Translate 2 ur Languages

Minggu, 05 September 2010

PEMERINTAHAN-Tak Tegas, Wilayah RI Bisa Dicaplok Tetangga

Menjelang perundingan dengan pihak Malaysia di Kinabalu, Senin (6/9), Pemerintah didesak untuk bersikap tegas terkait soal perbatasan. Jika tidak, wilayah Indonesia akan terus dicaplok bukan hanya oleh Malaysia, melainkan juga negara lainnya, khususnya Singapura.

"Saya kira memang pemerintah harus lebih tegas, perbatasan antarnegara itu kan sudah ditetapkan sejak dulu," ujar Wakil Ketua Fraksi Hanura di DPR Syarifuddin Sudding saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Minggu (5/9).

Menurut Sudding, pemerintah Indonesia layak khawatir karena negara-negara seperti Malaysia dan Singapura sangat agresif dalam memperluas daratannya. Sehingga bisa berimplikasi berubahnya batas negara dan zona ekonomi eksklusif.

"Singapura juga selalu memperluas daratan mereka. Itu akan berpengaruh terhadap perbatasan nantinya," tegas Sudding yang juga anggota Komisi V DPR itu.

"Negara-negara tetangga itu sering mencaplok. Kita saja yang enggak pernah mencaplok dan justru malah dicaplok," sindir Sudding.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia akan merundingkan wilayah perbatasan laut kedua negara di Kinabalu, Malaysia pada Senin, 6 September. Perundingan tersebut akan dihadiri oleh menteri luar negeri kedua negara serumpun itu

PEMERINTAHAN-Demi NKRI, Indonesia Tak Boleh Ngalah

Pemerintah Indonesia diminta tak minder terhadap pemerintah Malaysia dalam perundingan di Kinabalu untuk membahas mengenai wilayah perbatasan.

Ketua Fraksi PAN di DPR Tjatur Sapto Edy mengatakan, pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa tak boleh mengalah sejengkalpun mempertahankan kedaulatan NKRI.

"Indonesia harus datang dengan kepala tegak dan percaya diri karena kita ada di pihak yang benar. Kita tidak boleh inferior dengan malaysia," ujat Tjatur kepada INILAH.COM Minggu (5/9).

Menurut Tjatur, jika perundingan di Kinabalu berakhir buntu maka pemerintah Indonesia harus siap maju ke Pengadilan Internasional.

"Kita duluan saja yang menggugat ke Pengadilan Internasional, tak perlu menunggu Malaysia yang melakukan itu," ujar Tjatur.

Sebagaimana diketahui, Senin (6/9) pemerintah Indonesia dan Malaysia akan melakukan pertemuan di Kinabalu, Malaysia untuk membahas batas wilayah kedaulatan kedua negara. Kedua negara akan diwakili oleh menteri luar negeri.

KAB.TUBAN-Tehnik Perenang Alami Penurunan

Kemampuan tehnik perenang-perenang binaan Pengkab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tuban mengalami penurunan.

Buktinya, dalam beberapa kejuaraan terakhir, prestasi perenang Tuban tak terlalu moncer. Terakhir, ketika mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Nganjuk beberapa waktu lalu, tak satupun perenang Tuban yang mampu merebut emas. Hal itu berbeda dengan Popda sebelumnya yang berhasil menyumbangkan medali emas.

Nah, merosotnya prestasi atlet-atlet renang itu menjadi perhatian Pengkab PRSI Tuban. ''Kami fokus pada pembenahan tehnik,'' kata ketua Pengkab PRSI Tuban, Siswoyo.

Dikatakan dia, tehnik ini terkadang yang sering dilupakan para perenang Bumi Ronggolawe ketika turun bertanding. Sehingga, meski kejuaraan yang bakal diikuti atlet-atletnya masih lama, pihaknya tetap memberikan latihan. ''Namun porsinya berkurang. Selain itu, agar tehnik yang sudah dimiliki tidak luntur,'' tuturnya.

KAB.TUBAN-Ketua DPW PPP Jatim Dilaporkan ke DPP

Kondisi internal DPC PPP Tuban terus memanas. Kini, sekretaris DPC PPP Tuban, Syamsul Ma'arif melaporkan ketua DPW PPP Jatim Musyafa' Noer ke DPP DPP.

Pengaduan tersebut terkait pelaksanaan rapat pemilihan ketua DPC pada 30 Agustus lalu yang dipimpin oleh Musyafa' karena dinilai melanggar AD/ART partai. ''Saya ke DPP sudah dua hari,'' tegas Syamsul Ma'arif ketika dihubungi via ponselnya kemarin.

Isi pelaporan tersebut, kata Ma'arif, tentang apa yang dilanggar oleh kubu dua wakil ketua DPC, Ago Sahabudin-Nurlinah. Sebab, dalam undangan yang ditandatangani oleh Musyafa' Noer itu masih mengatasnamakan sebagai ketua DPC. Padahal, menurut dia, dalam AD/ART pasal 7 dijelaskan yang merangkap jabatan harus memilih salah satunya. Dan salah satu jabatan yang tidak dipilih maka akan gugur dengan sendirinya. Saat itu, Musyafa' Noer menjabat ketua DPW PPP Jatim dan ketua DPC PPP Tuban.

Selain itu, kata Ma'arif, stempel yang digunakan diduga palsu. Sebab, stempel yang asli masih dipegang politisi yang berada di kubu Abdul Fatah itu.

