Translate 2 ur Languages

Selasa, 13 Desember 2011

KAB.TUBAN-Bupati Jamin Ujian Perangkat, Clean and Clear


sumber:kotatuban.com-Menjelang pelaksanaan test perangkat desa Rabu besok, Bupati Tuban, Fathul Huda, menjamin pelaksanaan test akan dilakukan dengan jujur dan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, kata Bupati, demi mengatisipasi kebocoran soal, Pemkab Tuban akan mengawal pencetakan dan pendistribusian soal sampai tujuan.
“Kalo ada issue negatif tentang pelaksanaan ujian perangkat, itu sudah biasa. Tetapi kami tegaskan bahwa Pemkab Tuban akan semaksimal mungkin menjamin pelaksanaan test secara jujur dan fair. Untuk soal, hingga saat ini, Selasa (13/12) belum dicetak. Malam nanti baru naik cetak, dan akan kita kawal sampai pagi. Pendistribusiannya juga akan kita kawal,” terang Fathul Huda.
Hal senada juga disampaikan ketua komisi A DPRD Tuban, Agung Suprianto. Menurutnya, Pemkab berkewajiban menjamin pelaksanaan ujian perangkat sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Bahkan, kata Agung, Komisi A DPRD Tuban, akan melakukan Sidak pada saat pelaksanaan test.
“Kita akan memantau pelaksanaan ujian perangkat, meski tidak semua tempat bisa kita datangi, tapi paling tidak, spirit kejujuran harus kita tanamkan sejak awal, agar siapapun nanti yang terpilih sebagai perangkat, benar-benar sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya,” tambahnya.
Menanggapi kecilnya peserta ujian yang lolos pada dua kali test perangkat periode sebelumnya, kali ini Agung meminta agar materi ujian relevan dengan kebutuhan. “Soal jangan terlalu makro, harus berhubungan dengan bidang pekerjaan aparat sehari-hari. Soal pengetahuan umum pun harus yang relefan, jangan terlalu bias,” imbuh agung.
Untuk diketahui, pada pelaksanaan ujian perangkat desa yang telah dua kali dilakukan tahun lalu, periode pertama hanya lolos sekitar 5%, sedikit membaik pada gelombang ke 2 yakni 15%. Kecilnya angka peserta yang lolos, diduga karena materi ujian banyak yang tidak relefan dengan kebutuhan tugas perangkat desa.
“Soalnya gak masuk akal, masak kita ditanya jumlah RT sekabupaten Tuban. Saya yakin pak Setda pun akan buka buku dulu kalau ditanya seperti itu,” keluh Maya, seorang mantan peserta ujian.
“ Saya mengharap, agar tim pembuat soal lebih fokus pada pengetahuan dan wawasan tentang pemerintahan. Jadi ada korelasinya dengan tugas dan kewajiban sebagai aparat. Nyambung gitu loch,” lanjut Maya, yang kali ini mendaftar lagi untuk yang ke tiga kalinya.
Sebagai peserta, Maya juga berharap pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan jujur dan bersih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


sumber:kotatuban.com-Menjelang pelaksanaan test perangkat desa Rabu besok, Bupati Tuban, Fathul Huda, menjamin pelaksanaan test akan dilakukan dengan jujur dan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, kata Bupati, demi mengatisipasi kebocoran soal, Pemkab Tuban akan mengawal pencetakan dan pendistribusian soal sampai tujuan.
“Kalo ada issue negatif tentang pelaksanaan ujian perangkat, itu sudah biasa. Tetapi kami tegaskan bahwa Pemkab Tuban akan semaksimal mungkin menjamin pelaksanaan test secara jujur dan fair. Untuk soal, hingga saat ini, Selasa (13/12) belum dicetak. Malam nanti baru naik cetak, dan akan kita kawal sampai pagi. Pendistribusiannya juga akan kita kawal,” terang Fathul Huda.
Hal senada juga disampaikan ketua komisi A DPRD Tuban, Agung Suprianto. Menurutnya, Pemkab berkewajiban menjamin pelaksanaan ujian perangkat sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Bahkan, kata Agung, Komisi A DPRD Tuban, akan melakukan Sidak pada saat pelaksanaan test.
“Kita akan memantau pelaksanaan ujian perangkat, meski tidak semua tempat bisa kita datangi, tapi paling tidak, spirit kejujuran harus kita tanamkan sejak awal, agar siapapun nanti yang terpilih sebagai perangkat, benar-benar sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya,” tambahnya.
Menanggapi kecilnya peserta ujian yang lolos pada dua kali test perangkat periode sebelumnya, kali ini Agung meminta agar materi ujian relevan dengan kebutuhan. “Soal jangan terlalu makro, harus berhubungan dengan bidang pekerjaan aparat sehari-hari. Soal pengetahuan umum pun harus yang relefan, jangan terlalu bias,” imbuh agung.
Untuk diketahui, pada pelaksanaan ujian perangkat desa yang telah dua kali dilakukan tahun lalu, periode pertama hanya lolos sekitar 5%, sedikit membaik pada gelombang ke 2 yakni 15%. Kecilnya angka peserta yang lolos, diduga karena materi ujian banyak yang tidak relefan dengan kebutuhan tugas perangkat desa.
“Soalnya gak masuk akal, masak kita ditanya jumlah RT sekabupaten Tuban. Saya yakin pak Setda pun akan buka buku dulu kalau ditanya seperti itu,” keluh Maya, seorang mantan peserta ujian.
“ Saya mengharap, agar tim pembuat soal lebih fokus pada pengetahuan dan wawasan tentang pemerintahan. Jadi ada korelasinya dengan tugas dan kewajiban sebagai aparat. Nyambung gitu loch,” lanjut Maya, yang kali ini mendaftar lagi untuk yang ke tiga kalinya.
Sebagai peserta, Maya juga berharap pelaksanaan ujian dilaksanakan dengan jujur dan bersih.

0 komentar

Poskan Komentar

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.