Translate 2 ur Languages

Minggu, 03 Juli 2011

OLAH RAGA-Lorenzo Finis Terdepan di GP Italia


Setelah bertarung sengit dengan Casey Stoner akhirnya juara dunia musim lalu, Jorge Lorenzo finish diurutan pertama GP Italia.

Lorenzo membukukan waktu 41 menit 50.089 detik lebih cepat, jalannya balapan di sirkuit Mugello berlangsung sengit, Lorenzo sempat tertinggal diposisi kedua dibawah Stoner hampir di sepanjang balapan yang berlangsung dalam 23 lap tersebut.

Lap ke-18 merupakan malapetaka bagi Stoner karena pada lap ini, Lorenzo berhasil melakukan overtaking.

Malang bagi Stoner karena pada lap terakhir giliran rekannya dari Repsol Honda, Andrea Dovizioso sukses mendahului pembalap asal Australia tersebut sehingga Stoner harus parah diposisi ketiga.

Adapun pembalap idola tuan rumah Valentino Rossi harus puas finish diposisi keenam dibelakang Ben Spies, dan Marco Simoncelli.

Hasil selengkapnya Moto GP Italia:

1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 41m 50.089s
2. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda 41m 51.086s
3. Casey Stoner AUS Repsol Honda 41m 51.232s
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 41m 59.069s
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 41m 59.165s
6. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro 42m 16.539s
7. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar 42m 18.834s
8. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda 42m 22.132s
9. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 42m 23.510s
10. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro 42m 24.813s
11. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 42m 27.448s
12. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 42m 34.053s
13. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki 42m 37.743s
14. Randy de Puniet FRA Pramac Racing 42m 38.929s
15. Toni Elias ESP LCR Honda 43m 5.288s

KAB.SUMENEP-Petasan Meledak, Rumah Janda Ambruk


Diduga akibat petasan yang disimpan meledak, rumah milik seorang janda, Ruhaiyah (55), warga Dusun Garujugan, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, ambruk.

Ledakan tersebut terdengar hingga radius 2 km dari rumah korban. Rumah warga lain yang berdampingan juga mengalami kerusakan kecil. Temboknya retak-retak dan sebagian gentingnya hancur.

Pemilik rumah dan satu pekerja, Rahmah (35), warga setempat, mengalami luka serius terkena reruntuhan tembok rumah. Mereka terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Pamekasan.

Salah seorang warga setempat, Rafik (38), mengatakan, pemilik rumah sempat terhimpit reruntuhan dan mengalami luka dibagian kepala dan luka lecet di sekujur tubuhnya.

"Saya menduga, petasan yang disimpan di rumahnya yang meledak. Seandainya yang sedang dibuat yang meledak, mungkin korban ikut hancur," kata Rafik, Minggu (03/06/11).

Rafik mengatakan, pemilik rumah memang dikenal warga sekitar sebagai pembuat petasan. "Warga sini sudah pernah berusaha melarang Ruhaiyah membuat petasan. Namun gak digubris, entah kenapa. Mungkin karena dia merasa sebagai janda TNI," ujarnya.

Belum diketahui pasti, berapa kerugian yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut.

Saat ini, aparat kepolisian langsung melokalisir tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberi garis polisi, dan tengah melakukan olah TKP

KAB.PAMEKASAN-Telan Kelereng, Afif Tak Bisa Bersuara


Nahas dialami Hafifurrofiki (10), warga Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan. Gara-gara menelan sebutir kelereng, siswa kelas V SDN Pakong I ini nyaris tidak bisa mengeluarkan suara.

Kelereng yang tertelan menyangkut di kerongkongan Afif, kemudian masuk tidak jelas dan bersarang di organ bagian mana. Kejadian itu berawal, saat Alif bermain kelereng dan tidak sengaja menelan sebutir kelereng ke mulutnya, Minggu (3/7/2011), sekitar pukul 10.00.

Upaya untuk mengetahui keberadaan posisi kelereng yang tertelanpun terus dilakukan terhadap bungsu dua bersaudara anak pasangan suami istri (pasutri) Taufik dan Sulimah ini. Afif terus mengerang mengerang kesakitan hingga keluarganya membawa Afif ke RSU Pamekasan.

Sayangnya walau sudah menjalani foto rontgen, hasilnya tidak kelihatan, sehingga Afif disarankan kembali, Senin (4/7/2011) ke RSU Pamekasan, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, lantaran dokter yang hendak menangani masalah ini libur.

Menurut sumber di lokasi kejadian, sejak beberapa hari ini, di belakang rumah Afif digelar adu balap kelereng yang ramai diikuti puluhan peserta. Begitu juga Afif ikut adu balap kelereng. Ketika menunggu giliran kelereng miliknya dilepas, Afif memasukkan kelereng ke mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya. Tiba-tiba kelereng itu tertelan lalu tersangkut di kerongkongannya.

Seketika itu Afif tersedak. Wajahnya pucat dan suaranya parau. Beberapa warga yang melihat kejadian itu kaget dan menanyakan apa yang terjadi. Dengan suara terpotong-potong, Afif mengatakan jika kelerengnya tertelan dan nyangkut di kerongkongan.

Bustami, paman korban yang kebetulan melihat Afif tersedak berusaha menolong dengan cara membalikkan tubuh Afif. Kedua kakinya diangkat dan kepalanya di bawah, sambil digoyang-goyang. Namun kelerengnya tetap bersarang di kerongkongan.

Karena Afif kian sulit bernafas, tubuh Afif dikembalikan pada posisi semula dan diberi air putih hangat lalu diminumkan, sehingga kelerengnya ikut masuk ke tubuh Afif. "Rasanya panas dan saya sulit bernafas. Sekarang sudah tidak ada, entah masuk ke mana," kata Afif.

Sementara Sulimah, orang tua Afif memaklumi, apa yang dialami anaknya ini karena kebiasaan Afif yang suka ngemil. Jajanan apa saja dimakan, baik berangkat dan pulang sekolah di mulutnya hampir tidak pernah berhenti mengunyah makanan. Bahkan, benda apapun yang bukan untuk dimakan sering dimasukkan ke mulutnya, seperti uang logam, bolpoin dan apa saja yang dipegang.

Sulimah mencemaskan kondisi putranya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Afif. Ia khawatir kelerengnya bersarang di paru-paru atau usus. Karena itu ia berharap, semoga kelereng yang tertelan ke luar sendiri melalui dubur saat buang air besar nanti.

KAB.PASURUAN-6 Bulan Rusak, Jembatan Sengok Masih Mangkrak


Paska diterjang banjir sejak Selasa (7/12/2010) lalu, hingga saat ini jembatan Segok di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan masih belum juga diperbaiki oleh dinas terkait. Padahal, kerusakan jembatan ini terbilang cukup parah.

Ironisnya, kini jembatan tersebut tak hanya dilewati oleh pengendara roda dua, namun juga dilalui kendaraan roda empat. Peristiwa ini sungguh sangat membahayakan, sebab bisa jadi sewaktu-waktu jembatan dapat ambruk mengingat pondasi jembatan yang keropos lantaran diterjang banjir.

Pantauan beritajatim.com, padahal pada awal ketika paska diterjang banjir, jembatan itu hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda dua. Sebab, kondisi jembatan benar-benar mengalami kerusakan parah. Namun ironisnya, rambu-rambu larangan melintas bagi roda empat itu, kemudian ada yang mengambil paksa.

Tentunya, pihak terkait tidak seharusnya membiarkan kondisi seperti ini, terus menerus terjadi. Mengingat jembatan ini adalah salah satu jalan yang sangat diperlukan untuk masyarakat, maka perbaikannya seyogyanya secepatnya dilakukan, bukan malah diperlambat.

KOTA BLITAR-Stasiun Blitar Perketat Penjagaan Suporter

Petugas Stasiun Kereta Api Kota Blitar saat ini tengah melakukan penjagaan ketat terhadap para suporter khususnya, pendukung Persebaya 1927 yang hendak menggunakan jasa kereta api untuk pulang ke Surabaya. Pihak stasiun juga melakukan pelarangan keras terhadap calon penumpang yang mengenakan atribut suporter sepak bola.

"PT Kereta Api sudah mengeluarkan aturan tentang pelarangan penumpang dengan atribut suporter sepak bola. Kami hanya memperbolehkan penumpang tanpa atribut," kata Kepala Stasiun Kereta Api Kota Blitar Mawan Novianto kepada beritajatim.com, Minggu (3/7/2011).

Terpisah, Wakil Kepala Stasiun Kereta Api Kota Kediri Eko Bekti Utomo mengatakan, jadwal kereta api terakhir dari Blitar tujuan Surabaya adalah Rapihdoho yang berangkat pada pukul 18.00 WIB. Sehingga, jika ada bonekmania yang datang ke Blitar dengan menumpang kereta, mereka dipastikan menginap malam ini di Bumi Proklamator.

"Malam hari tidak ada kereta keberangkatan dari Blitar ke Surabaya. Baru besok pagi ada jadwal keberangkatan kereta kembali. Tetapi, saya sedangkan tidak di stasiun. Jadi tidak tahu kondisi disana," kata Eko Bekti.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com, dari sejumlah bonekmania yang memberikan dukungan langsung laga persahabatan Persebaya 1927 melawan Blitar Selection, memang ada yang menumpang kereta api. Tetapi, jumlah mereka tidak banyak. Saat ini, polisi sedang melakukan pengawalan terhadap bonekmania yang tengah pulang ke Surabaya.

KAB.TUBAN-Pesan Perdamaian dari Souvenir Gapura


Hendatno Santoso (50), atau lebih akrab disapa Kohin menyampaikan pesan moral perdamaian lewat miniatur Gapura China yang bertuliskan huruf China yang berarti empat penjuru lautan adalah saudara dan hanya dalam kebajikan Tuhan berkenan.

Dalam membuat kerajinan itu, Kohin dibantu 3 karyawan yang punya keahlian khusus di bidang pertukangan. Warga Jl. Hayam wuruk Bojonegoro itu menekuni kerajinan miniatur gapura China sudah 3 tahun yang lalu. "Saya awalnya hanya iseng merangkai potongan-potongan kayu ini, saya buat dengan bentuk Gapura China, dan saya tulisi dengan huruf china yang intinya pesan perdamaian," kata pria keturunan itu saat ditemui beritajati.com, Minggu (3/7/2011).

Kohin menambahkan,"setelah itu setiap ada acara Konghucu saya pamerkan karya-karya saya ini, kemudian ada pesanan dari temen-temen Konghuchu Jakarta yang memesan gapura ini untuk dijadikan hadiah pada lomba di salah satu klenteng yang ada di Jakarta", tambah Kohin.

Sovenir miniatur gapura itu, katanya, berbahan baku kayu gemelina. "Kayu gamelina kelebihannya tidak mudah pecah, dan juga tidak terlalu empuk. Pokoknya pas untuk kerajinan ini," jelasnya.

Harga sovenir bervariasi, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung besar kecilnya permintaan. "Kalau seperti yang dipesan panitia barongsai di Tuban kemarin, saya beri harga murah karena pesannya banyak. Setiap miniatur Gapura China yang saya buat, pasti ada pesan moralnya yang saya kutip dari kitab suci konghucu. Dan salah satunya adalah di empat penjuru lautan adalah saudara ini. Kalimat itu mempunyai makna semua orang yang ada di dunia ini adalah saudara, jadi tidak memandang dari suku apa atau agama apa, semua adalah saudara, jadi kita hidup di dunia ini harus saling menghargai perbedaan, pokoknya tujuan akhirnya perdamaian," urainya.

KAB.TUBAN-Ribuan Warga Jubeli Festival Barongsai

Ribuan warga dari berbagai daerah tampak antusias menyaksikan festival Barongsai dan Liong tingkat Nasional 2011 di TITD Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, Minggu (03/07/2011).

Ribuan pengunjung yang mengaku sedang mengisi liburan sekolah itu, rela antri untuk mendapatkan tiket supaya menyaksikan perlombaan Barongsai dan Liong yang berlangsung sejak tiga hari lalu itu.

"Ini kita sedang mengantri tiket masuk, supaya bisa melihat pertandingan Barongsai, karena jarang ada pertunjukan seperti ini," kata Icha, remaja asal Kabupaten Tuban yang sedang mengisi liburan sekolahnya.

Tak hanya para remaja, festival Barongsai dan Lioang yang akan menjadi agenda rutin tahunan Klenteng tersebut juga menarik sejumlah orang tua, dan anak-anak untuk menyaksikan aksi para pemain Barongsai yang berasal dari seluruh Indonesia.

"Tadi anak saya mengajak kesini mau melihat Barongsai, mumpung lagi libur sekolah. Terus untuk tiket masuk juga gratis," tambah Bambang, salah satu pengunjung dari Kabupaten Bojonegoro yang datang bersama dengan keluarganya.

Sementara itu, festival Barongsai dan Liong itu akan ditutup nanti malam dengan merebutkan piala bergilir bagi peserta tim Barongsai yang menjadi juara, serta akan diambil beberapa kategori juara dalam festival yang berhasil memecahkan rekor Muri tersebut.

KOTA SURABAYA-Minta Maaf, Bonek Tuding ada Provokator

Salah satu koordinator suporter Persebaya 1927, Bonek, Sinyo Devara meminta maaf atas tindakan beberapa rekannya yang terlibat bentrokan dengan suporter Blitar. Ia menuding ada keterlibatan provokator dalam tawuran yang pecah, Minggu (3/7/2011).

"Kita berangkat bersama-sama kemarin malam. Kita niat tulus untuk silaturahmi dengan Singo Lodro. Sebelum pertadingan kita juga disambut baik oleh suporter PSBI," ucap Sinyo kepada beritajatim.com.

Selama ini hubungan Bonek dengan suporter Blitar sangat baik. Diawal pertandingan, kedua kubu juga saling balas pujian. Namun entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Diduga kuat hal inilah yang memicu terjadinya tawuran.

Atas insiden ini, Sinyo secara terbuka meminta maaf terhadap pihak-pihak yang merasa dirugikan. Namun Sinyo menegaskan ada provokator yang bermain di insiden ini. "Kami atas nama Bonek meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan. Kami datang dengan damai dan ingin silaturrahmi," tegas pria yang mengaku fans berat AC Milan ini.

"Tapi perlu diketahui, ada suporter lain yang sudah menyusup. Mereka itu biang kerusuhannya. Mereka banyak yang mencopot baju dari baju merah jadi ganti warna biru," imbuh Sinyo. Ketika ditanya siapa provokatornya, Sinyo enggan menjawab. "Biarkan masyarakat yang menilai," lanjut nya.

Untuk itu Bonek meminta yang berwajib menyelidiki kasus ini, serta menindak biang-biang kerusuhan. "Selama ini kita selalu tersudutkan kalau kerusuhan. Padahal tak sepenuhnya itu kesalahan kami," tutup Sinyo

KAB.JEMBER-Petani Tebu Jember Tuntut Rendemen Individu

Petani tebu di Jember menuntut adanya penerapan penghitungan rendemen secara individu, dan bukan secara hamparan atau kolektif. Rendemen secara hamparan hanya merugikan petani yang memiliki tebu berkualitas bagus.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Marzuki Abdul Ghafur menyatakan, pabrik gula PT Perkebunan Nusantara 11 di Semboro masih menggunakan sistim hamparan. "Padahal di pabrik-pabrik wilayah barat (Jawa Timur) sudah menggunakan sistim rendemen individu," katanya.

Dengan sistim rendemen indvidu, maka petani akan berlomba-lomba menanam tebu sebaik-baiknya. Mereka yang menanam tebu dengan baik akan menuai rendemen bagus. Ini berarti produksi gula yang diterima lebih banyak daripada petani yang menggarap lahan asal-asalan dan menghasilkan rendemen rendah.

Sistim bagi hasil produksi gula sebenarnya memberikan penghargaan terhadap kualitas tebu dengan rendemen tinggi. Jika rendemen di bawah enam persen, maka bagi hasil produksi gula hasil penggilingan adalah 66 persen untuk petani, sisanya untuk pabrik. Jika rendemen antara 6 persen hingga di bawah tujuh persen, maka petani mendapat bagian 70 persen gula. Jika rendemen di atas tujuh persen, maka petani mendapat bagian 75 persen.

Namun, realitas di lapangan, rendemen tebu saat ini hanya enam persen. Artinya dari 100 kilogram tebu yang digiling hanya menghasilkan enam kilogram gula. "Padahal, rendemen tebu saya 10 persen," keluh Marzuki.

Marzuki membuat perbandingan dengan penggilingan tebu untuk produksi gula merah miliknya sendiri. "Kalau saya giling di pabrik gula Semboro, pendapatan kotor per hektare Rp 32 juta dengan rendemen 6, produksi seribu kuintal tebu per hektare. Kalau giling sendiri dengan jenis tebu 862, rendemen 10 persen. pendapatan Rp 62 juta," katanya.