Sementara itu, rapat yang diselenggarakan pada 30 Agustus lalu akhirnya memilih Muhdlor Nurhadi sebagai ketua DPC PPP menggantikan Musyafa' Noer. Muhdlor merupakan adik kandung Musyafa' Noer. Kubu Ago Sahabudin-Nurlina kabarnya sudah mengusulkan Muhdlor ke DPW PPP dengan tembusan DPP PPP.

Wakil ketua DPC PPP Tuban Nurlina ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. ''Saya nggak komentar dulu,'' jawabnya singkat.

Sebelumnya, pada 10 Agustus lalu juga sudah dilakukan pemilihan. Politisi senior asal Soko, Abdul Fatah terpilih dengan dukungan 16 pengurus cabang. ''Setelah saya cek ke DPP, nama Muhdlor Nurhadi belum masuk. Namun yang sudah masuk nama Abdul Fatah,'' kata Ma'arif.

KAB.TUBAN-Aniaya Majikan, Sopir Ditahan

Tersinggung dengan omongan majikannya, Tangkis, 38, nekad menganiaya majikannya pada Jumat (3/9) siang. Setelah memukuli dengan tiga buah batu, warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan ini nyaris membabat tubuh korban dengan parang.

Roto, 45, korban penganiayaan tersebut baru kemarin (4/9) melapor ke Mapolres Tuban setelah sehari sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Grabagan. Korban kepada petugas mengatakan, penganiayaan tersebut dipicu dari utang solar Tangkis senilai Rp 300 ribu. Utang itulah yang ingin ditanyakan kepada sopir pikapnya.

Rupanya, pertanyaan tersebut membuat Tangkis naik pitam. Dia kemudian mengambil tiga buah batu dan dipukulkan pada tangan kiri, kaki kiri, dan jari kaki kiri korban. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, tersangka yang kini ditahan di Mapolres Tuban dijerat dengan pasal 351 KUHP. ''Untuk keperluan penyidikan, tersangka masih kami mintai keterangan,'' tuturnya.

KAB.TUBAN-Satpol PP Macan Ompong

Peraturan daerah yang tidak memperbolehkan pemasangan spanduk melintang jalan nampaknya belum terlaksana dengan baik.

Buktinya, hingga kini masih ada sejumlah spanduk yang dipasang melintang diatas jalan. Misalnya, dua spanduk yang melintang di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Tuban. Di ruas jalan utama pantura dan sejumlah ruas jalan poros kecamatan juga terdapat spanduk yang melintang. Pemasangan spanduk yang melanggar aturan itu sudah berlangsung beberapa pekan, namun belum ada tindakan dari Satpol PP.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk spanduk dijalur pantura yang melintang dari perbatasan Jateng sampai Lamongan yang berjumlah 16 titik itu ada izin khusus. Sebab, spanduk tersebut berisi imbauan bagi pengguna jalan. ''Itu ada izin khusus ke bupati,'' tegas dia.

Dikatakan dia, izin pemasangan spanduk tersebut mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Sementara, untuk spanduk yang melintang di jalan poros kecamatan akan segera ditertibkan. Sebab, hal ini demi ketertiban.

KAB.TUBAN-Mulai H-4, Truk Dilarang Beroperasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban terus mengawasi sejumlah titik di jalur pantura. Hal ini untuk memantau kendaraan khususnya truk gandeng dan kontainer menjelang dan sesudah lebaran.

''Sebab sesuai surat dari Dirjen Perhubungan Darat, untuk truk-truk dilarang beroperasi mulai H-4 sampai H+1,'' kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Tuban, Faraith A Tulis ketika dikonfirmasi kemarin.

Dengan demikian, mulai 7-11 September kendaraaan besar dilarang melintas. Kecuali pengangkut BBM, susu, sembilan bahan pokok, serta barang-barang ekspor. Kendaraan-kendaraan tersebut mendapatkan izin dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) provinsi.

Dikatakan dia, pemberlakukan pelarangan kendaraan besar beroperasi itu dimaksudkan agar pemudik bisa melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman.

KAB.TUBAN-Ditangkap, Pemuda yang Tipu Motor

Satu dari dua pelaku yang melarikan motor Yamaha Mio milik Indrayani, 18, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding pada Kamis (26/8) lalu, kemarin (4/9) dibekuk.

Dia adalah Wahyu Zaini, 23, warga Dukoh, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Sementara satu tersangka lain, Gepeng alias Toni warga Pare, Kediri masih buron. Wahyu ditangkap setelah polisi berhasil memancingnya datang di Alon-Alon Tuban. Untuk menjebak penjahat yang menjadi target operasi (TO)-nya tersebut, polisi terpaksa memanfaatkan salah satu temannya.

Penipuan motor tersebut bermula saat Wahyu menghubungi ponsel Indrayani untuk memintanya datang ke Alon-Alon. Begitu datang, Wahyu menyampaikan maksudnya untuk pinjam motor. Keperluannya, mengantar Gepeng temannya. Karena sudah lama mengenal Wahyu, Indrayani tak keberatan motornya dibawa. Setelah motor dibawa, kedua pemuda yang meminjam tak pernah kembali.

Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan terungkap motor hasil kejahatan tersebut digadaikan kepada seseorang di Babat dengan harga Rp 3 juta. Uang hasil gadai tersebut, diberikan Gepeng kepada Wahyu Rp 1 juta. Sisanya, dipakai sendiri. Dikatakan Yani, belakangan terungkap motor tersebut kembali ditebus Gepeng. ''Keberadaan motor Mio tersebut sekarang ini masih kami selidiki,'' kata dia.

