Sekedar diketahui, yang dibangun TMMD ini diantaranya adalah pembangunan 2 ruas jalan Poros Desa (JPD) dengan volume 175 m X 2,5 m di dusun Wareng dan desa Babatan.

Rehab 2 unit rumah gakin, pembuatan MCK balai desa, perbaikan gedung TK dan PAUD, Rehabilitasi 2 Masjid,� Rehabilitasi Kantor Balai Desa dan Penghijauan. Selain itu juga pemberian paket sembako kepada 25 anak yatim

SURABAYA-PKB Jatim Pro Imin Tolak Deklarasi Islah

DPW PKB Jatim kubu Muhaimin Iskandar pimpinan Imam Nahrawi (kantor Jl Ketintang Surabaya) menanggapi dingin adanya rencana Deklarasi Islah yang diselenggarakan DPW PKB Jatim Pro Gus Dur pimpinan Hasan Aminuddin dan Sekjen DPP PKB Pro Muhaimin, Lukman Edy. Deklarasi islah itu sedianya dilaksanakan pada 10 Juni 2010 bertempat di kantor PWNU Jatim.

"Kalau mau islah, jangan hanya ngomongnya ke wartawan saja. Apa pentingnya melakukan Deklarasi Islah, kalau belum dewasa dalam berpolitik. Pak Hasan Aminuddin kan bisa datang langsung ke kantor DPW PKB Jatim untuk berbicara. Sejak awal kami sudah menggagas islah yang difasilitasi Wagub Jatim Gus Ipul, tapi mereka tidak merespon," kata Sekretaris DPW PKB Jatim Khoirudin Abas kepada wartawan di kantornya, Selasa (8/6/2010).

Pihaknya juga akan memanggil sejumlah pengurusnya yang ikut menggagas pendirian Komite Islah PKB bersama Lukman Edy dan Hasan Aminuddin. Ada tiga pengurus yang dipanggil, yakni Lukman Hakim, Hj Churiyah Imron dan Syukrillah. "Kami panggil mereka untuk klarifikasi dalam rapat gabungan Tanfidz dan Dewan Syuro. Kedatangan mereka itu atas nama pribadi, bukan mewakili DPW PKB Jatim. Mereka juga tidak koordinasi dengan partai," tegasnya.

Menurut dia, PKB Jatim saat ini tidak terlalu tertarik untuk mengikuti ajakan islah tersebut, karena pihaknya sedang konsentrasi penuh untuk pemenangan pilkada di sejumlah daerah. "Kalau memang mengajak islah, undangannya mana kok belum kami terima hingga detik ini. Mereka itu mau membesarkan PKB atau buat ruwet di PKB?" tanyanya kepada wartawan.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim Masud Adnan menambahkan, PKB Jatim kubu Hasan memaksakan diri untuk melakukan muktamar luar biasa (MLB) dalam menyelesaikan konflik PKB. "Mau digelar MLB seribu kalipun, kalau tidak ada kedewasaan politik ya percuma dan malah membuka konflik baru. Mereka-mereka itu kan sudah menikmati madu dari PKB, Pak Hasan menjadi Bupati Probolinggo ya dari PKB dan Lukman Edy pernah menjadi Menteri PDT juga dari PKB. Kami ini yang berjuang belum menikmati madunya PKB," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kubu PKB hasil muktamar Parung-Bogor dan muktamar Ancol-Jakarta bersama PKNU akan mewujudkan upaya islah atau rekonsiliasi dalam waktu dekat. Pada 10 Juni 2010 akan dilakukan Deklarasi Islah untuk kedua kubu DPW PKB Jatim (kubu Hasan Aminuddin dan Imam Nahrawi) bersama PKNU. Upaya ini melibatkan pengurus PWNU Jatim, PCNU se-Jatim dan kedua kubu DPC PKB se-Jatim.

"Rencananya deklarasi akan dilakukan di kantor PWNU Jatim. Ini karena NU sebagai induk dari organisasi PKB. Saat deklarasi nantinya akan dicarikan formula yang tepat untuk membahas waktu pelaksanaan muktamar dan penggabungan pengurus PKB. Fungsionaris PKB jangan takut islah, tidak akan ada recall, PAW atau pemberhentian jabatan," tegas Ketua DPW PKB Jatim kubu Gus Dur, Hasan Aminuddin ketika itu.

Dalam pertemuan pradeklarasi islah PKB di kantor PWNU Jatim pada Minggu (6/6/2010) kemarin, dihadiri Lukman Eddy (Sekjen DPP PKB pro Muhaimin-muktamar Ancol), Masduki Baidhowi (DPP PKB pro Gus Dur), Lalu Misbah (Ketua DPP PKB pro Gus Dur), Syukrillah (Wakil Ketua DPW PKB Jatim pro Muhaimin), Hj Churiyah Imron (Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim pro Muhaimin), Hasan Aminuddin (Ketua DPW PKB Jatim pro Gus Dur), dan Lukman Hakim (Wakil Dewan Syuro DPW PKB Jatim pro Muhaimin).

SURABAYA-Persebaya Coba Pola Baru

- Sembari menunggu kepastian apakah akan bertanding di babak playoff lawan Persiram Raja Ampat, atau harus mengikuti laga ulangan lawan Persik Kediri, Persebaya Surabaya sedang melakukan eksperimen. Tampaknya eksperimen ini sudah menunjukkan hasil positif.

Eksperimen yang dimaksud adalah perubahan skema permainan. Arsitek Persebaya, Rudy William Keeltjes mengatakan, saat ini dia mencoba untuk memaksimalkan pola anyar, yakni 3-6-1. Padahal biasanya anak-anak Bajul Ijo biasa menggunakan pola kuno, yakni 3-5-2.

Dalam pola anyar itu, trio pemain belakang menjadi milik Juan Marcelo dan Djayusnan Triasdi. Sedangkan satu posisi tersisan diperebutkan Nugroho Mardiyanto atau pemain asal Jepang, Taka Uchida. Trio pemain belakang ini menjadi tumpuan untuk menghalau pergerakan lawan.

Sedangkan dua posisi di depan trio bek menjadi milik Wijay dan Taufiq. Dua bek sayap akan dipasangkan Mat Halil-Supriyono atau Mat Halil-Anang Ma'ruf. Sebagai penyokong lini tepan, Rudy memainkan dua gelandang lincah dan haus gol, yakni Andik Vermansyah dan John Tarkpor.

Yang menjadi masalah justru di lini depan. Dua striker Andi Oddang dan Pato Morales punya problem yang sama, yakni sudah mencetak gol. ''Itu dia. Kita punya masalah besar dalam menyelesaikan peluang. Tentu saya akan memilih antara keduanya,'' tandas Rudy.

Mantan pembesut Persijap Jepara ini menambahkan, pola 3-6-1 sangat efektif dibanding skema lama. Sebab pola ini lebih fleksibel, baik ketika menyerang maupun bertahan. Ketika menyerang, Bajul Ijo bisa serentak menggunakan tiga pemain, dan bisa mendapat bantuan dari dua bek sayap. Sedangkan ketika bertahan, trio pemain belakang dapat dibantu oleh dua gelandang bertahan.

''Tapi kita masih butuh pembuktian lebih lanjut. Saya akan mencoba mengadunya dengan permainan yang lebih keras. Ucapnya sembari menegaskan bahwa timnya tidak akan melakukan pertandingan uji coba

SURABAYA-Bakrieland Sediakan 10 Hektar Lahan UMKM

Perusahaan Properti milik 'Bakrie Group', Bakrieland Developmnet menyediakan lahan 10 hektar lahan untuk mendorong perkembangan bisnis UMKM. Penyediaan lahan itu nantinya untuk ditempati UMKM berjualan di sekitar ruas tol Kanci-Pejagan milik Bakrieland Development.

Yudi Rizard Hakim, Chief Corporate Affairs Officer PT Bakrieland Development Tbk mengatakan, UMKM yang kami bina ini khusus bagi yang berada di sekitar ruas tol Kanci-Pejagan. "Pembinaan terhadap UMKM yang dilakukannya merupakan penyaluran dari dana corporate social responsibility (CSR) Bakrieland Development," ujarnya, kepada wartawan di FE Unair, Senin (8/6/2010).

Menurut Yudi Rizard Hakim, program CSR Bakrieland, kedepan akan terus memfokuskan pada pembinaan UMKM-UMKM yang berada di sekitar proyek yang sedang mereka kerjakan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Edi Hariadi, Straf Ahli Menteri Negara BUMN bidang SDM, menyatakan pihaknya telah menyalurkan dana CSR yang dihimpun dari BUMN dan sebagian telah diserap oleh 129.000 UMKM.

"Saat ini UMKM binaan BUMN telah berkembang, bahkan mereka semakin kritis. Bahkan, bila ada bank yang menawarkan suku bunga yang tinggi, mereka enggan mengambil dan lebih memilih untuk meminjam dana CSR dari BUMN," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dana CSR yang telah terserap hingga Mei 2010 baru mencapai 50 persen. Berarti ada sekitar 50 persen sisanya yang belum tersalurkan sehubungan dengan perubahan sistem penyaluran dana CSR di kalangan BUMN.

Disinggung mengenai langkah yang mesti ditempuh oleh UMKM menghadapi ACFTA, Edi menegaskan bahwa harus ada dukungan dari BUMN sehingga bisa diakses oleh UMKM sebab segala sumber daya yang dimiliki BUMN bisa memberi manfaat besar bagi UMKM.

"Dukungan pemerintah terhadap UMKM tak hanya dilakukan oleh Kementerian BUMN, namun juga kementerian lainnya. Misalnya, Kementerian Luar Negeri sebab saat ini ada 90-an Kedutaan Besar RI (KBRI) dan 30 Konsulat Jenderal Indonesia di luar negeri juga diarahkan untuk turut mempromosikan produk-produk dari Indonesia," ungkap Ed

SURABAYA-Produsen TV Diuntungkan Regulasi SNI

Produsen elektronik utamanya Televisi (TV) sangat diuntungkan dengan pemberlakuan regulasi sertifikat standar nasional Indonesia atau SNI.

Menurut Branch Manager Office PT Panasonic Gobel Indonesia, Arief Sukma Setiawan, pihaknya justru merasa diuntungkan dengan kewajiban SNI karena dengan demikian kompetisi pasar elektronik semakin kondusif.

Diakui Arief Sukma Setiawan, pada prinsipnya Panasonic Gobel menyambut baik kebijakan pemerintah yang mewajibkan sertifikat SNI bagi produk elektronik.

"Kami siap syarat wajib SNI diberlakukan kapan saja oleh pemerintah. Selama ini pun kami jamin seluruh produk kami telah sesuai SNI," ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/6/2010).

Sementara itu, Senior Manager East Java Ara Branch PT Sharp Electronics Indonesia, Thomas Effendi menyatakan pihaknya sangat setuju regulasi SNI diberlakukan.

"Kami sangat mendukung mengingat selama ini pasar elektronik sudah terlalu overload dijejali produk murah namun tidak memenuhi standar," ungkapnya.

Seperti yang pernah diberitakan, pemerintah berencana akan mewajibkan pemberlakuan SNI untuk tiga jenis produk, yaitu pompa air, setrika listrik dan produk TV.

Pewajiban ini seiring dengan diterimanya jawaban dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang intinya menyetujui rencana pemerintah Indonesia memberlakukan standar SNI untuk tiga jenis produk tersebut

SURABAYA-Cabang Bank Asing Menggurita, Perbanas Was-was

Maraknya bank asing membuka kantor cabang di Surabaya mendapat perhatian dari Perhimpunan Bank-bank Swasta Nasional (Perbanas) Jatim.

Menurut Ketua Perbanas Jatim, Herman Halim, perijinan bank asing perlu dikaji ulang. Pasalnya, beberapa perbankan nasional masih kesulitan membuka kantor cabang di negara lain. "Meski ekonomi kita sudah Liberal, namun kebebasan terkait dengan pembukaan kantor cabang bank di negara lain tidak sama seperti yang dialami di sini,"

Herman mengatakan, masih belum sejajarnya yang dialami perbankan nasional di negara lain. Pemerintah harus merenegoisasi lagi aturan-aturan terkait dengan perijinan bank asing di Tanah Air. "Secara pribadi perijinan kantor cabang asing ditata lagi, karena jika ada konstribusinya terhadap ekonomi nasional tidak ada masalah. Yang menjadi kendala ialah bank asing bersangkutan konstribusinya masih minim," katanya.

Herman menjelaskan, meski ekonomi kita dianggap sudah Liberal. Namun, tidak semua harus diliberalkan. Pasalnya, negara tetangga kita seperti Singapura masih melakukan pembatasan terhadap perbankan yang membuka cabangnya di negara tersebut.

Seperti yang pernah diberitakan, bank-bank asing semacam Standard Chartered Bank (Stanchart) terus menambah jaringan kantornya dari 13 menjadi 25 kantor akhir tahun 2010. Dari total 25 kantor cabang baru, satu kantor barunya telah dibuka di Surabaya.

Hal serupa dilakukan oleh Citibank yang juga menambah cabang barunya sebanyak 25-30 kantor. Tidak ketinggalan pula HSBC Indonesia punya ambisi serupa. Cuma, fokus mereka lebih ke usaha mikro dengan kebutuhan internasional. Demikian pula dengan State Bank of India (SBI) Indonesia yang berencana menambah enam kantor cabang tahun in

SURABAYA-Alhamdulillah... Penempatan Dana SBI Susut

Penempatan dana pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bank yang berkantor pusat di Surabaya terus menyusut. Data dari kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, selama triwulan pertama 2010 penempatan dalam SBI sebesar Rp 3,12 triliun. Angka ini turun dibanding triwulan pertama tahun lalu yang mencapai Rp 5,70 triliun.

"Bank-bank yang berkantor pusat di Indonesia mulai menunjukkan geliat intermediasinya. Hal ini dibuktikan dengan percepatan laju pertumbuhan kredit," kata Deputi Pemimpin Kantor Bank Indonesia Surabaya Bidang Ekonomi Moneter, Wibisono, Selasa (8/6/2010).

Tren penurunan penempatan di SBI oleh bank yang berkantor pusat di Surabaya, secara signifikan terlihat sejak triwulan kedua 2009 hingga triwulan keempat tahun ini. Pada triwulan kedua 2009, penempatan dana SBI sebesar Rp 6,54 triliun, kemudian turun lagi menjadi Rp 6,04 triliun pada triwulan ketiga 2009.

Pada triwulan keempat tahun lalu penempatan SBI mencapai Rp 2,82 triliun. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini penempatan dana SBI hanya mencapai Rp 3,12 triliun.

Diakui Wibisono, selain terkait turunnya BI rate, penurunan penempatan dana SBI disebabkan juga adanya kebijakan pemerintah pusat yang semakin ketat mengawasi dana yang mengendap di beberapa bank.

"Dana yang ditempatkan di SBI merupakan dana pihak ketiga atau DPK dari beberapa bank," tuturnya.

Sementara itu, penyaluran kredit bank berkantor pusat di Surabaya mengalami peningkatan pertumbuhan. Pada posisi Maret 2010 tercatat sebesar Rp 11,26 triliun. Angka ini meningkat dibanding triwulan pertama tahun lalu yang mencapai Rp 9,05 triliun. Peningkatan tertinggi tahun lalui terjadi di triwulan keempat, dimana posisi penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 10,83 triliun.

SURABAYA-Tamu Hotel Bumi Kemalingan, Rp 202 Juta Amblas


Pasangan suami-istri (Pasutri)melapor ke Polsek Genteng, Selasa (8/6/2010) siang. Keduanya melapor telah kehilangan uang dan perhiasan di Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat.

Pasutri tersebut diketahui bernama Ir. M. Syamsuddin Noor (62) dan Ny. Merly Susilowati (53) warga Jalan Cipedes Tengah No.167 Bandung.

Kepada petugas SPK, Pasutri tersebut mengaku telah kehilangan jam rolex senilai 100 juta, 1 buah cincin berlian wanita senilai Rp 12 juta dan 1 buah cincin berlian pria senilai Rp 60 juta.

Selain itu, keduanya juga kehilangan uang cash sebesar Rp 30 juta dan 1 buah acecoris cincin wanita senilai Rp 150 ribu. Total kerugian yang dialami korban sebesar Rp 202 juta.

Informasi yang didapat, pasutri ini cek in pada Senin (7/6/2010) pukul 12.22 WIB dan mendapat kamar No.856 di lantai 8. Setelah itu, pasutri ini keluar kamar dan menjenguk orangtua yang sedang dirawat di RSU Dr Soetomo.

Setelah itu sekitar pukul 21.51 WIB, pasutri ini kembali ke kamar. Nah sekitar pukul 03.30 WIB, pasutri ini terkejut uang, perhiasan dan jam tangan amblas.

Kedua pasutri ini lalu melapor ke manajemen hotel. Atas laporan ini, sekitar 10 menit kemudian, manajemen hotel mengecek kamar korban. Saat itulah, pasutri ini meminta pertanggungjawaban dengan mengganti barang yang hilang.

Tapi manajemen menolak memberikan ganti rugi. Akhirnya sang istri, Merly Susilowati melapor ke Polsek Genteng.

"Memang benar ada tamu hotel Bumi Surabaya yang kehilangan uang dan perhiasan senilai Rp 202 juta," ujar Kapolsek Genteng AKP Kusworo Wibowo, SH.

Atas laporan ini, petugas reskrim Polsek Genteng langsung melakukan olah TKP. Saat ini proses olah TKP masih berlangsung

HUKUM-Jaksa Agung Beri Izin Kepolisian Periksa Cirus dan Poltak

Langkah tim penyidik independen Mabes Polri membidik jaksa dalam kasus sindikasi mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan tinggal menunggu waktu. Surat izin dari Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk melakukan tindakan kepolisian terhadap kedua jaksa itu dilayangkan ke Mabes Polri kemarin (7/6).

Dua jaksa tersebut adalah Cirus Sinaga dan Poltak Manulang. ''Jaksa Agung memberikan izin terkait dengan surat permohonan untuk melakukan tindakan kepolisian. Izin untuk jaksa C dan P,'' ujar Kapuspenkum Kejagung Didiek Darmanto di Kejagung kemarin. Surat izin diteken pada Jumat lalu (4/6).

Menurut mantan asisten pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tersebut, hasil koordinasi Kejagung menyebutkan, tindakan kepolisian yang dimaksud dalam surat permohonan Jaksa Agung itu adalah meminta keterangan Cirus dan Poltak. ''Tindakan kepolisian yang dimaksud belum disebutkan, baru sebatas meminta keterangan," paparnya.

Selanjutnya, dua jaksa senior itu tinggal menunggu panggilan dari tim independen Polri yang dikomandani Irjen Pol Mathius Salempang untuk menjalani pemeriksaan.

Didiek tidak berani berspekulasi menyangkut kemungkinan perubahan status dari saksi menjadi tersangka terhadap jaksa Cirus dan Poltak setelah menjalani pemeriksaan nanti. ''Jangan berprasangka dulu. Kedaulatan ada di tangan penyidik,'' kata alumnus Fakultas Hukum Undip, Semarang, itu diplomatis.

Meski demikian, tim penyidik independen tak lagi perlu ''restu'' dari Jaksa Agung untuk melakukan tindakan lanjutan berdasar perkembangan hasil pemeriksaan nanti. ''Kan izin sudah diberikan. Paling hanya koordinasi,'' urai Didiek.

Ini berarti, jika selanjutnya ada penetapan tersangka dan penahanan, penyidik bisa langsung melakukannya. Sebab, surat izin dari Jaksa Agung itu sesuai dengan pasal 8 ayat (5) UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Intinya, dalam hal melaksanakan tugas jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung.

Cirus dan Poltak diprediksi melengkapi mata rantai sindikasi mafia pajak Gayus Tambunan. Sebelumnya, penyidik menetapkan tersangka dari level pegawai pajak, pengacara, penyidik Polri, dan hakim. Berdasar bukti-bukti dan keterangan awal, Cirus dan Poltak bisa menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan penyidik (Jawa Pos, 7/6).

Meski demikian, hingga kemarin pihak Kejagung belum menerima SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) atas nama jaksa Cirus Sinaga dan Poltak Manulang. Kejagung baru menerima SPDP untuk sepuluh tersangka dari penyidik Polri. Mulai tersangka Gayus Tambunan hingga Syahril Djohan (markus) dan Muhtadi Asnun (hakim). ''Sampai sekarang belum ada SPDP atas nama C dan P," kata Didiek.

Secara terpisah, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Marwoto membenarkan adanya surat dari Kejagung itu. ''Surat kami terima kemarin petang,'' ujarnya.

Namun, Marwoto belum bisa menjelaskan kapan Cirus dan Poltak dimintai keterangan. ''Yang jelas, penyidik sudah siap memeriksa mereka. Waktunya kapan, humas belum diberi tahu,'' kata perwira dengan tiga mawar di pundak itu.