Marzuki belum tahu alasan pabrik tetap memakai sistim rendemen hamparan. Ia sendiri sudah memperjuangkan penggunaan rendemen individu sejak 2009. "Mungkin ada kekhawatiran, petani yang menanam tebunya agak tak sesuai teknis akan lari. Tapi saya bilang ke Pak Administratur, kalau tidak menerapkan rendemen indvidu ini, petani tak akan berlomba-lomba dalam kebaikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Jember Moch. Ali Fikri mengatakan, rendemen saat ini enam persen. "Tapi produksi petani saat ini sedang jeblok, karena terjadi penurunan produksi 20-30 persen dibanding tahun lalu. Produksi tebu merosot, karena sinar matahari tidak maksimal, sehingga pertumbuhan tebu tak maksimal," katanya

OLAH RAGA-ManCity Incar Pemain Keturunan Indonesia


Manajer Manchester City, Roberto Mancini, mengincar pemain keturunan Indonesia yang saat ini membela Cagliari, Radja Nainggolan. Mancini juga mengincar sejumlah pemain dari Serie A lainnya.

"Ketika memikirkan Udinese, maka saya menginginkan Pablo Armero dan Mauricio Isla. Saya juga patut mengincar Antonio Di Natale. Sayang sekali, Di Natale sudah mulai menua, tapi ia tetaplah seorang juara. Saya juga suka Radja Nainggolan di Cagliari," ujar Mancini seperti dilansir sportal.co.nz.

Nainggolan memiliki keturunan dari sang ayah, Marius, yang berasal dari Batak. Sementara itu, ibunya, Lizi Bogaerd adalah kelahiran Belgia. Musim lalu pemain 23 tahun ini untuk kali pertama bermain di Serie-A bersama Cagliari.

Semusim bersama Cagliari, Nainggolan mencetak 2 gol dari 15 penampilan. Sebelumnya, dia memperkuat klub Serie B Piacenza. Sayang, Nainggolan lebih memilih untuk membela tim nasional Belgia daripada Indonesia.

Selain Nainggolan, Mancini juga berbicara mengenai Samir Nasri (Arsenal) dan Stevan Savic (Partizan Belgrade) yang dikabarkan menjadi incaran ManCity. "Kesepakatan dengan Savic telah tercapai. Sementara itu, Nasri? Belum, masih belum," tegas Mancini.

Menariknya, dari nama-nama yang diincar Mancini, tak ada satu pun pemain Inter Milan, yang notabene mantan klub arsitek asal Italia tersebut. Mancini tidak berani mengincar para pemain I Nerazzurri.

"Tentu saja saya tidak akan menyebut nama-nama pemain Inter, karena jelas saya lemah terhadap mereka. Saya menilai para pemain yang saya latih di Inter hebat semuanya," papar Mancini.

KAB.JEMBER-Petani Jember Tahan Gula Lelang

Petani pabrik gula PT Perkebunan Nusatara 11 di Semboro menahan gula yang sudah digiling agar tak dilepas di pasar lelang. Ini dikarenakan belum ada kesepakatan harga yang memuaskan.

Pada lelang terakhir, 28 Juni 2011 lalu, ada 10.820 ton gula milik petani tebu rakyat yang dilelalng. Sebanyak 1.330 ton di antaranya adalah milik petani Jember. Petani Jember memberikan harga penawaran sementara (HPS) Rp 9.000 per kilogram. Sementara dari investor hanya mau membeli dengan harga Rp 8.000,6 hingga Rp 8.000,8 per kilogram.

"Kami tentu saja tak mau melepas. Gula petani tetap akan disimpan di gudang," kata Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Jember, Moch. Ali Fikri, Sabtu (2/7/2011).

Fikri mengatakan, harga yang disodorkan investor masih terlalu jauh dari HPS petani. Apalagi kualitas gula produksi petani saat ini masuk kelas premium, sehingga harus dihargai layak. "Ini terbaik dalam sejarah pabrik gula Semboro. Gula premium kalau disimpan tahan lama, bisa sampai satu tahun," tegasnya.

Petani tidak mau kecewa dua kali. Dalam lelang pertama 13 Juni lalu, gula petani yang premium justru dihargai rendah. Dalam lelang gula petani tebu rakyat di wilayah barat, investor membeli dengan harga Rp 7.660 per kilogram. Sementara di wilayah timur, gula dilepas ke investor dengan harga Rp 7.625. Sementara produksi gula pabrik Semboro dilepas dengan harga Rp 7.630 per kilogram. "Hanya selisih lima rupiah dengan produksi penggilingan pabrik lain yang kualitasnya di bawah," kata Fikri.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Jember, Marzuki Abdul Ghafur, membenarkan adanya kekecewaan petani. "Kalau perbedaannya hanya sekian, sangat tidak adil. Saya berharap karena gula petani semboro gula premium, harganya harus lebih baik," jelasnya.

Marzuki mengatakan, dengan rendemen enam persen saat ini, pendapatan petani terbilang minim, jika gula tidak dilelang dengan harga di atas Rp 8.500 per kilogram. "Kalau rendemen tebu di pabrik minimal tujuh persen dengan harga gula lelang Rp 7.630 per kilogram, barulah bisa mendapat keuntungan layak," katanya.

Sementara itu, bagi hasil penggilingan tebu jika rendemen antara 6 sampai di bawah 7 persen, petani mendapat 70 persen dari gula yang diproduksi. Kalau rendemen jeblok di bawah enam persen, maka bagi hasil gula produksi yang diterima petani 66 persen.

"Break event point petani adalah Rp 7.500 per kilogram. Produksi kuintal tebu saat ini menurun, tapi kualitas gula adalah premium," tambah Fikri.

Fikri mengingatkan, investasi pemerintah untuk revitalisasi pabrik gula mencapai Rp 176 miliar. Jika gula dengan kualitas bagus hasil pabrik yang direvitalisasi itu dijual dengan harga yang sama dengan produksi sebelum revitalisasi, tentu saja ini merugikan. Rp 60 miliar investasi itu di antaranya untuk penciptaan sistim karbonatasi dalam proses produksi.

Sampai kapan gula akan ditahan untuk tak dilelang? "Biasanya sih ditahan sampai dua bulan," kata Fikri. Jika sudah demikian, tentu investor yang merugi, karena mereka harus menanggung beban bunga dana talangan yang berasal dari pinjaman bank.

KAB.JEMBER-Harga Gabah dan Beras di Jember Merangkak Naik

Harga gabah dan beras mulai merangkak naik. Kenaikan ini juga mengikuti kenaikan harga sembako.

Pengusaha beras Kamil Gunawan mengatakan, selama lima hari ini harga gabah mencapai Rp 3.900 per kilogram. Sementara beras kepala mencapai Rp 7.600 kepala dan beras super menggapai harga Rp 6.650 per kilogram.

Harga ini cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu di saat yang sama, harga gabah maksimal Rp 3.600 per kilogram dan harga beras kepala Rp 7.200 per kilogram. "Sebelumnya harga gabah Rp 3.700," kata Kamil, JUmat (1/7/2011).

Kenaikan harga ini dipicu tak berimbangnya permintaan dan pasokan beras di pasaran. Permintaan semakin meningkat, seiring dengan semakin mendekatnya bulan puasa. Ia mencontohkan permintaan beras kepadanya sekarang bisa mencapai 10-15 ton per hari. Sementara, beras yang diproduksi 10-12 ton per hari.

Kamil menduga, berkurangnya pasokan karena adanya penurunan produksi yang sebagian disebabkan kegagalan panen. Hal ini dibenarkan oleh Chandra Irawan, pedagang beras lainnya. "Panen mungkin banyak yang gagal. Panen pertama gagal, musim hujan kemarin termasuk tak sukses. Ditambah sekarang," katanya.

Sementara itu, di Situbondo, harga beras, kacang, dan telur ayam naik tajam. Harga gula naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 8.700 per kilogram, harga telur naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram, terigu naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.000 per kilogram, kacang naik daro Rp 14 ribu menjadi Rp 18.500 per kilogram. "Kalau beras harga di selepan biasanya Rp 5.800 jadi Rp 6.600 per kilogram," kata Agustini, salah satu warga

KAB.JEMBER-Kekecewaan Petani Tebu Bisa Ancam Stabilitas Negara

Petani tebu Jember kecewa dengan pembagian keuntungan selisih harga lelang setelah dikurangi harga talangan (profit sharing). Profit sharing antara petani dan investor adalah 60-40.

Berdasarkan surat Menteri Petanian nomor 245 tahun 2011, profit sharing bagian petani minimal 60 persen. Ini disetujui oleh Menteri Perdagangan dalam surat bernomor 729.

"Di situ disebutkan minimal 60 persen. Kenapa profit sharing di PTPN XI memakai yang minimal. Kenapa malah di PTPN X petani bisa mendapat profit sharing 80 persen," kata Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Moch. Ali Fikri.

Petani sendiri tak memiliki posisi tawar. Menurut Fikri, jika mereka menolak profit sharing ini, maka tebu tidak akan digiling oleh pabrik. "Kalau kita mengirimkan ke PTPN X seperti musim lalu, terkendala pada ongkos angkutan tinggi," katanya.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Marzuki Abdul Ghafur membantah, jika profit sharing itu sepenuhnya tak adil. Ia mengacu pada surat Menteri Pertanian. "Ini juga ada kesepakatan di rapat Forum Temu Kemitraan. Petani-petani sudah sepakat," katanya. Sementara dana talangan sebagai jaminan harga minimal sebesar Rp 7.000 per kilogram gula.

Marzuki mengaku sudah menanyakan hal tersebut ke administratur pabrik gula. Diperoleh jawaban, bahwa itu sudah menjadi keputusan rapat direksi dengan investor. "Karena Semboro mengacu keputusan direksi, ya ikut. Lagipula harga gula nasional turun. Soal (apakah petani) kalah atau menang saya tidak bisa katakan kalah dan menang," katanya.

Namun Fikri mengingatkan kekecewaan petani bisa menumpuk. Mereka tak hanya dikecewakan oleh profit sharing, tapi juga harga lelang. Harga lelang 13 Juni lalu tak sesuai harapan. "Dengan harga lelang Rp 7.630 per kilogram, sementara dana talangan Rp 7.000 per kilogram, ada selisih profit Rp 630. 40 persen dari selisih profit itu milik investor. Petani dapat apa? Padahal, kualitas gula petani Semboro masuk kelas premium," katanya.

Petani saat ini sudah terpuruk. Cuaca yang tak bersahabat membuat produksi tebu menurun. Harga lelang gula tak bersahabat. "Ini bisa melemahkan semangat petani berbudidaya tebu. Nanti efek dominonya, saat petani tidak mau menanam tebu, swasembada tidak tercapai. Ketika tidak tercapai, dimungkinkan pada suatu waktu gula mahal yang diikuti kenaikan harga sembako lain akan ancam stabilitas negara," kata Fikri

KAB.LUMAJANG-Edarkan Pil Dextro, Dibekuk Petugas

Jajaran Reskoba Polres Lumajang berhasil menangkap pengedar pil Dextro dan Trihexyphinidyl, Mohammat Ajainuri (28) warga Jl. Jawa RT 02/ RW 02 Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari-Jember di Terminal Wonorejo Kecamatan Kedungjajang.

Tersangka ditangkap petugas saat menjual dan menyimpan obat batuk yang dlarang dijual belikan bebas di pasaran kepada pengamen jalanan.

"Dia kami tangkap saat menjual di Terminal Minak Koncar," kata Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Amin Sujandhono pada beritajatim.com di Mapolres, Jum'at (01/07/2011).

Dia mengatakan, sebelum menangkap tersangka, pihaknya melakukan penyelidikan peredaran pil batuk untuk teler di Terminal Minak Koncar selama seminggu. Pasokan pil setan itu, dikabarkan daei seorang pengedar asal Jember. "Saat petugas mengamati gerak-gerik pelaku, ternyata dia pemasok pil ke Lumajang," ungkapnya.

Dari tangan tersangka petugas mendapati 570 butir Dextro yang sudah menjadi 19 poket berisi 30 butir, 22 butir pil trihexyphinidyl, 3 bendel plastik klip dan uang hasil penjualan senilai Rp 167.000. Tersangka mengaku mendapatkan pil dari seorang bandar di wilayah Jember.

Akibat perbuatanya, Dia dimasukan ke dalam sel tahanan Mapolres Lumajang. Tersangka dijerat Undang-Undang tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara

KAB.JEMBER-Ngebet ke Bali, Nyolong Sepeda Motor

Ngebet ingin pergi ke Bali, Edi Subagio mencuri sepeda motor. Ia pun akhirnya ditangkap saat berada di Pulau Dewata itu.

Inilah balada pemuda berusia 20 tahun dari Dusun Suko Desa Tegalbatu Kecamatan Jelbuk. "Dia pakai kunci palsu dan mencuri sepeda motor merek Yamaha Mio bernopol P 4674 DT," kata Kepala Bagian Humas Ajun Komisaris Bangun Wicoro, Jumat (1/7/2011).

Edi sebenarnya pernah bekerja di Bali, lalu kembali ke Jember. Beberapa waktu lalu, ia berniat kembali ke Bali, namun tak punya modal. Nah, saat berjalan-jalan di tepi hutan pinus Desa Sempolan Kecamatan Silo, ia melihat sepeda motor Yamaha Mio milik Anis (45), warga setempat, tengah diparkir.

Tanpa banyak cincong, Edi membawa kabur Mio itu ke Bondowoso. Anis melapor ke polisi sembari menyebut ciri-ciri Edi. Polisi gagal menemukan Edi di rumah. Ternyata dia sudah kabur ke Bali.

Edi sendiri mengaku menjual sepeda motor curian itu kepada warga Desa Wringin kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso seharga Rp 700 ribu. Uang itu jadi bekal ke Bali. "Keinginan saya sudah tidak bisa ditahan," katanya. Sebelumnya, Edi juga pernah mencuri sepeda motor di Jelbuk.

KAB.JEMBER-Gus Ipul Berharap PKB Bersatu

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf berkunjung ke Jember, Minggu (3/7/2011). Ia mengungkapkan harapan agar semua partai politik berkonsolidasi.

Gus Ipul datang dengan menggunakan helikopter dengan ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Di alun-alun Jember, mereka disambut Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember, Miftahul Ulum dan Ayub Junaidi.

Gus Ipul mengunjungi Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putra dan bertemu sejumlah keluarga KH Achmad Shidik, tokoh NU asal Jember. "Saya memang berniat datang ke sini untuk acara haul Kiai Achmad Shidik," katanya.

Ini seperti pertemuan dua anggota keluarga yang lama tak jumpa. Mereka saling lempar canda, dan sempat menyinggung beberapa persoalan, termasuk unifikasi Partai Kebangkitan Bangsa.

Setelah bersantap pagi dengan hidangan sayur, rawon, tempe, telur, dan otak goreng, acara silaturahmi itu diakhiri dengan doa. "Saya masih hendak ke Situbondo, ada acara Hari Lahir NU," kata Gus Ipul.

Usai silaturahmi itu, Gus Ipul mengatakan, pemerintah bertugas memfasilitasi partai politik agar sehat. "Menurut saya, yang penting menjelang pemilu pimpinan partai harus konsolidasi," katanya.

"PKB sudah tiga kali mendapat mandat dari rakyat (dalam pemilu). Itu harus dijaga dan dipelihara," kata Gus Ipul tanpa mau menyebutkan lebih detail apa sarannya untuk PKB.

Gus Ipul mengatakan, dirinya sudah tak punya otoritas untuk bicara apa-apa soal PKB. "Harapan kami semua partai di Jawa Timur yang diberi mandat rakyat bisa memperoleh mandatnya kembali pada pemilu akan datang," katanya.

Ditanya soal kesiapannya mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Timur, Gus Ipul menampik menjawab. "Tidak, masih jauh," katanya

KAB.JEMBER-Pj Bupati Jember Harapkan Reformasi Birokrasi

Penjabat Bupati Jember Zarkasi menyambut gembira jajaran birokrasi telah mendapat penyuluhan hukum, Rabu (30/6/2011) lalu. Ini bagian dari upaya menciptakan pemerintah bersih.

Menurut Zarkasi,dengan penyuluhan hukum itu diharapkan aparatur pemerintah tidak melakukan penyimpangan dalam tugas. "Kita harus mereformasi demi kita sendiri dan kita reformasi pada rakyat," katanya sebagaimana dilansir Humas Pemkab Jember.

Reformasi birokrasi adalah perubahan yang mendasar terhadap sistim penyelenggaraan pemerintahan. Memberantas korupsi merupakan satu napas dengan peningkatan pelayanan publik. "Pelayanan publik yang tidak kondusif merupakan lahan subur praktik-praktik korupsi. oleh sebab itu, mari kita tingkatkan pelayanan publik," kata Zarkasi.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember, Hari Mujianto, mengatakan, penyuluhan hukum kepada semua satuan kerja terutama berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara. "UU tipikor ini sangat ketat sekali pengawasannya terhadap pengelolaan anggaran," katanya.