KAB.TUBAN-Posko Mudik Senyum Indosat Dibuka

Posko mudik lebaran Indosat di rest area rumah makan Taman Sari Tuban kemarin (4/9) dibuka.

Posko mudik dengan tema Mudik Senyum Indosat ini dibuka oleh Head of Region East Java Bali Nusa Tenggara Indosat, Bayu Hanatasena dan Group Head Strategic Marketing Indosat, Fuad Fahrudin. Keduanya berkesempatan membuka posko dengan menabuh beduk dan memotong balon bertuliskan Mudik Senyum Indosat. Setelah itu, mereka melihat kondisi rest area Indosat.

Posko tersebut dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain, musala, sofa, toilet, matras untuk rebahan, bale-bale istirahat, taman bermain anak-anak, kamar mandi dan toilet, pijat segar, makanan dan minuman dingin, pijat refleksi, dan ruang menyusui. Selain itu, terdapat voucher isi ulang, I-ring, hot-spot, dan kartu perdana,

Semua layanan tersebut didukung oleh kesiapan jaringan Indosat yang terus ditingkatkan kapasitasnya. Serta, implementasi modernisasi jaringan sehingga dapat mendukung layanan yang semakin berkualitas bagi pelanggan, khususnya selama Ramadan dan mudik Lebaran. ''Ini berlaku bagi pelanggan Indosat maupun yang tidak pelanggan Indosat. Jadi semua masyarakat,'' tegas Fuad Fahrudin.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program mudik bareng dari Jakarta menuju tiga kota besar yakni Jogjakarta, Semarang, dan Surabaya. Dia mengatakan, di seluruh Indonesia pihaknya membuka 1.357 posko mudik dan outlet Indosat. Hal ini dikarenakan Indosat konsisten masyarakat. ''Yang jelas, kami ingin memberi kenyaman para pelanggan Indosat maupun yang tidak pelanggan,'' tuturnya.

KAB.TUBAN- Curanmor Lintas Tuban-Bojonegoro Maling Motor yang Ditangkap Massa di Widang

Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap massa di sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang pada Jumat (3/9) lalu langsung menjalani sejumlah rangkaian interogasi.

Hasilnya, untuk sementara kedua pelaku, M. Thokol, 42, dan Sulaeman, 35, keduanya warga Bojonegoro juga terungkap mencuri di lima tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Lima TKP tersebut, Vega warna silver di jalan dekat pabrik Petrochina, Desa Rahayu, Kecamatan Soko (2006); Honda Supra 125 warna merah di SPBU Rengel (2008); dan Yamaha Jupiter biru di wilayah Kecamatan Kapas, Bojonegoro (2007). Berikutnya, Supra 125 di Sumberejo, Bojonegoro serta Supra di jembatan Glendeng, Bojonegoro.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, selain menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, dua tersangka juga diinterogasi untuk mengungkap penadah motor hasil kejahatannya.

Dikatakan Budi, sangat mungkin TKP yang diakui dua pelaku curanmor ini lebih sedikit dibanding dengan tindak pidana yang dilakukan. ''Ini yang terus kami dalami. Sangat mungkin, banyak TKP yang disembunyikan. Petunjuk inilah yang masih kami gali,'' tegas dia.

Dua maling motor ini ditangkap setelah tepergok saat beraksi di jalan sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kejadian tersebut berawal saat motor Supra 125 milik Pardam, 38, warga desa setempat diparkir di pematang sawah. Saat itu, kedua pelaku yang tengah melintas dengan motor Smash yang belum diketahui identitasnya langsung menyatroni. Sulaeman menjadi eksekutor pencurian tersebut. Dia turun dan merusak paksa kunci motor korban. Sementara Thokol menunggu diatas motornya. Saat hendak kabur, korban memergokinya dan meneriaki maling. Dalam pengejaran tersebut kedua pelaku berhasil ditangkap. Massa yang emosi menghajarnya dan membakar motor yang dipakai operasi.

KAB.TUBAN- Bubur Suro, Makanan yang selalu Hadir di Tuban saat Ramadan Yang Mengantre Timba Kecil sampai Mangkuk

Bubur suro. Makanan ini tak asing bagi sebagian besar warga Kota Tuban ketika Ramadan. Khususnya, yang tinggal di perkampungan Arab, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

SELAMA bulan suci Ramadan, bubur khas Arab ini dibuat dalam jumlah besar di halaman Masjid Muhdor, Jalan Pemuda dan halaman Masjid Astana kompleks Makam Sunan Bonang untuk

dibagikan kepada warga. Tak ada satu pun literatur yang mengupas sejarah bubur ini. Sepertinya, latar belakang tradisi pembuatan bubur sura selama puasa Ramadan tersebut ditenggelamkan popularitas bubur itu sendiri.

Kekhasan dari bubur yang hanya muncul setiap puasa Ramadan ini adalah rasa dan aromanya yang khas rempah-rempah. Makanan ini memang identik dengan masakan Arab. Itu setidaknya bisa dilihat dari bahan yang digunakan.

Muinah, salah satu pemasak bubur suro, menyatakan, bahan utama masakan ini adalah beras. Namun, untuk pelezat dan kaldunya dicampur bumbu gule, santan, balungan sapi, dan aneka rempah.