Sumber di kepolisian menyebutkan, dari belasan jaksa yang bersentuhan dengan kasus Gayus Tambunan, tinggal Poltak dan Cirus yang akan didalami keterangannya. ''Yang lain-lain sudah cukup,'' kata sumber yang minta dirahasiakan namanya itu.

Dari empat jaksa peneliti kasus Gayus -Ika Savitri, Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Cirus Sinaga- hanya Cirus yang perlu diperiksa ulang. ''Tiga jaksa (selain Cirus, Red) itu mengaku tidak tahu soal pengurangan pasal dakwaan (terhadap Gayus)," katanya.

Namun, mengapa Poltak juga dipanggil? Menurut perwira itu, nama Poltak disebut Gayus dijanjikan sejumlah uang. ''Uang itu akan dialirkan melalui pengacara Haposan Hutagalung (sudah tersangka, Red). Kami belum bisa menemukan bukti aliran dananya,'' tuturnya.

Karena itu, AKP Sri Sumartini (penyidik Polri yang sudah menjadi tersangka, Red) juga akan diperiksa ulang. Sebab, Sumartini ikut hadir dalam pertemuan di Café Cristal, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, disepakati pasal yang dikenakan terhadap Gayus hanya penggelapan. Pasal money laundering dan korupsi tidak dimasukkan dalam berkas dakwaan. Itulah yang menyebabkan Gayus kemudian divonis bebas oleh hakim Muhtadi Asnun.

''Setelah pertemuan itu, muncul pengakuan dari Haposan bahwa dirinya menemui Poltak. Kami akan cek silang apakah Sumartini tahu soal ini,'' katanya. Selain Sumartini, pegawai Café Cristal akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan Poltak dan Cirus pekan ini. ''Pemeriksaannya satu satu, tidak bersamaan,'' katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengapresiasi langkah Kejagung yang mengizinkan penyidik Polri memeriksa jaksa Cirus dan Poltak. ''Semakin cepat kasus ini terbongkar akan sangat baik,'' tegasnya.

Denny sejak awal menduga adanya keterlibatan oknum jaksa dalam kasus ini. ''Sindikasi Gayus ini memang istimewa. Dia melibatkan empat jalur; polisi, hakim, jaksa, dan oknum pengacara. Luar biasa,'' kata mantan aktivis BEM UGM itu.

PACITAN-Dindik Pacitan Masukkan Kurikulum Gempa dan Tsunami

Dinas Pendidikan Kab Pacitan, berencana� memasukkan antisipasi gempa dan tsunami dalam kurikulum pembelajaran. Hal ini terkait dengan posisi Kab Pacitan, yang berada di pesisir selatan masuk wilayah rawan gempa bumi dan tsunami.

Dinas Pendidikan Kab Pacitan Heru Wiwoho mengatakan masuknya antisipasi gempa dan tsunami dalam kurikulum tidak lepas dari usaha dinas terkait untuk mengenalkan secara dini bahaya dari kedua bencana tersebut.

"Selain dimasukan pada mata pelajaran IPA, juga akan kita masukakan pada mata pelajaran muatan lokal. Namun hal ini masih harus dibicarakan lebih lanjut dengan tenaga pengajar," ujarnya, Selasa (08/06/2010).

Karena lanjut Heru Wiwoho tenaga pengajar harus memperbanyak kajian mengenai kegempaan maupun teknologinya. Sehingga, selain memiliki dasar, juga ada keseragaman yang baku.

Kedepannya pihak dinas pendidikan kota seribu gua ini juga memberikan modul dasar pengetahuan gempa dan tsunami dari instansi terkait pada masing-masing lembaga sekolah. Hanya, modul yang diberikan siswa TK, SD, SMP dan SMA, berbeda-beda. Disesuaikan dengan tingkat pemikiran siswa secara berjenjang.

Memang tidak ada penjelasan resmi dan detail mengenai gempa bumi besar dan tsunami beserta dampaknya di Pacitan. Namun dari informasi di masyarakat peristiwa tersebut pernah terjadi sebanyak tiga kali. Yakni pada tahun 1840, 1859 dan 1921.

PACITAN-Kredit Usaha Rakyat Naik 2.000 Persen

Anggaran Krrdit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2010 ini mencapai Rp 20 Triliun. Hal ini berarti kenaikan yang cukup besar jika dibanding dengan tahun 2009 lalu yakni sebesar Rp 2 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikan Fadel Muhammad saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Minapolitan di Kabupaten Pacitan. Kenaikan jumlah total anggaran tersebut merupakan kebijakan presiden, sebagai salah satu strategi mengatasi rendahnya tingkat nilai serapan KUR sebelumnya.

"Kenaikan anggaran KUR ini, merupakan kebijakan dari Presiden. Yaitu sebesar 10 kali lipat menjadi Rp 20 triliun,” ujarnya Selasa (08/06/2010).

Sebagai tindak lanjut, tambah Fadel, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai pihak perbankan yang ditunjuk menyalurkan kredit, tengah mengorganisir ke daerah-daerah supaya pemanfaatan KUR lebih besar. Hal itu dilakukan untuk menjawab kekhawatiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pemanfaatan KUR.

Selama ini program penjaminan KUR sebagian besar dilakukan oleh pemerintah, yakni 70 persen. Sedangkan sisanya sebesar 30 % ditanggung pihak swasta. Meningkatnya anggaran membuat nilai pinjaman juga ikut naik. Jika sebelumnya batas pinjaman untuk KUR Mikro maksimal hanya Rp 5 juta, kini naik menjadi Rp 500 juta.

Terkait konsep-konsep pembangunan perikanan yang dinilai sejumlah pihak kurang jelas, mantan Gubernur Gorontalo ini mengatakan sebenarnya sudah baik namun masih belum fokus. Karena itu, gelaran Rakor ditujukan untuk membuat percepatan pembangunan melalui konsep-konsep dari daerah.

Dengan demikian, besaran anggaran yang diperlukan program Minapolitan bisa cepat terealisasi. Sebagai center poin ditunjuk Dirjen Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Tidak itu saja, karena program tersebut merupakan lintas sektoral, departemen lain, seperti Deperteman Pekerjaan Umum, turut membantu.

PACITAN-Permohonan PK Kasus Korupsi APBD Pacitan Dikabulkan

Mahkamah Agung (MA) mengkabulkan permintaan Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi APBD Kabupaten Pacitan yang melibatkan para pimpinan DPRD tahun 1999-2004. Disetujuinya PK tersebut tercantum dalam Petikan Putusan PK tertanggal 10 Mei 2010 nomor 85/PK.Pidsus/2008.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pacitan, Subagnyo, mengatakan pihaknya sudah menerima petikan suara tersebut sejak tanggal 1 juni kemarin. Setelah menerima petikan tersebut, pihak PN akan memberitahukan pada terdakwa kasus korupsi APBD, yakni tiga orang unsur pimpinan DPRD Pacitan periode 1999-2004. Mereka adalah Slamet Margiono (PAN), Sucipto (PDIP) dan Muanas (PKB).

"Kami sudah menerima petikan putusan PK tersebut awal bulan ini. Kita juga sedang melakukan pemberitahuan pada para terdakwa kasus Korupsi ini. Tapi kami masih belum menerima putusan resmi dan berkas perkara dari MA " ujarnya, Senin (07/06/2010).

Menurut Subagyo, pihaknya belum bisa memastikan kapan putusan resmi dan berkas perkara dari MA akan dikirimkan. Yang pasti, alamat pengiriman ditujukan kepada PN pengadu, yaitu PN Pacitan. Ia menduga hal itu karena di MA masih ada minutasi perkara. Minutasi perkara adalah proses yang dilakukan panitera pengadilan dalam menyelesaikan proses administrasi meliputi pengetikan, pembendelan serta pengesahan suatu perkara.

Mengenai proses hukum paska terbitnya petikan putusan PK, Subagyo enggan menjelaskan karena masalah itu diluar kewenangannya. Sesuai Diktum, hanya menyebut mengabulkan PK atas nama ketiga terdakwa serta membatalkan keputusan MA nomor 1760/K/Pid/2006 tanggal 11 Januari 2007 jungto putusan Pengadilan Tinggi Surabaya nomor 429/PID/2005 tanggal 13 Februari 2006 jungto putusan PN Pacitan nomor 38/PID.B/2005.PN.Pct tanggal 1 September 2005.

Dengan adanya petikan PK tersebut, para terdakwa harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Tidak itu saja, hak tersangka dipulihkan dalam kedudukan dan harkat serta martabatnya. Demikian juga dengan barang barang-barang bukti dikembalikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bukti dalam perkara lain.

Kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan unsur pimpinan DPRD Pacitan terjadi pada APBD tahun 2001. Ketika itu, terdakwa melakukan mark up atas beberapa pos anggaran sehingga merugikan negara hingga milyaran rupiah sehingga dianggap menyalahi PP 110/2002. Padahal jika dihitung seharusnya mereka hanya menerima dana operasional sekitar Rp 236.963.841 atau 3 persen dari total PAD Kabupaten Pacitan yang hanya Rp 7.898.794.700.

JEMBER-BKD Larang Sekolah Angkat Sukwan

Terbatasnya tenaga pegawai yakni guru di lingkup sekolah seringkali disikapi pihak sekolah dengan mengangkat sendiri tenaga honorer atau sukwan. Hal tersebut dilakukan dengan dalih untuk mencukupi kebutuhan tenaga yang dibutuhkan sekolah.

Padahal, hal itu bertentangan dengan PP No 48 Tahun 2005. Keberadaan tenaga honorer atau sukwan yang diangkat kepala sekolah statusnya hanya terdaftar di sekolah tersebut dan tidak terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Jember, sehingga hal inilah yang menyulitkan BKD untuk melakukan pendataan jumlah guru sebenarnya di Jember.

Sebab, sekolah tidak pernah melaporkan pengangkatan guru honorer atau sukwan kepada BKD. Hal itu dikatakan Akhmad Hilmi, Kasubid Mutasi Tenaga Fungsional BKD Pemkab Jember. Menurutnya, kepala sekolah tidak berwenang mengangkat guru honorer atau sukwan di sekolahnya. Mengangkat seseorang menjadi guru tidaklah mudah karena ada aturannya sendiri atau lebih dikenal dengan standart pelayanan minimal (SPM).

SPM itu, katanya, merupakan penjabaran dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Permen PAN) No 16 Tahun 2009. Yang juga didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.16 Tahun 2007. "Dalam aturan Permendiknas itu jelas sekali diisyaratkan bahwa guru harus lulusan Strata 1 (S-1) sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung," jelasnya.

Kalau ada sekolah yang mengangkat tenaga guru honorer atau sukwan tanpa sepengetahuan BKD, maka yang bersangkutan kurang memahami dan mengerti PP No 48 Tahun 2005 dan pihak sekolah hanya mengambil celah hukum dari PP tersebut

JEMBER-Jember Kedatangan Investor Baru

Iklim investasi di Jember mulai menunjukkan gairah, diantaranya ditandai dengan masuknya para pemilik modal ke Kabupaten Jember. Beberapa investor besar telah masuk seperti pembangunan pabrik semen, tambang mangan, tambang pasir besi dan lainnya.

Diharapkan dengan adanya sejumlah pemodal yang masuk Jember tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember saja. Namun lebih dari itu, masuknya modal asing maupun dalam negeri ke daerah ini, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat selain juga ikut mengentas pengangguran yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Investor yang terbaru masuk Jember yakni usaha vinil (plywood) yang masuk ke Bangsalsari. " Ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Bupati MZA Djalal, selasa (8/6).

Bupati Djalal mengungkapkan, tiga setengah tahun yang silam, setumpuk berkas berada di atas meja kerjanya. Berkas yang tak lain dari PT Sejahtera Utama Bersama� (SUB), unit Jember yang masuk desa Gambirono, Bangsalsari., berisi permohonan ijin untuk mendirikan usaha vinil di Bangsalsari.

"Dengan ucapan bismillah saya teken berkas permohon ijin usaha itu. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak," ungkapnya.

Seiring berjalannya usaha yang dijalankan PT SUB ini, masyarakat di Kecamatan Bangsalsari dan sekitarnya, banyak yang merasakan manfaatnya. Ini setidaknya terlihat dari perputaran uang yang bergulir melalui gaji yang diterima karyawan dari pabrik itu.

Dalam sebulan, PT SUB setidaknya mengeluarkan uang hingga sebesar Rp 1 milliar untuk membayar karyawannya. Belum lagi soal tenaga kerja, dengan berdirinya PT SUB unit Jember, di Bangsalsari, sekurang-kurangnya ada 500 tenaga kerja yang terserap.

“Bayangkan kalau ijin usaha ini tidak saya tandatangani, ada 500 orang yang nganggur. Tidak ada uang 500 milliar yang bergulir di Bangsalsari. Jadi ada 500 orang yang menggantungkan hidupnya pada PT SUB,” imbuhnya.

Keuntungan lain dari berdirinya PT SUB di Bangsalsari, masyarakat juga mendapat bantuan bibit sengon, yang dalam setiap tahunnya sebanyak 500 ribu batang. Bantuan bibit sengon yang diperuntukkan bagi mayarakat ini, menurut Manajer Afiliasi PT SUB Unit Jember, Sujud Wiyono, diberikan secara gratis, perusahaan hanya berharap, setelah panen, batangan pohon sangon dijual ke PT SUB.

Mangkir Sidang, Eks Ketua Golkar Bisa Dapat Bonus Bui

Mantan Ketua Partai Golkar yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Jember, Machmud Sardjujono, terancam masuk bui. Sardjujono sudah dua kali mangkir dari panggilan jaksa untuk menjadi saksi di pengadilan, dalam perkara dugaan korupsi dana bantuan hukum.

Hal ini dikemukakan jaksa Adik Sri Sumarsih, di Pengadilan Negeri Jember, Selasa (8/6/2010). Ada dua terdakwa yang diadili secara terpisah dalam kasus dana bantuan hukum ini, yakni mantan Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Mudjoko, dan mantan Penjabat Bupati Jember yang saat ini menjadi Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar.

Bersama Ketua DPRD Jember periode 2004-2009, Madini Farouq, dan W@akil Ketua DPRD Jember periode yang sama, Kusen Andalas, Sardjujono pernah didakwa menerima dana bantuan hukum tak sesuai prosedur. Namun hakim di pengadilan tingkat pertama menjatuhkan vonis bebas kepadanya dan Madini. Sementara Kusen belum diadili.

Sedianya, Selasa ini Sardjujono dihadirkan sebagai saksi dalam sidang terdakwa Mudjoko. Namun, ia tak hadir. Sardjujono memang saat ini tengah menjadi buron Kejaksaan Negeri Jember, menyusul jatuhnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang mengharuskan Sardjujono masuk bui selama setahun untuk kasus penipuan.

"Kami akan panggil Pak Machmud sekali lagi. Kalau memang tak bisa dihadirkan, kepala desa tempat yang bersangkutan berdomisili harus memberi keterangan bahwa yang bersangkutan memang tak ada di tempat. Menurut data kami, Pak Machmud tinggal di Tegal Besar Kecamatan Kaliwates," kata Adik.

Namun, Sardjujono jangan terburu senang. Ada sanksi yang mengadang Sardjujono jika memang masih mangkir dari panggilan kejaksaan. Menurut pasal 21 UU nomor 31 tahun 1999, setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang
pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, diancam dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun. Dia juga harus menanggung denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Mengapa menggunakan UU 31/1999 yang diperbarui dengan UU 20/2001? "Karena ini kasus korupsi. Kalau memang mau tidak hadir, harus punya alasan tepat," kata Adik

JEMBER-Jukir Jember Dilarang Minta Uang Parkir

UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember akan menindak tegas juru parkir (jukir) yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan bermotor yang sudah membayar parkir berlangganan, aturan parkir berlangganan tersebut diberlakukan kepada kendaraan roda dua dan roda empat dengan plat nomer Jember.

UPT Parkir sendiri selama ini terus memberikan pembinaan kepada para jukir terkait dengan parkir berlangganan tersebut, sehingga seluruh jukir yang berjumlah 290 orang dan bertugas di 300 titik lebih baik di kawasan kota maupun yang ada di kecamatan seperti Kecamatan Jenggawah, Ambulu, Balung, Kencong, Rambipuji maupun Tanggul, diharapkan tidak meminta uang jasa parkir kepada para pengendara kendaraan yang telah memiliki stiker parkir berlangganan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember Siswanto, S.SiT.MT, tindakan tegas terhadap jukir yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan dinilainya merugikan masyarakat dan akan mencoreng nama baik lembaga yakni UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember.

Saat ditanya apakah selama ini ada jukir yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan peserta parkir berlangganan, Siswanto menjelaskan selama ini belum ada jukir yang kedapatan menarik uang jasa parkir kepada masyarakat pelanggan parkir , namun demikian dirinya berharap kepada masyarakat pelanggan parkir berlangganan untuk ikut memantau keberadaan jukir saat melaksanakan tugasnya.

"Kalau ada jukir yang meminta uang kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan, saya minta mereka yang merasa dirugikan oleh jukir untuk segera melaporkan kepada UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember," tegasnya usai memberi arahan kepada ratusan jukir yang ada dikantornya, Senin (7/6/2010).

Dicatat nama jukirnya, tempat yang bersangkutan memarkir kendaraannya, tanggal, serta jamnya, nantinya UPT Parkir akan menindaklanjuti laporan tersebut dan jukir yang bersangkutan akan diberi tindakan tegas karena telah menyalahi aturan. "Dengan mengikuti parkir berlangganan sebesar Rp 20 ribu per tahun justru masyarakat sangat diuntungkan, karena lebih hemat ketimbang parkir biasa, mengingat dalam satu hari mereka pemilik kendaraan bisa lebih dari satu kali parkir," ujarnya.

Dari 290 jukir yang dimiliki oleh UPT Parkir Dinas perhubungan Kabupaten Jember saat ini . sebanyak 237 jukir bertugas di wilayah perkotaan dan sisanya 53 jukir berada di kecamatan. UPT Parkir sendiri belum bisa memastikan apakah kedepan masih diperlukan penambahan tenaga jukir seiring dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Jember, untuk itu dalam waktu dekat UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember akan melakukan evaluasi keseluruhan jumlah jukir.

Dari pendataan tersebut nantinya dapat diketahui secara pasti kebutuhan tenaga jukir yang ada, serta perlu tidaknya UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember mengadakan penambahan tenaga jukir baru mengingat saat ini banyak bermunculan lokasi parkir baru. Selama ini para jukir tersebut dalam menjalankan tugasnya dilakukan secara bergantian dalam 2 shift yakni dari pukul 0.6.00. -14.00 dan 14.00 hingga 22.00, para jukir ini selama bertugas juga dilengkapi dengan tanda pengenal, dan atribut yang dipunyai seperti seragam, topi, maupun peluit hal ini untuk membedakan dengan jukir liar

JEMBER-Kecamatan dan Desa Aktif Sosialisasi Pemilukada

Berbagai upaya untuk menekan angka golput dan suksesnya penyelenggaraan Pemilukada 7 Juli 2010 dilakukan. Bahkan upaya tersebut hingga ketingkat desa. Salah satu diantaranya dengan melakukan pawai kendaraan roda dua, di kecamatan dan pelosok-pelosok.

“Kegiatan sosialisasi adalah bentuk pemberitahuan kepada masyarakat, bahwa tanggal 7 Juli 2010 mendatang, akan ada Pemilukada. Sehingga diharapkan golput bisa ditekan,” ujar Selamet, Ketua PPK Sumberbaru, Selasa (8/6).

Acara sosialisasi pemilukada PPK Sumberbaru digelar dengan konvoi mengambil rute seluruh desa di Kecamatan tersebut. Konvoi diawali dari kantor kecamatan Sumberbaru, dilanjutkan ke desa Jatiroto, Jamintoro, Kaliglagah, Jambesari, Gelang, dan kembali ke kecamatan.

“Tahap kedua bakal digelar Sabtu, 12 Juni yang akan datang, routenya dimulai dari kecamatan, terus menuju desa Pringgowirawan, Karangbayat, Rowotengah, Sumberagung, dan kembali ke kecamatan,” imbuhnya.

Tujuannya untuk menekan angka golput sekecil mungkin, mereka mentargetkan kedatangan pemilih ke TPS mencapai 80%. Sementara itu menurut Kasi Pemerintahan Kecamatan Sumberbaru, H.A Fauzi, konvoi dipandang sebagai salah satu cara yang lebih efektif.

Tanda-tanda kalau cara tersebut efektif yakni bisa terlihat di saat arak-arakan sepeda motor melintas, masyarakat berduyun-duyun ke pinggir jalan untuk melihat konvoi. "Makanya kita pilih cara seperti ini untuk menyosialisasikan pemilukada,” katanya

JEMBER-Baliho Pemerintahan = Iklan Tersembunyi Cabup Petahana

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Jember membenarkan, bahwa baliho-baliho pemerintahan tak ubahnya sebuah iklan kampanye terselubung bagi kandidat petahana (incumbent).