Ketidaktahuan terhadap hukum menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. "Dengan adanya aparatur yang bersih dan berwibawa ini, maka stigma miring akan hilang," katanya

KAB.JEMBER-Mangkrak 6 Tahun, Ketua DPRD Setuju Pansus Pasar Kencong

Tak juga kelarnya pembangunan Pasar Kencong yang pernah terbakar 16 Agustus 2005, membuat Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf sepakat jika dibentuk panitia khusus untuk menyelesaikan hal tersebut.

Pasar Kencong terbakar 16 Agustus 2005 dan belum juga selesai direnovasi hingga hari ini. Pedagang menuntut agar pasar dibangun di lokasi lama di depan masjid raya. Tuntutan ini didukung oleh surat rekomendasi DPRD Jember.

Namun Pemkab Jember ternyata memilih membangun pasar di lokasi baru, di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara XI. Pemkab tidak mengeluarkan dana dari APBD, karena pembangunan diserahkan kepada investor. Pembangunan tersebut hingga saat ini belum juga kelar.

"Saya secara pribadi melihat, karena ini persoalan bukan antara komisi dengan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), tapi menyangkut persoalan pemerintah kabupaten, perlu dibentuk pansus. kekuatannya lebih besar daripada komisi. Kalau pansus, penyelesaian bisa menyeluruh, bisa tanahnya, perekonomian pembangunan, dan sebagainya," kata Saptono.

Pembentukan pansus sangat layak, karena pembangunan pasar ini sudah macet selama enam tahun. "Tinggal koordinasi dengan pimpinan dan komisi terkait," kata Saptono.

Niat Saptono ini didukung oleh para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Kencong. "Kami memang membutuhkan dukungan politik," kata Moch. Sholeh, juru bicara pedagang pasar.

Menurut Sholeh, ada persoalan sejak awal pembangunan pasar oleh investor di lokasi baru. Pemerintah tak mengeluarkan dana APBD, namun membebankan pada masyarakat. "Pembangunan yang membebankan pada masyarakat harus mendapat persetujuan Dewan," katanya.

Sholeh menyodorkan sebuah logika. "Logikanya, pedagang sudah membayar retribusi dan pajak. Kenapa ini kok malah pasar dibangun di tempat lain? Jadi memang mengapa tak di-pansus-kan saja persoalan ini," katanya

KAB.JEMBER-Disoroti BPK, Mekanisme Dana Bansos dan Hibah Diubah

Gara-gara mendapat perhatian khusus dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dana bantuan sosial dan hibah dalam APBD Jember akan segera dievaluasi. Ada perubahan mekanisme pencairan dana.

Hal ini dikemukakan secara terpisah oleh Penjabat Bupati Zarkasi dan Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf, Jumat (1/7/2011). BPK memberikan opini wajar dengan pengecualian terhadap hasil audit APBD Jember 2010. Ini berarti untuk kedua kalinya Jember memperoleh opini ini, setelah APBD 2009.

"Memang anggaran kita untuk bansos dan hibah kalau dikalkulasi cukup besar. Kita belum mengkaji betul, apa penilaian itu hanya terkait alokasi anggaran yang besar, atau implementasi ke bawah yang kurang tepat," kata Saptono.

DPRD Jember sendiri jauh-jauh hari sudah menginginkan agar besaran dana bansos dan hibah dikurangi. Anggaran sebaiknya dialihkan sebagian untuk sektor kesehatan dan pertanian.

Saptono mengakui, dana bansos dan hibah cukup rawan penyimpangan, namun semua tergantung dari orang yang menerima bantuan. "Inginnya, kita dalam memberi bansos besar juga tepat sasaran," katanya.

Zarkasi mengatakan, hibah dan dana bansos akan mendapat perhatian khusus. "Tahun 2011 saya membuat kebijakan. Pengajuan hibah saya buat beberapa tahapan. Bantuan tidak akan saya berikan langsung, tapi minimal saya buat dua termin. Termin berikutnya jangan harap bisa cair kalau (pertanggungjawaban termin sebelumnya) belum lengkap," katanya

KAB.JEMBER-MA Vonis Bebas Bupati MZA Djalal!

Masih gelapnya nasib putusan hukum Bupati (nonaktif) Jember Muhammad Zainal Abidin Djalal memicu munculnya sejumlah pesan pendek (SMS) berantai. Isi pesan pendek yang beredar hingga ke tangan wartawan saling bertentangan.

Salah satu SMS menyatakan, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis bebas. Sementara, SMS lainnya mengabarkan bahwa MA menjatuhkan vonis tiga tahun penjara untuk Djalal. Djalal sendiri divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya, terkait perkara dugaan korupsi mesin daur ulang aspal saat dia menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur.

Jufriyadi, politisi Partai Kebangkitan Nasional Ulama yang juga pendukung MZA Djalal saat pemilihan umum kepala daerah, meminta agar manuver via SMS dihentikan. "Saya berharap siapapun yang mengedarkan SMS itu menghentikannya, agar tak memancing keresahan. Masyarakat tak perlu merespons SMS tersebut," katanya.

Jufriyadi menyatakan, belum ada kabar apapun soal keputusan hukum atas MZA Djalal dari Mahkamah Agung. "Kami saat ini masih menunggu. SMS-SMS itu jelas bukan dari pendukung Pak Djalal, karena apapun keputusan MA, kami pasti pertama-tama akan melakukan konsolidasi internal, dan kemudian mengatakannya kepada publik," katanya.

Pria yang juga anggota DPRD Jember itu tak bisa menerka maksud pengedar SMS gelap tersebut. Namun, ia percaya tak akan banyak mempengaruhi masyarakat. Masyarakat Jember sudah jenuh karena sering dikejutkan dengan persoalan-persoalan hukum dan politik

KAB.JEMBER-Seleksi Direktur BUMD Jember di Surabaya

Pemerintah Kabupaten Jember menyerahkan seleksi direktur utama dua badan usaha milik daerah (BUMD) kepada sebuah lembaga penilaian, yang bernaung di bawah Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya.

Saat ini posisi direktur utama di Perusahaan Daerah Perkebunan dan Perusahaan Daerah Air Minum Jember sedang kosong. Pemkab Jember diamanati oleh peraturan, selambat-lambatnya tiga bulan sudah harus mengisi jabatan direktur di PDP dan enam bulan di PDAM.

Penjabat Bupati Jember Zarkasi mengatakan, pihaknya akan membentuk tim yang dipimpin sekretaris kabupaten. "Pak Sekda akan dibantu Badan Kepegawaian Daerah dan Inspektorat melakukan seleksi administratif," katanya.

Semua berkas calon yang persyaratan administrasinya terpenuhi akan dikirimkan ke Badiklatprov Jawa Timur di Surabaya. "Saya akan serahkan ke lembaga assessment center (semacam lembaga penilaian). Di sana terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Mereka yang nanti melakukan seleksi," kata Zarkasi.

Pemkab Jember tidak akan ikut campur dalam proses penentuan direktur tersebut. Semua diserahkan sepenuhnya kepada lembaga tersebut. Legislatif tidak akan dilibatkan, karena ini merupakan ranah eksekutif.

Zarkasi menampik anggapan, bahwa dirinya tengah memindahkan tekanan politis ke Surabaya. "Tidak, mereka memang ahlinya. Jadi saya menyerahkan (proses seleksi) kepada ahlinya," katanya.

Dengan diserahkannya seleksi kepada pihak di luar Pemkab Jember, Zarkasi memersilakan siapapun ikut serta dalam penjaringan calon direktur. Bahkan, calon dari luar Jember pun dipersilakan ikut serta asal mampu

KAB.JEMBER-Dikabarkan Kantongi Putusan MA, Masdar Segera Aktif

Kabar segera aktif kembali, Bupati Sjahrazad Masdar ke Pendopo dan Kantor Pemkab Lumajang santer di kalangan para pendukungnya.

Setelah Mahkamah Agung Menolak kasasi Kejaksaan Negeri Jember dan mengukuhkan vonis bebas Majelis Hakim Pengadilan Jember, kini tersebar kabar Masdar sudah mengkantongi surat keputusan MA sebagai syarat lepas dari penon-aktifan sebagai kepala daerah Lumajang.

Kabar Masdar sudah memegang dan mengkantongi MA tersebar melalui pesan singkat (SMS) di ponsel pendukungnya. Isi SMS Masdar pada pendukungnya, "Alhamdulillah salinan keputusan MA sudah turun dan saya terima hari ini Jum'at tanggal 1 Juli 2011 sebagai dasar mendagri untuk mencabut penon-aktifan saya. Terima kasih atas do'a restunya selama ini. Semoga Allah SWT akan membalasanya...Amien ya robbal'alamien ".

"Pak Masdar sudah megang salinan keputusan MA," kata Jamal Abullah Alkatiri, pendukung setia Masdar pada wartawan, Minggu (03/07/2011).

Menurut dia, dengan masdar memiliki salinan keputusan MA, pengaktifannya tinggal selangkah dari dari Mendagri. Dirinya berharap Mendagri cepat mengaktifan agar pembangunan Lumajang berjalan dengan lancar. "Ini sungguh kabar yang menyenangkan, Lumajang bakalan dipimpin kembali Pak Masdar," ungkap mantan Ketua DPC PPP Lumajang.

Semenjak Sjahrazad Masdar dinon-aktifkan, kendali pemerintahkan di Lumajang dilakukan oleh wakilnya As'at Malik. Bahkan, Masdar juga meninggalkan pendopo bupati sesuai surat mendagri dan jarang ngantor di Kantor Pemkab Lumajang.

"Perlu diketahui, Pak Masdar ini orang bersih, bukan koruptor," pungkas Jamal yang tidak terima sahabatnya selalu dianggap Koruptor oleh lawan politiknya.

KAB.JEMBER-Ketua DPRD Tersinggung dengan Pemkab Jembe

Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf tersinggung dengan tindakan Pemerintah Kabupaten Jember, yang mengabaikan rekomendasi parlemen terkait pembangunan Pasar Kencong.

Ketersinggungan ini diungkapkan Saptono, saat menemui perwakilan pedagang Pasar Kencong, di ruang kerjanya di DPRD Jember, Jumat (1/7/2011). Para pedagang meminta Saptono untuk memberikan dukungan politik, agar pembangunan pasar yang baru dilakukan di lokasi lama.

Pasar Kencong terbakar 16 Agustus 2005 dan belum juga selesai direnovasi hingga hari ini. Pedagang menuntut agar pasar dibangun di lokasi lama di depan masjid raya. Tuntutan ini didukung oleh surat rekomendasi DPRD Jember.

Namun Pemkab Jember ternyata memilih membangun pasar di lokasi baru, di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara XI. Pemkab tidak mengeluarkan dana dari APBD, karena pembangunan diserahkan kepada investor. Pembangunan tersebut hingga saat ini belum juga kelar.

"Ini sebetulnya kalau kita bicara tersinggung, harga diri sebuah lembaga, sebetulnya juga merasa (tersinggung). Kenapa rekomendasi ini bisa dikatakan tak digubris. Pertimbangan Dewan saat itu cukup sederhana: status pasar lama tak ada masalah. Selama ini (lahan) milik Pemkab," kata Saptono.

Saptono menegaskan, DPRD tidak tahu pertimbangan Pemkab Jember membangun pasar di lokasi baru. Namun jika ternyata pembangunan sudah terlanjur dilakukan, maka Dewan meminta agar status tanah diperjelas dulu. Saptono tidak ingin, setelah pembangunan pasar yang menyedot dana masyarakat itu kelar, muncul persoalan dengan pemilik tanah.

Saptono mendukung agar Penjabat Bupati Zarkasi turun langsung ke lokasi pasar. Ia siap menyertai, untuk menyerap aspirasi para pedagang. "Alhamdulillah. Ini memang perlu kita segera selesaikan. Bagaimana pasar kencong segera selesai dan tak ada masalah," katanya.

Saptono berjanji akan segera berkoordinasi dengan Zarkasi. "Kita tidak akan mewarisi anak cucu kita dengan persoalan di belakang. Marilah kita selesaikan," katanya, berharap agar Pemkab Jember segera mengundang investor. Namun masalah status tanah yang digunakan sebagai lahan pasar baru harus diperjelas.

KAB.JEMBER-Bus di Depan Kantor Pemkab Jember Disandera


Sebuah bus Borobudur di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember disandera oleh kelompok bersenjata, Jumat (1/7/2011). Tiga pelaku berhasil dilumpuhkan.

Skenario itu dimainkan oleh aparat Kepolisian Resor Jember, dalam simulasi penanganan teroris untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-65. Enam pelaku berhasil dilumpuhkan oleh pasukan 'SWAT' Polres Jember.

Selain simulasi tersebut, personil Polres Jember juga mempertunjukkan atraksi memacu mobil dengan kecepatan tinggi, seperti di film-film laga. Ada juga atraksi safety riding dari aparat Satuan Lalu Lintas.

Usai upacara peringatan Hari Bhayangkara, Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Samudi mengatakan, ke depan akan berupaya lebih baik dalam pelayanan masyarakat. "Kami sadar masih jauh dari harapan masyarakat. Tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi keinginan masyarakat," katanya.

Samudi menilai keamanan dan ketertiban masyarakat di Jember cukup kondusif. "Masyarakat dapat melakukan aktivitas tanpa ada gangguan. Itu tolok ukur saya," katanya. Namun ia berjanji akan berupaya meningkatkan operasi preventif.

Terkait pelanggaran internal, Samudi menyatakan sudah mengambil tindakan tegas terhadap oknum. Ada aparat yang dihukum kurungan 21 hari karena menyalahgunakan kewenangan. "Katanya pungli," katanya

KAB.JEMBER-Pasang Alat Pantau Bencana Sebaiknya Permisi

Pemasangan alat pantau bencana di daerah rawan sebaiknya dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Ini juga memudahkan pengamanan alat tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Jember, Edi Budi Susilo, Kamis (30/6/2011). Selama ini ia tidak pernah tahu ada pemasangan alat pantau bencana di wilayah Jember, kecuali hasil kerjasama dengan JICA, sebuah lembaga penanganan bencana dari Jepang.

"Terakhir saya dapat laporan ada pemasangat dua alat pemantau tsunami di perairan Puger. Tapi perkembangan pemeliharaan sejauh mana dan alat itu masih ada atau tidak, kami belum tahu," kata Edi.

Menurut Edi, tidak ada pemberitahuan formal mengenai pemasangan alat pemantau bencana. "Saya berharap, hal-hal berkaitan dengan tindakan deteksi dini terhadap persoalan rawan bencana, sebaiknya selalu dikoordinasikan. Minimal diberitahukan kepada pemerintah daerah setempat agar lebih efektif," katanya.

Jember sendiri disebut-sebut sebagai daerah rawan bencana. Terakhir, laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan, Rabu (29/6/2011) sore, pukul 18.35 terjadi gempa berkekuatan 5,1 skala richter, dengan kedalaman 40 kilometer di lokasi 164 KM tenggara Jember.

"Saya sudah tanyakan ke camat-camat Jombang, Kencong, Tempurejo, yang dekat dengan laut, sampai pukul 11 siang tadi tidak ada kerusakan akibat gempa itu. Bahkan gempa itu tak terasa," kata Edi

KAB.LUMAJANG-Polres Lumajang Gelar Police Award 2011

Menyambut hari Bhayangkara ke 65 tahun, Polres Lumajang mengelar acara Police Award 2011 di Stadion Semeru, Sabtu (02/07/2011) nanti malam.

Selain penghargaan anggota , kesatuan Polres Lumajang, dan masyarakat, juga ada penghargaan pada wartawan peduli kamtibmas. 5 wartawan yang masuk nominasi dalam police Award yakni Rangga Mahardika (Radar Jember), Yudhi Hermanto (Memorandum Timur), Cucuk Donartono (RCTI), Guntur (Metropol) dan Harry Purwanto (beritajatim.com).

"Police Award diperuntukkan bagi masyarakat dan anggota yang terlibat dan mendukung program Polri," kata Kapolres Lumajang, AKBP Tejo Wijanarko di Mapolres. Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dan polisi bisa menjadi satu dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Lumajang. Sehingga revitalisasi di tubuh Polri juga didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

"Tanpa dukungan masyarakat, Polri bukan apa-apa," ungkapnya.

Kategori Penghargaan di Police Award yakni Polsek dan Satuan Fungsi Berprestasi, Anggota Polri Berprestasi, Desa Peduli Kamtibmas, Masyarakat Peduli Kamtibmas, Komunitas Motor Peduli Katmibmas, Wartawan Peduli Kamtibmas, Instansi Peduli Katmibmas, Perusahaan Peduli Katmibmas dan Jejaring Sosial Peduli Katmibmas.

Ketua panitia Police Awards 2011, AKP Kusmindar, mengatakan, keberhasilan Polres Lumajang dalam ungkap kasus, menekan angka kriminalitas, tertib lalu lintas dan lainnya tanpa dukungan masyarakat tidak akan sukses. Sehingga, di hari Bhayangkara sudah waktunya polisi bersama masyarakat menyatu menyamakan visi dan misi menjadikan Lumajang aman dan kondusif. "Acara ini bukan untuk polisi, tetapi untuk masyarakat Lumajang," katanya.