Karena peminat bubur ini selama puasa Ramadan cukup besar, sekali memasak Masjid Astana menghabiskan 10 kg beras, 10 buah kelapa untuk diambil santannya, 5 kg balungan sapi, dan 250 mg bumbu gule. Memasaknya pun harus menggunakan dua wajan berukuran besar berbahan kuningan.

Perapiannya juga khas dengan tungku berbahan kayu.

Bubur ini mulai dimasak habis zuhur sekitar pukul 12.00 dan baru matang selesai salat ashar.

Sejumlah musala di Kota Tuban mengirimkan perwakilannya untuk meminta jatah di dua masjid itu untuk santapan berbuka.

Ada pemandangan khas setiap kali bubur ini dibagikan sekitar pukul 17.00. Pemandangan tersebut adalah beragamnya wadah yang mengantri. Paling besar wadah yang mengantri adalah timba kecil. Berikutnya, kuali, ember, dan mangkuk.

Tak jelas, kapan tradisi itu mulai ada dan siapa yang merintisnya. Tak satu pun warga Tuban yang mengetahui persis latar belakang bubur yang hanya muncul setiap tahun, persisnya menjelang buka puasa Ramadan tersebut.

''Warga hanya mengetahui bubur tersebut dinamakan sura karena pembuatannya seperti bubur sura,'' ujar Rohim, salah satu warga di kompleks Masjid Astana.

Sebenarnya, bubur ini sudah masak sekitar pukul 16.00. Hanya, tradisi turun-temurun mengharuskan tetap dibagikan menjelang buka sekitar pukul 17.00. Pembagian bubur yang aromanya seperti nasi kebuli (nasi yang dirempahi) tersebut tak lama. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Untuk menuangkan bubur ke wadah warga yang mengantre, petugas yang setiap tahun mendapat tugas yang sama cukup terampil menciduk bubur dan membaginya dalam wadah-wadah.

Lazim, salah satu juru kunci makam Sunan Bonang Tuban, mengatakan, menurut cerita tutur yang diterimanya, pembuatan bubur sura tersebut dimulai dari keluarga Ali Alkaf, warga keturunan Arab. Hal itu, menurut dia, bisa jadi benar karena saat kecil dua warga Arab yang akrab dipanggil Bapoh Gamar atau Bapok Kembar (dua saudara kembar) mengurusi dan membiayai pembuatan bubur sura tersebut.

Sekarang, pembuatan bubur tersebut diurus keluarga Ali Alkaf, keturunan Bapoh Gamar. Selain pengusaha ini, sejumlah warga Tuban juga menjadi donatur dengan mengirimkan bahan baku bubur tersebut.

KAB.TUBAN-Keroyok Tetangga, Ibu-Anak Diamankan

Dituduh mengeroyok tetangganya hingga babak belur, seorang ibu dan anak remajanya kemarin (4/9) diamankan Satreskrim Polres Tuban. Keduanya Anim, 40, dan Adi, 18, warga salah satu desa di Kecamatan Palang. Dari dua tersangka ini, polisi mengamankan sebuah balok bambu dan sebuah batu.

Elsiana, 36, korban penganiayaan tersebut, kepada petugas mengatakan, pengeroyokan terhadap dirinya tersebut bermula saat Rada, 17, anaknya, berkelahi dengan Adi. Akibat perkelahian tersebut, wajah anaknya terluka. Setelah menerima pengaduan anaknya, Elsiana kemudian mendatangi Adi dan menunjukkan luka di wajah anaknya.

Saat menunjukkan luka itulah tanpa sengaja salah satu jarinya mengenai mata Adi. Ternyata Adi tidak terima dan mengadu kepada ibunya. Selanjutnya, Anim pun mendatangi Elsiana. Keduanya lalu cekcok mulut hingga akhirnya saling menjambak rambut. Perkelahian jadi tidak imbang setelah Adi ikut-ikutan membantu ibunya. Dia mengambil beberapa bongkahan batu dan dilemparkan hingga mengenai muka dan dada Elsiana.

Korban merasa kian tersudut setelah Anim juga mengambil sebuah batang bambu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, ibu dan anak yang jadi terlapor dalam kasus pengeroyokan tersebut baru dimintai keterangan untuk dikonfrontasi dengan keterangan korban. ''Untuk meyakinkan luka yang diderita pelapor, kami sudah memintakan visum et repertum ke dokter,'' kata dia.

KAB.TUBAN-Dua Peleton Sniper Diterjunkan di Jalur Pantura

Dua peleton sniper dari Brimob Mabes Polri dan Polda Jatim diturunkan untuk memback up pengamanan di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Tuban. Statusnya, bantuan kendali operasi (BKO).

Kemarin (4/9), satu peleton (23 personel) pasukan Brimob Polda Jatim bersenjata laras panjang jenis AK tiba. Begitu datang, pasukan tersebut kemudian diterjunkan ke Pos Pengamanan di Jati Peteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Sementara satu peleton (35 personel) pasukan Brimob Mabes Polri yang diagendakan tiba hari ini, bakal ditempatkan di Pos Pelayanan di perbatasan Jatim-Jateng.

Di antaranya, masing-masing sepuluh personel di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar; Pos Temangkar Kecamatan Widang, dan Pos Boom. Kedatangan pasukan elit Polri tersebut disambut Kabag Ops Polres Tuban Kompol Agus Widodo di Jati Peteng.

Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika mengatakan, sniper dari brimob tersebut sengaja ditempatkan di sejumlah titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gangguan kriminalitas, salah satunya bajing loncat. ''Seluruh pasukan itu menggunakan peluru tajam,'' kata Nyoman.

Menurut dia, selain gangguan kriminalitas, pasukan itu juga siap diterjunkan untuk membantu penanganan kecelakaan, kemacetan, dan insiden lainnya.

Menjelang perundingan dengan pihak Malaysia di Kinabalu, Senin (6/9), Pemerintah didesak untuk bersikap tegas terkait soal perbatasan. Jika tidak, wilayah Indonesia akan terus dicaplok bukan hanya oleh Malaysia, melainkan juga negara lainnya, khususnya Singapura.

"Saya kira memang pemerintah harus lebih tegas, perbatasan antarnegara itu kan sudah ditetapkan sejak dulu," ujar Wakil Ketua Fraksi Hanura di DPR Syarifuddin Sudding saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Minggu (5/9).

Menurut Sudding, pemerintah Indonesia layak khawatir karena negara-negara seperti Malaysia dan Singapura sangat agresif dalam memperluas daratannya. Sehingga bisa berimplikasi berubahnya batas negara dan zona ekonomi eksklusif.

"Singapura juga selalu memperluas daratan mereka. Itu akan berpengaruh terhadap perbatasan nantinya," tegas Sudding yang juga anggota Komisi V DPR itu.

"Negara-negara tetangga itu sering mencaplok. Kita saja yang enggak pernah mencaplok dan justru malah dicaplok," sindir Sudding.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia akan merundingkan wilayah perbatasan laut kedua negara di Kinabalu, Malaysia pada Senin, 6 September. Perundingan tersebut akan dihadiri oleh menteri luar negeri kedua negara serumpun itu

Pemerintah Indonesia diminta tak minder terhadap pemerintah Malaysia dalam perundingan di Kinabalu untuk membahas mengenai wilayah perbatasan.

Ketua Fraksi PAN di DPR Tjatur Sapto Edy mengatakan, pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa tak boleh mengalah sejengkalpun mempertahankan kedaulatan NKRI.

"Indonesia harus datang dengan kepala tegak dan percaya diri karena kita ada di pihak yang benar. Kita tidak boleh inferior dengan malaysia," ujat Tjatur kepada INILAH.COM Minggu (5/9).

Menurut Tjatur, jika perundingan di Kinabalu berakhir buntu maka pemerintah Indonesia harus siap maju ke Pengadilan Internasional.

"Kita duluan saja yang menggugat ke Pengadilan Internasional, tak perlu menunggu Malaysia yang melakukan itu," ujar Tjatur.

Sebagaimana diketahui, Senin (6/9) pemerintah Indonesia dan Malaysia akan melakukan pertemuan di Kinabalu, Malaysia untuk membahas batas wilayah kedaulatan kedua negara. Kedua negara akan diwakili oleh menteri luar negeri.

Kemampuan tehnik perenang-perenang binaan Pengkab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Tuban mengalami penurunan.

Buktinya, dalam beberapa kejuaraan terakhir, prestasi perenang Tuban tak terlalu moncer. Terakhir, ketika mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Nganjuk beberapa waktu lalu, tak satupun perenang Tuban yang mampu merebut emas. Hal itu berbeda dengan Popda sebelumnya yang berhasil menyumbangkan medali emas.

Nah, merosotnya prestasi atlet-atlet renang itu menjadi perhatian Pengkab PRSI Tuban. ''Kami fokus pada pembenahan tehnik,'' kata ketua Pengkab PRSI Tuban, Siswoyo.

Dikatakan dia, tehnik ini terkadang yang sering dilupakan para perenang Bumi Ronggolawe ketika turun bertanding. Sehingga, meski kejuaraan yang bakal diikuti atlet-atletnya masih lama, pihaknya tetap memberikan latihan. ''Namun porsinya berkurang. Selain itu, agar tehnik yang sudah dimiliki tidak luntur,'' tuturnya.

Kondisi internal DPC PPP Tuban terus memanas. Kini, sekretaris DPC PPP Tuban, Syamsul Ma'arif melaporkan ketua DPW PPP Jatim Musyafa' Noer ke DPP DPP.

Pengaduan tersebut terkait pelaksanaan rapat pemilihan ketua DPC pada 30 Agustus lalu yang dipimpin oleh Musyafa' karena dinilai melanggar AD/ART partai. ''Saya ke DPP sudah dua hari,'' tegas Syamsul Ma'arif ketika dihubungi via ponselnya kemarin.

Isi pelaporan tersebut, kata Ma'arif, tentang apa yang dilanggar oleh kubu dua wakil ketua DPC, Ago Sahabudin-Nurlinah. Sebab, dalam undangan yang ditandatangani oleh Musyafa' Noer itu masih mengatasnamakan sebagai ketua DPC. Padahal, menurut dia, dalam AD/ART pasal 7 dijelaskan yang merangkap jabatan harus memilih salah satunya. Dan salah satu jabatan yang tidak dipilih maka akan gugur dengan sendirinya. Saat itu, Musyafa' Noer menjabat ketua DPW PPP Jatim dan ketua DPC PPP Tuban.

Selain itu, kata Ma'arif, stempel yang digunakan diduga palsu. Sebab, stempel yang asli masih dipegang politisi yang berada di kubu Abdul Fatah itu.