"Kami paham, bahwa gambar bupati dan wakil bupati adalah hidden advertising. Tapi susah jika dimasukkan dalam (kategori pelanggaran kampanye) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004," kata Ketua Panwaslukada Jember Arifin Nur Budiono.

Arifin menyatakan, pandangan demikian adalah suasana sosiologis dan psikologis. Namun, secara yuridis, baliho maupun banner pemerintah daerah dengan wajah petahana cabup dan cawabup petahana tidak bisa ditertibkan. "Kalau kami menertibkan, kami yang akan dipersoalkan," katanya.

Saat ini ada empat pasang calon bupati dan wakil bupati yang berlaga dalam pemilukada Jember. Salah satunya adalah pasangan kandidat yang saat ini masih menjabat, Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas.

Secara formal, aparat pemerintah memang tak diperkenankan untuk terlibat dalam aksi mendukung salah satu calon. Namun, menurut Arifin, saat ini tim kampanye cabup sangat cerdas, sehingga bisa memanfaatkan kelemahan undang-undang.

Sementara itu, anggota DPRD Jember Masrur, meminta KPU Jember memperbanyak gambar empat pasangan calon, sehingga pemilukada di Jember tak terkesan adem ayem. "Foto yang ada di kertas suara sebaiknya diperbesar dijadikan baliho, sehingga semarak. Ini seolah-olah suasana pemilukada hanya digerakkan satu calon," katanya, menunjuk dominannya atribut kampanye calon incumbent di daerah Jember.

JEMBER-PNS Jangan Diundang dalam Paparan Visi-Misi Cabup

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Jember meminta, agar Sekretariat DPRD tidak mengundang PNS, dalam sidang paripurna pemaparan visi dan misi calon bupati-wakil bupati, 20 Juni mendatang.

Lazimnya dalam sidang paripurna DPRD Jember, camat dan kepala dinas selalu diundang untuk hadir. Namun untuk sidang paripurna kali ini, camat dan kepala dinas tak perlu hadir, karena untuk menjaga netralitas PNS.

Secara umum, semua pihak sepakat mendukung PNS tetap netral dalam pemilukada Jember. Namun masih ada pertanyaan tentang sejauh mana keterlibatan PNS dalam kampanye salah satu calon. Ketua Komisi A DPRD Jember, Jufriyadi, salah satu yang mempertanyakan hal itu kepada Panwaslukada Jember.

"Apakah larangan terhadap PNS ini hanya pada saat jam kerja, atau hingga di luar jam kerja? Bagaimana jika kemudian PNS menghadiri pidato empat calon bupati? Apakah kedatangan PNS itu bisa dikategorikan tak netral?" kata Jufriyadi, setengah bertanya.

Ketua Panwaslukada Jember Arifin Nur Budiono menegaskan, PNS dilarang terlibat dalam kampanye mendukung salah satu calon. "Perdebatan mengenai jam kerja PNS memang susah. Selama ini yang disebut PNS adalah yang memakai atribut PNS (walau di luar jam kerja)," katanya.

Arifin mencontohkan kasus yang ditangani Panwaslu saat pemilu legislatif tempo hari. Saat itu, atas laporan Panwaslu, seorang PNS guru diadili di Pengadilan Negeri Jember karena ikut berkampanye untuk Partai Keadilan Sejahtera.

JEMBER-Bawa Rudal, Aktivis Muhammadiyah Bakar Bendera Israel

Sejumlah aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)berunjukrasa di Bundaran DPRD Jember, Selasa (8/6/2010). Mereka memprotes tindakan brutal Israel yang menghadang kapal bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Para aktivis membawa bendera buatan Israel dan keranda. Mereka juga membawa poster dan gambar kekejaman Israel, dan rudal buatan. Dalam aksi tersebut, para aktivis membakar keranda dan bendera Israel.

"Kami menuntut pemerintah RI berperan lebih aktif menciptakan perdamaian dunia. Kami menuntut Israel untuk menghentikan segala bentuk tindakan kejahatan kemanusiaaan," kata koordinator aksi, Muhammad Syai'in.

AMM menuntut bangsa-bangsa dunia mengutuk serangan Israel terhadap relawan kemanusiaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga harus menhalankan fungsinya sebagai alat perdamaian. "Kami menuntut PBB menyelidiki kasus penyerangan relawan kemanusiaan di kapal Mavi Marmara dan Rachel Corrie," kata Sya'in.

Apa yang dilakukan Israel haruslah diadili di Mahkamah Internasional, karena termasuk pelanggaran HAM berat. "Kami mendukung Palestina yang merdeka dan berdaulat," kata Syai'in

SURABAYA-Bonek dan Bahasa Bunga


Saya tidak tahu ini ide siapa pertama kali. Tapi saya yakin kehadiran bunga-bunga itu pada Minggu siang yang mendung di Surabaya melegakan kita semua. Para suporter Persebaya Surabaya yang menamakan diri Bonek (akronim dari Bondo Nekat) membagi-bagikan bunga kepada pengendara mobil plat N.

Pembagian bunga ini menjadi klimaks dari kekhawatiran semua pihak: bakal munculnya aksi balasan terhadap kekerasan yang dialami sejumlah kendaraan berplat nomor L di Malang. Beberapa hari ini masyarakat memang diresahkan oleh aksi anarkis sejumlah oknum Aremania yang berkonvoi merayakan gelar juara Arema. Selalu saja ada laporan tidak mengenakkan dari warga yang memiliki kendaraan plat L (Surabaya). Bahkan, mobil yang ditumpangi Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun sempat jadi sasaran nakal Aremania.

Jika mengacu pada buruknya sejarah hubungan suporter kesebelasan Malang dan Surabaya, 'perang plat nomor' biasanya selalu bak pantun berbalas. Kekerasan di Malang, akan dibalas dengan kekerasan serupa di Surabaya. Begitu pula sebaliknya. Api dilawan dengan api. Akhirnya, dendam itu tak pernah berkesudahan.

Mulanya, semangat 'api dilawan dengan api' ini sempat muncul pula dari beberapa Bonek. Di beberapa grup Facebook penggemar Persebaya, ada seruan untuk membalas aksi tersebut dengan aksi kekerasan yang tak kalah garang di Surabaya. Jika itu betul-betul terjadi, bisa dipastikan kondisi dua kota besar di Jawa Timur akan mencekam.

Akhirnya, aksi balasan itu memang terjadi. Namun kali ini, sejumlah suporter Bonek membalasnya dengan aksi simpatik. Sebutlah ini aksi 'Revenge With Flower': membalas dengan bunga. Bunga di era 1970-an adalah lambang persahabatan yang sangat populer, sehingga generasi muda di masa itu disebut Generasi Bunga (Flower Generation). Mereka menentang perang.

Bagi kita yang terbiasa dengan stigma kekerasan yang melekat pada Bonek, Revenge With Flower tentu terasa aneh. Bagi kita yang terbiasa berpikir hitam-putih dalam memandang segala sesuatu, aksi itu terdengar asing.

Namun sesungguhnya, banyak hal yang bisa diharapkan dari aksi ini. Pertama, kita bisa berharap, aksi seperti ini menjadi upaya bagus untuk memecah rantai lingkaran setan dendam di antara kedua suporter. Selama ini aksi saling balas seperti tak berkesudahan, dan masyarakat luas selalu menjadi korban. Dengan tidak adanya aksi balasan kali ini, kita berharap ada lembaran baru yang dibuka untuk sbeuah rivalitas yang lebih bernalar.

Rivalitas dalam sepakbola memang mengasyikkan. Tanpa rivalitas dua kesebelasan dan pendukungnya, maka pertandingan sepakbola tak memiliki rohnya: memberikan kebanggaan. Namun rivalitas tak seharusnya berdarah-darah, karena di atas semua itu, di atas perbedaan warna kaos tim kebanggaan, ada merah putih dan garuda di dada kita.

Hal kedua yang bisa diharapkan adalah perubahan cara pandang. Sudah saatnya kita semua memandang segala sesuatu dengan lebih berwarna. Setiap kelompok suporter memiliki kelemahan dan kelebihan. Mereka bukan malaikat, namun mereka juga serta-merta bukan iblis. Jika sebuah komunitas adalah kumpulan banyak orang, maka sebagaimana halnya manusia, mereka terdiri dari banyak ragam.

Menjadi Bonek, menjadi Aremania, menjadi Tha Jakmania, menjadi Viking, atau menjadi bagian dari kelompok suporter apapun, bukanlah kejahatan. Perbuatan masing-masinglah yang menentukan kebaikan dan keburukan. Kebajikan berganjar pahala. Dan dalam setiap kejahatan, pertanggungjawaban individulah yang dikedepankan: jika anda mencuri, maka anda harus mempertanggungjawabkan di muka hukum, tak peduli apa warna baju Anda. Sederhana saja.

Diakui atau tidak, pola pandang terstigmatisasi tentang sebuah kelompok suporter membuat kita mudah lengah. Kita memancang kewaspadaan terus-menerus pada satu kelompok, dan memperlunak pada kelompok suporter yang lain. Padahal, setiap kelompok suporter selalu memiliki potensi untuk rusuh. Di Inggris, kerusuhan bisa diberantas dengan mewaspadai semua kelompok suporter, dan pihak yang memiliki otoritas melakukan dua pendekatan: represif terhadap pelaku kekerasan, dan mendukung setiap upaya kelompok suporter yang mencoba santun.

Ketiga yang bisa diharapkan dari aksi 'Revenge With Flower' Bonek, adalah efek bola salju. Sebagian besar pelaku aksi kekerasan yang ditangkap polisi masih berusia belasan tahun. Mereka membutuhkan kebanggaan dan identitas, dan mudah meniru perilaku rekan sekelompoknya. Kita berharap, perilaku 'membalas dengan bunga' akan ditiru oleh Bonek yang berusia belasan tahun ini, dan secara perlahan meninggalkan laku negatif.

Tentu saja, kita tak bisa berharap satu gerakan 'Revenge With Flower' akan mengubah laku negatif suporter secara keseluruhan dalam waktu pendek. Seperti saya katakan, suporter adalah kelompok yang beragam. Namun, laku positif seperti ini perlulah didukung. Tak ada salahnya aparat pemerintah dan keamanan memberikan apresiasi, selain menindak tegas setiap pelaku kekerasan. Media massa seharusnya memberikan dukungan pula. Tak hanya mengeksploitasi laku kekerasan suporter, media massa juga perlu berlaku adil dengan memberitakan setiap laku positif dan simpatik.

Bill Shankly, manajer legendaris Liverpool, pernah mengatakan: sepakbola melebihi hidup dan mati. Saya kira dia benar. Sepakbola melebihi hidup dan mati, selama dalam sepakbola ada penghargaan terhadap kemanusiaan.

Akhirul kata: mari kita menyanyikan kembali bait lagu 'Satu Jiwa' karya Power Metal, sebuah kelompok musik heavy metal Surabaya. Lagu ini tenar di awal 1990-an. Sebuah lagu yang bercerita tentang persahabatan: 'Kau yang di sana, dan kau yang di sini... di manakah suaramu? Kau yang di sana dan kau yang di sini... jabat erat tanganmu!'

Salam satu jiwa satu nyali... wani untuk berdamai, jiwa perdamaian.

KEDIRI-Polisi Kembali Cekal Laga Persik Vs Persebaya

Meski Komisi Banding (Komding) PSSI telah mengabulkan Pengajuan Kembali (PK) Persik Kediri atas kekalahan Walk Over (WO) dari Persebaya Surabaya, namun kesempatan ‘Macan Putih’ untuk keluar dari zona degradasi pada ajang Indonesia Super League (ISL) 2009/10 putaran kedua masih sulit.

Menyusul, pihak keamanan (Polresta Kediri, red) yang masih bersikukuh untuk mencekal derby Jawa Timur (Jatim) itu digelar di Stadion Brawijaya Kediri. Padahal, tim sepak bolan Kota Tahu tersebut saat membutuhkan tujuh gol sekaligus dari ‘Bajul Ijo’ agar dapat mengungguli jumlah gol Pelita Jaya Jawa Barat

Ditegaskan Kabag Ops Polresta Kediri Sudarmanto, jika keputusan untuk tidak menggunakan Stadion Brawijaya memang sudah menjadi kesepakatan besama. Yakni, hasil dari koordinasi antara, managemen Persik, Panitian Pelaksana Pertandingan (Panpel), dan Polresta Kediri.

"Alasannya tetap karena keamanan. Dan ini sudah kesepakatan bersama. Termasuk Panpel Persik juga sudah menyetujui keputusan ini," ujar Sudarmanto, Selasa (8/6/2010)

Sementara itu, jadwal dari laga ulang, sekaligus penutup laga kedua tim itu rencananya belum ditentukan. Panpel persik kembali dituntut untuk mencari stadion alternative dalam waktu singkat.

Apabila panpel gagal, seperti halnya kegagalan pada laga 29 April lalu, maka peluang Macan Putih sudah benar-benar tertutup, dan harus rela turun kasta ke Divisi Utama. Sementara itu, berdasarkan informasi dari managemen, mereka sudah memiliki gambaran untuk menggunakan Stadion Kanjuruhan Malang.

SURABAYA-Temukan 5 Kejanggalan, Polisi Ragu ada Pencurian

Seusai melakukan olah TKP, polisi ragu telah terjadi pencurian di kamar 856 Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat, Surabaya. Keraguan itu setelah petugas reskrim Polsek Genteng menemukan 5 kejanggalan.

"Kejanggalan pertama tidak ada kerusakan pada pintu kamar 856 tempat korban menginap," ujar Kapolsek Genteng AKP Kusworo Wibowo di Mapolsek, Selasa (8/6/2010).

Selain itu, polisi tak menemukan kerusakan pada jendela. Jendela di kamar 856 ini mati, artinya tak bisa dibuka dan ditutup.

"Untuk masuk ke kamar harus memecah jendela terlebih dahulu. Tapi ini jendela tak pecah," papar mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini.

Selain itu, tambah Kusworo, plafon masih utuh. "Tak ada plafon yang jebol. Dan satu hal lagi di meja tersebut ada Blackberry, lalu kenapa Blackberry tak ikut diambil," terang Kusworo.

Dan yang paling meragukan polisi adalah tidak ada print orang masuk kamar selain korban. "Di hotel Bumi setiap orang yang masuk kamar itu terekam melalui print. Dan tak ada orang lain selain korban yang masuk kamar," jelas Kusworo.

Meski menemukan banyak kejanggalan, tapi polisi tetap akan terus melakukan penyelidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) asal Bandung, Merly Susilowati (52) dan Ir. M. Syamsuddin Noor (62) kehilangan uang dan perhiasan. Kejadian yang menimpa pasutri asal Cipedes, Bandung ini saat pasutri ini menginap di kamar 856 Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat

SURABAYA-Wagub Pimpin Sertijab 26 Pejabat Eselon II

Penempatan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim didasari tiga pertimbangan, yakni kompetensi, kepemimpinan, dan loyalitas.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan hal itu ketika memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) 26 pejabat eselon II di ruang Binaloka Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (8/6/2010).

"Kompetensi, keahlian dan kemampuan ilmu sangat diperlukan oleh seorang pejabat untuk menjalankan tugas dari gubernur. Penempatan pejabat kali ini, ada dasar dan benang merahnya. Jadi nggak asal-asalan," tegas Gus Ipul yang baru saja terpilih Ketua KONI Jatim ini.

Dia mencontohkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun (pengganti Suwanto yang pensiun) dulunya pernah bertugas di Dinas Pendidikan. Begitu pula Kepala Dinas Pariwisata Jarianto memiliki keahlian yang terkait dengan bidang pariwisata.

Pertimbangan kedua, lanjut Gus Ipul, adalah faktor kepemimpinan, yang menjadi faktor penting suksesnya tugas atau tidak. Karena itu sebelum menempatkan diperiksa dulu kemampuan kepemimpinannya. Kemudian, faktor loyalitas.

"Loyalitas mengandung totalitas yang juga mengandung inovasi-inovasi. Orang yang totalitas terhadap pekerjaannya, pasti akan melahirkan kreasi dan inovasi yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu baru yang efektif. Ini diperlukan untuk menghasilkan jalan pintas yang bisa menjadi solusi. Jadi, loyalitas terhadap pekerjaan itu penting selain loyalitas terhadap organisasi," tuturnya.

Berdasarkan keputusan Gubernur Jatim No 821.2/923 dan 924/212/2010 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan, Pejabat Eselon II yang dilantik pada 31 Mei 2010 adalah Sekretaris Korpri Jatim Agung Harianto, Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Hukum dan Politik Soekardi (sebelumnya sekretaris Korpri), Asisten I Pemerintahan Sekdaprop Jatim Gatot Hendro Priyono (sebelumnya Kepala Bakorwil III Malang), Asisten III Kesejahteraan Masyarakat Sekdaprov Jatim Edi Purwinarto (sebelumnya Sekretaris DPRD Jatim).

Kadisnakertransduk Jatim Hary Soegiri (sebelumnya Asisten III), Kadis PU Bina Marga Jatim Gentur Prihantono (sebelumnya Kadisnakertransduk), Kadis PU Pengairan Jatim Supaad (sebelumnya Kadis PU Bina Marga), Kadinsos Jatim Mustofa Chamal Basya (sebelumnya Kadis PU Pengairan), Kabiro Adminitrasi Pembangunan Setdaprop Jatim Dachlan.

Kabandiklat Jatim Warno Hari Sasono (sebelumnya Kabiro Administrasi Pembangunan), Kadis Pendidikan Jatim Harun (sebelumnya Kabandiklat), Kabiro Administrasi Pemerintahan Umum Setdaprov Jatim Suprayito, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto (sebelumnya Kabiro Administrasi Pemerintahan Umum).

Kadisnak Jatim Suparwoko Adisoemarto (sebelumnya Waka Dinas Perikanan dan Kelautan), Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Ekonomi dan Keuangan Tadjuddin Nur Kadir (sebelumnya Kadisnak), Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan di Pamekasan Eddy Santoso.

Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Pembangunan Idrus, Kabiro Administrasi Kerjasama Setdaprov Jatim Lili Soleh Wartadipraja, Kabiro Adminitrasi Kesejahteraan Rakyat Setdaprop Jatim Saiful Rachman (sebelumnya Kabiro Administrasi Kerjasama).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim Siswanto (sebelumnya Kabiro Administrasi Kesejahteraan Rakyat), Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan di Malang Harjogi (sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Inspektur Provinsi Jatim Zarkasi, Kabiro Organisasi Setdaprov Jatim Ratnadi Ismaon, Sekretaris DPRD Jatim Sukardo (sebelumnya Kabiro Organisasi), Direktur RSU dr Saiful Anwar Malang dr Dodo Anondo, Direktur RSU dr Soedono Madiun dr Restu Kurnia T

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mencopot Brigadir Jenderal Raja Erizman dari jabatan Direktur II Badan Reserse Kriminal Polri. Selanjutnya, Bambang Hendarso menempatkan perwira tinggi itu sebagai staf ahlinya.

Salinan telegram Kapolri Nomor STR/443/VI/2010 tertanggal 8 Juni 2010 yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (8/6), menyatakan bahwa Raja digantikan oleh Komisaris Besar Pol. Arief Sulistiyono yang sebelumnya adalah Koordinator Staf Pimpinan Polri.

Diduga, pencopotan Raja terkait dengan kasus Gayus Tambunan. Kasus korupsi dan pencucian uang Rp 25 miliar milik Gayus H.P. Tambunan, staf Direktorat Jenderal Pajak, disidik oleh Direktorat II saat dipimpin oleh Raja pada 2009. Karena ada penyimpangan dalam penyidikan, maka Gayus divonis bebas di Pengadilan Negeri Tangerang, awal 2010. Polri pun melakukan penyidikan ulang dengan putusan Gayus dan menemukan penyimpangan penyidikan.

Mantan Direktur II Bareskrim lainnya, Brigjen Pol. Edmond Ilyas juga dicopot dari jabatannya dan kini menjadi perwira tanpa jabatan di Mabes Polri. Edmond dan Raja kini terancam diajukan ke Sidang Pelanggaran Kode Etik dan Etika Kepolisian karena dianggap bertanggung jawab atas kasus Gayus.

Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Pol. Edward Aritonang membantah pencopotan Raja terkait dengan kasus Gayus. "Itu mutasi biasa dan untuk penyegaran saja," katanya. Hanya saja, ia mengatakan, Polri tetap akan memproses Raja secara internal.

Dua anak buah Raja, yakni Komisaris Polisi Arafat dan Ajun Komisaris Polisi Sri Sumartini bahkan dijadikan tersangka kasus suap dan kini ditahan di Mabes Polri. Dua anggota Polri berpangkat komisaris besar dan satu ajun komisaris besar polisi yang juga anak buah Raja terancam pula diajukan ke Sidang Pelanggaran Kode Etik dan Disiplin Kepolisian [baca: Arafat Berstatus Tersangka, Bagaimana dengan Atasannya

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigadir Jenderal Pol Suedi Husein dimutasikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Riau menggantikan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja. Salinan Telegram Kapolri Nomor STR/443/VI/2010 menyebutkan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja selanjutnya menjadi Staf Ahli Kapolri.