KAB.PASURUAN-Kesetrum, Buruh PT Sorini Tewas Seketika


Naas dialami oleh Achmad Dani (26), warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Jumat (1/7/2011). Pasalnya korban seketika itu tewas akibat tersengat aliran listrik saat tengah bekerja di pabrik.

Peristiwa naas yang menimpa korban ini bermula, ketika saat itu dia yang bekerja di bagian produksi PT Sorini di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol tengah asyik membersihkan mesin. Namun tanpa diduga olehnya, ada pekerja lain yang sedang mengelas dengan las listrik di mesin tersebut.

Tak ayal, lantaran mesin yang tengah dibersihkannya teraliri listrik, Achmad Dani pun kemudian langsung kesetrum hingga mengakibatkan dirinya tewas di lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad korban dirujuk ke RSUD Bangil setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit (RS) Medika By Pas Pandaan.

Ironisnya, wartawan yang melakukan peliputan di lokasi sempat dihalang-halangi petugas pabrik. Pasalnya, mereka tak ingin kasus ini menyebar luas ke masyarakat. Sementara itu, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. "Kita Masih lakukan penyelidikan, mas," ujar AKP Bambang, Kasubag Humas Polres Pasuruan

KAB.PASURUAN-Melawan, Curanmor Ditembak Polisi


Setelah satu tahun menjadi buronan polisi, dua DPO pelaku pencurian motor (curanmor) akhirnya berhasil dibekuk. Kedua tersangka ini adalah asal Kecamatan Grati yakni Sarohan (23), warga Desa Kalipang dan Suhet (20), warga Desa Plososari.

Kasubag Humas Polresta Pasuruan AKP Joko Siswanto mengatakan, lantaran nekat melawan petugas saat hendak ditangkap di daerah Bangil. Tersangka Sarohan, akhirnya terpaksa dihadiahi petugas dengan tembakan timah panas. Akibat tembakan ini, kaki kiri tersangka pun terluka.

"Kalau yang tersangka Suhet, dia ditangkap di Probolinggo. Kedua tersangka kini mendekam di jeruji tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara," kata AKP Joko Siswanto, Kasubag Humas Polresta Pasuruan Jumat (1/7/2011) kepada wartawan.

Dia menegaskan, meskipun telah menangkap 2 DPO pelaku curanmor. Namun, pihaknya kini masih memburu 2 DPO pelaku curanmor lainnya. "Mereka ini adalah teman-temannya tersangka yang kita tangkap sekarang. Inisialnya yaitu A dan A. Kita sekarang masih melakukan perburuan terhadap mereka," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pencurian motor Yamaha Mio N 5758 VK di salah satu Indomaret jalan Raden Patah, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan Sabtu (10/7/2010) menggegerkan warga. Pasalnya, aksi mereka sempat terekam kamera CCTV.

OTOMOTIF-Mahalnya Honda CBR 150R


Para penanti Honda CBR 150R di tanah air bakal tersenyum kecut. Pasalnya motor sport yang sangat dinanti tersebut berbandrol Rp 33 juta on the road di Jakarta!

Tentu harga ini sangat berbeda jauh dengan Thailand. Bandingkan di Negeri Gajah Putih dihargai Rp 22 juta.

Terlalu mencoloknya perbedaan harga ini pun mendapat komentar miring dari milis-milis roda dua. Rata-rata komentar yang muncul sangat terkejut dengan harga yang ditawarkan PT Astra Honda Motor (AHM). Bahkan ada penggemar yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk memiliki motor bermesin DOHC 150 cc tersebut.

Sesungguhnya strategi harga yang ditawarkan PT AHM bisa jadi untuk menyelamatkan pangsa pasar Honda Tiger. Maklum saja, motor ini ditawarkan dengan kisaran Rp 25 juta yang tentunya jangan sampai pasarnya tergerus dengan kemunculan CBR 150R.

Sekarang semua kembali kepada konsumen. Apakah masih terus membeli motor ini atau tidak?

Namun yang pasti, mesin CBR 150R sangat mumpuni. Kendati cuma 150 cc, tetapi dayanya mencapai 13,1 kw atau setara 19,5 bhp pada 10.500 rpm, dengan torsi 26,66 Nm pada 8.500 rpm.

Yang patut diingat adalah mesin berkompresi tinggi (11:1) ini sangat membutuhkan bensin beroktan 91, atau harus minimal menggunakan Pertamax dan tak lagi mengkonsumsi Premium.

Oh ya, jangan terkejut lagi dengan harga di wilayah propinsi Jawa Timur. Bisa jadi harganya kembali melonjak menjadi Rp 35 jutaan. Maklum, pajak BBN di Jatim sangatlah tinggi

INTERNET-Aplikasi iPad di AppStore Capai 100.000


Perkembangan aplikasi di toko-toko aplikasi terus berkembang. Di AppStore milik Apple misalnya, jumlah aplikasi khusus untuk iPad sudah mencapai 100.000. Suatu jumlah yang fantastis. Mashable mengutip laporan Macstories menyebutkan, sampai Maret 2011, jumlah aplikasi di AppStore tercatat 75.000. Dan tiga bulan kemudian, jumlah aplikasi bertambah menjadi 100.000. Ini baru aplikasi khusus untuk iPad.

Jika ditambah dengan aplikasi untuk iPhone dan iPod Touch, jumlah aplikasi di AppStore bisa mencapai 500.000. Sejauh ini belum ada yang bisa mengalahkan Apple dalam jumlah aplikasi.

Lalu bagaimana dengan perkembangan aplikasi di Android Market?

Menurut Mashable, saat ini aplikasi yang tersedia untuk tablet Android jumlahnya kurang dari 1.000 aplikasi. Sulit untuk menghitung angka yang pasti mengingat tablet Android menggunakan versi berbeda-beda seperti Gingerbread dan Froyo.

Namun sejak dirilis Oktober 2008, jumlah aplikasi di Android Market untuk semua jenis perangkat yang menggunakan sistem operasi Android, angkanya tercatat 200.000.

Pada Maret 2009, jumlah aplikasi di Android Market tercatat 2.300, bulan Desember 2009 mencapai 20.000. Lalu pada bulan Agustus 2010, angkanya berlipat ganda menjadi 80.000. Dan sampai Mei 2011, jumlah aplikasi di Android Market mencapai 200.000.

Sementara itu, jumlah aplikasi di Microsoft Windows Phone Marketplace juga tumbuh secara mengesankan. Sampai Juli 2011, jumlah aplikasi di Microsoft WP Marketplace tercatat 25.000.

Sejak awal peluncurannya pada November 2010 lalu hingga akhir Maret 2011, tercatat 11.500 aplikasi di Microsoft WP Marketplace. Tiga bulan berikutnya, jumlah aplikasi bertambah 13.500 sehingga saat ini jumlahnya mencapai 25.000.

KOTA KEDIRI-Bocah Gizi Buruk Kediri Akhirnya Meninggal

Edo Tri Anggara (8), bocah penderita penyakit gizi buruk asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri akhirnya meninggal dunia. Putra ketiga Sutopo (40), penjual martabak itu meninggal setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Bhayangkara, Kota Kediri.

Humas RS Bhayangkara Kota Kediri Emy Pujiharti mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa, Edo mengalami tumor cranial alias tumor otak. Sedangkan penyakit gizi buruknya adalah skunder.

"Sesuai keterangan dokter spesialis anak Arsi, pihak rumah sakit sudah menyarankan agar keluarga membawa pasien ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Sebab, peralatan CT-Scan, yang ada disini kurang memadai," kata Emy Pujiharti kepada beritajatim.com, Kamis (30/6/2011).

Dijelaskan oleh Emy, sebenarnya Edo ditengarai mengidap radang otak sejak Desember lalu. Diketahui dari gejalanya muntah-muntah apabila diberikan asupan makanan. Saat itu, Edo, sempat menjalani pengobatan di RSUD Gambiran Kota Kediri

Edo muntah-muntah karena ditengarai ada benjolan di cranium yang menekan otaknya. Karena selalu muntah, orang tuanya hanya memberikan air gula kepada Edo. Karena kurang asupan gizi tersebut, sehingga menyebabkan berat badan Edo merosot.

Dari semula 23 kilogram menjadi 13 kilogram. Bersamaan dengan itu, penglihatan Edo semakin berkurang. Dia juga kesulitan duduk dan berbicara. Sampai akhirnya, orang tuanya membawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri.

Ardian (29), tetangga Edo mengatakan, keluarga memakamkan jenazahnya ke TPU Desa Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. "Dimakamkan di TPU, dekat rumah kakeknya," kata Dian.

KAB.SAMPANG-Sekolah di Sampang Berebut Kuota Siswa

Persaingan mencari siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Sampang, mulai dinilai tidak sehat.

Bagaimana tidak, untuk mempertahankan siswa agar tidak mendua atau mendaftar di sekolah lain, terdapat panitia salah satu PPDB yang ditengarai sampai menyandera ijasah siswa.

Seperti dugaan yang dikatakan Anton Prawito, salah satu anggota panitia PPDB Madarasyah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kota Sampang saat ditemui beritajatim.com, Sabtu (02/07/2011) di ruang pendaftaran.

"Kuota di sekolah kami sebenarnya 160 siswa, namun sampai detik ini yang mendaftar hanya 122 siswa. Kami mengindikasi ada sekolah terdekat yang melarang mendaftar ke sekolah kami," terang Anton

Sementara pemilik Tanwirul Islam, Kh Jamaah Irsad, lembaga sekolah yang jaraknya hanya 200 meter di sebelah timur MTSN Tanggumong I, ketika disinggung hal ini, membantah adanya penyanderaan ijazah siswa pada lembaganya. Bahkan, guna memberikan kebebasan kepada alumni MI di lembaganya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada wali santri.

"Di lembaga ini tidak ada yang menyandera, namun pemegang kunci kantor dan guru yang mempunyai wewenang masih kuliah di Surabaya," tegasnya.

Sedangkan perebutan pendaftaran siswa baru guna memenuhi kuota di masing-masing sekolah, diakui Kasi Mapenda Kantor Kementrian Agama Sampang, Samsuri, memang terdapat persaingan.

Menurutnya, hal itu dikarenakan di Desa Tanggumong dan Desa Pasean Kecamatan Kota terdapat 7 lembaga sekolah yakni SMP dan MTs. "Padahal kalau mengacu kepada himbauan pemerintah, seharusnya jarak di antara lembaga sekolah sederajat tidak boleh kurang dari radius 5 km," pungkasnya.

KOTA SURABAYA-Jabatan Kadindik Surabaya Jadi Bahasan Partai

Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya pasca lengsernya Sahudi, kini menjadi topik pembicaraan yang hangat, baik di kalangan Pemkot maupun DPRD Surabaya.

Entah apa yang melatarbelakangi, sehingga beberapa partai ikut angkat bicara terkait pemilihan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya yang seharusnya menjadi kewenangan mutlak Walikota Surabaya.

Tercatat dua wakil partai sudah angkat bicara terkait rencana pemilihan jabatan ketua Kadindik, yakni PDIP dan PKS. Baktiono anggota frkasi FPDIP DPRD Surabaya mengatakan, bahwa meski menjadi wewenang mutlak Walikota, namun seyogyanya Walikota melibatkan partai pengusung dalam pilwali lalu, yakni PDIP untuk ikut terlibat dalam proses pemilihan Kadindik.

"Seyogyanya, partai pengusung dilibatkan dalam proses pemilihan. ini untuk menjaga satu visi, antara partai dengan Kadindik dalam memajukan pendidikan di Surabaya," ujarnya, Minggu (03/07/2011).

Lebih lanjut, Baktiono mengatakan, bahwa dirinya khawatir jika pengangkatan kepala Dispendik partai tidak diajak berembuk, kebijakannya akan berubah dari konsep yang diusung partai. "Jangan sampai keinginan partai pengusung bakal berbeda dengan kebijakan kepala Dispendik yang baru," imbuhnya.

Saat ditegaskan, apakah partai pengusung berhak menentukan posisi jabatan PNS secara langsung? Baktiono menegaskan, bahwa dalam hal ini PDIP tidak akan ambil bagian dalam menentukan siapa yang akan terpilih menjadi Kadindik, namun PDIP hanya ingin dilibatkan saja. "Siapa yang dipilih sebagai Kadindik, itu hak prerogratif Walikota, kita hanya menjaga satu visi itu saja," elaknya.

Sementara itu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpendapat bahwa pemilihan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya harus melalui seleksi, yakni fit n propertest. melalui anggotanya yang duduk di kursi parlemen, Fatkur Rohman, mengatakan, bahwa pihaknya lebih meyepakati pemilihan Kadindidik dilakukan dengan fit and propertest oleh lembaga independen. hal ini bertujuan untuk membantu Walikota dalam menentukan kualitas kadindik yang benar - benar kualified di bidagnya.

"Saya lebih cenderung untuk fit and propertes. disitu kita bisa tahu kualitas calon Kadindik, karena jabatan itu yang menentukan kualitas generasi muda Surabaya," ujarnya.

Dengan munculnya statment tersebut, semakin memperjelas isu yang beredar, yakni beberapa partai mulai menyiapkan strategi untuk dapat menempatkan 'tanggannya' pada jabatan strategis tersebut.

SELEBRITY-Foto Jupe Tonjolkan Dada Besarnya Beredar di Twitter

Foto jupe dengan menggunakan baju tank top yang keliahatan buah dadanya saat berlibur di Pantai Firdaus Kema Sulut beredar di jaringan mikrobloging twitter.

Jupe yang menggunakan kacamata hitam dan menggunakan tank top terlihat bagain menonjol buah dadanya sambil makan dan menikmati indahnya pantai di Kabupaten Kema Sulut.

Julia Perez melalui akun twitternya @juliaperrez mengakui bahwa foto tersebut adalah dirinya saat berlibur bersama pacarnya Gaston Castanyo. "Iya waktu di pantai Firdaus Manado," kaa Jupe dalam akun twitternya

KAB.PASURUAN-Butuh Penyanyi Dangdut, Tinggal Pesan ke Penjaga Villa

Dunia malam atau pun dunia gemerlap (dugem), di masing-masing daerah, pastilah keberadaannya tak dapat kita nafikan. Sebab bagi sebagian orang, hiburan malam merupakan sebuah kebutuhan, untuk menghilangkan kejenuhan dan stres yang mereka alami.

Berbicara tentang dunia malam di Kabupaten Pasuruan, tentunya satu kata kunci kata yang ketika disebut, semua orang akan faham. Yakni sebuah daerah yang dulunya adalah kawasan pegunungan, yang hawanya sejuk dan jauh dari hiruk pikuk yang kini terkenal dengan nama Kelurahan Tretes, Kecamatan Prigen.

Penelurusan beritajatim.com, di tempat inilah, villa dan hotel mulai kelas melati sampai hotel bintang 5 dengan fasilitas karaoke kini telah banyak bermunculan. Tak hanya warga dari lokal Pasuruan sendiri saja, para penikmat dugem juga banyak yang berdatangan dari luar kota seperti Surabaya.

Begitu memasuki wilayah Prigen, sejumlah lelaki yang menawarkan jasa tempat penginapan dan villa pasti akan Anda jumpai. Sehingga ketika sampai di lokasi, dipastikan Anda tidak akan kebingungan untuk mencari informasi tentang villa untuk tempat menghabiskan malam bersama pasangan dan teman-teman.

Hanya dengan membayar sekitar Rp 150 - 250 ribu, sudah bisa menyewa villa yang lengkap dengan fasilitas 3 kamar plus kamar mandi. Tak hanya itu, yang pasti fasilitas karaoke yang tentunya dibutuhkan untuk dugem juga tersedia. Jika butuh minuman beralkohol atau penyanyi dangdut, tinggal bilang saja ke penjaga villa.

Selanjutnya, pesta minuman beralkohol sambil karaoke dengan ditemani artis dangdut lokal pun bisa jadi berlangsung hingga pagi. Bahkan, suara adzan pun mungkin tak kan terdengar karena Anda mungkin sudah mabuk terkena pengaruh minuman keras. Yang istimewa, sang artis dangdut ini juga bisa diajak kencan atau bercinta.

Soal tarif, memang cukup berfariasi. Mulai dari Rp 300-500 ribu untuk per-short timenya. Jika anda ingin berlama-lama kencan dengan dia, tentunya akan banyak rupiah yang harus dikeluarkan dari kantong.

KAB.SIDOARJO-Purel Sidoarjo Buangan Surabaya

Banyaknya wanita teman minum (purel) yang menjubeli atau siap tampil di tempat hiburan malam kawasan Sidoarjo, ternyata buangan dari Surabaya.

Artinya, para purel yang sekarang ini banyak bermunculan di hingar bingar hiburan malam di Sidoarjo, sebelumnya juga pernah menjadi purel di Surabaya.

Alasan suka demen tampil menemani para lelaki penikmat hiburan malam di Sidoarjo aneka macam. Ada yang ingin cari suasana baru di tempat lain, ada yang iingin dekat rumah, karena persaingan dan segudang macam lainnya.