Sementara itu, rapat yang diselenggarakan pada 30 Agustus lalu akhirnya memilih Muhdlor Nurhadi sebagai ketua DPC PPP menggantikan Musyafa' Noer. Muhdlor merupakan adik kandung Musyafa' Noer. Kubu Ago Sahabudin-Nurlina kabarnya sudah mengusulkan Muhdlor ke DPW PPP dengan tembusan DPP PPP.

Wakil ketua DPC PPP Tuban Nurlina ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. ''Saya nggak komentar dulu,'' jawabnya singkat.

Sebelumnya, pada 10 Agustus lalu juga sudah dilakukan pemilihan. Politisi senior asal Soko, Abdul Fatah terpilih dengan dukungan 16 pengurus cabang. ''Setelah saya cek ke DPP, nama Muhdlor Nurhadi belum masuk. Namun yang sudah masuk nama Abdul Fatah,'' kata Ma'arif.

Tersinggung dengan omongan majikannya, Tangkis, 38, nekad menganiaya majikannya pada Jumat (3/9) siang. Setelah memukuli dengan tiga buah batu, warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan ini nyaris membabat tubuh korban dengan parang.

Roto, 45, korban penganiayaan tersebut baru kemarin (4/9) melapor ke Mapolres Tuban setelah sehari sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Grabagan. Korban kepada petugas mengatakan, penganiayaan tersebut dipicu dari utang solar Tangkis senilai Rp 300 ribu. Utang itulah yang ingin ditanyakan kepada sopir pikapnya.

Rupanya, pertanyaan tersebut membuat Tangkis naik pitam. Dia kemudian mengambil tiga buah batu dan dipukulkan pada tangan kiri, kaki kiri, dan jari kaki kiri korban. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, tersangka yang kini ditahan di Mapolres Tuban dijerat dengan pasal 351 KUHP. ''Untuk keperluan penyidikan, tersangka masih kami mintai keterangan,'' tuturnya.

Peraturan daerah yang tidak memperbolehkan pemasangan spanduk melintang jalan nampaknya belum terlaksana dengan baik.

Buktinya, hingga kini masih ada sejumlah spanduk yang dipasang melintang diatas jalan. Misalnya, dua spanduk yang melintang di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Tuban. Di ruas jalan utama pantura dan sejumlah ruas jalan poros kecamatan juga terdapat spanduk yang melintang. Pemasangan spanduk yang melanggar aturan itu sudah berlangsung beberapa pekan, namun belum ada tindakan dari Satpol PP.

Kepala Satpol PP Tuban Heri Muharwanto ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk spanduk dijalur pantura yang melintang dari perbatasan Jateng sampai Lamongan yang berjumlah 16 titik itu ada izin khusus. Sebab, spanduk tersebut berisi imbauan bagi pengguna jalan. ''Itu ada izin khusus ke bupati,'' tegas dia.

Dikatakan dia, izin pemasangan spanduk tersebut mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Sementara, untuk spanduk yang melintang di jalan poros kecamatan akan segera ditertibkan. Sebab, hal ini demi ketertiban.

Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban terus mengawasi sejumlah titik di jalur pantura. Hal ini untuk memantau kendaraan khususnya truk gandeng dan kontainer menjelang dan sesudah lebaran.

''Sebab sesuai surat dari Dirjen Perhubungan Darat, untuk truk-truk dilarang beroperasi mulai H-4 sampai H+1,'' kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Tuban, Faraith A Tulis ketika dikonfirmasi kemarin.

Dengan demikian, mulai 7-11 September kendaraaan besar dilarang melintas. Kecuali pengangkut BBM, susu, sembilan bahan pokok, serta barang-barang ekspor. Kendaraan-kendaraan tersebut mendapatkan izin dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) provinsi.

Dikatakan dia, pemberlakukan pelarangan kendaraan besar beroperasi itu dimaksudkan agar pemudik bisa melakukan perjalanan dengan nyaman dan aman.

Satu dari dua pelaku yang melarikan motor Yamaha Mio milik Indrayani, 18, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding pada Kamis (26/8) lalu, kemarin (4/9) dibekuk.

Dia adalah Wahyu Zaini, 23, warga Dukoh, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Sementara satu tersangka lain, Gepeng alias Toni warga Pare, Kediri masih buron. Wahyu ditangkap setelah polisi berhasil memancingnya datang di Alon-Alon Tuban. Untuk menjebak penjahat yang menjadi target operasi (TO)-nya tersebut, polisi terpaksa memanfaatkan salah satu temannya.

Penipuan motor tersebut bermula saat Wahyu menghubungi ponsel Indrayani untuk memintanya datang ke Alon-Alon. Begitu datang, Wahyu menyampaikan maksudnya untuk pinjam motor. Keperluannya, mengantar Gepeng temannya. Karena sudah lama mengenal Wahyu, Indrayani tak keberatan motornya dibawa. Setelah motor dibawa, kedua pemuda yang meminjam tak pernah kembali.

Kapolsek Tuban AKP Yani Susilo mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan terungkap motor hasil kejahatan tersebut digadaikan kepada seseorang di Babat dengan harga Rp 3 juta. Uang hasil gadai tersebut, diberikan Gepeng kepada Wahyu Rp 1 juta. Sisanya, dipakai sendiri. Dikatakan Yani, belakangan terungkap motor tersebut kembali ditebus Gepeng. ''Keberadaan motor Mio tersebut sekarang ini masih kami selidiki,'' kata dia.

