Translate 2 ur Languages

Rabu, 13 Juli 2011

KAB.MALANG-Yoga dan Yogi Dipecat Atas Persetujuan Diknas?

Indikasi dikeluarkannya Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso santer terdengar atas persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Saat wartawan memburu Kadiknas, Suwandi usai menghadiri klarifikasi permasalah diatas dengan Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Selasa (12/7/2011) siang ini, Suwandi nampak sedikit emosi. Ia buru-buru ngacir sambil meninggalkan wartawan yang coba mengorek keterangan darinya.

Namun yang terjadi, justru Suwandi meminta wartawan untuk bertanya langsung pada Kepala Bidang TK dan SD. "Saya nggak tahu itu. Semua masih dalam penyelidikan kami dilapangan. Tanya Kabid TK dan SD saja," ungkap Suwandi seraya berjalan cepat-cepat meninggalkan ruang rapat Komisi A.

Benarkah dikeluarkannya Yoga dan Yogi atas persetujuan Diknas? Indikasi itu sangat kuat. Pasalnya, Lilis Setyowati (Ibu kandung Yoga dan Yogi) saat membuat surat aduan dan laporan terkait buruknya manajemen di SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, yang membuat dua putra kembarnya di keluarkan dari sekolah, sempat ditangguhkan oleh Diknas. Bahkan, Diknas membiarkan laporan itu dan sengaja membela SDN Sitirejo IV yang sudah jelas, ada banyak ketimpangan administrasi dan keuangan.

Giliran Kabid TK dan SD Diknas, Bambang Setyono diburu wartawan, sama persis dengan atasannya, Bambang pun segera berjalan meninggalkan kerumunan wartawan yang terus mengejarnya. Bambang pun tidak berani berkomentar. Saat ditanya jika pemecatan Yoga dan Yogi atas persetujuan Diknas, Bambang juga menggelengkan kepala seraya berkata tidak tahu menahu. "Saya hanya petugas lapangan mas. Langsung tanya Kadiknas saja. Setelah rapat ini, kami mencari data-data dulu ke sekolah tersebut," papar Bambang.

Dengan kecuekan dua sikap pejabat Diknas Kabupaten Malang itu, jelas mencoreng dan melemahkan makna Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dimana pemerintah, wajib memberikan dan menyediakan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menyikapi sikap Diknas yang terkesan lepas tangan dengan kasus tersingkirnya Yoga dan Yogi dari dunia pendidikan, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang, Zuhdy Achmadi, tegas mendesak Diknas dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), mencopot Kepala Sekolah SDN Sitirejo IV, Wagir, Imam Sodiqin. "Tidak ada alasan dari manapun untuk tidak mencopot kepala sekolah," kata Didik panggilan akrab Zuhdy Achmadi.

Ditegaskan Didik, upaya Diknas terkesan melindungi kasek. Padahal, secara aturan dan administrasi saja, kasek SDN Sitirejo IV sudah terbukti melakukan banyak pelanggaran serta melawan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana, kasek sudah mengeluarkan dua siswanya tanpa ada kesalahan. Kalau memang orang tua siswa kritis, tidak bisa dengan seenaknya kasek mengeluarkan anaknya yang bersekolah ditempat itu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Indikasi dikeluarkannya Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso santer terdengar atas persetujuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Saat wartawan memburu Kadiknas, Suwandi usai menghadiri klarifikasi permasalah diatas dengan Komisi A DPRD Kabupaten Malang, Selasa (12/7/2011) siang ini, Suwandi nampak sedikit emosi. Ia buru-buru ngacir sambil meninggalkan wartawan yang coba mengorek keterangan darinya.

Namun yang terjadi, justru Suwandi meminta wartawan untuk bertanya langsung pada Kepala Bidang TK dan SD. "Saya nggak tahu itu. Semua masih dalam penyelidikan kami dilapangan. Tanya Kabid TK dan SD saja," ungkap Suwandi seraya berjalan cepat-cepat meninggalkan ruang rapat Komisi A.

Benarkah dikeluarkannya Yoga dan Yogi atas persetujuan Diknas? Indikasi itu sangat kuat. Pasalnya, Lilis Setyowati (Ibu kandung Yoga dan Yogi) saat membuat surat aduan dan laporan terkait buruknya manajemen di SDN Sitirejo IV, Kecamatan Wagir, yang membuat dua putra kembarnya di keluarkan dari sekolah, sempat ditangguhkan oleh Diknas. Bahkan, Diknas membiarkan laporan itu dan sengaja membela SDN Sitirejo IV yang sudah jelas, ada banyak ketimpangan administrasi dan keuangan.

Giliran Kabid TK dan SD Diknas, Bambang Setyono diburu wartawan, sama persis dengan atasannya, Bambang pun segera berjalan meninggalkan kerumunan wartawan yang terus mengejarnya. Bambang pun tidak berani berkomentar. Saat ditanya jika pemecatan Yoga dan Yogi atas persetujuan Diknas, Bambang juga menggelengkan kepala seraya berkata tidak tahu menahu. "Saya hanya petugas lapangan mas. Langsung tanya Kadiknas saja. Setelah rapat ini, kami mencari data-data dulu ke sekolah tersebut," papar Bambang.

Dengan kecuekan dua sikap pejabat Diknas Kabupaten Malang itu, jelas mencoreng dan melemahkan makna Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dimana pemerintah, wajib memberikan dan menyediakan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menyikapi sikap Diknas yang terkesan lepas tangan dengan kasus tersingkirnya Yoga dan Yogi dari dunia pendidikan, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang, Zuhdy Achmadi, tegas mendesak Diknas dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), mencopot Kepala Sekolah SDN Sitirejo IV, Wagir, Imam Sodiqin. "Tidak ada alasan dari manapun untuk tidak mencopot kepala sekolah," kata Didik panggilan akrab Zuhdy Achmadi.

Ditegaskan Didik, upaya Diknas terkesan melindungi kasek. Padahal, secara aturan dan administrasi saja, kasek SDN Sitirejo IV sudah terbukti melakukan banyak pelanggaran serta melawan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana, kasek sudah mengeluarkan dua siswanya tanpa ada kesalahan. Kalau memang orang tua siswa kritis, tidak bisa dengan seenaknya kasek mengeluarkan anaknya yang bersekolah ditempat itu

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.