Translate 2 ur Languages

Rabu, 06 Juli 2011

KAB.TUBAN-Layanan PSB Online Kacau, Disdikpora Sarankan Data Manual Jadi Acuan Pokok


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Drs. H. Sutrisno, MM, menyatakan, acuan Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2011 tetap pengumuman manual yang dipasang di masing-masing sekolah. Pernyataan itu disampaikan Sutrisno menanggapi kacaunya sistem PSB via online. ” Yang berlaku tetap pengumuman yang dipasang disekolah. Sebaiknya datang dan lihat langsung ke sekolah tempat pendaftaran,” saran Sutrisno, Selasa (4/7).
Beberapa hari menjelang akhir Penerimaan Siswa Baru, fasilitas PSB online diketahui mengalami gangguan. Sejumlah alamat website yang dikelola Disdikpora untuk keperluan PSB tidak bisa diakses. Misalnya saja situs dengan alamat www.tuban-siap-psb online.com. Jaringan yang disediakan Telkomsel ini tidak lagi menampilkan page PSB Tuban. Hanya surat pemeritahuan dari admin server bahwa untuk PSB 2011 ini Disdikpora Tuban tidak lagi menggunakan layanan online dari server tersebut. Hal sama terjadi pula saat membuka www.tuban.psb-online.or.id. Halaman web yang muncul hanya pesan dari penyedia jaringan dalam bahasa inggris, bahwa alamat tersebut memiliki dua alamat IP, yakni 202.134.4.139 dan 202.134.4.140. Karena dua-duanya berada pada jaringan yang sama, halaman web ini juga tidak bisa dibuka.
Demikian juga www.ppd-online.com, saat dibuka bahkan sama sekali tidak memunculkan halaman dimaksud. Satu-satunya alamat situs yang bisa diakses adalah www.tuban.psb-online.com. Namun situs ini juga baru bisa normal pada pukul 23.00, dengan tampilan page pembuka “MA’AF, WAKTU AKSES PENDAFTARAN TELAH HABIS”.
Sutrisno mengakui pihaknya telah mengetahui layanan online untuk PSB mengalami gangguan. Dia bahkan mengatakan sudah beberapa kali situs tersebut tersendat. Dugaannya, ada pihak-pihak yang sengaja mengkacaukan kinerja panitia PSB. ” Saya nggak tahu motifnya apa. Tapi tolong jangan kacaukan PSB dengan meng-heck situs kami. Ini kan demi kepentingan banyak orang,” kata Sutrisno.
Sebab itulah Sutrisno menyarankan agar wali murid atau siapapun yang hendak mengetahui hasil PSB, datang langsung ke sekolah. Sementara apabila ditemukan adanya ketidak cocokan antara pengumuman yang dimuat di halaman website dengan pengumuman manual yang ditempelkan di sekolah-sekolah, Sutrisno mengatakan pihaknya siap menerima komplain. ” Acuannya tetap data manual. Kami akan cocokkan dengan hasil rekapitulasi manual panitia setempat,” jelasnya.
Sejumlah pengamat pendidikan mengatakan, sudah sejak awal sistem PSB online itu diberlakukan mengalami kekacauan. Bukan saja alamatnya yang sulit diakses, tetapi data yang termuat pun tumpang-tindih. Dari informasi yang dihimpun, akibat kacaunya sistem pendaftaran online tersebut, banyak ditemukan nama yang sama tercantum dibeberapa sekolah sekaligus. ” Satu nama bisa muncul di 2-3 sekolah,” kata sebuah sumber yang wanti-wanti namanya tidak ditulis. Ini jelas membuat pendaftar mupun orang tua wali murid kerepotan. Mereka terpaksa hilir-mudik dari sekolah satu ke sekolah berikutnya untuk memastikan di sekolah mana anaknya diterima.