Keputusan Kapolri itu juga menerangkan pergantian jabatan pada sejumlah perwira tinggi dan menengah di lingkungan Polri. Pergantian itu antara lain, Wakil Kapolda Banten Kombes Pol Burhanuddin Andi menjabat sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Brigjen Muhammad Ruslan Riza.

Sementara Kepala Korps Brimob Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Imam Sudjarwo menempati Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri dan posisinya digantikan Brigjen Syafei Aksal yang sebelumnya menjabat Wakil Kapolda Papua.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono digantikan Irjen Timur Pradopo yang sebelumnya sebagai Kapolda Jawa Barat. Surat Telegram Rahasia Kapolri itu memutasi 103 orang, termasuk perwira tinggi dan menengah kepolisian berpangkat jenderal bintang dua hingga ajun komisaris besar polisi

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kini melakukan kajian mendalam tentang dana dapil yang diajukan Golkar tersebut. Langkah sigap KPK itu ditempuh karena penyaluran dana APBN Rp 15 miliar per anggota DPR tersebut dinilai berpotensi korupsi.

Menurut Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Mochammad Jasin, perlu dilakukan kajian mendalam terkait dengan usul dana aspirasi tersebut. ''Kalau tidak, akan berpotensi terjadi penyimpangan dan kegiatan fiktif,'' paparnya di gedung KPK kemarin (7/6).

Seharusnya, lanjut Jasin, kegiatan tersebut dibuat dan dibiayai masyarakat. Kemudian, dikoordinasikan dengan kegiatan lain. ''Lalu dianggarkan berapa alokasi biayanya dalam APBN,'' paparnya. Dengan begitu, bukan DPR yang berinisiatif atas dana aspirasi tersebut. Namun, tambah dia, lolos tidaknya usul dana dapil itu sepenuhnya bergantung pada anggota DPR.

Jasin melihat dana dapil tersebut mirip dengan program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) di Jawa Timur. Dia khawatir motif dana aspirasi itu berujung pada pembagian duit. Seperti diketahui, dalam kasus P2SEM, mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid diajukan ke meja hijau dalam skandal korupsi.

Lima di antara 12 warga Indonesia yang tergabung dalam misi Freedom Flotilla kembali ke tanah air kemarin (7/6). Didampingi Dubes RI untuk Jordania Zainulbahar Noor, lima relawan korban serangan brutal Israel di kapal Mavi Marmara tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan dua pesawat berbeda.

Empat orang di antaranya adalah Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) Ferry Nur, Wakil Ketua Kispa Muhendri Muchtar, Hardjito Warno (humas), dan Okvianto Emil Baharuddin (relawan Kispa). Seorang lainnya adalah M. Yasin, jurnalis stasiun televisi TVOne.

Pekik takbir penjemput menyambut saat mereka keluar dari terminal internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lima relawan tersebut datang secara bertahap. Okvianto tiba lebih dulu pada pukul 13.15 dengan pesawat Singapore Airlines (SQ) 958. Dalam kondisi sakit dan terluka, dia langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Empat relawan lain tiba dengan pesawat Emirates 356 pada pukul 15.55, setelah terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Ferry berjalan paling depan di antara rekan-rekannya sambil terus meneriakkan takbir.

Tepat pukul 17.00, rombongan relawan bantuan kemanusiaan Gaza itu bersama iring-iringan mobil penjemput tiba di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jalan Pejambon, Jakarta. Saat itu gedung Kemenlu dipadati wartawan dan warga yang ingin menyambut para relawan tersebut.

Ferry dan Muhendri keluar lebih dulu. Hardjito dan Yasin muncul 20 menit kemudian. Di ruang Nusantara Kantor Kemenlu, para relawan disambut tangis dan pelukan keluarga. Suasana menjadi haru. Suasana berubah menjadi riuh rendah ketika hadirin bergantian menyalami empat relawan yang disambut seperti pahlawan itu. Massa yang hadir menyatakan simpati dan dukungan lewat spanduk dan bendera Palestina.

Ferry disambut pelukan sang istri, Khadlrotun. Lima anak, kakak ipar, dan orang tuanya juga hadir. Setelah berbincang-bincang beberapa menit, Khadlrotun menyampaikan rasa bahagianya kepada wartawan. Dia juga menuturkan ikhlas bersuami seorang pejuang kemanusiaan. "Saya ikhlas karena itu adalah perjuangan di jalan Allah," katanya.

Khadlrotun datang setelah dihubungi Kemenlu. Dia mengungkapkan, dirinya dan Ferry sebetulnya memiliki delapan anak. Tetapi, tiga anak lainnya masih berada di pesantren. Jadi, hanya lima anak yang diajak kemarin. Dia menyatakan bangga dan akan selalu rela bila Ferry berniat berangkat lagi dalam misi kemanusiaan serupa. "Insya Allah, jika itu di jalan Allah, saya rela," ujar dia.

Yasin tidak hanya disambut anak dan istri serta kerabat lain. Sebagai satu-satunya jurnalis, dia disambut banyak wartawan. Mereka bersalaman dan berpelukan. Beberapa jurnalis mengapresiasi kepulangannya.

Ketika memberikan sambutan, Menlu Marty Natalegawa mengimbau ada perbaikan komunikasi antara relawan dan pemerintah. Para relawan yang hendak mengirimkan bantuan ke wilayah Palestina diharapkan berkoordinasi dengan pemerintah.

Menurut Marty, komunikasi itu penting untuk mencari cara yang efisien dan efektif guna menyalurkan bantuan dan menghindarkan WNI terjebak di situasi serupa. "Berdasar pengalaman seminggu terakhir ini, kita harus benar-benar bijak dan berpikir jernih soal bentuk bantuan yang efisien dan efektif sehingga tepat sasaran," kata dia.

Marty menuturkan tidak memiliki solusi riil untuk menyelesaikan krisis di Jalur Gaza dan memfasilitasi antusiasme publik di tanah air dalam memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. Tapi, papar dia, cara yang tepat dapat diwujudkan melalui komunikasi jika ada yang ingin kembali menyalurkan bantuan ke Gaza. "Keberangkatan itu memang membawa risiko. Tetapi, saya menghormati tekad yang mulia. Karena itu, untuk pelaksanaannya, mari kita kelola yang paling baik," ucap dia.

Marty menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini (8/6) dijadwalkan menerima kedatangan para relawan yang dipulangkan ke tanah air di Istana Negara dan memberikan ucapan selamat pulang. "Kami diberi tahu, Bapak Presiden akan menerima saudara-saudara semua yang sudah kembali ke tanah air," ungkapnya.

Saat acara keterangan pers di ruang Nusantara Kemenlu, Ferry mengatakan bahwa serangan Israel adalah bentuk aksi perompakan oleh militer. Sebab, hal itu dilakukan sekitar 72 mil dari perbatasan laut di perairan internasional. "Kami siap melanjutkan perjuangan kemanusiaan itu bila diberi izin oleh Allah," ujarnya.

Hardjito juga bahagia karena bisa kembali ke tanah air. Menurut dia, kondisi dua rekannya, Surya Fachrizal dan Okvianto, berangsur pulih setelah ditembak tentara Israel. Saat ini Surya dirawat di Royal Jordan Service Hospital, Amman, Jordania. "Dia masih butuh recovery. Secara umum, saat ini kondisinya baik," ucapnya.

Dia menuturkan merekam datangnya helikopter tentara Israel maupun kapal-kapal mereka saat mengepung kapal Mavi Marmara. Semuanya tersimpan dalam rekaman selama 30 menit. Tetapi, handycam miliknya dirampas tentara Israel.

Setelah diberondong peluru, imbuh dia, relawan digiring ke daratan dengan menggunakan kapal kecil. Setiap kapal berisi sepuluh orang. Mereka diminta duduk di kursi panjang yang berbentuk L. Selama sekitar 12 jam, relawan diborgol.

Di kapal itu, tentara Israel melarang para relawan berbicara satu dengan lainnya. Semua relawan senegara juga dipisahkan. Mereka tidak bisa bergerak atau berbuat apa-apa sebagai tawanan. "Ada yang kencing di botol, ada yang kencing di tempat. Saya berusaha tidak mengeluarkan apa pun saat itu," terang dia.

Begitu tiba di daratan (tentara Israel membawa kapal dan relawan menuju kota pelabuhan Ashdod), Hardjito menyatakan dibawa ke penjara dengan mobil tertutup tanpa jendela. Penjara itu lebih luas daripada penjara di Indonesia. Setiap sel berisi empat kasur dan dilengkapi dengan satu kamar mandi. Di luar sel, ada sebuah ruang pertemuan dan meja makan untuk ratusan orang. "Seperti penjara yang baru dibangun," lanjut dia.

Ada juga dapur yang dilengkapi dengan rice cooker, mesin cuci, dan peralatan elektronik lain. "Saya benar-benar tidak menyangka. Semua begitu bagus. Bukan seperti penjara," ucap dia.

Hardjito masuk penjara sejak pukul 08.00 hingga 23.00 waktu setempat. Penjagaan sangat ketat. "Saya melihat sipir memegang senjata laser. Anjing yang sangat besar turut berjaga," sambung dia.

Dia merasa diperlakukan berbeda. Tentara Israel, ungkap dia, seolah-olah menanamkan citra baik dan bersahabat meski telah menyakiti para relawan. "Kami ditembaki, lalu digiring ke penjara. Di penjara, mereka berbuat sangat baik. Kami tidak tahu apa maksudnya," tegas dia.


Pasangan kekasih Luna Maya dan Ariel memilih diam. Menanggapi beredarnya video porno dengan pemain mirip mereka, Luna dan Ariel tak mau memberikan komentar. Luna bahkan merasa perlu membawa dua bodyguard untuk melindunginya dari wartawan yang sudah menunggu di studio RCTI, tempatnya memandu acara Dahsyat, kemarin (7/6).

Begitu selesai mengemban tugas di Dahsyat, perempuan berusia 26 tahun itu keluar studio lewat pintu belakang. Mengenakan baju ungu yang dipadu legging hitam, raut muka bintang Jakarta Undercover tersebut terlihat masam.

Seolah tak mau mendengar pertanyaan media, duta nasional melawan kelaparan di Indonesia World Food Programme PBB itu memutar iPod-nya. Sambil bernyanyi kecil mengikuti lagu, Luna menuju mobil Mercedes-Benz yang melaju ke arahnya. Saat itu, mobil berjalan cepat, menyerempet seorang wartawan hingga mengakibatkan luka memar di kaki kanan. Tak peduli dengan keadaan tersebut, Luna langsung masuk dan menutup pintu mobil. Mobil pun meninggalkan lokasi.

Hal serupa dilakukan kekasihnya, Ariel, saat tampil pada konser MTV Exit Live di Lapangan D Senayan Minggu malam (6/6). Duda beranak satu itu tak mau melayani pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Oke Yahya, produser Dahsyat, mengatakan, hingga saat ini dirinya masih menunggu, apakah benar Luna Maya atau tidak di video tersebut. Sebab, meski pengamat telematika mengatakan itu asli, dia belum mendapat keputusan resmi. "Kami, khususnya Dahsyat, masih menunggu kebenaran video itu. Yang saya tahu dari pakar-pakar memang asli, dalam arti asli direkam oleh handphone oleh si A dan si B, tetapi kami belum tahu siapa si A dan si B tersebut," tuturnya.

Jika memang sudah ada putusan, dia pasti mengatakan kepada media. "Tapi, sampai sekarang nggak mengganggu image Dahsyat. Dia (Luna) juga baik-baik saja," katanya.

Gencarnya peredaran video mesum yang mirip Luna-Ariel membuat polisi turun tangan. Kemarin Satuan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya resmi menyelidiki rekaman video tersebut. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Boy Rafli Amar kemarin.

"Fokus kami adalah siapa yang mengedarkan dua video berdurasi dua dan enam menit tersebut,'' kata perwira dengan tiga mawar di pundak itu. Bila tertangkap, pelakunya akan dijerat dengan pasal 27 ayat 1 UU No 11/2008.

Boy mengatakan, sudah ada petunjuk soal pelakunya. Belum mengarah ke identitas, namun sudah diketahui bahwa sumbernya mengedarkan video tersebut dari luar negeri. ''Tapi, kami akan terus mengusut tuntas kasus ini. Sebab, itu sudah merupakan kewajiban polisi,'' tegasnya.

Boy juga mengatakan, pihaknya berencana memanggil Ariel dan Luna dalam waktu dekat. ''Ini memastikan apakah benar keduanya yang terekam tersebut,'' tuturnya.

Bila benar, keduanya akan diperiksa sebagai saksi korban. "Sebab, dalam hal ini yang dirugikan justru keduanya. Tapi, sejauh ini, keduanya belum membuat laporan kepada kami," kata Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Tommy Watuliu. Menurut dia, tidak ada pasal pidana yang bisa dijeratkan kepada Ariel dan Luna Maya. ''Kecuali mereka yang mengedarkan sendiri dan itu terbukti. Baru keduanya bisa kami jerat dengan pidana,'' imbuhnya.

Meski polisi dengan tegas menyatakan bahwa Luna dan Ariel sulit ditetapkan sebagai tersangka, ada yang berpendapat lain. Kemarin LSM Hajar Indonesia mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan pasangan tersebut. Alasannya sederhana. LSM itu merasa terganggu. ''Seret dan penjarakan dua pelakunya. Ngomong kotor di adegan film saja tidak boleh, apalagi ini ada adegan dan pemainnya. Sangat mengganggu masyarakat,'' kata Juru Bicara LSM Hajar Indonesia, Farhat Abbas.

Masa depan Luna Maya di dunia hiburan mungkin masih akan tetap bersinar, tapi nasib kontrak-kontrak iklannya agaknya di ujung tanduk jika terbukti dialah dan kekasihnya Ariel Peterpan yang beradegan mesum di dalam video yang kini beredar.

Sejumlah perusahaan yang mengikat kontrak iklan dengan Luna bisa saja mengambil keputusan drastis dengan memutus kontrak iklannya apabila citra Luna tercoreng oleh kasus video porno. Lux, misalnya, kini tengah memikirkan untuk memanggil Luna.

"Kita akan membuat pertemuan dengan Luna. Salah satu agendanya akan meminta penjelasan Luna tentang video tersebut," ujar Humas LUX, Arthur Lio, di Jakarta, Minggu (6/6). Luna dan Ariel Peterpan membintangi iklan Lux dengan pose yang mesra. Iklan keduanya banyak dijumpai di jalan-jalan kota dengan ukuran yang mencolok.

Selain Lux, Luna juga menjadi host pada acara Dahsyat, acara musik di RCTI. Sampai saat ini Luna masih mengisi acara itu, tapi RCTI pasti tidak akan mempertaruhkan kredibilitasnya jika terbukti wanita di video itu benar-benar adalah Luna.

Produser Dahsyat, Oke Jahja, di Jakarta, Sabtu (5/6), kepada wartawan mengatakan, terbuka kemungkinan untuk memanggil Luna guna menanyakan masalah video itu.

Nah, nasib iklan dan kontrak bisnis itu, serta beberapa produk lainnya seperti salah satu merek notebook Toshiba, dan operator seluler XL, kini berada di ujung tanduk. Sulit untuk tidak menduga bahwa perusahaan-perusahaan atau produk yang bintang iklannya adalah Luna akan memutuskan kontrak jika ada masalah soal kredibilitas dan moral dengan sang bintang.

Pengalaman di luar negeri, bintang iklan bisa dipastikan akan hancur kontraknya jika terlibat masalah-masalah moral. Alasannya sederhana, lembaga atau perusahaan tidak mau terkena citra buruk dari perilaku sang bintang. Tiger Woods adalah contoh yang sempurna mengenai hal ini.

Pegolf nomor wahid dunia peranakan Thailand itu, terpaksa harus rela kehilangan ratusan miliar dari penghasilan iklannya, setelah sejumlah perempuan ramai ramai mengaku pernah seranjang dengannya.

Memang, Luna Maya sudah membantah bahwa bukan dirinya yang ada dalam video mesum itu. Meskipun banyak orang yang sudah menonton video itu mengatakan bahwa wanita dalam video itu amat sangat mirip Luna, termasuk prianya amat sangat mirip Ariel Peterpan. Kita tunggu babak selanjutnya dari kisah video mesum yang menggemparkan ini

Menkeu Agus Martowardojo mimilih jalan kompromi terhadap usul dana dapil yang diajukan Partai Golkar. Pengganti Sri Mulyani itu bersedia membahas usul kontroversial tersebut.

Menurut Agus, pemerintah membuka pintu untuk melakukan diskusi dan pendalaman lebih jauh mengenai usul dana aspirasi Rp 15 miliar per anggota DPR tersebut. ''(Dana aspirasi) itu salah satu yang akan dibicarakan dalam panja (panitia kerja badan anggaran, Red),'' ujarnya saat ditemui sebelum rapat kerja dengan Komisi XI DPR kemarin (7/6).

Padahal, sebelumnya, dalam jawaban tertulis di paripurna DPR, Agus mengatakan bahwa penyaluran dana APBN yang melibatkan anggota DPR tersebut bertentangan dengan sejumlah UU, termasuk UU Keuangan Negara. Selain itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menolak secara tegas usul Golkar tersebut. Kini Menkeu bersiap membahas setelah anggota DPR dari Golkar yang juga Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Aziz mengisyaratkan pembahasan RAPBN 2011 akan deadlock.

Namun, saat Menkeu sudah siap membahas usul itu, fraksi-fraksi di DPR ramai-ramai menolak. Kemarin FPDIP dan FPPP secara resmi menolak. Sebelumnya, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga menolak. Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta sudah menyatakn tak setuju terhadap usul partai berlambang beringin tersebut.

Agus mengatakan, sebenarnya, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR pada 1 Juni lalu, sudah ada kesepakatan untuk membahas usul dana aspirasi itu. ''Jadi, nanti kami diskusikan secara intensif di panja,'' tuturnya.

Harry Azhar Aziz mengatakan, Badan Anggaran DPR dan pemerintah sudah sepakat membentuk empat panja dalam pambahasan APBN 2011, yakni panja asumsi makro ekonomi, panja rencana kerja pemerintah, panja belanja pemerintah pusat, dan panja belanja daerah. ''Usul dana aspirasi akan dibahas di panja rencana kerja pemerintah,'' terangnya.

Karena itu, lanjut Harry, sama sekali belum ada sikap resmi dari pemerintah, apakah menerima atau menolak usul dana aspirasi tersebut. Bahkan, di tingkat fraksi, belum ada sikap resmi yang disampaikan ke Badan Anggaran DPR.

''Jadi, baik pemerintah maupun fraksi-fraksi di DPR setuju membahas di panja, tidak ada yang secara resmi menolak karena dibahas saja belum, kok mau menolak. Tadi, saya juga baru saja bertemu Menkeu dan dia setuju membahas lebih lanjut di panja,'' paparnya.


Menyusul skandal video porno mirip artis Luna Maya-Ariel Peterpan, kini jagad dunia maya dihebohkan kembali dengan beredarnya video porno mirip Ariel dan Cut Tari.

Video itu mulai tersebar di internet sejak Selasa (8/6) pagi di berbagai forum dunia maya. Selain itu, pembahasan soal beredarnya video tersebut juga marak di Twitter.

Diketahui video tersebut berdurasi 8 menit 45 detik. Dengan latar belakang sebuah kamar hotel berseprai putih, video tersebut direkam pada 18 November 2006.

Di awal rekaman, pemeran wanita dalam video itu mengenakan baju berwarna biru dengan tank top hitam di dalamnya. Video itu diambil dengan menaruihnya pada sebuah meja di samping tempat tidur

Sebulan lagi menikah, seorang gadis di Probolinggo hilang. Ia diduga diculik orang. Peristiwa naas ini dialami oleh Ida Widiarti (23) warga Kelurahan/ Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Paska kejadian ini, keluarga korban selama 5 hari terakhir ini diselimuti oleh keresahan. Pasalnya korban yang ditunggu-tunggu, ternyata tak kunjung pulang ke rumah. Keresahan kelurga ini rupanya beralasan, sebab korban sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.

Karena bingung mencarinya, pihak keluarga kemudian melaporkan kasus ini ke petugas kepolisian di Mapolsek setempat. Tak hanya itu, cara-cara irrasional pun ditempuhnya dengan meminta tolong ke sejumlah paranormal.

Menurut Suhra, bibi Ida Widiarti, sebelum hilang korban diketahui mengenakan baju warna abu-abu dan memakai celana coklat. Korban diketahui hilang saat dia meminta berhenti di tepi jalan dan masuk gang, ketika dibonceng motor oleh Urip Widodo yang tidak lain merupakan tunangan korban.

“Selama ini, hubungan Ida baik-baik saja dan tidak ada konflik dengan tunangannya. Tetapi akhir-akhir ini memang dia kesal saat diingatkan orang tuanya, karena masih tetap berhubungan dengan mantan pacarnya padahal dia sudah bertunangan” kata Suhra bibi korban Selasa (8/6/2010).