Seperti diutarakan Fr (23), yang dulunya pernah menjadi waitres di tempat dugem di kawasan Kedungdoro Surabaya, sekarang ini banyak dipanggil menemani lelaki di hiburan Sidoarjo. Diakuinya, saat ini sedang freelance alias tidak ada ikatan dengan satu tempat hiburan tertentu. "Sengaja ingin bebas, biar fresh," akunya.

Menurut dia, sebagai freelance dirasakan cukup enak karena tidak terikat harus masuk kerja terus sebagai penghibur dengan jatah libur sehari dalam seminggu.

Selain itu, sebagai freelance bisa mendapat banyak waktu bersama anak semata wayangnya serta lainnya jika tidak ada bokingan. "Lagian, kerja ginian tidak ada pesangon kalau keluar, ngapain harus terikat. Kita juga gak bakalan diangkat jadi karyawan tetap, jadi enakan free gini," kelakarnya.

Wanita cantik yang putus dengan pria idamannya karena cinta sang suami bercabang itu, juga mengaku siap menemani penikmat hiburan malam dikala luar jam dugem. Namun, dirinya tidak gegabah asal mau diajak begitu saja. "Kalau yang mengajak pengertian dilihat dari saat ditemani dalam dugem, biasanya saya bersedia," tuturnya.

Wanita yang tinggal di Wonorejo Surabaya itu juga tidak mengaku berapa tarif short time-nya, jika beritajatim.com tidak bersedia deal memboking dulu. "Kalau mas mau ngajak saya keluar, baru saya bisikin ongkos landingnya," ucapnya dengan senyum.

Selain karena ingin cari suasana yang fresh di tempat baru, adapula yang membenarkan menyingkir dari Surabaya karena takut kalah persaingan. Lantaran sekarang ini banyak muncul anak baru yang dari segi apapun sangat menonjol. Mulai umur, kecantikan dan juga gayanya yang tak kalah dengan seniornya.

Sebut saja Ri, dia mengaku pilih 'cabut' dan memilih Sidoarjo karena persaingan purel di Surabaya sudah sangat kentara sekali. Sekarang ini banyak anak baru masuk yang penampilannya mengalahkan segalahnya terhadap yang senior. Makanya, ia rela pindah jadi penghibur di Sidoarjo karena persaingan masih belum ketat.

"Enakan di Sidoarjo, karena persaingan tidak seberapa menjadi tuntutan. Tidak seperti di Surabaya yang persaingannya sudah kaya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)," kelakarnya.

Selain itu, lanjutnya, karena saingan yang terjadi, dipilihnya Sidoarjo karena ingin menjauhi rumah. Karena saat menemani pria minum di hiburan malam di kawasan Ngagel Surabaya, ternyata prianya masih terhitung tetangga dan beda gang. "Asli saya waktu itu agak malu dan dia juga malu karena pria itu tercatat sebagai pegawai pemerintah," ungkap wanita yang dilahirkan 24 tahun silam.

Alasan agar dekat dengan rumah, juga muncul dari Wa. Kata dia, biar tidak jauh dalam bekerja. Disinggung apakah tidak takut kepergok tetangga atau keluarga saat berperan sebagai purel hiburan malam di Sidoarjo, dia menyatakan, dalam kehidupannya tidak pernah menggunjingkan seseorang. Begitu sebaliknya, ia mengaku cuek dibilang apapun oleh orang. "Makan tidak ikut dia kenapa harus repot," katanya.

Oleh sebab itu, biar orang berkata apa, sekedar menggunjing, mungkin dibiarkannya. Karena dalam hatinya yang tulus, tidak pernah terbersit niatnya untuk terjun ke dunia yang dijalaninya saat ini terlepas imbas sakit hati dan tuntutan. "Tapi kalau untuk urusan boking keluar, selama ini saya selalu berusaha menolak dengan halus. Bisa alasan gak fit, kadang pula alasan sedang berhalangan," terangnya dengan suara pelan.

Diakuinya, dunia yang digeluti sangat tidak dibenarkan oleh agama yang dituntutnya. Tapi, dia tetap berharap jodohnya tetap ditakdirkan untuk segera dipertemukan. "Syukur kalau secepatnya dipertemukan dengan orang yang baik dan menjadi jodohnya," pungkas wanita asal kawasan dekat lumpur yang pernah diingkari cowoknya asal luar kota itu.

KAB.GRESIK-Masuk, ABG Genit Langsung Tawari Minum


Bagi masyarakat luar Gresik yang melintas di sepanjang jalan utama seperti Jalan KH.Syafii Tenger Desa Suci Kecamatan Manyar Gresik, Jalan Darmo Soegondo, Jalan Nyoto Prayitno serta kawasan Pujasera Perum GKB, jangan lupa mampir di kawasan tersebut pada pukul di atas 22.00 WIB.

Pada jam-jam tertentu, kafe remang-remang yang ada di kawasan tersebut menyediakan anak baru gede (ABG) plus-plus. Dimana setiap pengunjungnya akan dilayani dengan service memuaskan.

Di kawasan tersebut ada puluhan kafe remang-remang yang sudah lama beroperasi. Selain menyediakan aneka makanan dan minuman, pengunjung juga dapat menikmati alunan lagu dengan didampingi wanita yang masih berumur ABG.

Dari pantauan beritajatim.com, Sabtu (2/07/2011) pukul 22.00 hingga 24.00 wib, kehidupan masyarakat dan denyut nadi kota Gresik mulai bergeser ke hiburan malam. Bagi masyarakat golongan yang berduit bisa menghabiskan waktunya mencari hiburan malam ke Surabaya. Namun, sebaliknya golongan masyarakat menengah mencari hiburan malam bisa dialihkan ke kafe remang-remang.

Untuk ikut bagaimana merasakan dunia malam di Kota Gresik. Penulis sempat mencoba memasuki kafe remang yang ada di sekitar kawasan Pujasera Perum GKB. Sebelum memasuki kafe tersebut, pengunjung langsung disuguhi beberapa ABG yang berpakaian minim. Begitu langsung duduk pengunjung langsung ditawari minuman wanita ABG dengan genitnya.

Setelah berkenalan berjam-jam, keakraban antara pengunjung dan penjaga kafe remang-remang mulai bisa dirasakan. Tidak tanggung-tanggung mulai tangan hingga tubuh bisa dipegang-pegang layaknya suami istri sambil berbicara seputar wanita dan lain-lain.

Wanita penjaga kafe remang-remang di Gresik memiliki keunikan sendiri karena bisa di-booking keluar berkaraoke bersama dengan tarif terjangkau antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per jamnya.

"Bedanya disini sebagian besar wanita penjaga remang-remang tidak canggung meski baru berkenalan asal tips cocok langsung jalan bareng," kata Anton pelanggan setia kafe remang-remang.

Diakui Anton, rata-rata penjaga kafe remang-remang di Gresik berasal dari luar kota. Pasalnya, jika asli orang sini dikhawatirkan kedoknya terbongkar mengingat yang datang berkunjung ke kafe remang-remang tidak hanya golongan remaja tapi juga golongan orang sudah berumur

KAB.BLITAR-Rusuh Blitar Diduga Kuat Ada Provokator

Tawuran yang melibatkan suporter Persebaya, Bonek dengan suporter Blitar tidak patut terjadi. Sebab selama ini hubungan keduanya sangat rukun. Diduga kuat ada oknum yang memprovokasi keduanya hingga terjadi tawuran.

Sebenarnya, di awal pertandingan, suporter kedua kubu saling balas pujian. Tapi entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Padahal mayoritas suporter tuan rumah tidak melakukan itu. Selain itu, hubungan Bonek dengan suporter Blitar selama ini adem ayem.

"Padahal suporter Surabaya sudah menyanyikan lagu persaudaraan. Tapi kok disambut dengan permusuhan. Saya yakin itu bukan murni dari pendukung Blitar," kata salah seorang humas panpel kepada wartawan, Minggu (3/7/2011).

Nyanyian ejekan itulah yang diduga membuat panas. Akibatnya kedua suporter terlibat kerusuhan. Bahkan waktu normal 45 babak pertama hanya berjalan 35 menit setelah sebelumnya sempat terhenti. Ketua Panpel pertandingan, Suharyono mengaku sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

Termasuk jika ada keributan antara suporter. Oleh karena itu diturunkanlah 150 aparat kepolisian untuk menjaga laga uji coba ini. "Sebenarnya kita sudah maksimal apalagi tidak ada sejarah konflik antar kedua suporter," kata Kabag Ops Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.

Total ada lima korban terluka akibat perang batu tersebut. Masing-masing, satu aparat kepolisian, dua panpel dan tiga Bonek. Selain itu mobil defender Persebaya, Johan Ibo juga menjadi korban. Kapnya penyok gara-gara terkena lemparan paving blok. Tak hanya itu, banyak motor yang parkir di depan stadion juga menjadi sasaran amuk massa

KAB.BLITAR-Puluhan Suporter dan Polisi Terluka

Kericuhan antara suporter Persebaya 1927 dan pendukung Blitar Selection di Stadion Supriyadi Blitar menyembabkan puluhan suporter terluka. Bahkan, ada sejumlah anggota kepolisian yang ikut menjadi korban.

"Jumlah suporter yang terluka mencapai puluhan. Kalau polisinya yang saya lihat ada lima orang. Mereka terkena lemparan batu saat berupaya menghalau massa," kata Agung (29), salah seorang pentonton ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (3/7/2011).

Tambah pria asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu, selain menyebabkan puluhan orang terluka, tawuran yang berlangsung saat laga persahabatan antara Persebaya 1927 versus Blitar Selection juga mengakibatkan bus milik pemain PSBI Blitar serta truk polisi rusak.

"Bus milik pemain PSBI dan truk polisi tidak lepas dari amuk massa. Dua kendaraan itu dirusak oleh ribuan massa yang terlibat aksi tawuran," imbuh Agung.

Masih kata Agung, kebanyakan korban terluka bocor di kepala dan diperban di tempat oleh petugas medis. Sampai saat ini, suporter Persebaya 1927 masih tertahan distadion. Mereka menunggu pasukan pasukan 511 yang diminta Polres Blitar Kota datang.

Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Riyadi mengatakan, evakuasi suporter bonek akan dilakukan bersama-sama pasukan 511. "Terlebih dahulu kita akan menyisir blitarmania yang masih bergerombol di jalan," kata Riyadi

KAB.BLITAR-Evakuasi Tim dan Bonek, Polisi Minta Bantuan TNI

Polres Blitar menyiapkan evakuasi khusus bagi kepulangan suporter Persebaya 1927. Polisi akan melakukan pengawalan ketat.

Penyiapan evakuasi tersebut disampaikan Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Slamet Riyadi. Pihaknya juga meminta bantuan Kodim 511 dan Polres Blitar dalam melakukan pengawalan tersebut

"Kami akan melakukan pengawalan terhadap suporter pendukung Persebaya 1927 yang jumlahnya mencapai ribuan. Baik yang pulang dengan menggunakan sepeda motor, mobil maupun menumpang kereta api," kata Slamet Riyadi ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (3/7/2011)

Sebagaimana diketahui bahwa, ribuan suporter Persebaya 1927 baru saja terlibat tawuran dengan pendukung Blitar Selection, saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection

Tawuran tersebut dipicu oleh aksi saling ejek antar suporter. Beberapa saat kemudian terjadi aksi saling lembar baru. Petugas polisi yang disiagakan kuwalahan menghalau massa karena jumlah. Akhirnya meminta bantuan TNI

Sementara itu, sampai saat ini, pendukung Persebaya 1927 masih tertahan di stadion. Sedangkan suporter fanatik Blitar Selection saat ini pun masih berjaga-jaga di luar

KOTA SURABAYA-Tim dan Bonek Tertahan di Stadion


Situasi mencekam memang sudah reda. Pihak keamanan juga sudah membubarkan massa. Namun di dalam Stadion Supriyadi, Blitar, masih ditempati pendukung Persebaya alias Bonek.

Pada pertandingan antara tuan rumah Blitar Selection lawan Persebaya 1927 ini hanya berlangsung satu babak. Itu disebabkan situasi stadion yang panas akibat kedua belah suporter terlibat tawuran.

Kini, meski situasi sudah reda, ratusan Bonek masih tertahan di stadion. "Sekitar 500 lebih Bonek datang. Ada yang naik motor, kereta dan mobil. Sebagian sudah pulang. Sebagian masih di dalam stadion," kata staf media officer Persebaya, Saiful.

Tak hanya Bonek, tim asuhan Aji Santoso juga masih tertahan di dalam stadion. "Tim masih disini. Tunggu instruksi dari pihak keamanan dulu," ucapnya

KOTA SURABAYA-Saleh: Bonek Jangan Terprovokasi


Komisaris Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar ikut terkejut dengan indisen tawuran antara suporter Persebaya, Bonek dengan pendukung Blitar Selection, Singo Lodro. Saleh pun meminta Bonek tidak terprovokasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pertandingan persahabatan antara Persebaya 1927 dengan Blitar Selection harus dihentikan diparuh pertama. Hal ini diakibatkan lantaran kedua suporter terlibat tawuran.

"Mohon kepada Bonek yang di Blitar agar menahan diri, jangan terprovakasi dan jangan main hakim sendiri," tulis Saleh di salah satu forum diskusi, Minggu (3/7/2011) petang.

Hingga saat ini perwakilan Persebaya 1927, Blitar Selection, suporter dan pihak keamanan sudah melakukan pertemuan di luar stadion Supriyadi. "Serahkan semua ke polisi untuk menyelesaikan secara hukum," pungkas Saleh

KOTA SURABAYA-Menjelang Puasa, Inflasi Mulai Meningkat

Jelang bulan suci ramadhan sejumlah harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik dan menyebabkan inflasi di bulan Juni pun meningkat sebesar 0,54 persen. Dan ini dipastikan akan bertambah saat puasa hingga akhir tahun mendatang.

Hal itu dibeberkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo, dalam jumpa pers bulanan di kantor BPS Jatim. Disebutkan, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan antara lain, beras, daging ayam ras, bawang merah, tomat sayur, rokok kretek, ikan tongkol, jeruk, bandeng, dan tongkol pindang.

"Bulan lalu harga beras sudah lumayan baik yakni Rp 6.800 per Kg tetapi di bulan Juni ini naik menjadi Rp 7.100 per Kg. harga daging ayam ras di Jatim juga meningkat dari Rp 25.300 per Kg menjadi Rp 27.300 per Kg di bulan Juni," jelas Irlan, Jumat (1/7/2011).

Sedangkan harga bawang merah di Jatim naik menjadi Rp 22.350 per Kg dibandingkan Mei 2011 mencapai Rp 20.70 per Kg. Pemicu terjadinya inflasi ini terjadi karena sumbangan inflasi disejumlah daerah di Jatim yang cukup tinggi. Dimana inflasi tertinggi terjadi di Sumenep mencapai 0,94 persen. Di posisi kedua ada Kediri dengan 0,81 persen dan Jember 0,64 persen.

"Di sisi lain, terkait laju inflasi Jatim tahun kalender (Januari-Juni) 2011 mencapai 1,11 persen sedangkan laju inflasi 'year on year/yoy ' Juni 2011 terhadap Juni 2010 Jatim sebesar 5,88 persen. Meskipun terjadi inflasi, secara nasional angka inflasi ini masih lebih rendah dibandingkan daerah lainnya di Tanah Air," tandasnya

KOTA SURABAYA-Rusuh Blitar Diduga Kuat Ada Provokator

Tawuran yang melibatkan suporter Persebaya, Bonek dengan suporter Blitar tidak patut terjadi. Sebab selama ini hubungan keduanya sangat rukun. Diduga kuat ada oknum yang memprovokasi keduanya hingga terjadi tawuran.

Sebenarnya, di awal pertandingan, suporter kedua kubu saling balas pujian. Tapi entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Padahal mayoritas suporter tuan rumah tidak melakukan itu. Selain itu, hubungan Bonek dengan suporter Blitar selama ini adem ayem.

"Padahal suporter Surabaya sudah menyanyikan lagu persaudaraan. Tapi kok disambut dengan permusuhan. Saya yakin itu bukan murni dari pendukung Blitar," kata salah seorang humas panpel kepada wartawan, Minggu (3/7/2011).

Nyanyian ejekan itulah yang diduga membuat panas. Akibatnya kedua suporter terlibat kerusuhan. Bahkan waktu normal 45 babak pertama hanya berjalan 35 menit setelah sebelumnya sempat terhenti. Ketua Panpel pertandingan, Suharyono mengaku sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

Termasuk jika ada keributan antara suporter. Oleh karena itu diturunkanlah 150 aparat kepolisian untuk menjaga laga uji coba ini. "Sebenarnya kita sudah maksimal apalagi tidak ada sejarah konflik antar kedua suporter," kata Kabag Ops Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.

Total ada lima korban terluka akibat perang batu tersebut. Masing-masing, satu aparat kepolisian, dua panpel dan tiga Bonek. Selain itu mobil defender Persebaya, Johan Ibo juga menjadi korban. Kapnya penyok gara-gara terkena lemparan paving blok. Tak hanya itu, banyak motor yang parkir di depan stadion juga menjadi sasaran amuk massa.