Penggunaan sisten online yang tujuannya untuk mempersingkat birokrasi, efisiensi dan memudahkan masyarakat mengakses informasi, terbukti justru memperlambat dan mempersulit masyarakat. Padahal, menurut informasi, alokasi anggaran untuk membuat sistem pelayanan PSB online tersebut, kabarnya mencapai Rp 200 juta. Luar biasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Drs. H. Sutrisno, MM, menyatakan, acuan Penerimaan Siswa Baru (PSB) 2011 tetap pengumuman manual yang dipasang di masing-masing sekolah. Pernyataan itu disampaikan Sutrisno menanggapi kacaunya sistem PSB via online. ” Yang berlaku tetap pengumuman yang dipasang disekolah. Sebaiknya datang dan lihat langsung ke sekolah tempat pendaftaran,” saran Sutrisno, Selasa (4/7).
Beberapa hari menjelang akhir Penerimaan Siswa Baru, fasilitas PSB online diketahui mengalami gangguan. Sejumlah alamat website yang dikelola Disdikpora untuk keperluan PSB tidak bisa diakses. Misalnya saja situs dengan alamat www.tuban-siap-psb online.com. Jaringan yang disediakan Telkomsel ini tidak lagi menampilkan page PSB Tuban. Hanya surat pemeritahuan dari admin server bahwa untuk PSB 2011 ini Disdikpora Tuban tidak lagi menggunakan layanan online dari server tersebut. Hal sama terjadi pula saat membuka www.tuban.psb-online.or.id. Halaman web yang muncul hanya pesan dari penyedia jaringan dalam bahasa inggris, bahwa alamat tersebut memiliki dua alamat IP, yakni 202.134.4.139 dan 202.134.4.140. Karena dua-duanya berada pada jaringan yang sama, halaman web ini juga tidak bisa dibuka.
Demikian juga www.ppd-online.com, saat dibuka bahkan sama sekali tidak memunculkan halaman dimaksud. Satu-satunya alamat situs yang bisa diakses adalah www.tuban.psb-online.com. Namun situs ini juga baru bisa normal pada pukul 23.00, dengan tampilan page pembuka “MA’AF, WAKTU AKSES PENDAFTARAN TELAH HABIS”.
Sutrisno mengakui pihaknya telah mengetahui layanan online untuk PSB mengalami gangguan. Dia bahkan mengatakan sudah beberapa kali situs tersebut tersendat. Dugaannya, ada pihak-pihak yang sengaja mengkacaukan kinerja panitia PSB. ” Saya nggak tahu motifnya apa. Tapi tolong jangan kacaukan PSB dengan meng-heck situs kami. Ini kan demi kepentingan banyak orang,” kata Sutrisno.
Sebab itulah Sutrisno menyarankan agar wali murid atau siapapun yang hendak mengetahui hasil PSB, datang langsung ke sekolah. Sementara apabila ditemukan adanya ketidak cocokan antara pengumuman yang dimuat di halaman website dengan pengumuman manual yang ditempelkan di sekolah-sekolah, Sutrisno mengatakan pihaknya siap menerima komplain. ” Acuannya tetap data manual. Kami akan cocokkan dengan hasil rekapitulasi manual panitia setempat,” jelasnya.
Sejumlah pengamat pendidikan mengatakan, sudah sejak awal sistem PSB online itu diberlakukan mengalami kekacauan. Bukan saja alamatnya yang sulit diakses, tetapi data yang termuat pun tumpang-tindih. Dari informasi yang dihimpun, akibat kacaunya sistem pendaftaran online tersebut, banyak ditemukan nama yang sama tercantum dibeberapa sekolah sekaligus. ” Satu nama bisa muncul di 2-3 sekolah,” kata sebuah sumber yang wanti-wanti namanya tidak ditulis. Ini jelas membuat pendaftar mupun orang tua wali murid kerepotan. Mereka terpaksa hilir-mudik dari sekolah satu ke sekolah berikutnya untuk memastikan di sekolah mana anaknya diterima.
Penggunaan sisten online yang tujuannya untuk mempersingkat birokrasi, efisiensi dan memudahkan masyarakat mengakses informasi, terbukti justru memperlambat dan mempersulit masyarakat. Padahal, menurut informasi, alokasi anggaran untuk membuat sistem pelayanan PSB online tersebut, kabarnya mencapai Rp 200 juta. Luar biasa

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.