Sementara itu Urip Widodo tunangan korban mengatakan peristiwa ini sangat memukul dirinya, Ia pun menyesalkan pasalnya pernikahan antara mereka berdua tinggal sebulan lagi. Apalagi, selama ini ia tak pernah bertengkar dengan korban.

“Bingung mas, kenapa kejadian kayak gini harus terjadi saat menjelang pernikahan kami yang tinggal 1 bulan lagi” terang Urip Widodo kepada wartawan.

Sementara itu, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti hilangnya korban, apakah murni lari dari rumah atau diculik dan dibawa lari orang tak bertanggung jawab


Usai diumumkan KPU Surabaya tentang penetapan dirinya menjadi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini langsung berkunjung ke rumah Sutjipto, politisi senior PDI Perjuangan. Risma menganggap Sutjipto-lah yang selama ini memberikan dukungan moral kepadanya mengarungi Pemilihan Walikota Surabaya 2010.

“Pak Tjip (panggilan akrab Sutjipto, red) adalah sesepuh PDIP. Dukungan moral dari beliau sangat berarti. Dulu sebelum menjadi calon walikota, saya juga berkunjung kemari,” ujar Risma ketika berkunjung ke kediaman Sutjipto, Jl. Pakis Tirtosari 18 Surabaya, Selasa (8/6/2010).

Kedatangannya, lanjut dia, untuk melaporkan dan menjelaskan bagaimana proses Pilwali berlangsung selama ini. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya maju sebagai calon walikota hingga berhasil memenangkan “pertarungan” tanpa money politics (politik uang).

“Bagaimana mau money politics lha wong saya tidak punya uang. Semua tim yang turut membantu saya semuanya relawan, tidak ada yang mbayari,” tukas ibu dua anak itu.

Sutjipto yang duduk di sebelahnya mengangguk. Ia mengaku percaya dan yakin perjuangan Risma hingga akan menduduki kursi L-1 tanpa ada sedikitpun politik uang.

Menurut Pak Tjip, kalau boleh milih, lebih baik kalah daripada menang dengan politik uang. Ia percaya Bu Risma tidak ada politik uang. Berkait dengan itu, ua sempat berpesan pada Jagat Hariseno, ketua tim pemenangan bidang eksternal yang sekaligus putra sulungnya, agar tidak menggunakan uang untuk merebut kemenangan.

"Saya tanya pada Seno, Bu Risma itu punya uang atau tidak, lalu Seno bilang tidak punya. PDIP butuh calon walikota seperti Bu Risma, ide dan semangatnya menjalankan program sangat luar biasa,” puji mantan Ketua DPP PDIP tersebut.

Pak Tjip kemudian berpesan kepada Risma. Kata dia, selama memimpin pemerintahan lima tahun ke depan, duet Risma-Bambang ini harus selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Selain itu, pembangunan-pembangunan dan insfrastruktur kota lainnya yang belum selesai hendaknya dilanjutkan.

Di samping itu, pembangunan dan kemajuan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga harus berjalan. Bapak tiga anak tersebut juga mengatakan bahwa pembangunan sekolah dan sarana kesehatan juga harus diprioritaskan.

“Bahkan kalau bisa, Surabaya ini harus menjadi pusat perdagangan dan pendidikan khususnya� di Indonesia Timur. Saya yakin pemerintahan Bu Risma dan Pak Bambang bisa mewujudkan itu,” papar Sutjipto sembari mengaku sempat deg-degan ketika mengikuti proses Pilwali di media massa.

“Gimana tidak khawatir, lha wong saingan kuat Bu Risma saat ini di back up penuh oleh penguasa pemerintah sekarang,” tambah suami Sudjamik tersebut.


Puluhan pendukung pasangan Risma-Bambang kegirangan usai mengetahui hasil penghitungan manual di KPU Surabaya, Selasa (8/6/2010) dini hari tadi.

Elemen pendukung yang mengatasnamakan Pro Meg (Pro Megawati) Surabaya berkumpul di Posko Tim Pemenangan Risma-Bambang jalan Kapuas usai mendengar hasil yang memenangkan pasangan nomor urut 4 dalam Pilwali 2 Juni lalu.

Lutfiadi, Koordinator Pro Meg mengungkapkan mereka sengaja berkumpul di Posko untuk merapatkan barisan pasca kemenangan jago PDIP. "Kita sangat bersyukur karena Risma-Bambang diberikan amanah dan kepercayaan warga Surabaya untuk menjadi pemimpin selama lima tahun ke depan,” ujarnya.

Kendati meraih suara tertinggi, lanjut dia, namun pihaknya mengaku tak akan merayakannya berlebihan. Tak ada pesta khusus menyambut kemenangan ini.

"Yang terpenting sekarang ini bukan perayaan atau pesta, tapi rasa syukur dan berharap pemerintahan Risma-Bambang mampu menjalankan amanat rakyat,” tukas aktivis PDIP tersebut.

Selain itu, pihaknya meminta kepada semua masyarakat untuk berperan aktif dan ikut serta mendukung pemerintahan baru. Pria yang akrab disapa Lutfi itu juga meminta semua pihak, termasuk “pesaing-pesaing”-nya di Pilwali lalu untuk bersama-sama membangun Surabaya menjadi lebih baik.

“Pembangunan yang tertunda harus dilanjutkan. Mari semua bersama-sama membangun kota kita tercinta. Kalau memang pemerintahan ke depan ada kekeliruan, sebagai rakyat kita harus mengingatkannya,” papar di

Hanya beberapa menit usai penandatanganan berita acara rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara, KPU Surabaya langsung menetapkan pasangan Risma-Bambang sebagai pemenang dan peraih suara terbanyak.

Tepat pukul 00.20 WIB, Selasa (8/6/2010), Ketua KPU Surabaya didampingi empat anggota lainnya disaksikan anggota Panwas Kota dan dihadapan saksi-saksi menyampaikan penetepan pasangan calon terpilih untuk Pilwali Surabaya 2010.

Kata Eko Sasmito, dalam aturan disebutkan bahwa penetapan calon terpilih bisa dilakukan sehari setelah menggelar Rapat Pleno Terbuka dalam rangka rekapitulasi penghitungan hasil suara.

Dalam berita acara yang dibacakan, Eko Sasmito menguraikan hasil perolehan suara dari setiap pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, BF Sutadi-Mazlan Mansur (Dimaz) yang memperoleh suara sebanyak 61.648 atau sekitar 6,63 persen menempati urutan perolehan suara keempat.

Sementara pasangan Fandi Utomo-Yulius Bustami (Fu-Yu)dengan perolehan suara 129.172 atau sebesar 13,90 persen menempati urutan perolehan suara ketiga.

Pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK) dengan perolehan suara 327.516 atau sebesar 35,25 persen menempati urutan perolehan suara kedua.

Sedangkan pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH dengan perolehan suara 358.187 atau sebesar 38,53 persen menempati urutan perolehan suara pertama.

Terakhir, pasangan Fitradjaja Purnama-Naen Soeryono dengan perolehan suara sebanyak 53.110 atau sebesar 5,71 persen menempati
urutan perolehan suara kelima.

"Berdasarkan berita acara ini, tepat sekitar pukul 00.20, pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih untuk Pilwali Surabaya 2010," tegas Eko Sasmito.

Selanjutnya, KPU masih akan menunggu rencana gugatan dua tim
pemenangan yakni tim CACAK dan Fu-Yu. Sesuai perundangan yang berlaku, batas gugatan diberi kesempatan selama tiga hari sejak ditetapkannya pasangan calon terpilih.

"Silahkan kalau mau mengajukan proses gugatan. Hasil penetapan dan keputusan KPU Surabaya tidak bisa diganggu meski sebelumnya ada saksi yang menolak menandatangani berita acara rekapitulasi. Namun bisa berubah jika Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskannya,” tukas dia

Hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara ditutup tepat pukul 00.01, Selasa (8/6/2010) tengah malam tadi. Ketua KPU Surabaya, Eko Sasmito mengatakan hasil ini nantinya akan digunakan sebagai dasar membuat ketetapan siapa yang terpilih.

Penetapan, lanjut dia, secepatnya dilakukan maksimal sehari pasca penghitungan suara. "Insya Allah Selasa hari ini kita akan melakukan penetapan secara resmi Pilwali Surabaya 2010," tegasnya.

Usai melakukan rekapitulasi, kelima anggota KPU Surabaya masing-masing Eko Sasmito, Eko Walujo, Robiyan Arifin, Edward Dewaruci serta Choirul Anam menandatangani berita acara hasil rekapitulasi. Kemudian Ketua Panwas Kota Surabaya, Wahyu Hariyadi juga turut menandatanganinya.

Namun, giliran tanda tangan perwakilan saksi kelima pasang calon, hanya dua saksi dari tim pemenangan CACAK dan FuYu yang menolak dan mengajukan keberatannya. Sedangkan tiga saksi dari tim pemenangan lainnya tidak mempermasalahkan dan bersedia menandatangani berita acara proses rekapitulasi penghitungan suara.

Satu saksi dari tim pemenangan Dimaz awalnya juga mengajukan keberatan, namun menit-menit akhir menjelang penutupan, M. Asmuni Guntoro yang mewakili saksi pasangan Dimaz akhirnya bersedia menandatangani.

"Kami hanya memberi catatan ke KPU, diantaranya bahwa secara umum kualitas Pemilukada Surabaya sangat menurun, terbukti KPU tidak bisa menurunkan angka partisipasi masyarakat untuk turut hadir. Selain itu, carut marut coblos tembus kami rasa karena kurangnya KPU yang tidak pernah sosialisasi," paparnya.

Sementara itu, dua saksi masing-masing pasangan Fu-Yu dan CACAK tetap ogah menandatangani hasil rekapitulasi. Wildha Badrus Subkhi, saksi dari FuYu mengungkapkan, pihaknya dipastikan akan memasukkan daftar gugatan ke ranah pidana atas kasus yang terjadi di Kecamatan Sukomanunggal dan Wiyung.

"Ini berkaitan dengan pembukaan kotak suara. Tidak menutup kemungkinan kami menuntut adanya coblosan ulang. Bahkan kalau penyidik menemukan adanya indikasi pelanggaran serupa di semua kecamatan, kami tetap meminta coblosan ulang di semua wilayah tersebut," ungkap dia.

Tidak jauh berbeda apa yang disampaikan Fathul Hadi, saksi pasangan CACAK. Menurut dia, pihaknya enggan menandatangani dengan alasan beberapa poin keberatan. Antara lain, munculnya inskonsistensi dalam penentuan suara sah pada proses rekapitulasi di TPS yang mengakibatkan surat suara jadi tidak sah.

"Yang aneh kan masak ada pembatasan melalui kesepakatan, padahal dalam Undang-Undang tidak diatur batasan. Tapi apa yang terjadi, PPK menghitung menggunakan batas maksimal, kadang 10, 15 atau bahkan 20 surat suara tidak sah," terangnya.

asus Sukomanunggal, lanjut dia, juga harus diproses secara hukum, sebab bisa jadi tidak steril kotak suara itu. "Terima kasih atas kerja dari KPPS hingga KPU, tapi maaf kami belum bisa menerima hasil ini dan mengajukan keberatan," ucapnya.

Menanggapinya, Eko Sasmito menjelaskan bahwa proses penetapan siapa yang tertinggi secara resmi tidak akan berpengaruh kendati ada saksi yang menolak menandatangani. "Tidak akan berpengaruh dan tetap kami umumkan. Silahkan bagi yang menggugat, ini diperbolehkan karena sudah sesuai Undang-Undang," jelas dia.

"Tidak ada yang bisa merubah hasil penetapan kecuali ada petunjuk dari Mahkamah Konstitusi (MK)," tambah Eko.

Fantastis. Itulah kata yang bisa disebut melihat jumlah golput alias tidak memilih ketika Pilwali yang digelar 2 Juni lalu. Bagaimana tidak, total golput dalam Pilwali kali ini berjumlah 1.173.960 atau sekitar 54,78 persen.

Jumlah tersebut berasal dari jumlah DPT sebesar 2.142.900. Dari sejumlah itu, pada 2 Juni lalu yang hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya sebanyak 968.940 pemilih saja.

Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan proses sosialisasi kepada masyarakat.

"Semua kan sudah tahu sendiri bagaimana kinerja KPU selama ini. Kita selalu melakukan proses sosialisasi ke tingkat bawah sekalipun," ujarnya ketika ditemui usai menutup rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilwali, Selasa (8/6/2010) dinihari tadi


Sesosok mayat pria tergeletak di bantaran sungai Kalimas, depan SDN I, Jalan Raya Ngagel, Selasa (8/6/2010). Tentu saja kejadian ini menggegerkan pengendara motor yang melintas di Jalan Ngagel.

Tidak ada identittas di tubuh korban. Tapi warga sekitar bantaran sungai mengenali korban bernama Sukur. Usianya diperkirakan 60 tahun dan bekerja sebagai pengemis.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah kaku. Diperkirakan korban sudah tewas sejak 3 hari lalu. Selain itu tubuhnya kurus kering hingga terlihat tulang keringnya.

Pertama kali mayat korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh Sigit (33) warga Jalan Ubi, Surabaya.

"Waktu itu saya mau berangkat kerja ke Jalan Simo. Saat jalan kaki di bantaran sungai melihat ada pria dirubungi lalat," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Karena curiga, Sigit lalu mengecek denyut nadi korban. Saat itulah, ternyata korban sudah tak bernyawa.

"Begitu tahu sudah meninggal, saya langsung melapor ke polisi yang tugas di TL Waonokromo," katanya.

Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Wonokromo. Petugas pun langsung ke TKP. Tapi petugas tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga kuat korban tewas akibat kelaparan. Informasi yang didapat sudah 3 hari korban tak makan dan hanya tidur di lokasi.

Meski telah diketahui penyebab kematiannya, mayat korban tetap dibawa ke kamar jenazah RSU Dr Soetomo untuk divisum

Sesosok mayat perempuan terbaring di ruang otopsi kamar jenazah RSU Dr Soetomo, Selasa (8/6/2010) siang. Dari identitasnya, perempuan tersebut bernama Susi Anita Rahayu (30) warga Lingkungan Sutojajan RT 02/RW 05, Sutojajan, Blitar.

Belakangan diketahui korban adalah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Moroseneng. Korban tewas saat mendapat perawatan di RS Bunda, Benowo.

Belum diketahui penyebab tewasnya PSK yang akrab dipanggil Susi ini. Petugas reskrim Polsek Benowo dan Polres Surabaya Utara masih melakukan olah TKP.

Informasi yang didapat, tewasnya PSK yang biasa dipanggil Susi ini berawal ketika Susi diboking seorang pria.

"Minggu siang, Susi ini diboking seorang pria bernama Agus, salah seorang pelayan di Moroseneng," kata Yanti, teman korban saat ditemui di kamar jenazah RSU Dr Soetomo.

Awalnya korban diboking dengan menenggak miras jenis Mantion. Agus memboking korban hingga senin pukul 03.00 WIB.

"Setelah itu senin malam sekitar jam 12 malam, Susi ini langsung sakit. Kita langsung bawa ke RS Bunda," katanya.

Namun baru beberapa jam dirawat, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Benowo. Saat ini mayat masih berada di ruang otopsi menunggu keluarganya dari Blitar

Peristiwa meledaknya gudang elpiji di Jl Slompretan Timur 8 Surabaya membuat DPRD Jatim mengeluarkan kebijakan pengetatan dalam perizinan. Pasalnya, dewan menilai Pertamina tidak bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Ana Lutfie, Selasa (8/6/2010) mengatakan, kalau Pertamina jeli dan bisa melakukan pengawasan dengan baik, kejadian ledakan di CV Bintang Timur bisa dihindari. Bahkan, perizinannya sendiri masih dipertanyakan. "Pertamina ceroboh dalam pemberian izin, makanya pengetatan izin untuk gudang maupun produsen harus diperbaiki," katanya.

DPRD Jatim dalam waktu dekat akan memanggil Pertamina untuk menanyai tentang prosedur pemberian izin. Pihaknya tidak mau masyarakat dirugikan terus menerus, apalagi sampai ada korban jiwa.

Sesuai Permendagri Nomor 85/M-IND/PER/II/2008 tentang pemberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap 5 produk industri secara wajib dalam pasal 2 berbunyi memberlakukan SNI dan atau wajib terhadap 5 produk, yakni tabung baja elpiji, selang karet, regulator, katup tabung, dan kompor gas. "Jadi ada sistem yang tidak beres, apalagi ledakan seperti itu terjadi secara beruntun di beberapa daerah," tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, aparat hukum harus bisa melakukan identifikasi secara serius persoalan ledakan elpiji. Persoalan elpiji harus menjadi perhatian serius, karena aturan sudah menjelaskan dengan tegas. Apalagi elpiji merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, ia juga menekan pemerintah untuk melakukan koreksi atas rencana kenaikan harga elpiji. Pengaruh dan imbas dari kenaikan harga elpiji akan berakibat luas, terutama pada kenaikan harga bahan pokok. "Semuanya ada pengaruh yang besar, masyarakat jangan sampai terus dirugikan," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi menambahkan, beberapa bulan terakhir memang banyak ditemukan kecelakaan akibat elpiji meledak. Korban jiwa pun tidak bisa dihindari, baik itu meninggal dunia maupun luka bakar akibat ledakan.

DPRD sendiri tidak mau kalau kejadian yang sama terulang. Makanya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Pertamina selaku lembaga yang berkaitan langsung harus bisa mengubah sistem yang ada. "Pokoknya jangan sampai korban terus terjadi lagi, harus ada upaya safety dan pemahaman yang menyeluruh, termasuk pengetatan dalam perizinan produsen," tukasnya


Tewasnya Susi Anita Rahayu (30) alias Susi, PSK Wisma Primadona lokalisasi Moroseneng mengejutkan teman seprofesinya.
Penyebabnya Senin (7/6/2010) siang, Susi masih sempat bercanda dengan temannya sesama PSK.

"Bahkan dia sempat ngilokno (menghina) tukang pijat. Eh lha kok tiba-tiba selasa pagi mati," kata Yanti, salah seorang teman korban saat ditemui di kamar jenazah RSU Dr Soetomo, Selasa (8/6/2010) siang.

Yanti menduga kalau korban tewas akibat overdosis minuman keras (miras) jenis Mantion. "Kemungkinan karena kebanyakan minum miras. Kemungkinan Mantion dan Vodka," kata wanita berusia 25 tahun ini.

Yanti menuturkan bahwa Minggu (6/6/2010) sekitar pukul 12.00 WIB, Susi diboking seorang pria bernama Agus.

"Keduanya minum Mantion di depan wisma Primadona. Saya gak tahu keduanya habis berapa botol," katanya.

Pesta miras tersebut berlangsung hingga minggu malam. "Minggu malam keduanya masih minum. Keduanya gak berani masuk kamar karena di dalam wisma ada polisi," tuturnya.

Pesta miras tersebut berlangsung hingga Senin (7/6/2010) pukul 03.00 WIB. Setelah itu, korban beristirahat di kamarnya hingga siang hari.

Tapi selasa (8/6/2010) dinihari sekitar pukul 00.00 WIB, kondisi Susi lemah. Melihat Susi sakit, teman-temannya sesama wisma langsung memberitahu pemilik wisma.

Selanjutnya Susi dibawa ke RS Bunda untuk mendapatkan perawatan. Namun sekitar pukul 06.15 WIB, Susi menghembuskan nafasnya yang terakhir. Karena kematian Susi tak wajar, kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Benowo dan Polres Surabaya Utara.

Hingga pukul 13.00 WIB, mayat Susi masih berada di ruang otopsi menunggu keluarganya dari Blitar. Sementara polisi masih memeriksa beberapa PSK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Susi Anita Rahayu (30) PSK wisma Primadona, lokalisasi Moroseneng, Selasa (8/6/2010) pagi tewas

Hingga saat ini PT Liga Indonesia belum memutuskan apakah menggelar pertandingan ulang antara Persebaya Surabaya dengan Persik Kediri. Hal ini ternyata berimbas pada armada Bajul Ijo. Anak asuh Rudy William Keeltjes ini cukup terganggu dengan ketidakpastian ini.

Menurut Rudy, kondisi yang serba tidak pasti membuat pasukannya resah. Apalagi keputusan juga belum turun, apakah Bajul Ijo harus menjalani pertandingan ulang lawan Persik, atau langsung melenggang ke fase playoff lawan Persiram Raja Ampat. ''Ya, anak-anak mulai jenuh kondisi yang tidak menentu ini. Tapi saya terus mencoba untuk memotivasi mereka. Tentunya dengan cara saya sendiri,'' ucap Rudy kepada beritajatim.com, Selasa (8/6/2010) sore ini.

Memang, keputusan yang dijatuhkan Komisi Banding (Komding) yang menganulir keputusan WO Bajul Ijo menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, Macan Putih pantas mendapatkan hukuman itu karena tidak bisa menyelenggarakan pertandingan lawan Persebaya 29 April lalu.