Posko mudik lebaran Indosat di rest area rumah makan Taman Sari Tuban kemarin (4/9) dibuka.

Posko mudik dengan tema Mudik Senyum Indosat ini dibuka oleh Head of Region East Java Bali Nusa Tenggara Indosat, Bayu Hanatasena dan Group Head Strategic Marketing Indosat, Fuad Fahrudin. Keduanya berkesempatan membuka posko dengan menabuh beduk dan memotong balon bertuliskan Mudik Senyum Indosat. Setelah itu, mereka melihat kondisi rest area Indosat.

Posko tersebut dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain, musala, sofa, toilet, matras untuk rebahan, bale-bale istirahat, taman bermain anak-anak, kamar mandi dan toilet, pijat segar, makanan dan minuman dingin, pijat refleksi, dan ruang menyusui. Selain itu, terdapat voucher isi ulang, I-ring, hot-spot, dan kartu perdana,

Semua layanan tersebut didukung oleh kesiapan jaringan Indosat yang terus ditingkatkan kapasitasnya. Serta, implementasi modernisasi jaringan sehingga dapat mendukung layanan yang semakin berkualitas bagi pelanggan, khususnya selama Ramadan dan mudik Lebaran. ''Ini berlaku bagi pelanggan Indosat maupun yang tidak pelanggan Indosat. Jadi semua masyarakat,'' tegas Fuad Fahrudin.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program mudik bareng dari Jakarta menuju tiga kota besar yakni Jogjakarta, Semarang, dan Surabaya. Dia mengatakan, di seluruh Indonesia pihaknya membuka 1.357 posko mudik dan outlet Indosat. Hal ini dikarenakan Indosat konsisten masyarakat. ''Yang jelas, kami ingin memberi kenyaman para pelanggan Indosat maupun yang tidak pelanggan,'' tuturnya.

Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangkap massa di sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang pada Jumat (3/9) lalu langsung menjalani sejumlah rangkaian interogasi.

Hasilnya, untuk sementara kedua pelaku, M. Thokol, 42, dan Sulaeman, 35, keduanya warga Bojonegoro juga terungkap mencuri di lima tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Lima TKP tersebut, Vega warna silver di jalan dekat pabrik Petrochina, Desa Rahayu, Kecamatan Soko (2006); Honda Supra 125 warna merah di SPBU Rengel (2008); dan Yamaha Jupiter biru di wilayah Kecamatan Kapas, Bojonegoro (2007). Berikutnya, Supra 125 di Sumberejo, Bojonegoro serta Supra di jembatan Glendeng, Bojonegoro.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, selain menjalani sejumlah rangkaian pemeriksaan untuk mengungkap tempat kejadian perkara (TKP) lainnya, dua tersangka juga diinterogasi untuk mengungkap penadah motor hasil kejahatannya.

Dikatakan Budi, sangat mungkin TKP yang diakui dua pelaku curanmor ini lebih sedikit dibanding dengan tindak pidana yang dilakukan. ''Ini yang terus kami dalami. Sangat mungkin, banyak TKP yang disembunyikan. Petunjuk inilah yang masih kami gali,'' tegas dia.

Dua maling motor ini ditangkap setelah tepergok saat beraksi di jalan sawah Dusun Temas, Desa Compreng, Kecamatan Widang. Kejadian tersebut berawal saat motor Supra 125 milik Pardam, 38, warga desa setempat diparkir di pematang sawah. Saat itu, kedua pelaku yang tengah melintas dengan motor Smash yang belum diketahui identitasnya langsung menyatroni. Sulaeman menjadi eksekutor pencurian tersebut. Dia turun dan merusak paksa kunci motor korban. Sementara Thokol menunggu diatas motornya. Saat hendak kabur, korban memergokinya dan meneriaki maling. Dalam pengejaran tersebut kedua pelaku berhasil ditangkap. Massa yang emosi menghajarnya dan membakar motor yang dipakai operasi.

Bubur suro. Makanan ini tak asing bagi sebagian besar warga Kota Tuban ketika Ramadan. Khususnya, yang tinggal di perkampungan Arab, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

SELAMA bulan suci Ramadan, bubur khas Arab ini dibuat dalam jumlah besar di halaman Masjid Muhdor, Jalan Pemuda dan halaman Masjid Astana kompleks Makam Sunan Bonang untuk

dibagikan kepada warga. Tak ada satu pun literatur yang mengupas sejarah bubur ini. Sepertinya, latar belakang tradisi pembuatan bubur sura selama puasa Ramadan tersebut ditenggelamkan popularitas bubur itu sendiri.

Kekhasan dari bubur yang hanya muncul setiap puasa Ramadan ini adalah rasa dan aromanya yang khas rempah-rempah. Makanan ini memang identik dengan masakan Arab. Itu setidaknya bisa dilihat dari bahan yang digunakan.

Muinah, salah satu pemasak bubur suro, menyatakan, bahan utama masakan ini adalah beras. Namun, untuk pelezat dan kaldunya dicampur bumbu gule, santan, balungan sapi, dan aneka rempah.

Karena peminat bubur ini selama puasa Ramadan cukup besar, sekali memasak Masjid Astana menghabiskan 10 kg beras, 10 buah kelapa untuk diambil santannya, 5 kg balungan sapi, dan 250 mg bumbu gule. Memasaknya pun harus menggunakan dua wajan berukuran besar berbahan kuningan.