KOTA SURABAYA-Harga Sembako di Pasar Wonokromo Mulai Naik

Memasuki awal bulan Juli yang sebentar lagi mendekati bulan puasa, harga barang mulai mengalami perubahan. Di pasar tradisional Wonokromo harga kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan.

Harga beras mengalami kenaikan Rp 100-Rp 200 per kilogram, pada awal Juni lalu. "Harganya naik, tapi bulan Juli ini belum tahu apa mau dinaikkan lagi ata tidak" ujar Ibu Amiyah, salah seorang penjual beras di pasar tradisional Wonokromo pada beritajatim.com, Jumat (01/06/2011).

Sedangkan untuk harga telur per kilogram mencapai Rp 16.000 pada hari Jumat (01/07/2011), diperkirakan akan naik Rp 500 per kilogram pada minggu awal bulan Juli ini. Meskipu begitu, para pedagang berharap tidak terjadi kenaikan lagi pada bulan puasa. "Mungkin mau naik Rp 500, tapi belum pasti juga. Kalau untuk bulan puasa sih berharapnya tidak naik" jawab Ibu Santi, salah satu pedagang telur di pasar tradisional Wonokromo.

Sementara itu harga gula mengalami kenaikan, dari Rp 8.500 per kilogram menjadi Rp 9.000 per kilogram. Untuk harga minyak goreng kemasan saat ini mengalami kenaikan Rp 1000, mencapai Rp 12.000 per kilogram, Bulan Juni harga minyak Rp 11.000 per kilogram.

Harga ayam yang tadinya pada minggu terakhir bulan Juni Rp 22.000 malah mengalami penurunan menjadi Rp 20.000 per kilogram. Pada bulan puasa diperkirakan akan mengalami kenaikan, tetapi belum diketahui seberapa banyak kenaikan yang akan dialami. "Kalau naik sih iya, tapi belum tahu naiknya berapa untuk daging ayam ini," ujar Ibu Sobariah, penjual ayam di pasar tradisional Wonokromo.

Kenaikan harga untuk pangan diharapkan tidak terlalu tinggi, hal ini karena akan menyulitkan penjualan pangan tersebut. Seperti yang dikatakan Pak Dani, salah seorang penjual di pasar tradisional Wonokromo yang berharap harga tidak naik terlalu tinggi agar pembeli pun mau membeli jualannya dalam jumlah yang banyak

PROVINSI JATIM-Pengusaha Jatim Tak Bekali Riset Pasar yang Memadai


Pengusaha Jawa Timur diharapkan bisa memacu pasar di luar negeri, termasuk ke Australia. Untuk keperluan ini, pengusaha nasional perlu bersinergi untuk melakukan riset pemasaran yang komprehensif guna memetakan potensi pasar di Negeri Kanguru tersebut.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pengembangan Jaringan Usaha, Diar Kusuma Putra, di Sidney, Jumat (1/7/2011). Diar dihubungi wartawan dari Surabaya sesuai delegasi Kadin Jatim bertemu dengan Kadin New South Wales, Australia, Jumat (1/7/2011).

"Pengusaha kita sebenarnya bisa memanfaatkan keberadaan Indonesia-Australia Business Council untuk mengetahui potensi pasar yang bisa digarap di Australia. Namun hal itu selama ini tak optimal," ujar Diar.

Berdasarkan data BPS, perdagangan Indonesia-Australia terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan 8,2% per tahun sepanjang 2006-2010. Pada 2010, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 8,3 miliar.

Namun, neraca perdagangan Indonesia dan Australia masih terus defisit. Pada 2006 desifit USD 1,076 miliar, 2007 defisit USD 949,226 juta, 2008 defisit USD 1,873 miliar, 2009 defisit USD 1,662 miliar, dan 2010 defisit USD 1,729 miliar.

Neraca perdagangan Jatim dan Australia juga masih defisit. Pada periode Januari-Mei 2011, impor nonmigas Jatim dari Australia mencapai USD 261,45 juta, naik 24,7% dibanding Januari-Mei 2010 yang sebesar USD 209,49 juta. Kontribusi impor nonmigas dari Australia terhadap total impor nonmigas sebesar 4,09%. Ekspor Jatim ke Australia tidak tercatat dalam jajaran sepuluh besar ekspor karena nilainya tidak signifikan.

Indonesia mengekspor berbagai komoditas curah seperti nikel, kertas, dan bahan kimia. Adapun Australia mengirim gandum, korondum, gula, biji besi, pupuk, alumunium, ternak, dan peralatan industri.

Diar menuturkan, pengusaha nasional juga perlu meningkatkan nilai tambah ekspor ke Australia. Pasalnya, selama ini produk curah yang diekspor Indonesia merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut dan bahkan direekspor ke Indonesia.

"Adapun untuk produk manufaktur kita, berdasarkan pantauan kita di sini dan sharing dari pengusaha di New South Wales, belum bisa bersaing dengan produk dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura," tutur Diar.

Senior Manager International Trade di Australian Business Consulting and Solutions, Ian Bennett, mengatakan, produk dari Indonesia kurang memiliki daya saing, bahkan jika dibandingkan dengan produk serupa dari kawasan Asean. "Pengusaha Indonesia juga kurang memiliki konsep riset pemasaran yang bagus. Perlu ada pengembangan market intelligence ," ujar Ian seperti ditirukan Diar. Ian sendiri memang ditugaskan pada divisi perdagangan internasional dengan spesialisasi kawasan ASEAN.

Diar menambahkan, dengan membidik pasar Australia, Indonesia sekaligus juga bisa menyasar pasar negara-negara sekawasan seperti Selandia Baru, Kepulauan Fiji, Kepulauan Solomon, Republik Palau, Republik Kiribati, maupun Vanuatu.

Pasar di Australia sebenarnya juga bisa dikembangkan lebih luas lagi dan tidak bertumpu pada dua kota besar, yaitu Melbourne dan Sidney. Selama ini, konsentrasi kargo Indonesia hanya menuju ke Pelabuhan Melbourne dan Sydney masing-masing sebesar 37% dan 31%. Adapun sisanya ke Pelabuhan Brisbane sebesar 15%, Perth/Fremantle sebesar 12%, dan Flinders sebesar 5%.

Kerja sama bisnis Diar menambahkan, Kadin New South Wales menawarkan sejumlah kerja sama bisnis, antara lain, di bidang investasi dan operator kepelabuhanan, tenaga panas bumi (gothermal), suplai air bersih, dan pengembangan energi, baik energi terbarukan maupun energi tak terbarukan.

"Kadin New South Wales juga menawarkan pengaturan alur distribusi daging sapi asal australia pascalarangan pemerintah Australia mengenai ekspor sapi ke Indonesia. Mereka berharap bisa melanjutkan komunikasi secara lebih intens dalam rangka pertemuan berikutnya dalam bentuk one on one business meeting, sehingga kerja sama ini menjadi lebih konkrit," papar Diar

PROVINSI JATIM-Ekspor & Impor Jatim Turun


Pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini sedikit terkoreksi akibat total ekspor-impor Jatim menurun. Penurunan terbesar justru terjadi di sektor ekspor hingga 6,11 persen, sedangkan impornya sendiri hanya turun sebesar 0,26 persen saja. Penurunan ekspor terjadi karena ekspor migas Jatim turun 65,89 persen sedangkan ekspor non migas malah naik, tetapi tetap saja tak mampu menyelamatkan penurunan ekspor Jatim.

Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jumat (1/7/2011), nilai ekspor migas per bulan Mei mencapai US $ 81,23 juta angka ini merosot tajam dibandingkan bulan April 2011 lalu yang mencapai angka US $ 238,14 juta. Ini membuat total ekspor Jatim menurun dari US $ 1.677,79 juta di bulan April menjadi UIS $ 1.575,24 juta di bulan Mei 2011.

"Sebenarnya Jatim juga tak berharap banyak dari sektor migas karena Jatim bukan ladang migas luas seperti halnya daerah lain di Tanah Air. Itu pula yang membuat kami optimistis, meskipun ekspor non migas naiknya tak terlalu banyak, tetapi menjadi andalan Jatim," beber Irlan Indrocahyo, Kepala BPS Jatim.

Dikatakan, saat ini kenaikan ekspor non migas disumbang dari sektor hasil pertanian sebesar 31,53 persen. Hasil industri sebesar 1,93 persen serta pertambangan sebesar 37,56 persen. Nilai ekspor pertanian kini mencapai nilai US $ 528,06 juta sedangkan hasil industri sebesar US $ 7.872,95 juta. Semakin besarnya angka ekpor non migas ini diharapkan akan dinikmati oleh seluruh lapisan meskipun sektor migas turun drastis, diharapkan tak terlalu berdampak banyak bagi warga Jatim yang mayoritas penduduknya adalah petani.

"Sedangkan impor juga turun sedikit, dan lagi-lagi disebabkan oleh sektor migas yang juga turun sebesar 12,34 persen bulan Mei lalu. Sedangkan sektor non migas malah naik sebesar 6,27 persen dari bulan April 2011 lalu. Kenaikan impor non migas disebabkan karena meningkatnya kebutuhan pasar restoran dan rumah tangga akan bahan baku makanan hingga industri. Tetapi yang paling dominan makanan," tandasnya.

KOTA SURABAYA-Natur Targetkan Pertumbuhan Penjualan 30 Persen


-Kecendrungan masyarakat Jawa Timur menggunakan produk dari bahan alami, menjadi pangsa pasar yang potensial bagi produsen Natur PT Gondowangi Tradisional Kosmetika.

Tahun ini Natur menargetkan peningkatan penjualan sebesar 30 persen di Jatim, salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar pencarian bintang Natur 2011.

"Peserta audisi adalah pelanggan tetap kami, dan harus mengetahui keunggulan produk kami. Ini juga bagian dari strategi kami untuk menaikkan penjualan, terutama di 8 kota besar di Tanah Air. Dan di Surabaya kami adakan sekarang," ujar Yudith Effendy, Brand Manager Natur-PT Gondowangi Tradisional Kosmetika, Sabtu (2/6/2011).

Dikatakan, pencarian model Natur yang nantinya akan diberi predikat Dewi Natur ini tak hanya sekedar melibatkan finalisnya tetapi juga orang disekitar para finalis akan terinspirasi menggunakan produk mereka. Tujuannya tak lain menguatkan dan mengenalkan produk Natur yang lainnya kepada konsumen secara langsung.

"Diindonesia untuk hair tonic, produk kami memang memiliki market share tertinggi, tetapi tahun ini kami juga mengeluarkan jenis produk baru, yaitu sabun pemutih Natur yang kami harapkan akan sesukses hair tonic dan shampoo Natur. Dan dalam beberapa tahun kedepan kami juga akan meluncurkan produk perawatan rambut khusus pria, yang saat ini sedang dalam proses penelitian kami," ungkapnya.

Ketika ditanya terkait semakin banyaknya pesaing produk serupa yang menyasar pasar Midle-low, Yudith, mengaku tetap percaya diri akan tetap bermain di kelas premium. Sebab dirinya mengaku, justru pasar Midle-Up jauh lebih potensial dibandingkan Menengah ke bawah.

"Memang saat ini, produsen perawatan rambut luar negeri yang biasanya bermain di premium, banting stir menguber pasar menengah kebawah dengan menurukan harga. Bukannya itu tak bisa kami lakukan, tetapi kami tak ingin merusak kepercayaan pelanggan kami, karena kualitas tentu menurun sedangkan saat ini kami terus menggenjot kualitas terbaik untuk menjadi pemain tunggal asli Indonesia," tandasnya

KOTA SURABAYA-Pond's Taklukan ABG Surabaya Lewat Afgan


Konsisten membidik pangsa pasar Anak Baru Gede (ABG), Pond's pun tahun ini kembali mendatangi Surabaya untuk merebut perhatian pencarian bintang bersama idola mereka dalam Pond's Teens Concert (PTC) 2011. Dampaknya ribuan remaja pun ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan demi bertatap muka secara langsung dengan idola mereka yang sengaja menjadi brand ambassador Pond's Teens.

"Agar tak bosan dan lebih meriah tahun ini, kami menambah satu lagi jenis kompetisi selain PTC Video Competition juga ada Video Nyanyi Kamu. Pemenangnya akan duet langsung dengan idola mereka, yakni Afgan dan grup band Nidji. Tak hanya itu saja, kami juga memiliki kategori khusus, yakni PTC journalist. Dimana para remaja yang berbakat jadi jurnalis akan meliput langsung kehebohan konser kami kali ini," ujar Memoria Dwi Prasita, Senior Brand Manager Pond's Cleanser, Jumat (1/7/2011).

Selain menampilkan dua idola remaja yang memang sudah menjadi brand Ambassador Pond's, panitia juga menyiapkan kejutan lain bagi ABG Surabaya yang datang melihat konser PTC di lapangan Tambaksari Surabaya, Sabtu (2/7/2011). Acara ini menghadirkan grup band Kotak, D'Masiv, serta J-Rock.

"Ini merupakan tahun ketiga saya ditunjuk sebagai brand ambassador acara ini dan respon ABG Surabaya ternyata sangat besar. Buktinya video yang mereka buat sendiri itu, sangat kreatif. Itu juga yang membuat kami optimistis konser di Kota Surabaya ini akan lebih heboh lagi dari Medan yang baru kami datangi juga," ungkap Afgan yang dibenarkan oleh Vokalis Nidji, Giring.

PROVINSI JATIM-HUT Bhayangkara, 2000 Polisi Naik Pangkat


HUT Bhayangkara ke-65 yang jatuh 1 Juli besok sebanyak 2701 anggota Polda Jatim naik pangkat.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri No: Skep/232/IV/2005 tanggal 19 April 2005 tentang pedoman Administrasi kenaikan pangkat dilingkungan Polri.

Dari data yang dihimpun ebritajatim.com Kenaikan pangkat pada Jajaran Polda Jatim, terbagi tiga tahap yaitu kenaikan reguler Perwira sebanyak 157 orang yaitu dari pangkat AKBP ke Kombes Pol 1 orang Kompol Ke AKBP 16 orang, AKP ke Kompol 52 orang, Iptu ke AKP 86 orang, Ipda ke Iptu 2 orang.

Kenaikan pangkat Penghargaan Perwira sebanyak 46 orang dari AKBP ke Kombespol 5 orang, Kompol ke AKBP 7 orang, AKP ke Kompol 6 orang, Iptu ke AKP 16 orang dan Aiptu ke Ipda 12 orang.

Sementara kenaikan pangkat Bintara sebanyak : 2.498 orang terdiri dari Aipda ke Aiptu 154 orang, Bripka ke Aipda 740 orang, Brigadir ke Bripka 212 orang, Briptu ke Brigadir 993 orang dan Bripda ke Briptu 399 orang.

"Anggota yang naik pangkat akan dilaksanakan hari ini secara serentak di jajaran Polda Jatim,”ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab kepada wartawan,Kamis(30/6)

PROVINSI JATIM-Polda Jatim Pecat 28 Polisi Nakal

Polda Jatim meliris jumlah polisi nakal dalam menjalankan tugasnya masih banyak. Tercatat 1.243 polisi nakal di jajaran Polda Jatim.

Pelanggaran yang tercantum dalam penaggaran itu menyangkut disiplin, kode etik dan pidana. Sebanyak 28 orang personil dipecat tidak hormat.

"Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2010 lalu," ungkap Irjen Pol Untung S Rajab Kapolda Jatim dalam rilisnya menjelang HUT Bhayangkara ke-65.

Dari data yang dihimpun beritajatim.com pada tahun 2010 untuk anggota Polda Jatim yang melakukan pelanggaran disiplin sejumlah 1.235, sehingga ada penurunan 89 kasus pada tahun 2011 yang kini berjumlah 1.146 kasus.

Data pelanggaran kode etik pada tahun ini ada 17 orang, sehingga turun 42 kasus. Dibanding tahun 2010 sebanyak 59 kasus. Pelanggaran pidana ada 80 orang dan turun menjadi 24 kasus, karena pada tahun 2010 berjumlah 104 kasus.

Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab, sendiri menjelaskan pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias di pecat sebanyak 28 personil, sedangkan Pemberhentian Dengan Hormat(PDH) sejumlah 7 personil.

"Pimpinan fungsi masing-masing akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan yang istiqamah, sehingga personal Polda Jatim dapat tampil proporsional dan profesional dan bermartabat," ujar Irjen Untung,Kamis(30/6/2011)

Mantan Kapolda Kalsel ini menambahkan,terkait dengan anggota polisi yang dipecat, karena pelanggaran yang sudah dilakukan sudah tidak dapat ditolerir lagi setelah dilakukan pembinaan. "Kasusnya terjadi sejak tahun lalu,namun vonis sidangnya baru turun pada tahun ini," ujar Kapolda Jatim.

Sementara untuk hukuman yang diberikan terhadap pelanggaran disiplin diberikan teguran tertulis 146 personil,ditunda pendidikan 73 personil,ditunda gaji berkala 15 personil,ditunda kenaikan pangkat 82 personil,mutasi 43 personil, penempatan pada tempat khusus 198 personil dan yang dinyatakan tidak cukup bukti 4 personil.