Sementara itu, Rudy mengaku, usai mengalami kekalahan telak lawan Bontang FC beberapa waktu lalu, kondisi pasukannya tidak cukup kondusif. Sepertinya Andik Vermansyah cs terpukul dengan kekalahan itu. ''Tapi hari ini saya sangat senang. Ini latihan paling menyenangkan setelah pertandingan lawan Bontang lalu,'' sambung mantan pelatih PSMS Medan itu.

Saat ini, Rudy tengah mempersiapkan tim untuk babak playoff. Baginya, fokus utama saat ini adalah bagaimana membawa Bajul Ijo selamat dari jurang degradasi

Kompetisi internal Pengcab PSSI Surabaya versi Taman Sari mempercepat digulirnya kompetisi internal. Rencananya kompetisi akan digulirkan Senin (13/6/2010) mendatang, atau tiga hari lebih cepat dari jadwal semula.

Pengumuman dimajukannya daftar ini dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Kompetisi, M Djaya, Selasa (8/6/2010) sore ini. Djaya mengatakan, kompetisi akan dibuka pertandingan divisi utama antara Untag Rosita dan PA Angkatan Laut. Pertandingan kedua klub ini dilakukan di Stadion Gelora 10 Nopember. ''Kompetisi akan diikuti tujuh tim kelas utama, delapan kelas satu dan tujuh kelas dua,'' kata M Djaya kepada wartawan.

Menurut Djaya, jumlah itu masih bisa bertambah. Sebab, saat ini pihaknya juga menunggu kepastian dari enam klub, yakni Suryanaga, Assyaabab, Fatahillah, Reedo, Putera Indonesia, dan Setia Naga Kuning. Keenamnya akan ditunggu kepastiannya hingga Rabu (9/6/2010) besok.

Selain itu, pengcab versi Taman Sari juga menggelar playoff, di mana tiga tim sudah memastikan keikutsertaannya, yakni Semut Hitam, Ar Rayyan, dan Arbog (Arek Boggen). Selain itu, mereka juga menunggu keikutsertaan Ega Putra dan Nanggala.

''Pokoknya semua yang ikut sudah memiliki kesepakatan tertulis,'' sambung Djaya. Ia juga menampik anggapan sengaja memajukan kompetisi terkait dengan adanya muscablub di Hotel Utami lalu. ''Tidak. Ini tidak ada kaitannya dengan Utami. Kita sudah terlalu lama menunda, seharusnya kompetisi dimulai awal Mei,'' jelas Djaya.

Sementara itu, Ketua Komite Wasit, Mudjito, mengatakan, sudah mengumpulkan wasit untuk menyiapkan kompetisi. Kompetisi musim ini akan dipimpin 53 wasit dan 25 pengawas pertandingan. Mudjito menegaskan, pihaknya tetap menggulirkan kompetisi, meski mendapat ancaman dari Pengprov PSSI Jatim.

''Kita sudah sepakat, pahit getir kita jalani bersama. Saya mohon yang punya kekuasaan jangan menonjolkan kekuasaannya. Jangan main ancam. Instrokpeksi diri, ini untuk pembinaan. Ia juga menghimbau agar wasit-wasit tidak seperti kacang melupakan kulitnya. ''Wasit itu miliknya klub. Dibesarkan pengcab. Loyalitas itu harus,'' pungkasnya.

TNI hendaknya tidak hanya membangun desa secara fisik, tapi ikut membangun komunikasi social untuk kemajuan masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Dan Lantamal V Surabaya, Brigjend TNI (Mar) Halim A. Hermanto dalam acara pembukaan TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 84 di Desa Babatan Balongpanggang Gresik, (8/6/2010).

�"Pembangunan fisik meliputi pembangunan infrastruktur sarana prasarana desa untuk membuka isolasi desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat, juga taka kalah pentingnya,"ujarnya.

Sekedar diketahui, yang dibangun TMMD ini diantaranya adalah pembangunan 2 ruas jalan Poros Desa (JPD) dengan volume 175 m X 2,5 m di dusun Wareng dan desa Babatan.

Rehab 2 unit rumah gakin, pembuatan MCK balai desa, perbaikan gedung TK dan PAUD, Rehabilitasi 2 Masjid,� Rehabilitasi Kantor Balai Desa dan Penghijauan. Selain itu juga pemberian paket sembako kepada 25 anak yatim

DPW PKB Jatim kubu Muhaimin Iskandar pimpinan Imam Nahrawi (kantor Jl Ketintang Surabaya) menanggapi dingin adanya rencana Deklarasi Islah yang diselenggarakan DPW PKB Jatim Pro Gus Dur pimpinan Hasan Aminuddin dan Sekjen DPP PKB Pro Muhaimin, Lukman Edy. Deklarasi islah itu sedianya dilaksanakan pada 10 Juni 2010 bertempat di kantor PWNU Jatim.

"Kalau mau islah, jangan hanya ngomongnya ke wartawan saja. Apa pentingnya melakukan Deklarasi Islah, kalau belum dewasa dalam berpolitik. Pak Hasan Aminuddin kan bisa datang langsung ke kantor DPW PKB Jatim untuk berbicara. Sejak awal kami sudah menggagas islah yang difasilitasi Wagub Jatim Gus Ipul, tapi mereka tidak merespon," kata Sekretaris DPW PKB Jatim Khoirudin Abas kepada wartawan di kantornya, Selasa (8/6/2010).

Pihaknya juga akan memanggil sejumlah pengurusnya yang ikut menggagas pendirian Komite Islah PKB bersama Lukman Edy dan Hasan Aminuddin. Ada tiga pengurus yang dipanggil, yakni Lukman Hakim, Hj Churiyah Imron dan Syukrillah. "Kami panggil mereka untuk klarifikasi dalam rapat gabungan Tanfidz dan Dewan Syuro. Kedatangan mereka itu atas nama pribadi, bukan mewakili DPW PKB Jatim. Mereka juga tidak koordinasi dengan partai," tegasnya.

Menurut dia, PKB Jatim saat ini tidak terlalu tertarik untuk mengikuti ajakan islah tersebut, karena pihaknya sedang konsentrasi penuh untuk pemenangan pilkada di sejumlah daerah. "Kalau memang mengajak islah, undangannya mana kok belum kami terima hingga detik ini. Mereka itu mau membesarkan PKB atau buat ruwet di PKB?" tanyanya kepada wartawan.

Wakil Ketua DPW PKB Jatim Masud Adnan menambahkan, PKB Jatim kubu Hasan memaksakan diri untuk melakukan muktamar luar biasa (MLB) dalam menyelesaikan konflik PKB. "Mau digelar MLB seribu kalipun, kalau tidak ada kedewasaan politik ya percuma dan malah membuka konflik baru. Mereka-mereka itu kan sudah menikmati madu dari PKB, Pak Hasan menjadi Bupati Probolinggo ya dari PKB dan Lukman Edy pernah menjadi Menteri PDT juga dari PKB. Kami ini yang berjuang belum menikmati madunya PKB," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kubu PKB hasil muktamar Parung-Bogor dan muktamar Ancol-Jakarta bersama PKNU akan mewujudkan upaya islah atau rekonsiliasi dalam waktu dekat. Pada 10 Juni 2010 akan dilakukan Deklarasi Islah untuk kedua kubu DPW PKB Jatim (kubu Hasan Aminuddin dan Imam Nahrawi) bersama PKNU. Upaya ini melibatkan pengurus PWNU Jatim, PCNU se-Jatim dan kedua kubu DPC PKB se-Jatim.

"Rencananya deklarasi akan dilakukan di kantor PWNU Jatim. Ini karena NU sebagai induk dari organisasi PKB. Saat deklarasi nantinya akan dicarikan formula yang tepat untuk membahas waktu pelaksanaan muktamar dan penggabungan pengurus PKB. Fungsionaris PKB jangan takut islah, tidak akan ada recall, PAW atau pemberhentian jabatan," tegas Ketua DPW PKB Jatim kubu Gus Dur, Hasan Aminuddin ketika itu.

Dalam pertemuan pradeklarasi islah PKB di kantor PWNU Jatim pada Minggu (6/6/2010) kemarin, dihadiri Lukman Eddy (Sekjen DPP PKB pro Muhaimin-muktamar Ancol), Masduki Baidhowi (DPP PKB pro Gus Dur), Lalu Misbah (Ketua DPP PKB pro Gus Dur), Syukrillah (Wakil Ketua DPW PKB Jatim pro Muhaimin), Hj Churiyah Imron (Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim pro Muhaimin), Hasan Aminuddin (Ketua DPW PKB Jatim pro Gus Dur), dan Lukman Hakim (Wakil Dewan Syuro DPW PKB Jatim pro Muhaimin).

- Sembari menunggu kepastian apakah akan bertanding di babak playoff lawan Persiram Raja Ampat, atau harus mengikuti laga ulangan lawan Persik Kediri, Persebaya Surabaya sedang melakukan eksperimen. Tampaknya eksperimen ini sudah menunjukkan hasil positif.

Eksperimen yang dimaksud adalah perubahan skema permainan. Arsitek Persebaya, Rudy William Keeltjes mengatakan, saat ini dia mencoba untuk memaksimalkan pola anyar, yakni 3-6-1. Padahal biasanya anak-anak Bajul Ijo biasa menggunakan pola kuno, yakni 3-5-2.

Dalam pola anyar itu, trio pemain belakang menjadi milik Juan Marcelo dan Djayusnan Triasdi. Sedangkan satu posisi tersisan diperebutkan Nugroho Mardiyanto atau pemain asal Jepang, Taka Uchida. Trio pemain belakang ini menjadi tumpuan untuk menghalau pergerakan lawan.

Sedangkan dua posisi di depan trio bek menjadi milik Wijay dan Taufiq. Dua bek sayap akan dipasangkan Mat Halil-Supriyono atau Mat Halil-Anang Ma'ruf. Sebagai penyokong lini tepan, Rudy memainkan dua gelandang lincah dan haus gol, yakni Andik Vermansyah dan John Tarkpor.

Yang menjadi masalah justru di lini depan. Dua striker Andi Oddang dan Pato Morales punya problem yang sama, yakni sudah mencetak gol. ''Itu dia. Kita punya masalah besar dalam menyelesaikan peluang. Tentu saya akan memilih antara keduanya,'' tandas Rudy.

Mantan pembesut Persijap Jepara ini menambahkan, pola 3-6-1 sangat efektif dibanding skema lama. Sebab pola ini lebih fleksibel, baik ketika menyerang maupun bertahan. Ketika menyerang, Bajul Ijo bisa serentak menggunakan tiga pemain, dan bisa mendapat bantuan dari dua bek sayap. Sedangkan ketika bertahan, trio pemain belakang dapat dibantu oleh dua gelandang bertahan.

''Tapi kita masih butuh pembuktian lebih lanjut. Saya akan mencoba mengadunya dengan permainan yang lebih keras. Ucapnya sembari menegaskan bahwa timnya tidak akan melakukan pertandingan uji coba

Perusahaan Properti milik 'Bakrie Group', Bakrieland Developmnet menyediakan lahan 10 hektar lahan untuk mendorong perkembangan bisnis UMKM. Penyediaan lahan itu nantinya untuk ditempati UMKM berjualan di sekitar ruas tol Kanci-Pejagan milik Bakrieland Development.

Yudi Rizard Hakim, Chief Corporate Affairs Officer PT Bakrieland Development Tbk mengatakan, UMKM yang kami bina ini khusus bagi yang berada di sekitar ruas tol Kanci-Pejagan. "Pembinaan terhadap UMKM yang dilakukannya merupakan penyaluran dari dana corporate social responsibility (CSR) Bakrieland Development," ujarnya, kepada wartawan di FE Unair, Senin (8/6/2010).

Menurut Yudi Rizard Hakim, program CSR Bakrieland, kedepan akan terus memfokuskan pada pembinaan UMKM-UMKM yang berada di sekitar proyek yang sedang mereka kerjakan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Edi Hariadi, Straf Ahli Menteri Negara BUMN bidang SDM, menyatakan pihaknya telah menyalurkan dana CSR yang dihimpun dari BUMN dan sebagian telah diserap oleh 129.000 UMKM.

"Saat ini UMKM binaan BUMN telah berkembang, bahkan mereka semakin kritis. Bahkan, bila ada bank yang menawarkan suku bunga yang tinggi, mereka enggan mengambil dan lebih memilih untuk meminjam dana CSR dari BUMN," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dana CSR yang telah terserap hingga Mei 2010 baru mencapai 50 persen. Berarti ada sekitar 50 persen sisanya yang belum tersalurkan sehubungan dengan perubahan sistem penyaluran dana CSR di kalangan BUMN.

Disinggung mengenai langkah yang mesti ditempuh oleh UMKM menghadapi ACFTA, Edi menegaskan bahwa harus ada dukungan dari BUMN sehingga bisa diakses oleh UMKM sebab segala sumber daya yang dimiliki BUMN bisa memberi manfaat besar bagi UMKM.

"Dukungan pemerintah terhadap UMKM tak hanya dilakukan oleh Kementerian BUMN, namun juga kementerian lainnya. Misalnya, Kementerian Luar Negeri sebab saat ini ada 90-an Kedutaan Besar RI (KBRI) dan 30 Konsulat Jenderal Indonesia di luar negeri juga diarahkan untuk turut mempromosikan produk-produk dari Indonesia," ungkap Ed

Produsen elektronik utamanya Televisi (TV) sangat diuntungkan dengan pemberlakuan regulasi sertifikat standar nasional Indonesia atau SNI.

Menurut Branch Manager Office PT Panasonic Gobel Indonesia, Arief Sukma Setiawan, pihaknya justru merasa diuntungkan dengan kewajiban SNI karena dengan demikian kompetisi pasar elektronik semakin kondusif.

Diakui Arief Sukma Setiawan, pada prinsipnya Panasonic Gobel menyambut baik kebijakan pemerintah yang mewajibkan sertifikat SNI bagi produk elektronik.

"Kami siap syarat wajib SNI diberlakukan kapan saja oleh pemerintah. Selama ini pun kami jamin seluruh produk kami telah sesuai SNI," ujarnya kepada wartawan, Selasa (8/6/2010).

Sementara itu, Senior Manager East Java Ara Branch PT Sharp Electronics Indonesia, Thomas Effendi menyatakan pihaknya sangat setuju regulasi SNI diberlakukan.

"Kami sangat mendukung mengingat selama ini pasar elektronik sudah terlalu overload dijejali produk murah namun tidak memenuhi standar," ungkapnya.

Seperti yang pernah diberitakan, pemerintah berencana akan mewajibkan pemberlakuan SNI untuk tiga jenis produk, yaitu pompa air, setrika listrik dan produk TV.

Pewajiban ini seiring dengan diterimanya jawaban dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang intinya menyetujui rencana pemerintah Indonesia memberlakukan standar SNI untuk tiga jenis produk tersebut

Maraknya bank asing membuka kantor cabang di Surabaya mendapat perhatian dari Perhimpunan Bank-bank Swasta Nasional (Perbanas) Jatim.

Menurut Ketua Perbanas Jatim, Herman Halim, perijinan bank asing perlu dikaji ulang. Pasalnya, beberapa perbankan nasional masih kesulitan membuka kantor cabang di negara lain. "Meski ekonomi kita sudah Liberal, namun kebebasan terkait dengan pembukaan kantor cabang bank di negara lain tidak sama seperti yang dialami di sini,"

Herman mengatakan, masih belum sejajarnya yang dialami perbankan nasional di negara lain. Pemerintah harus merenegoisasi lagi aturan-aturan terkait dengan perijinan bank asing di Tanah Air. "Secara pribadi perijinan kantor cabang asing ditata lagi, karena jika ada konstribusinya terhadap ekonomi nasional tidak ada masalah. Yang menjadi kendala ialah bank asing bersangkutan konstribusinya masih minim," katanya.

Herman menjelaskan, meski ekonomi kita dianggap sudah Liberal. Namun, tidak semua harus diliberalkan. Pasalnya, negara tetangga kita seperti Singapura masih melakukan pembatasan terhadap perbankan yang membuka cabangnya di negara tersebut.

Seperti yang pernah diberitakan, bank-bank asing semacam Standard Chartered Bank (Stanchart) terus menambah jaringan kantornya dari 13 menjadi 25 kantor akhir tahun 2010. Dari total 25 kantor cabang baru, satu kantor barunya telah dibuka di Surabaya.

Hal serupa dilakukan oleh Citibank yang juga menambah cabang barunya sebanyak 25-30 kantor. Tidak ketinggalan pula HSBC Indonesia punya ambisi serupa. Cuma, fokus mereka lebih ke usaha mikro dengan kebutuhan internasional. Demikian pula dengan State Bank of India (SBI) Indonesia yang berencana menambah enam kantor cabang tahun in

Penempatan dana pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bank yang berkantor pusat di Surabaya terus menyusut. Data dari kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, selama triwulan pertama 2010 penempatan dalam SBI sebesar Rp 3,12 triliun. Angka ini turun dibanding triwulan pertama tahun lalu yang mencapai Rp 5,70 triliun.

"Bank-bank yang berkantor pusat di Indonesia mulai menunjukkan geliat intermediasinya. Hal ini dibuktikan dengan percepatan laju pertumbuhan kredit," kata Deputi Pemimpin Kantor Bank Indonesia Surabaya Bidang Ekonomi Moneter, Wibisono, Selasa (8/6/2010).

Tren penurunan penempatan di SBI oleh bank yang berkantor pusat di Surabaya, secara signifikan terlihat sejak triwulan kedua 2009 hingga triwulan keempat tahun ini. Pada triwulan kedua 2009, penempatan dana SBI sebesar Rp 6,54 triliun, kemudian turun lagi menjadi Rp 6,04 triliun pada triwulan ketiga 2009.

Pada triwulan keempat tahun lalu penempatan SBI mencapai Rp 2,82 triliun. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini penempatan dana SBI hanya mencapai Rp 3,12 triliun.

Diakui Wibisono, selain terkait turunnya BI rate, penurunan penempatan dana SBI disebabkan juga adanya kebijakan pemerintah pusat yang semakin ketat mengawasi dana yang mengendap di beberapa bank.

"Dana yang ditempatkan di SBI merupakan dana pihak ketiga atau DPK dari beberapa bank," tuturnya.

Sementara itu, penyaluran kredit bank berkantor pusat di Surabaya mengalami peningkatan pertumbuhan. Pada posisi Maret 2010 tercatat sebesar Rp 11,26 triliun. Angka ini meningkat dibanding triwulan pertama tahun lalu yang mencapai Rp 9,05 triliun. Peningkatan tertinggi tahun lalui terjadi di triwulan keempat, dimana posisi penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 10,83 triliun.


Pasangan suami-istri (Pasutri)melapor ke Polsek Genteng, Selasa (8/6/2010) siang. Keduanya melapor telah kehilangan uang dan perhiasan di Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat.

Pasutri tersebut diketahui bernama Ir. M. Syamsuddin Noor (62) dan Ny. Merly Susilowati (53) warga Jalan Cipedes Tengah No.167 Bandung.

Kepada petugas SPK, Pasutri tersebut mengaku telah kehilangan jam rolex senilai 100 juta, 1 buah cincin berlian wanita senilai Rp 12 juta dan 1 buah cincin berlian pria senilai Rp 60 juta.

Selain itu, keduanya juga kehilangan uang cash sebesar Rp 30 juta dan 1 buah acecoris cincin wanita senilai Rp 150 ribu. Total kerugian yang dialami korban sebesar Rp 202 juta.

Informasi yang didapat, pasutri ini cek in pada Senin (7/6/2010) pukul 12.22 WIB dan mendapat kamar No.856 di lantai 8. Setelah itu, pasutri ini keluar kamar dan menjenguk orangtua yang sedang dirawat di RSU Dr Soetomo.

Setelah itu sekitar pukul 21.51 WIB, pasutri ini kembali ke kamar. Nah sekitar pukul 03.30 WIB, pasutri ini terkejut uang, perhiasan dan jam tangan amblas.

Kedua pasutri ini lalu melapor ke manajemen hotel. Atas laporan ini, sekitar 10 menit kemudian, manajemen hotel mengecek kamar korban. Saat itulah, pasutri ini meminta pertanggungjawaban dengan mengganti barang yang hilang.

Tapi manajemen menolak memberikan ganti rugi. Akhirnya sang istri, Merly Susilowati melapor ke Polsek Genteng.

"Memang benar ada tamu hotel Bumi Surabaya yang kehilangan uang dan perhiasan senilai Rp 202 juta," ujar Kapolsek Genteng AKP Kusworo Wibowo, SH.

Atas laporan ini, petugas reskrim Polsek Genteng langsung melakukan olah TKP. Saat ini proses olah TKP masih berlangsung

Langkah tim penyidik independen Mabes Polri membidik jaksa dalam kasus sindikasi mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan tinggal menunggu waktu. Surat izin dari Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk melakukan tindakan kepolisian terhadap kedua jaksa itu dilayangkan ke Mabes Polri kemarin (7/6).