Perapiannya juga khas dengan tungku berbahan kayu.

Bubur ini mulai dimasak habis zuhur sekitar pukul 12.00 dan baru matang selesai salat ashar.

Sejumlah musala di Kota Tuban mengirimkan perwakilannya untuk meminta jatah di dua masjid itu untuk santapan berbuka.

Ada pemandangan khas setiap kali bubur ini dibagikan sekitar pukul 17.00. Pemandangan tersebut adalah beragamnya wadah yang mengantri. Paling besar wadah yang mengantri adalah timba kecil. Berikutnya, kuali, ember, dan mangkuk.

Tak jelas, kapan tradisi itu mulai ada dan siapa yang merintisnya. Tak satu pun warga Tuban yang mengetahui persis latar belakang bubur yang hanya muncul setiap tahun, persisnya menjelang buka puasa Ramadan tersebut.

''Warga hanya mengetahui bubur tersebut dinamakan sura karena pembuatannya seperti bubur sura,'' ujar Rohim, salah satu warga di kompleks Masjid Astana.

Sebenarnya, bubur ini sudah masak sekitar pukul 16.00. Hanya, tradisi turun-temurun mengharuskan tetap dibagikan menjelang buka sekitar pukul 17.00. Pembagian bubur yang aromanya seperti nasi kebuli (nasi yang dirempahi) tersebut tak lama. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.

Untuk menuangkan bubur ke wadah warga yang mengantre, petugas yang setiap tahun mendapat tugas yang sama cukup terampil menciduk bubur dan membaginya dalam wadah-wadah.

Lazim, salah satu juru kunci makam Sunan Bonang Tuban, mengatakan, menurut cerita tutur yang diterimanya, pembuatan bubur sura tersebut dimulai dari keluarga Ali Alkaf, warga keturunan Arab. Hal itu, menurut dia, bisa jadi benar karena saat kecil dua warga Arab yang akrab dipanggil Bapoh Gamar atau Bapok Kembar (dua saudara kembar) mengurusi dan membiayai pembuatan bubur sura tersebut.

Sekarang, pembuatan bubur tersebut diurus keluarga Ali Alkaf, keturunan Bapoh Gamar. Selain pengusaha ini, sejumlah warga Tuban juga menjadi donatur dengan mengirimkan bahan baku bubur tersebut.

Dituduh mengeroyok tetangganya hingga babak belur, seorang ibu dan anak remajanya kemarin (4/9) diamankan Satreskrim Polres Tuban. Keduanya Anim, 40, dan Adi, 18, warga salah satu desa di Kecamatan Palang. Dari dua tersangka ini, polisi mengamankan sebuah balok bambu dan sebuah batu.

Elsiana, 36, korban penganiayaan tersebut, kepada petugas mengatakan, pengeroyokan terhadap dirinya tersebut bermula saat Rada, 17, anaknya, berkelahi dengan Adi. Akibat perkelahian tersebut, wajah anaknya terluka. Setelah menerima pengaduan anaknya, Elsiana kemudian mendatangi Adi dan menunjukkan luka di wajah anaknya.

Saat menunjukkan luka itulah tanpa sengaja salah satu jarinya mengenai mata Adi. Ternyata Adi tidak terima dan mengadu kepada ibunya. Selanjutnya, Anim pun mendatangi Elsiana. Keduanya lalu cekcok mulut hingga akhirnya saling menjambak rambut. Perkelahian jadi tidak imbang setelah Adi ikut-ikutan membantu ibunya. Dia mengambil beberapa bongkahan batu dan dilemparkan hingga mengenai muka dan dada Elsiana.

Korban merasa kian tersudut setelah Anim juga mengambil sebuah batang bambu. Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, ibu dan anak yang jadi terlapor dalam kasus pengeroyokan tersebut baru dimintai keterangan untuk dikonfrontasi dengan keterangan korban. ''Untuk meyakinkan luka yang diderita pelapor, kami sudah memintakan visum et repertum ke dokter,'' kata dia.

Dua peleton sniper dari Brimob Mabes Polri dan Polda Jatim diturunkan untuk memback up pengamanan di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Tuban. Statusnya, bantuan kendali operasi (BKO).

Kemarin (4/9), satu peleton (23 personel) pasukan Brimob Polda Jatim bersenjata laras panjang jenis AK tiba. Begitu datang, pasukan tersebut kemudian diterjunkan ke Pos Pengamanan di Jati Peteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Sementara satu peleton (35 personel) pasukan Brimob Mabes Polri yang diagendakan tiba hari ini, bakal ditempatkan di Pos Pelayanan di perbatasan Jatim-Jateng.

Di antaranya, masing-masing sepuluh personel di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar; Pos Temangkar Kecamatan Widang, dan Pos Boom. Kedatangan pasukan elit Polri tersebut disambut Kabag Ops Polres Tuban Kompol Agus Widodo di Jati Peteng.

Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika mengatakan, sniper dari brimob tersebut sengaja ditempatkan di sejumlah titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gangguan kriminalitas, salah satunya bajing loncat. ''Seluruh pasukan itu menggunakan peluru tajam,'' kata Nyoman.

Menurut dia, selain gangguan kriminalitas, pasukan itu juga siap diterjunkan untuk membantu penanganan kecelakaan, kemacetan, dan insiden lainnya.

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.