KOTA SURABAYA-Jumhur Naik Pangkat


HUT Bhayangkara ke-65 yang jatuh pada tanggal 1 Juli membawah berkah bagi sebagian anggota jajaran Polda Jatim. Sebanyak 2.701 anggota akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat.

Data yang dihimpun beritajatim.com, perwira menengah (pamen) di Polrestabes Surabaya yang mendapatkan kenaikan pangkat yang diresmiklan oleh Kapolretabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, ada 6 orang yang mendapatkan kenaikan pangkat dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol) diantaranya Suparti dan Arbaridi Jumhur.

Sedangkan kenaikan pangkat juga ada di jabatan Kapolsek. Di antaranya Hendriyana yang menjabat (Kapolsek Pakal), Tahiruddin (Kapolsek Jambangan), dan Taufik Yulianto (Kapolsek Gayungan). Kenaikan pangkat satu lagi didapat Suryanto yang kini menjabat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT).

Kapolrestabes Kombes Pol Coki manurung juga menyampaikan selamat pada anggota yang naik pangkat tersebut. "Orang-orang kini naik pangkat itu sangat sulit, sehingga kita harus menghargai dengan penghargaan yang kini didapatkannya," ujar Coki, setelah selesai melakukan upacara kenaikan pangkat, Kamis (30/6/2011).

Selain Kompol, kenaikan pangkat AKP ada sebanyak 15 orang dan Iptu 2 orang. "Kenaikan yang terbanyak tentu ya untuk personel bintara, sebab jumlah mereka juga banyak," terang Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) AKBP Yulia Agustin.

Kenaikan pangkat bintara tinggi dan bintara antara lain Aiptu (13 orang), Aipda (65), Bripka (25), Brigadir (101), dan Briptu (31). Upacara kenaikan pangkat itu dilakukan dalam upacara di lapangan Apel Mapolrestabes Surabaya. Yulia mengatakan pada periode 1 Juli ini tidak ada hukuman atau penundaan kenaikan pangkat untuk anggota yang dianggap bermasalah


Setelah bertarung sengit dengan Casey Stoner akhirnya juara dunia musim lalu, Jorge Lorenzo finish diurutan pertama GP Italia.

Lorenzo membukukan waktu 41 menit 50.089 detik lebih cepat, jalannya balapan di sirkuit Mugello berlangsung sengit, Lorenzo sempat tertinggal diposisi kedua dibawah Stoner hampir di sepanjang balapan yang berlangsung dalam 23 lap tersebut.

Lap ke-18 merupakan malapetaka bagi Stoner karena pada lap ini, Lorenzo berhasil melakukan overtaking.

Malang bagi Stoner karena pada lap terakhir giliran rekannya dari Repsol Honda, Andrea Dovizioso sukses mendahului pembalap asal Australia tersebut sehingga Stoner harus parah diposisi ketiga.

Adapun pembalap idola tuan rumah Valentino Rossi harus puas finish diposisi keenam dibelakang Ben Spies, dan Marco Simoncelli.

Hasil selengkapnya Moto GP Italia:

1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 41m 50.089s
2. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda 41m 51.086s
3. Casey Stoner AUS Repsol Honda 41m 51.232s
4. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 41m 59.069s
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 41m 59.165s
6. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro 42m 16.539s
7. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar 42m 18.834s
8. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda 42m 22.132s
9. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 42m 23.510s
10. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro 42m 24.813s
11. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 42m 27.448s
12. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 42m 34.053s
13. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki 42m 37.743s
14. Randy de Puniet FRA Pramac Racing 42m 38.929s
15. Toni Elias ESP LCR Honda 43m 5.288s


Diduga akibat petasan yang disimpan meledak, rumah milik seorang janda, Ruhaiyah (55), warga Dusun Garujugan, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, ambruk.

Ledakan tersebut terdengar hingga radius 2 km dari rumah korban. Rumah warga lain yang berdampingan juga mengalami kerusakan kecil. Temboknya retak-retak dan sebagian gentingnya hancur.

Pemilik rumah dan satu pekerja, Rahmah (35), warga setempat, mengalami luka serius terkena reruntuhan tembok rumah. Mereka terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Pamekasan.

Salah seorang warga setempat, Rafik (38), mengatakan, pemilik rumah sempat terhimpit reruntuhan dan mengalami luka dibagian kepala dan luka lecet di sekujur tubuhnya.

"Saya menduga, petasan yang disimpan di rumahnya yang meledak. Seandainya yang sedang dibuat yang meledak, mungkin korban ikut hancur," kata Rafik, Minggu (03/06/11).

Rafik mengatakan, pemilik rumah memang dikenal warga sekitar sebagai pembuat petasan. "Warga sini sudah pernah berusaha melarang Ruhaiyah membuat petasan. Namun gak digubris, entah kenapa. Mungkin karena dia merasa sebagai janda TNI," ujarnya.

Belum diketahui pasti, berapa kerugian yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut.

Saat ini, aparat kepolisian langsung melokalisir tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberi garis polisi, dan tengah melakukan olah TKP


Nahas dialami Hafifurrofiki (10), warga Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan. Gara-gara menelan sebutir kelereng, siswa kelas V SDN Pakong I ini nyaris tidak bisa mengeluarkan suara.

Kelereng yang tertelan menyangkut di kerongkongan Afif, kemudian masuk tidak jelas dan bersarang di organ bagian mana. Kejadian itu berawal, saat Alif bermain kelereng dan tidak sengaja menelan sebutir kelereng ke mulutnya, Minggu (3/7/2011), sekitar pukul 10.00.

Upaya untuk mengetahui keberadaan posisi kelereng yang tertelanpun terus dilakukan terhadap bungsu dua bersaudara anak pasangan suami istri (pasutri) Taufik dan Sulimah ini. Afif terus mengerang mengerang kesakitan hingga keluarganya membawa Afif ke RSU Pamekasan.

Sayangnya walau sudah menjalani foto rontgen, hasilnya tidak kelihatan, sehingga Afif disarankan kembali, Senin (4/7/2011) ke RSU Pamekasan, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, lantaran dokter yang hendak menangani masalah ini libur.

Menurut sumber di lokasi kejadian, sejak beberapa hari ini, di belakang rumah Afif digelar adu balap kelereng yang ramai diikuti puluhan peserta. Begitu juga Afif ikut adu balap kelereng. Ketika menunggu giliran kelereng miliknya dilepas, Afif memasukkan kelereng ke mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya. Tiba-tiba kelereng itu tertelan lalu tersangkut di kerongkongannya.

Seketika itu Afif tersedak. Wajahnya pucat dan suaranya parau. Beberapa warga yang melihat kejadian itu kaget dan menanyakan apa yang terjadi. Dengan suara terpotong-potong, Afif mengatakan jika kelerengnya tertelan dan nyangkut di kerongkongan.

Bustami, paman korban yang kebetulan melihat Afif tersedak berusaha menolong dengan cara membalikkan tubuh Afif. Kedua kakinya diangkat dan kepalanya di bawah, sambil digoyang-goyang. Namun kelerengnya tetap bersarang di kerongkongan.

Karena Afif kian sulit bernafas, tubuh Afif dikembalikan pada posisi semula dan diberi air putih hangat lalu diminumkan, sehingga kelerengnya ikut masuk ke tubuh Afif. "Rasanya panas dan saya sulit bernafas. Sekarang sudah tidak ada, entah masuk ke mana," kata Afif.

Sementara Sulimah, orang tua Afif memaklumi, apa yang dialami anaknya ini karena kebiasaan Afif yang suka ngemil. Jajanan apa saja dimakan, baik berangkat dan pulang sekolah di mulutnya hampir tidak pernah berhenti mengunyah makanan. Bahkan, benda apapun yang bukan untuk dimakan sering dimasukkan ke mulutnya, seperti uang logam, bolpoin dan apa saja yang dipegang.

Sulimah mencemaskan kondisi putranya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Afif. Ia khawatir kelerengnya bersarang di paru-paru atau usus. Karena itu ia berharap, semoga kelereng yang tertelan ke luar sendiri melalui dubur saat buang air besar nanti.


Paska diterjang banjir sejak Selasa (7/12/2010) lalu, hingga saat ini jembatan Segok di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan masih belum juga diperbaiki oleh dinas terkait. Padahal, kerusakan jembatan ini terbilang cukup parah.

Ironisnya, kini jembatan tersebut tak hanya dilewati oleh pengendara roda dua, namun juga dilalui kendaraan roda empat. Peristiwa ini sungguh sangat membahayakan, sebab bisa jadi sewaktu-waktu jembatan dapat ambruk mengingat pondasi jembatan yang keropos lantaran diterjang banjir.

Pantauan beritajatim.com, padahal pada awal ketika paska diterjang banjir, jembatan itu hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda dua. Sebab, kondisi jembatan benar-benar mengalami kerusakan parah. Namun ironisnya, rambu-rambu larangan melintas bagi roda empat itu, kemudian ada yang mengambil paksa.

Tentunya, pihak terkait tidak seharusnya membiarkan kondisi seperti ini, terus menerus terjadi. Mengingat jembatan ini adalah salah satu jalan yang sangat diperlukan untuk masyarakat, maka perbaikannya seyogyanya secepatnya dilakukan, bukan malah diperlambat.

Petugas Stasiun Kereta Api Kota Blitar saat ini tengah melakukan penjagaan ketat terhadap para suporter khususnya, pendukung Persebaya 1927 yang hendak menggunakan jasa kereta api untuk pulang ke Surabaya. Pihak stasiun juga melakukan pelarangan keras terhadap calon penumpang yang mengenakan atribut suporter sepak bola.

"PT Kereta Api sudah mengeluarkan aturan tentang pelarangan penumpang dengan atribut suporter sepak bola. Kami hanya memperbolehkan penumpang tanpa atribut," kata Kepala Stasiun Kereta Api Kota Blitar Mawan Novianto kepada beritajatim.com, Minggu (3/7/2011).

Terpisah, Wakil Kepala Stasiun Kereta Api Kota Kediri Eko Bekti Utomo mengatakan, jadwal kereta api terakhir dari Blitar tujuan Surabaya adalah Rapihdoho yang berangkat pada pukul 18.00 WIB. Sehingga, jika ada bonekmania yang datang ke Blitar dengan menumpang kereta, mereka dipastikan menginap malam ini di Bumi Proklamator.

"Malam hari tidak ada kereta keberangkatan dari Blitar ke Surabaya. Baru besok pagi ada jadwal keberangkatan kereta kembali. Tetapi, saya sedangkan tidak di stasiun. Jadi tidak tahu kondisi disana," kata Eko Bekti.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com, dari sejumlah bonekmania yang memberikan dukungan langsung laga persahabatan Persebaya 1927 melawan Blitar Selection, memang ada yang menumpang kereta api. Tetapi, jumlah mereka tidak banyak. Saat ini, polisi sedang melakukan pengawalan terhadap bonekmania yang tengah pulang ke Surabaya.


Hendatno Santoso (50), atau lebih akrab disapa Kohin menyampaikan pesan moral perdamaian lewat miniatur Gapura China yang bertuliskan huruf China yang berarti empat penjuru lautan adalah saudara dan hanya dalam kebajikan Tuhan berkenan.

Dalam membuat kerajinan itu, Kohin dibantu 3 karyawan yang punya keahlian khusus di bidang pertukangan. Warga Jl. Hayam wuruk Bojonegoro itu menekuni kerajinan miniatur gapura China sudah 3 tahun yang lalu. "Saya awalnya hanya iseng merangkai potongan-potongan kayu ini, saya buat dengan bentuk Gapura China, dan saya tulisi dengan huruf china yang intinya pesan perdamaian," kata pria keturunan itu saat ditemui beritajati.com, Minggu (3/7/2011).

Kohin menambahkan,"setelah itu setiap ada acara Konghucu saya pamerkan karya-karya saya ini, kemudian ada pesanan dari temen-temen Konghuchu Jakarta yang memesan gapura ini untuk dijadikan hadiah pada lomba di salah satu klenteng yang ada di Jakarta", tambah Kohin.

Sovenir miniatur gapura itu, katanya, berbahan baku kayu gemelina. "Kayu gamelina kelebihannya tidak mudah pecah, dan juga tidak terlalu empuk. Pokoknya pas untuk kerajinan ini," jelasnya.

Harga sovenir bervariasi, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, tergantung besar kecilnya permintaan. "Kalau seperti yang dipesan panitia barongsai di Tuban kemarin, saya beri harga murah karena pesannya banyak. Setiap miniatur Gapura China yang saya buat, pasti ada pesan moralnya yang saya kutip dari kitab suci konghucu. Dan salah satunya adalah di empat penjuru lautan adalah saudara ini. Kalimat itu mempunyai makna semua orang yang ada di dunia ini adalah saudara, jadi tidak memandang dari suku apa atau agama apa, semua adalah saudara, jadi kita hidup di dunia ini harus saling menghargai perbedaan, pokoknya tujuan akhirnya perdamaian," urainya.

Ribuan warga dari berbagai daerah tampak antusias menyaksikan festival Barongsai dan Liong tingkat Nasional 2011 di TITD Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, Minggu (03/07/2011).

Ribuan pengunjung yang mengaku sedang mengisi liburan sekolah itu, rela antri untuk mendapatkan tiket supaya menyaksikan perlombaan Barongsai dan Liong yang berlangsung sejak tiga hari lalu itu.

"Ini kita sedang mengantri tiket masuk, supaya bisa melihat pertandingan Barongsai, karena jarang ada pertunjukan seperti ini," kata Icha, remaja asal Kabupaten Tuban yang sedang mengisi liburan sekolahnya.

Tak hanya para remaja, festival Barongsai dan Lioang yang akan menjadi agenda rutin tahunan Klenteng tersebut juga menarik sejumlah orang tua, dan anak-anak untuk menyaksikan aksi para pemain Barongsai yang berasal dari seluruh Indonesia.

"Tadi anak saya mengajak kesini mau melihat Barongsai, mumpung lagi libur sekolah. Terus untuk tiket masuk juga gratis," tambah Bambang, salah satu pengunjung dari Kabupaten Bojonegoro yang datang bersama dengan keluarganya.

Sementara itu, festival Barongsai dan Liong itu akan ditutup nanti malam dengan merebutkan piala bergilir bagi peserta tim Barongsai yang menjadi juara, serta akan diambil beberapa kategori juara dalam festival yang berhasil memecahkan rekor Muri tersebut.

Salah satu koordinator suporter Persebaya 1927, Bonek, Sinyo Devara meminta maaf atas tindakan beberapa rekannya yang terlibat bentrokan dengan suporter Blitar. Ia menuding ada keterlibatan provokator dalam tawuran yang pecah, Minggu (3/7/2011).

"Kita berangkat bersama-sama kemarin malam. Kita niat tulus untuk silaturahmi dengan Singo Lodro. Sebelum pertadingan kita juga disambut baik oleh suporter PSBI," ucap Sinyo kepada beritajatim.com.

Selama ini hubungan Bonek dengan suporter Blitar sangat baik. Diawal pertandingan, kedua kubu juga saling balas pujian. Namun entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Diduga kuat hal inilah yang memicu terjadinya tawuran.

Atas insiden ini, Sinyo secara terbuka meminta maaf terhadap pihak-pihak yang merasa dirugikan. Namun Sinyo menegaskan ada provokator yang bermain di insiden ini. "Kami atas nama Bonek meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan. Kami datang dengan damai dan ingin silaturrahmi," tegas pria yang mengaku fans berat AC Milan ini.

"Tapi perlu diketahui, ada suporter lain yang sudah menyusup. Mereka itu biang kerusuhannya. Mereka banyak yang mencopot baju dari baju merah jadi ganti warna biru," imbuh Sinyo. Ketika ditanya siapa provokatornya, Sinyo enggan menjawab. "Biarkan masyarakat yang menilai," lanjut nya.

Untuk itu Bonek meminta yang berwajib menyelidiki kasus ini, serta menindak biang-biang kerusuhan. "Selama ini kita selalu tersudutkan kalau kerusuhan. Padahal tak sepenuhnya itu kesalahan kami," tutup Sinyo

Petani tebu di Jember menuntut adanya penerapan penghitungan rendemen secara individu, dan bukan secara hamparan atau kolektif. Rendemen secara hamparan hanya merugikan petani yang memiliki tebu berkualitas bagus.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Marzuki Abdul Ghafur menyatakan, pabrik gula PT Perkebunan Nusantara 11 di Semboro masih menggunakan sistim hamparan. "Padahal di pabrik-pabrik wilayah barat (Jawa Timur) sudah menggunakan sistim rendemen individu," katanya.

Dengan sistim rendemen indvidu, maka petani akan berlomba-lomba menanam tebu sebaik-baiknya. Mereka yang menanam tebu dengan baik akan menuai rendemen bagus. Ini berarti produksi gula yang diterima lebih banyak daripada petani yang menggarap lahan asal-asalan dan menghasilkan rendemen rendah.