Dua jaksa tersebut adalah Cirus Sinaga dan Poltak Manulang. ''Jaksa Agung memberikan izin terkait dengan surat permohonan untuk melakukan tindakan kepolisian. Izin untuk jaksa C dan P,'' ujar Kapuspenkum Kejagung Didiek Darmanto di Kejagung kemarin. Surat izin diteken pada Jumat lalu (4/6).

Menurut mantan asisten pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tersebut, hasil koordinasi Kejagung menyebutkan, tindakan kepolisian yang dimaksud dalam surat permohonan Jaksa Agung itu adalah meminta keterangan Cirus dan Poltak. ''Tindakan kepolisian yang dimaksud belum disebutkan, baru sebatas meminta keterangan," paparnya.

Selanjutnya, dua jaksa senior itu tinggal menunggu panggilan dari tim independen Polri yang dikomandani Irjen Pol Mathius Salempang untuk menjalani pemeriksaan.

Didiek tidak berani berspekulasi menyangkut kemungkinan perubahan status dari saksi menjadi tersangka terhadap jaksa Cirus dan Poltak setelah menjalani pemeriksaan nanti. ''Jangan berprasangka dulu. Kedaulatan ada di tangan penyidik,'' kata alumnus Fakultas Hukum Undip, Semarang, itu diplomatis.

Meski demikian, tim penyidik independen tak lagi perlu ''restu'' dari Jaksa Agung untuk melakukan tindakan lanjutan berdasar perkembangan hasil pemeriksaan nanti. ''Kan izin sudah diberikan. Paling hanya koordinasi,'' urai Didiek.

Ini berarti, jika selanjutnya ada penetapan tersangka dan penahanan, penyidik bisa langsung melakukannya. Sebab, surat izin dari Jaksa Agung itu sesuai dengan pasal 8 ayat (5) UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan. Intinya, dalam hal melaksanakan tugas jaksa diduga melakukan tindak pidana maka pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung.

Cirus dan Poltak diprediksi melengkapi mata rantai sindikasi mafia pajak Gayus Tambunan. Sebelumnya, penyidik menetapkan tersangka dari level pegawai pajak, pengacara, penyidik Polri, dan hakim. Berdasar bukti-bukti dan keterangan awal, Cirus dan Poltak bisa menjadi tersangka setelah menjalani pemeriksaan penyidik (Jawa Pos, 7/6).

Meski demikian, hingga kemarin pihak Kejagung belum menerima SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) atas nama jaksa Cirus Sinaga dan Poltak Manulang. Kejagung baru menerima SPDP untuk sepuluh tersangka dari penyidik Polri. Mulai tersangka Gayus Tambunan hingga Syahril Djohan (markus) dan Muhtadi Asnun (hakim). ''Sampai sekarang belum ada SPDP atas nama C dan P," kata Didiek.

Secara terpisah, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Marwoto membenarkan adanya surat dari Kejagung itu. ''Surat kami terima kemarin petang,'' ujarnya.

Namun, Marwoto belum bisa menjelaskan kapan Cirus dan Poltak dimintai keterangan. ''Yang jelas, penyidik sudah siap memeriksa mereka. Waktunya kapan, humas belum diberi tahu,'' kata perwira dengan tiga mawar di pundak itu.

Sumber di kepolisian menyebutkan, dari belasan jaksa yang bersentuhan dengan kasus Gayus Tambunan, tinggal Poltak dan Cirus yang akan didalami keterangannya. ''Yang lain-lain sudah cukup,'' kata sumber yang minta dirahasiakan namanya itu.

Dari empat jaksa peneliti kasus Gayus -Ika Savitri, Fadil Regan, Eka Kurnia, dan Cirus Sinaga- hanya Cirus yang perlu diperiksa ulang. ''Tiga jaksa (selain Cirus, Red) itu mengaku tidak tahu soal pengurangan pasal dakwaan (terhadap Gayus)," katanya.

Namun, mengapa Poltak juga dipanggil? Menurut perwira itu, nama Poltak disebut Gayus dijanjikan sejumlah uang. ''Uang itu akan dialirkan melalui pengacara Haposan Hutagalung (sudah tersangka, Red). Kami belum bisa menemukan bukti aliran dananya,'' tuturnya.

Karena itu, AKP Sri Sumartini (penyidik Polri yang sudah menjadi tersangka, Red) juga akan diperiksa ulang. Sebab, Sumartini ikut hadir dalam pertemuan di Café Cristal, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, disepakati pasal yang dikenakan terhadap Gayus hanya penggelapan. Pasal money laundering dan korupsi tidak dimasukkan dalam berkas dakwaan. Itulah yang menyebabkan Gayus kemudian divonis bebas oleh hakim Muhtadi Asnun.

''Setelah pertemuan itu, muncul pengakuan dari Haposan bahwa dirinya menemui Poltak. Kami akan cek silang apakah Sumartini tahu soal ini,'' katanya. Selain Sumartini, pegawai Café Cristal akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan Poltak dan Cirus pekan ini. ''Pemeriksaannya satu satu, tidak bersamaan,'' katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengapresiasi langkah Kejagung yang mengizinkan penyidik Polri memeriksa jaksa Cirus dan Poltak. ''Semakin cepat kasus ini terbongkar akan sangat baik,'' tegasnya.

Denny sejak awal menduga adanya keterlibatan oknum jaksa dalam kasus ini. ''Sindikasi Gayus ini memang istimewa. Dia melibatkan empat jalur; polisi, hakim, jaksa, dan oknum pengacara. Luar biasa,'' kata mantan aktivis BEM UGM itu.

Dinas Pendidikan Kab Pacitan, berencana� memasukkan antisipasi gempa dan tsunami dalam kurikulum pembelajaran. Hal ini terkait dengan posisi Kab Pacitan, yang berada di pesisir selatan masuk wilayah rawan gempa bumi dan tsunami.

Dinas Pendidikan Kab Pacitan Heru Wiwoho mengatakan masuknya antisipasi gempa dan tsunami dalam kurikulum tidak lepas dari usaha dinas terkait untuk mengenalkan secara dini bahaya dari kedua bencana tersebut.

"Selain dimasukan pada mata pelajaran IPA, juga akan kita masukakan pada mata pelajaran muatan lokal. Namun hal ini masih harus dibicarakan lebih lanjut dengan tenaga pengajar," ujarnya, Selasa (08/06/2010).

Karena lanjut Heru Wiwoho tenaga pengajar harus memperbanyak kajian mengenai kegempaan maupun teknologinya. Sehingga, selain memiliki dasar, juga ada keseragaman yang baku.

Kedepannya pihak dinas pendidikan kota seribu gua ini juga memberikan modul dasar pengetahuan gempa dan tsunami dari instansi terkait pada masing-masing lembaga sekolah. Hanya, modul yang diberikan siswa TK, SD, SMP dan SMA, berbeda-beda. Disesuaikan dengan tingkat pemikiran siswa secara berjenjang.

Memang tidak ada penjelasan resmi dan detail mengenai gempa bumi besar dan tsunami beserta dampaknya di Pacitan. Namun dari informasi di masyarakat peristiwa tersebut pernah terjadi sebanyak tiga kali. Yakni pada tahun 1840, 1859 dan 1921.

Anggaran Krrdit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2010 ini mencapai Rp 20 Triliun. Hal ini berarti kenaikan yang cukup besar jika dibanding dengan tahun 2009 lalu yakni sebesar Rp 2 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikan Fadel Muhammad saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Minapolitan di Kabupaten Pacitan. Kenaikan jumlah total anggaran tersebut merupakan kebijakan presiden, sebagai salah satu strategi mengatasi rendahnya tingkat nilai serapan KUR sebelumnya.

"Kenaikan anggaran KUR ini, merupakan kebijakan dari Presiden. Yaitu sebesar 10 kali lipat menjadi Rp 20 triliun,” ujarnya Selasa (08/06/2010).

Sebagai tindak lanjut, tambah Fadel, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai pihak perbankan yang ditunjuk menyalurkan kredit, tengah mengorganisir ke daerah-daerah supaya pemanfaatan KUR lebih besar. Hal itu dilakukan untuk menjawab kekhawatiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pemanfaatan KUR.

Selama ini program penjaminan KUR sebagian besar dilakukan oleh pemerintah, yakni 70 persen. Sedangkan sisanya sebesar 30 % ditanggung pihak swasta. Meningkatnya anggaran membuat nilai pinjaman juga ikut naik. Jika sebelumnya batas pinjaman untuk KUR Mikro maksimal hanya Rp 5 juta, kini naik menjadi Rp 500 juta.

Terkait konsep-konsep pembangunan perikanan yang dinilai sejumlah pihak kurang jelas, mantan Gubernur Gorontalo ini mengatakan sebenarnya sudah baik namun masih belum fokus. Karena itu, gelaran Rakor ditujukan untuk membuat percepatan pembangunan melalui konsep-konsep dari daerah.

Dengan demikian, besaran anggaran yang diperlukan program Minapolitan bisa cepat terealisasi. Sebagai center poin ditunjuk Dirjen Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Tidak itu saja, karena program tersebut merupakan lintas sektoral, departemen lain, seperti Deperteman Pekerjaan Umum, turut membantu.

Mahkamah Agung (MA) mengkabulkan permintaan Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi APBD Kabupaten Pacitan yang melibatkan para pimpinan DPRD tahun 1999-2004. Disetujuinya PK tersebut tercantum dalam Petikan Putusan PK tertanggal 10 Mei 2010 nomor 85/PK.Pidsus/2008.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pacitan, Subagnyo, mengatakan pihaknya sudah menerima petikan suara tersebut sejak tanggal 1 juni kemarin. Setelah menerima petikan tersebut, pihak PN akan memberitahukan pada terdakwa kasus korupsi APBD, yakni tiga orang unsur pimpinan DPRD Pacitan periode 1999-2004. Mereka adalah Slamet Margiono (PAN), Sucipto (PDIP) dan Muanas (PKB).

"Kami sudah menerima petikan putusan PK tersebut awal bulan ini. Kita juga sedang melakukan pemberitahuan pada para terdakwa kasus Korupsi ini. Tapi kami masih belum menerima putusan resmi dan berkas perkara dari MA " ujarnya, Senin (07/06/2010).

Menurut Subagyo, pihaknya belum bisa memastikan kapan putusan resmi dan berkas perkara dari MA akan dikirimkan. Yang pasti, alamat pengiriman ditujukan kepada PN pengadu, yaitu PN Pacitan. Ia menduga hal itu karena di MA masih ada minutasi perkara. Minutasi perkara adalah proses yang dilakukan panitera pengadilan dalam menyelesaikan proses administrasi meliputi pengetikan, pembendelan serta pengesahan suatu perkara.

Mengenai proses hukum paska terbitnya petikan putusan PK, Subagyo enggan menjelaskan karena masalah itu diluar kewenangannya. Sesuai Diktum, hanya menyebut mengabulkan PK atas nama ketiga terdakwa serta membatalkan keputusan MA nomor 1760/K/Pid/2006 tanggal 11 Januari 2007 jungto putusan Pengadilan Tinggi Surabaya nomor 429/PID/2005 tanggal 13 Februari 2006 jungto putusan PN Pacitan nomor 38/PID.B/2005.PN.Pct tanggal 1 September 2005.

Dengan adanya petikan PK tersebut, para terdakwa harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Tidak itu saja, hak tersangka dipulihkan dalam kedudukan dan harkat serta martabatnya. Demikian juga dengan barang barang-barang bukti dikembalikan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bukti dalam perkara lain.

Kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan unsur pimpinan DPRD Pacitan terjadi pada APBD tahun 2001. Ketika itu, terdakwa melakukan mark up atas beberapa pos anggaran sehingga merugikan negara hingga milyaran rupiah sehingga dianggap menyalahi PP 110/2002. Padahal jika dihitung seharusnya mereka hanya menerima dana operasional sekitar Rp 236.963.841 atau 3 persen dari total PAD Kabupaten Pacitan yang hanya Rp 7.898.794.700.

Terbatasnya tenaga pegawai yakni guru di lingkup sekolah seringkali disikapi pihak sekolah dengan mengangkat sendiri tenaga honorer atau sukwan. Hal tersebut dilakukan dengan dalih untuk mencukupi kebutuhan tenaga yang dibutuhkan sekolah.

Padahal, hal itu bertentangan dengan PP No 48 Tahun 2005. Keberadaan tenaga honorer atau sukwan yang diangkat kepala sekolah statusnya hanya terdaftar di sekolah tersebut dan tidak terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Jember, sehingga hal inilah yang menyulitkan BKD untuk melakukan pendataan jumlah guru sebenarnya di Jember.

Sebab, sekolah tidak pernah melaporkan pengangkatan guru honorer atau sukwan kepada BKD. Hal itu dikatakan Akhmad Hilmi, Kasubid Mutasi Tenaga Fungsional BKD Pemkab Jember. Menurutnya, kepala sekolah tidak berwenang mengangkat guru honorer atau sukwan di sekolahnya. Mengangkat seseorang menjadi guru tidaklah mudah karena ada aturannya sendiri atau lebih dikenal dengan standart pelayanan minimal (SPM).

SPM itu, katanya, merupakan penjabaran dari Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Permen PAN) No 16 Tahun 2009. Yang juga didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.16 Tahun 2007. "Dalam aturan Permendiknas itu jelas sekali diisyaratkan bahwa guru harus lulusan Strata 1 (S-1) sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung," jelasnya.

Kalau ada sekolah yang mengangkat tenaga guru honorer atau sukwan tanpa sepengetahuan BKD, maka yang bersangkutan kurang memahami dan mengerti PP No 48 Tahun 2005 dan pihak sekolah hanya mengambil celah hukum dari PP tersebut

Iklim investasi di Jember mulai menunjukkan gairah, diantaranya ditandai dengan masuknya para pemilik modal ke Kabupaten Jember. Beberapa investor besar telah masuk seperti pembangunan pabrik semen, tambang mangan, tambang pasir besi dan lainnya.

Diharapkan dengan adanya sejumlah pemodal yang masuk Jember tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember saja. Namun lebih dari itu, masuknya modal asing maupun dalam negeri ke daerah ini, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat selain juga ikut mengentas pengangguran yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Investor yang terbaru masuk Jember yakni usaha vinil (plywood) yang masuk ke Bangsalsari. " Ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Bupati MZA Djalal, selasa (8/6).

Bupati Djalal mengungkapkan, tiga setengah tahun yang silam, setumpuk berkas berada di atas meja kerjanya. Berkas yang tak lain dari PT Sejahtera Utama Bersama� (SUB), unit Jember yang masuk desa Gambirono, Bangsalsari., berisi permohonan ijin untuk mendirikan usaha vinil di Bangsalsari.

"Dengan ucapan bismillah saya teken berkas permohon ijin usaha itu. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak," ungkapnya.

Seiring berjalannya usaha yang dijalankan PT SUB ini, masyarakat di Kecamatan Bangsalsari dan sekitarnya, banyak yang merasakan manfaatnya. Ini setidaknya terlihat dari perputaran uang yang bergulir melalui gaji yang diterima karyawan dari pabrik itu.

Dalam sebulan, PT SUB setidaknya mengeluarkan uang hingga sebesar Rp 1 milliar untuk membayar karyawannya. Belum lagi soal tenaga kerja, dengan berdirinya PT SUB unit Jember, di Bangsalsari, sekurang-kurangnya ada 500 tenaga kerja yang terserap.

“Bayangkan kalau ijin usaha ini tidak saya tandatangani, ada 500 orang yang nganggur. Tidak ada uang 500 milliar yang bergulir di Bangsalsari. Jadi ada 500 orang yang menggantungkan hidupnya pada PT SUB,” imbuhnya.

Keuntungan lain dari berdirinya PT SUB di Bangsalsari, masyarakat juga mendapat bantuan bibit sengon, yang dalam setiap tahunnya sebanyak 500 ribu batang. Bantuan bibit sengon yang diperuntukkan bagi mayarakat ini, menurut Manajer Afiliasi PT SUB Unit Jember, Sujud Wiyono, diberikan secara gratis, perusahaan hanya berharap, setelah panen, batangan pohon sangon dijual ke PT SUB.

Mantan Ketua Partai Golkar yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Jember, Machmud Sardjujono, terancam masuk bui. Sardjujono sudah dua kali mangkir dari panggilan jaksa untuk menjadi saksi di pengadilan, dalam perkara dugaan korupsi dana bantuan hukum.

Hal ini dikemukakan jaksa Adik Sri Sumarsih, di Pengadilan Negeri Jember, Selasa (8/6/2010). Ada dua terdakwa yang diadili secara terpisah dalam kasus dana bantuan hukum ini, yakni mantan Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Mudjoko, dan mantan Penjabat Bupati Jember yang saat ini menjadi Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar.

Bersama Ketua DPRD Jember periode 2004-2009, Madini Farouq, dan W@akil Ketua DPRD Jember periode yang sama, Kusen Andalas, Sardjujono pernah didakwa menerima dana bantuan hukum tak sesuai prosedur. Namun hakim di pengadilan tingkat pertama menjatuhkan vonis bebas kepadanya dan Madini. Sementara Kusen belum diadili.

Sedianya, Selasa ini Sardjujono dihadirkan sebagai saksi dalam sidang terdakwa Mudjoko. Namun, ia tak hadir. Sardjujono memang saat ini tengah menjadi buron Kejaksaan Negeri Jember, menyusul jatuhnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang mengharuskan Sardjujono masuk bui selama setahun untuk kasus penipuan.

"Kami akan panggil Pak Machmud sekali lagi. Kalau memang tak bisa dihadirkan, kepala desa tempat yang bersangkutan berdomisili harus memberi keterangan bahwa yang bersangkutan memang tak ada di tempat. Menurut data kami, Pak Machmud tinggal di Tegal Besar Kecamatan Kaliwates," kata Adik.

Namun, Sardjujono jangan terburu senang. Ada sanksi yang mengadang Sardjujono jika memang masih mangkir dari panggilan kejaksaan. Menurut pasal 21 UU nomor 31 tahun 1999, setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang
pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, diancam dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun. Dia juga harus menanggung denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Mengapa menggunakan UU 31/1999 yang diperbarui dengan UU 20/2001? "Karena ini kasus korupsi. Kalau memang mau tidak hadir, harus punya alasan tepat," kata Adik

UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Jember akan menindak tegas juru parkir (jukir) yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan bermotor yang sudah membayar parkir berlangganan, aturan parkir berlangganan tersebut diberlakukan kepada kendaraan roda dua dan roda empat dengan plat nomer Jember.

UPT Parkir sendiri selama ini terus memberikan pembinaan kepada para jukir terkait dengan parkir berlangganan tersebut, sehingga seluruh jukir yang berjumlah 290 orang dan bertugas di 300 titik lebih baik di kawasan kota maupun yang ada di kecamatan seperti Kecamatan Jenggawah, Ambulu, Balung, Kencong, Rambipuji maupun Tanggul, diharapkan tidak meminta uang jasa parkir kepada para pengendara kendaraan yang telah memiliki stiker parkir berlangganan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember Siswanto, S.SiT.MT, tindakan tegas terhadap jukir yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan dinilainya merugikan masyarakat dan akan mencoreng nama baik lembaga yakni UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember.

Saat ditanya apakah selama ini ada jukir yang meminta uang jasa parkir kepada pengendara kendaraan peserta parkir berlangganan, Siswanto menjelaskan selama ini belum ada jukir yang kedapatan menarik uang jasa parkir kepada masyarakat pelanggan parkir , namun demikian dirinya berharap kepada masyarakat pelanggan parkir berlangganan untuk ikut memantau keberadaan jukir saat melaksanakan tugasnya.

"Kalau ada jukir yang meminta uang kepada pengendara kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan, saya minta mereka yang merasa dirugikan oleh jukir untuk segera melaporkan kepada UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember," tegasnya usai memberi arahan kepada ratusan jukir yang ada dikantornya, Senin (7/6/2010).

Dicatat nama jukirnya, tempat yang bersangkutan memarkir kendaraannya, tanggal, serta jamnya, nantinya UPT Parkir akan menindaklanjuti laporan tersebut dan jukir yang bersangkutan akan diberi tindakan tegas karena telah menyalahi aturan. "Dengan mengikuti parkir berlangganan sebesar Rp 20 ribu per tahun justru masyarakat sangat diuntungkan, karena lebih hemat ketimbang parkir biasa, mengingat dalam satu hari mereka pemilik kendaraan bisa lebih dari satu kali parkir," ujarnya.

Dari 290 jukir yang dimiliki oleh UPT Parkir Dinas perhubungan Kabupaten Jember saat ini . sebanyak 237 jukir bertugas di wilayah perkotaan dan sisanya 53 jukir berada di kecamatan. UPT Parkir sendiri belum bisa memastikan apakah kedepan masih diperlukan penambahan tenaga jukir seiring dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Jember, untuk itu dalam waktu dekat UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember akan melakukan evaluasi keseluruhan jumlah jukir.

Dari pendataan tersebut nantinya dapat diketahui secara pasti kebutuhan tenaga jukir yang ada, serta perlu tidaknya UPT Parkir Dinas Perhubungan Pemkab Jember mengadakan penambahan tenaga jukir baru mengingat saat ini banyak bermunculan lokasi parkir baru. Selama ini para jukir tersebut dalam menjalankan tugasnya dilakukan secara bergantian dalam 2 shift yakni dari pukul 0.6.00. -14.00 dan 14.00 hingga 22.00, para jukir ini selama bertugas juga dilengkapi dengan tanda pengenal, dan atribut yang dipunyai seperti seragam, topi, maupun peluit hal ini untuk membedakan dengan jukir liar

Berbagai upaya untuk menekan angka golput dan suksesnya penyelenggaraan Pemilukada 7 Juli 2010 dilakukan. Bahkan upaya tersebut hingga ketingkat desa. Salah satu diantaranya dengan melakukan pawai kendaraan roda dua, di kecamatan dan pelosok-pelosok.

“Kegiatan sosialisasi adalah bentuk pemberitahuan kepada masyarakat, bahwa tanggal 7 Juli 2010 mendatang, akan ada Pemilukada. Sehingga diharapkan golput bisa ditekan,” ujar Selamet, Ketua PPK Sumberbaru, Selasa (8/6).

Acara sosialisasi pemilukada PPK Sumberbaru digelar dengan konvoi mengambil rute seluruh desa di Kecamatan tersebut. Konvoi diawali dari kantor kecamatan Sumberbaru, dilanjutkan ke desa Jatiroto, Jamintoro, Kaliglagah, Jambesari, Gelang, dan kembali ke kecamatan.

“Tahap kedua bakal digelar Sabtu, 12 Juni yang akan datang, routenya dimulai dari kecamatan, terus menuju desa Pringgowirawan, Karangbayat, Rowotengah, Sumberagung, dan kembali ke kecamatan,” imbuhnya.

Tujuannya untuk menekan angka golput sekecil mungkin, mereka mentargetkan kedatangan pemilih ke TPS mencapai 80%. Sementara itu menurut Kasi Pemerintahan Kecamatan Sumberbaru, H.A Fauzi, konvoi dipandang sebagai salah satu cara yang lebih efektif.

Tanda-tanda kalau cara tersebut efektif yakni bisa terlihat di saat arak-arakan sepeda motor melintas, masyarakat berduyun-duyun ke pinggir jalan untuk melihat konvoi. "Makanya kita pilih cara seperti ini untuk menyosialisasikan pemilukada,” katanya

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Jember membenarkan, bahwa baliho-baliho pemerintahan tak ubahnya sebuah iklan kampanye terselubung bagi kandidat petahana (incumbent).

"Kami paham, bahwa gambar bupati dan wakil bupati adalah hidden advertising. Tapi susah jika dimasukkan dalam (kategori pelanggaran kampanye) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004," kata Ketua Panwaslukada Jember Arifin Nur Budiono.

Arifin menyatakan, pandangan demikian adalah suasana sosiologis dan psikologis. Namun, secara yuridis, baliho maupun banner pemerintah daerah dengan wajah petahana cabup dan cawabup petahana tidak bisa ditertibkan. "Kalau kami menertibkan, kami yang akan dipersoalkan," katanya.

Saat ini ada empat pasang calon bupati dan wakil bupati yang berlaga dalam pemilukada Jember. Salah satunya adalah pasangan kandidat yang saat ini masih menjabat, Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas.

Secara formal, aparat pemerintah memang tak diperkenankan untuk terlibat dalam aksi mendukung salah satu calon. Namun, menurut Arifin, saat ini tim kampanye cabup sangat cerdas, sehingga bisa memanfaatkan kelemahan undang-undang.

Sementara itu, anggota DPRD Jember Masrur, meminta KPU Jember memperbanyak gambar empat pasangan calon, sehingga pemilukada di Jember tak terkesan adem ayem. "Foto yang ada di kertas suara sebaiknya diperbesar dijadikan baliho, sehingga semarak. Ini seolah-olah suasana pemilukada hanya digerakkan satu calon," katanya, menunjuk dominannya atribut kampanye calon incumbent di daerah Jember.

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Jember meminta, agar Sekretariat DPRD tidak mengundang PNS, dalam sidang paripurna pemaparan visi dan misi calon bupati-wakil bupati, 20 Juni mendatang.

Lazimnya dalam sidang paripurna DPRD Jember, camat dan kepala dinas selalu diundang untuk hadir. Namun untuk sidang paripurna kali ini, camat dan kepala dinas tak perlu hadir, karena untuk menjaga netralitas PNS.

Secara umum, semua pihak sepakat mendukung PNS tetap netral dalam pemilukada Jember. Namun masih ada pertanyaan tentang sejauh mana keterlibatan PNS dalam kampanye salah satu calon. Ketua Komisi A DPRD Jember, Jufriyadi, salah satu yang mempertanyakan hal itu kepada Panwaslukada Jember.

"Apakah larangan terhadap PNS ini hanya pada saat jam kerja, atau hingga di luar jam kerja? Bagaimana jika kemudian PNS menghadiri pidato empat calon bupati? Apakah kedatangan PNS itu bisa dikategorikan tak netral?" kata Jufriyadi, setengah bertanya.

Ketua Panwaslukada Jember Arifin Nur Budiono menegaskan, PNS dilarang terlibat dalam kampanye mendukung salah satu calon. "Perdebatan mengenai jam kerja PNS memang susah. Selama ini yang disebut PNS adalah yang memakai atribut PNS (walau di luar jam kerja)," katanya.

Arifin mencontohkan kasus yang ditangani Panwaslu saat pemilu legislatif tempo hari. Saat itu, atas laporan Panwaslu, seorang PNS guru diadili di Pengadilan Negeri Jember karena ikut berkampanye untuk Partai Keadilan Sejahtera.

Sejumlah aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)berunjukrasa di Bundaran DPRD Jember, Selasa (8/6/2010). Mereka memprotes tindakan brutal Israel yang menghadang kapal bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Para aktivis membawa bendera buatan Israel dan keranda. Mereka juga membawa poster dan gambar kekejaman Israel, dan rudal buatan. Dalam aksi tersebut, para aktivis membakar keranda dan bendera Israel.

"Kami menuntut pemerintah RI berperan lebih aktif menciptakan perdamaian dunia. Kami menuntut Israel untuk menghentikan segala bentuk tindakan kejahatan kemanusiaaan," kata koordinator aksi, Muhammad Syai'in.

AMM menuntut bangsa-bangsa dunia mengutuk serangan Israel terhadap relawan kemanusiaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga harus menhalankan fungsinya sebagai alat perdamaian. "Kami menuntut PBB menyelidiki kasus penyerangan relawan kemanusiaan di kapal Mavi Marmara dan Rachel Corrie," kata Sya'in.

Apa yang dilakukan Israel haruslah diadili di Mahkamah Internasional, karena termasuk pelanggaran HAM berat. "Kami mendukung Palestina yang merdeka dan berdaulat," kata Syai'in


Saya tidak tahu ini ide siapa pertama kali. Tapi saya yakin kehadiran bunga-bunga itu pada Minggu siang yang mendung di Surabaya melegakan kita semua. Para suporter Persebaya Surabaya yang menamakan diri Bonek (akronim dari Bondo Nekat) membagi-bagikan bunga kepada pengendara mobil plat N.

Pembagian bunga ini menjadi klimaks dari kekhawatiran semua pihak: bakal munculnya aksi balasan terhadap kekerasan yang dialami sejumlah kendaraan berplat nomor L di Malang. Beberapa hari ini masyarakat memang diresahkan oleh aksi anarkis sejumlah oknum Aremania yang berkonvoi merayakan gelar juara Arema. Selalu saja ada laporan tidak mengenakkan dari warga yang memiliki kendaraan plat L (Surabaya). Bahkan, mobil yang ditumpangi Gubernur Jawa Timur Soekarwo pun sempat jadi sasaran nakal Aremania.

Jika mengacu pada buruknya sejarah hubungan suporter kesebelasan Malang dan Surabaya, 'perang plat nomor' biasanya selalu bak pantun berbalas. Kekerasan di Malang, akan dibalas dengan kekerasan serupa di Surabaya. Begitu pula sebaliknya. Api dilawan dengan api. Akhirnya, dendam itu tak pernah berkesudahan.

Mulanya, semangat 'api dilawan dengan api' ini sempat muncul pula dari beberapa Bonek. Di beberapa grup Facebook penggemar Persebaya, ada seruan untuk membalas aksi tersebut dengan aksi kekerasan yang tak kalah garang di Surabaya. Jika itu betul-betul terjadi, bisa dipastikan kondisi dua kota besar di Jawa Timur akan mencekam.

Akhirnya, aksi balasan itu memang terjadi. Namun kali ini, sejumlah suporter Bonek membalasnya dengan aksi simpatik. Sebutlah ini aksi 'Revenge With Flower': membalas dengan bunga. Bunga di era 1970-an adalah lambang persahabatan yang sangat populer, sehingga generasi muda di masa itu disebut Generasi Bunga (Flower Generation). Mereka menentang perang.

Bagi kita yang terbiasa dengan stigma kekerasan yang melekat pada Bonek, Revenge With Flower tentu terasa aneh. Bagi kita yang terbiasa berpikir hitam-putih dalam memandang segala sesuatu, aksi itu terdengar asing.

Namun sesungguhnya, banyak hal yang bisa diharapkan dari aksi ini. Pertama, kita bisa berharap, aksi seperti ini menjadi upaya bagus untuk memecah rantai lingkaran setan dendam di antara kedua suporter. Selama ini aksi saling balas seperti tak berkesudahan, dan masyarakat luas selalu menjadi korban. Dengan tidak adanya aksi balasan kali ini, kita berharap ada lembaran baru yang dibuka untuk sbeuah rivalitas yang lebih bernalar.

Rivalitas dalam sepakbola memang mengasyikkan. Tanpa rivalitas dua kesebelasan dan pendukungnya, maka pertandingan sepakbola tak memiliki rohnya: memberikan kebanggaan. Namun rivalitas tak seharusnya berdarah-darah, karena di atas semua itu, di atas perbedaan warna kaos tim kebanggaan, ada merah putih dan garuda di dada kita.

Hal kedua yang bisa diharapkan adalah perubahan cara pandang. Sudah saatnya kita semua memandang segala sesuatu dengan lebih berwarna. Setiap kelompok suporter memiliki kelemahan dan kelebihan. Mereka bukan malaikat, namun mereka juga serta-merta bukan iblis. Jika sebuah komunitas adalah kumpulan banyak orang, maka sebagaimana halnya manusia, mereka terdiri dari banyak ragam.

Menjadi Bonek, menjadi Aremania, menjadi Tha Jakmania, menjadi Viking, atau menjadi bagian dari kelompok suporter apapun, bukanlah kejahatan. Perbuatan masing-masinglah yang menentukan kebaikan dan keburukan. Kebajikan berganjar pahala. Dan dalam setiap kejahatan, pertanggungjawaban individulah yang dikedepankan: jika anda mencuri, maka anda harus mempertanggungjawabkan di muka hukum, tak peduli apa warna baju Anda. Sederhana saja.

Diakui atau tidak, pola pandang terstigmatisasi tentang sebuah kelompok suporter membuat kita mudah lengah. Kita memancang kewaspadaan terus-menerus pada satu kelompok, dan memperlunak pada kelompok suporter yang lain. Padahal, setiap kelompok suporter selalu memiliki potensi untuk rusuh. Di Inggris, kerusuhan bisa diberantas dengan mewaspadai semua kelompok suporter, dan pihak yang memiliki otoritas melakukan dua pendekatan: represif terhadap pelaku kekerasan, dan mendukung setiap upaya kelompok suporter yang mencoba santun.

Ketiga yang bisa diharapkan dari aksi 'Revenge With Flower' Bonek, adalah efek bola salju. Sebagian besar pelaku aksi kekerasan yang ditangkap polisi masih berusia belasan tahun. Mereka membutuhkan kebanggaan dan identitas, dan mudah meniru perilaku rekan sekelompoknya. Kita berharap, perilaku 'membalas dengan bunga' akan ditiru oleh Bonek yang berusia belasan tahun ini, dan secara perlahan meninggalkan laku negatif.

Tentu saja, kita tak bisa berharap satu gerakan 'Revenge With Flower' akan mengubah laku negatif suporter secara keseluruhan dalam waktu pendek. Seperti saya katakan, suporter adalah kelompok yang beragam. Namun, laku positif seperti ini perlulah didukung. Tak ada salahnya aparat pemerintah dan keamanan memberikan apresiasi, selain menindak tegas setiap pelaku kekerasan. Media massa seharusnya memberikan dukungan pula. Tak hanya mengeksploitasi laku kekerasan suporter, media massa juga perlu berlaku adil dengan memberitakan setiap laku positif dan simpatik.

Bill Shankly, manajer legendaris Liverpool, pernah mengatakan: sepakbola melebihi hidup dan mati. Saya kira dia benar. Sepakbola melebihi hidup dan mati, selama dalam sepakbola ada penghargaan terhadap kemanusiaan.

Akhirul kata: mari kita menyanyikan kembali bait lagu 'Satu Jiwa' karya Power Metal, sebuah kelompok musik heavy metal Surabaya. Lagu ini tenar di awal 1990-an. Sebuah lagu yang bercerita tentang persahabatan: 'Kau yang di sana, dan kau yang di sini... di manakah suaramu? Kau yang di sana dan kau yang di sini... jabat erat tanganmu!'

Salam satu jiwa satu nyali... wani untuk berdamai, jiwa perdamaian.

Meski Komisi Banding (Komding) PSSI telah mengabulkan Pengajuan Kembali (PK) Persik Kediri atas kekalahan Walk Over (WO) dari Persebaya Surabaya, namun kesempatan ‘Macan Putih’ untuk keluar dari zona degradasi pada ajang Indonesia Super League (ISL) 2009/10 putaran kedua masih sulit.

Menyusul, pihak keamanan (Polresta Kediri, red) yang masih bersikukuh untuk mencekal derby Jawa Timur (Jatim) itu digelar di Stadion Brawijaya Kediri. Padahal, tim sepak bolan Kota Tahu tersebut saat membutuhkan tujuh gol sekaligus dari ‘Bajul Ijo’ agar dapat mengungguli jumlah gol Pelita Jaya Jawa Barat

Ditegaskan Kabag Ops Polresta Kediri Sudarmanto, jika keputusan untuk tidak menggunakan Stadion Brawijaya memang sudah menjadi kesepakatan besama. Yakni, hasil dari koordinasi antara, managemen Persik, Panitian Pelaksana Pertandingan (Panpel), dan Polresta Kediri.

"Alasannya tetap karena keamanan. Dan ini sudah kesepakatan bersama. Termasuk Panpel Persik juga sudah menyetujui keputusan ini," ujar Sudarmanto, Selasa (8/6/2010)

Sementara itu, jadwal dari laga ulang, sekaligus penutup laga kedua tim itu rencananya belum ditentukan. Panpel persik kembali dituntut untuk mencari stadion alternative dalam waktu singkat.

Apabila panpel gagal, seperti halnya kegagalan pada laga 29 April lalu, maka peluang Macan Putih sudah benar-benar tertutup, dan harus rela turun kasta ke Divisi Utama. Sementara itu, berdasarkan informasi dari managemen, mereka sudah memiliki gambaran untuk menggunakan Stadion Kanjuruhan Malang.

Seusai melakukan olah TKP, polisi ragu telah terjadi pencurian di kamar 856 Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat, Surabaya. Keraguan itu setelah petugas reskrim Polsek Genteng menemukan 5 kejanggalan.

"Kejanggalan pertama tidak ada kerusakan pada pintu kamar 856 tempat korban menginap," ujar Kapolsek Genteng AKP Kusworo Wibowo di Mapolsek, Selasa (8/6/2010).

Selain itu, polisi tak menemukan kerusakan pada jendela. Jendela di kamar 856 ini mati, artinya tak bisa dibuka dan ditutup.

"Untuk masuk ke kamar harus memecah jendela terlebih dahulu. Tapi ini jendela tak pecah," papar mantan Kasat Reskrim Polres Malang ini.

Selain itu, tambah Kusworo, plafon masih utuh. "Tak ada plafon yang jebol. Dan satu hal lagi di meja tersebut ada Blackberry, lalu kenapa Blackberry tak ikut diambil," terang Kusworo.

Dan yang paling meragukan polisi adalah tidak ada print orang masuk kamar selain korban. "Di hotel Bumi setiap orang yang masuk kamar itu terekam melalui print. Dan tak ada orang lain selain korban yang masuk kamar," jelas Kusworo.

Meski menemukan banyak kejanggalan, tapi polisi tetap akan terus melakukan penyelidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) asal Bandung, Merly Susilowati (52) dan Ir. M. Syamsuddin Noor (62) kehilangan uang dan perhiasan. Kejadian yang menimpa pasutri asal Cipedes, Bandung ini saat pasutri ini menginap di kamar 856 Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rakhmat

Penempatan pejabat di lingkungan Pemprov Jatim didasari tiga pertimbangan, yakni kompetensi, kepemimpinan, dan loyalitas.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan hal itu ketika memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) 26 pejabat eselon II di ruang Binaloka Kantor Gubernur Jatim, Jl Pahlawan Surabaya, Selasa (8/6/2010).

"Kompetensi, keahlian dan kemampuan ilmu sangat diperlukan oleh seorang pejabat untuk menjalankan tugas dari gubernur. Penempatan pejabat kali ini, ada dasar dan benang merahnya. Jadi nggak asal-asalan," tegas Gus Ipul yang baru saja terpilih Ketua KONI Jatim ini.

Dia mencontohkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun (pengganti Suwanto yang pensiun) dulunya pernah bertugas di Dinas Pendidikan. Begitu pula Kepala Dinas Pariwisata Jarianto memiliki keahlian yang terkait dengan bidang pariwisata.

Pertimbangan kedua, lanjut Gus Ipul, adalah faktor kepemimpinan, yang menjadi faktor penting suksesnya tugas atau tidak. Karena itu sebelum menempatkan diperiksa dulu kemampuan kepemimpinannya. Kemudian, faktor loyalitas.

"Loyalitas mengandung totalitas yang juga mengandung inovasi-inovasi. Orang yang totalitas terhadap pekerjaannya, pasti akan melahirkan kreasi dan inovasi yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu baru yang efektif. Ini diperlukan untuk menghasilkan jalan pintas yang bisa menjadi solusi. Jadi, loyalitas terhadap pekerjaan itu penting selain loyalitas terhadap organisasi," tuturnya.

Berdasarkan keputusan Gubernur Jatim No 821.2/923 dan 924/212/2010 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan, Pejabat Eselon II yang dilantik pada 31 Mei 2010 adalah Sekretaris Korpri Jatim Agung Harianto, Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Hukum dan Politik Soekardi (sebelumnya sekretaris Korpri), Asisten I Pemerintahan Sekdaprop Jatim Gatot Hendro Priyono (sebelumnya Kepala Bakorwil III Malang), Asisten III Kesejahteraan Masyarakat Sekdaprov Jatim Edi Purwinarto (sebelumnya Sekretaris DPRD Jatim).

Kadisnakertransduk Jatim Hary Soegiri (sebelumnya Asisten III), Kadis PU Bina Marga Jatim Gentur Prihantono (sebelumnya Kadisnakertransduk), Kadis PU Pengairan Jatim Supaad (sebelumnya Kadis PU Bina Marga), Kadinsos Jatim Mustofa Chamal Basya (sebelumnya Kadis PU Pengairan), Kabiro Adminitrasi Pembangunan Setdaprop Jatim Dachlan.

Kabandiklat Jatim Warno Hari Sasono (sebelumnya Kabiro Administrasi Pembangunan), Kadis Pendidikan Jatim Harun (sebelumnya Kabandiklat), Kabiro Administrasi Pemerintahan Umum Setdaprov Jatim Suprayito, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Jarianto (sebelumnya Kabiro Administrasi Pemerintahan Umum).

Kadisnak Jatim Suparwoko Adisoemarto (sebelumnya Waka Dinas Perikanan dan Kelautan), Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Ekonomi dan Keuangan Tadjuddin Nur Kadir (sebelumnya Kadisnak), Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan di Pamekasan Eddy Santoso.

Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Pembangunan Idrus, Kabiro Administrasi Kerjasama Setdaprov Jatim Lili Soleh Wartadipraja, Kabiro Adminitrasi Kesejahteraan Rakyat Setdaprop Jatim Saiful Rachman (sebelumnya Kabiro Administrasi Kerjasama).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jatim Siswanto (sebelumnya Kabiro Administrasi Kesejahteraan Rakyat), Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan di Malang Harjogi (sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Inspektur Provinsi Jatim Zarkasi, Kabiro Organisasi Setdaprov Jatim Ratnadi Ismaon, Sekretaris DPRD Jatim Sukardo (sebelumnya Kabiro Organisasi), Direktur RSU dr Saiful Anwar Malang dr Dodo Anondo, Direktur RSU dr Soedono Madiun dr Restu Kurnia T

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.