Sistim bagi hasil produksi gula sebenarnya memberikan penghargaan terhadap kualitas tebu dengan rendemen tinggi. Jika rendemen di bawah enam persen, maka bagi hasil produksi gula hasil penggilingan adalah 66 persen untuk petani, sisanya untuk pabrik. Jika rendemen antara 6 persen hingga di bawah tujuh persen, maka petani mendapat bagian 70 persen gula. Jika rendemen di atas tujuh persen, maka petani mendapat bagian 75 persen.

Namun, realitas di lapangan, rendemen tebu saat ini hanya enam persen. Artinya dari 100 kilogram tebu yang digiling hanya menghasilkan enam kilogram gula. "Padahal, rendemen tebu saya 10 persen," keluh Marzuki.

Marzuki membuat perbandingan dengan penggilingan tebu untuk produksi gula merah miliknya sendiri. "Kalau saya giling di pabrik gula Semboro, pendapatan kotor per hektare Rp 32 juta dengan rendemen 6, produksi seribu kuintal tebu per hektare. Kalau giling sendiri dengan jenis tebu 862, rendemen 10 persen. pendapatan Rp 62 juta," katanya.

Marzuki belum tahu alasan pabrik tetap memakai sistim rendemen hamparan. Ia sendiri sudah memperjuangkan penggunaan rendemen individu sejak 2009. "Mungkin ada kekhawatiran, petani yang menanam tebunya agak tak sesuai teknis akan lari. Tapi saya bilang ke Pak Administratur, kalau tidak menerapkan rendemen indvidu ini, petani tak akan berlomba-lomba dalam kebaikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Jember Moch. Ali Fikri mengatakan, rendemen saat ini enam persen. "Tapi produksi petani saat ini sedang jeblok, karena terjadi penurunan produksi 20-30 persen dibanding tahun lalu. Produksi tebu merosot, karena sinar matahari tidak maksimal, sehingga pertumbuhan tebu tak maksimal," katanya


Manajer Manchester City, Roberto Mancini, mengincar pemain keturunan Indonesia yang saat ini membela Cagliari, Radja Nainggolan. Mancini juga mengincar sejumlah pemain dari Serie A lainnya.

"Ketika memikirkan Udinese, maka saya menginginkan Pablo Armero dan Mauricio Isla. Saya juga patut mengincar Antonio Di Natale. Sayang sekali, Di Natale sudah mulai menua, tapi ia tetaplah seorang juara. Saya juga suka Radja Nainggolan di Cagliari," ujar Mancini seperti dilansir sportal.co.nz.

Nainggolan memiliki keturunan dari sang ayah, Marius, yang berasal dari Batak. Sementara itu, ibunya, Lizi Bogaerd adalah kelahiran Belgia. Musim lalu pemain 23 tahun ini untuk kali pertama bermain di Serie-A bersama Cagliari.

Semusim bersama Cagliari, Nainggolan mencetak 2 gol dari 15 penampilan. Sebelumnya, dia memperkuat klub Serie B Piacenza. Sayang, Nainggolan lebih memilih untuk membela tim nasional Belgia daripada Indonesia.

Selain Nainggolan, Mancini juga berbicara mengenai Samir Nasri (Arsenal) dan Stevan Savic (Partizan Belgrade) yang dikabarkan menjadi incaran ManCity. "Kesepakatan dengan Savic telah tercapai. Sementara itu, Nasri? Belum, masih belum," tegas Mancini.

Menariknya, dari nama-nama yang diincar Mancini, tak ada satu pun pemain Inter Milan, yang notabene mantan klub arsitek asal Italia tersebut. Mancini tidak berani mengincar para pemain I Nerazzurri.

"Tentu saja saya tidak akan menyebut nama-nama pemain Inter, karena jelas saya lemah terhadap mereka. Saya menilai para pemain yang saya latih di Inter hebat semuanya," papar Mancini.

Petani pabrik gula PT Perkebunan Nusatara 11 di Semboro menahan gula yang sudah digiling agar tak dilepas di pasar lelang. Ini dikarenakan belum ada kesepakatan harga yang memuaskan.

Pada lelang terakhir, 28 Juni 2011 lalu, ada 10.820 ton gula milik petani tebu rakyat yang dilelalng. Sebanyak 1.330 ton di antaranya adalah milik petani Jember. Petani Jember memberikan harga penawaran sementara (HPS) Rp 9.000 per kilogram. Sementara dari investor hanya mau membeli dengan harga Rp 8.000,6 hingga Rp 8.000,8 per kilogram.

"Kami tentu saja tak mau melepas. Gula petani tetap akan disimpan di gudang," kata Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Jember, Moch. Ali Fikri, Sabtu (2/7/2011).

Fikri mengatakan, harga yang disodorkan investor masih terlalu jauh dari HPS petani. Apalagi kualitas gula produksi petani saat ini masuk kelas premium, sehingga harus dihargai layak. "Ini terbaik dalam sejarah pabrik gula Semboro. Gula premium kalau disimpan tahan lama, bisa sampai satu tahun," tegasnya.

Petani tidak mau kecewa dua kali. Dalam lelang pertama 13 Juni lalu, gula petani yang premium justru dihargai rendah. Dalam lelang gula petani tebu rakyat di wilayah barat, investor membeli dengan harga Rp 7.660 per kilogram. Sementara di wilayah timur, gula dilepas ke investor dengan harga Rp 7.625. Sementara produksi gula pabrik Semboro dilepas dengan harga Rp 7.630 per kilogram. "Hanya selisih lima rupiah dengan produksi penggilingan pabrik lain yang kualitasnya di bawah," kata Fikri.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Jember, Marzuki Abdul Ghafur, membenarkan adanya kekecewaan petani. "Kalau perbedaannya hanya sekian, sangat tidak adil. Saya berharap karena gula petani semboro gula premium, harganya harus lebih baik," jelasnya.

Marzuki mengatakan, dengan rendemen enam persen saat ini, pendapatan petani terbilang minim, jika gula tidak dilelang dengan harga di atas Rp 8.500 per kilogram. "Kalau rendemen tebu di pabrik minimal tujuh persen dengan harga gula lelang Rp 7.630 per kilogram, barulah bisa mendapat keuntungan layak," katanya.

Sementara itu, bagi hasil penggilingan tebu jika rendemen antara 6 sampai di bawah 7 persen, petani mendapat 70 persen dari gula yang diproduksi. Kalau rendemen jeblok di bawah enam persen, maka bagi hasil gula produksi yang diterima petani 66 persen.

"Break event point petani adalah Rp 7.500 per kilogram. Produksi kuintal tebu saat ini menurun, tapi kualitas gula adalah premium," tambah Fikri.

Fikri mengingatkan, investasi pemerintah untuk revitalisasi pabrik gula mencapai Rp 176 miliar. Jika gula dengan kualitas bagus hasil pabrik yang direvitalisasi itu dijual dengan harga yang sama dengan produksi sebelum revitalisasi, tentu saja ini merugikan. Rp 60 miliar investasi itu di antaranya untuk penciptaan sistim karbonatasi dalam proses produksi.

Sampai kapan gula akan ditahan untuk tak dilelang? "Biasanya sih ditahan sampai dua bulan," kata Fikri. Jika sudah demikian, tentu investor yang merugi, karena mereka harus menanggung beban bunga dana talangan yang berasal dari pinjaman bank.

Harga gabah dan beras mulai merangkak naik. Kenaikan ini juga mengikuti kenaikan harga sembako.

Pengusaha beras Kamil Gunawan mengatakan, selama lima hari ini harga gabah mencapai Rp 3.900 per kilogram. Sementara beras kepala mencapai Rp 7.600 kepala dan beras super menggapai harga Rp 6.650 per kilogram.

Harga ini cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu di saat yang sama, harga gabah maksimal Rp 3.600 per kilogram dan harga beras kepala Rp 7.200 per kilogram. "Sebelumnya harga gabah Rp 3.700," kata Kamil, JUmat (1/7/2011).

Kenaikan harga ini dipicu tak berimbangnya permintaan dan pasokan beras di pasaran. Permintaan semakin meningkat, seiring dengan semakin mendekatnya bulan puasa. Ia mencontohkan permintaan beras kepadanya sekarang bisa mencapai 10-15 ton per hari. Sementara, beras yang diproduksi 10-12 ton per hari.

Kamil menduga, berkurangnya pasokan karena adanya penurunan produksi yang sebagian disebabkan kegagalan panen. Hal ini dibenarkan oleh Chandra Irawan, pedagang beras lainnya. "Panen mungkin banyak yang gagal. Panen pertama gagal, musim hujan kemarin termasuk tak sukses. Ditambah sekarang," katanya.

Sementara itu, di Situbondo, harga beras, kacang, dan telur ayam naik tajam. Harga gula naik dari Rp 8.500 menjadi Rp 8.700 per kilogram, harga telur naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram, terigu naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.000 per kilogram, kacang naik daro Rp 14 ribu menjadi Rp 18.500 per kilogram. "Kalau beras harga di selepan biasanya Rp 5.800 jadi Rp 6.600 per kilogram," kata Agustini, salah satu warga

Petani tebu Jember kecewa dengan pembagian keuntungan selisih harga lelang setelah dikurangi harga talangan (profit sharing). Profit sharing antara petani dan investor adalah 60-40.

Berdasarkan surat Menteri Petanian nomor 245 tahun 2011, profit sharing bagian petani minimal 60 persen. Ini disetujui oleh Menteri Perdagangan dalam surat bernomor 729.

"Di situ disebutkan minimal 60 persen. Kenapa profit sharing di PTPN XI memakai yang minimal. Kenapa malah di PTPN X petani bisa mendapat profit sharing 80 persen," kata Ketua Paguyuban Petani Tebu Rakyat Moch. Ali Fikri.

Petani sendiri tak memiliki posisi tawar. Menurut Fikri, jika mereka menolak profit sharing ini, maka tebu tidak akan digiling oleh pabrik. "Kalau kita mengirimkan ke PTPN X seperti musim lalu, terkendala pada ongkos angkutan tinggi," katanya.

Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Marzuki Abdul Ghafur membantah, jika profit sharing itu sepenuhnya tak adil. Ia mengacu pada surat Menteri Pertanian. "Ini juga ada kesepakatan di rapat Forum Temu Kemitraan. Petani-petani sudah sepakat," katanya. Sementara dana talangan sebagai jaminan harga minimal sebesar Rp 7.000 per kilogram gula.

Marzuki mengaku sudah menanyakan hal tersebut ke administratur pabrik gula. Diperoleh jawaban, bahwa itu sudah menjadi keputusan rapat direksi dengan investor. "Karena Semboro mengacu keputusan direksi, ya ikut. Lagipula harga gula nasional turun. Soal (apakah petani) kalah atau menang saya tidak bisa katakan kalah dan menang," katanya.

Namun Fikri mengingatkan kekecewaan petani bisa menumpuk. Mereka tak hanya dikecewakan oleh profit sharing, tapi juga harga lelang. Harga lelang 13 Juni lalu tak sesuai harapan. "Dengan harga lelang Rp 7.630 per kilogram, sementara dana talangan Rp 7.000 per kilogram, ada selisih profit Rp 630. 40 persen dari selisih profit itu milik investor. Petani dapat apa? Padahal, kualitas gula petani Semboro masuk kelas premium," katanya.

Petani saat ini sudah terpuruk. Cuaca yang tak bersahabat membuat produksi tebu menurun. Harga lelang gula tak bersahabat. "Ini bisa melemahkan semangat petani berbudidaya tebu. Nanti efek dominonya, saat petani tidak mau menanam tebu, swasembada tidak tercapai. Ketika tidak tercapai, dimungkinkan pada suatu waktu gula mahal yang diikuti kenaikan harga sembako lain akan ancam stabilitas negara," kata Fikri

Jajaran Reskoba Polres Lumajang berhasil menangkap pengedar pil Dextro dan Trihexyphinidyl, Mohammat Ajainuri (28) warga Jl. Jawa RT 02/ RW 02 Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari-Jember di Terminal Wonorejo Kecamatan Kedungjajang.

Tersangka ditangkap petugas saat menjual dan menyimpan obat batuk yang dlarang dijual belikan bebas di pasaran kepada pengamen jalanan.

"Dia kami tangkap saat menjual di Terminal Minak Koncar," kata Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Amin Sujandhono pada beritajatim.com di Mapolres, Jum'at (01/07/2011).

Dia mengatakan, sebelum menangkap tersangka, pihaknya melakukan penyelidikan peredaran pil batuk untuk teler di Terminal Minak Koncar selama seminggu. Pasokan pil setan itu, dikabarkan daei seorang pengedar asal Jember. "Saat petugas mengamati gerak-gerik pelaku, ternyata dia pemasok pil ke Lumajang," ungkapnya.

Dari tangan tersangka petugas mendapati 570 butir Dextro yang sudah menjadi 19 poket berisi 30 butir, 22 butir pil trihexyphinidyl, 3 bendel plastik klip dan uang hasil penjualan senilai Rp 167.000. Tersangka mengaku mendapatkan pil dari seorang bandar di wilayah Jember.

Akibat perbuatanya, Dia dimasukan ke dalam sel tahanan Mapolres Lumajang. Tersangka dijerat Undang-Undang tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara

Ngebet ingin pergi ke Bali, Edi Subagio mencuri sepeda motor. Ia pun akhirnya ditangkap saat berada di Pulau Dewata itu.

Inilah balada pemuda berusia 20 tahun dari Dusun Suko Desa Tegalbatu Kecamatan Jelbuk. "Dia pakai kunci palsu dan mencuri sepeda motor merek Yamaha Mio bernopol P 4674 DT," kata Kepala Bagian Humas Ajun Komisaris Bangun Wicoro, Jumat (1/7/2011).

Edi sebenarnya pernah bekerja di Bali, lalu kembali ke Jember. Beberapa waktu lalu, ia berniat kembali ke Bali, namun tak punya modal. Nah, saat berjalan-jalan di tepi hutan pinus Desa Sempolan Kecamatan Silo, ia melihat sepeda motor Yamaha Mio milik Anis (45), warga setempat, tengah diparkir.

Tanpa banyak cincong, Edi membawa kabur Mio itu ke Bondowoso. Anis melapor ke polisi sembari menyebut ciri-ciri Edi. Polisi gagal menemukan Edi di rumah. Ternyata dia sudah kabur ke Bali.

Edi sendiri mengaku menjual sepeda motor curian itu kepada warga Desa Wringin kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso seharga Rp 700 ribu. Uang itu jadi bekal ke Bali. "Keinginan saya sudah tidak bisa ditahan," katanya. Sebelumnya, Edi juga pernah mencuri sepeda motor di Jelbuk.

Wakil Gubernur Saifullah Yusuf berkunjung ke Jember, Minggu (3/7/2011). Ia mengungkapkan harapan agar semua partai politik berkonsolidasi.

Gus Ipul datang dengan menggunakan helikopter dengan ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Di alun-alun Jember, mereka disambut Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Jember, Miftahul Ulum dan Ayub Junaidi.

Gus Ipul mengunjungi Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putra dan bertemu sejumlah keluarga KH Achmad Shidik, tokoh NU asal Jember. "Saya memang berniat datang ke sini untuk acara haul Kiai Achmad Shidik," katanya.

Ini seperti pertemuan dua anggota keluarga yang lama tak jumpa. Mereka saling lempar canda, dan sempat menyinggung beberapa persoalan, termasuk unifikasi Partai Kebangkitan Bangsa.

Setelah bersantap pagi dengan hidangan sayur, rawon, tempe, telur, dan otak goreng, acara silaturahmi itu diakhiri dengan doa. "Saya masih hendak ke Situbondo, ada acara Hari Lahir NU," kata Gus Ipul.

Usai silaturahmi itu, Gus Ipul mengatakan, pemerintah bertugas memfasilitasi partai politik agar sehat. "Menurut saya, yang penting menjelang pemilu pimpinan partai harus konsolidasi," katanya.

"PKB sudah tiga kali mendapat mandat dari rakyat (dalam pemilu). Itu harus dijaga dan dipelihara," kata Gus Ipul tanpa mau menyebutkan lebih detail apa sarannya untuk PKB.

Gus Ipul mengatakan, dirinya sudah tak punya otoritas untuk bicara apa-apa soal PKB. "Harapan kami semua partai di Jawa Timur yang diberi mandat rakyat bisa memperoleh mandatnya kembali pada pemilu akan datang," katanya.

Ditanya soal kesiapannya mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Timur, Gus Ipul menampik menjawab. "Tidak, masih jauh," katanya

Penjabat Bupati Jember Zarkasi menyambut gembira jajaran birokrasi telah mendapat penyuluhan hukum, Rabu (30/6/2011) lalu. Ini bagian dari upaya menciptakan pemerintah bersih.

Menurut Zarkasi,dengan penyuluhan hukum itu diharapkan aparatur pemerintah tidak melakukan penyimpangan dalam tugas. "Kita harus mereformasi demi kita sendiri dan kita reformasi pada rakyat," katanya sebagaimana dilansir Humas Pemkab Jember.

Reformasi birokrasi adalah perubahan yang mendasar terhadap sistim penyelenggaraan pemerintahan. Memberantas korupsi merupakan satu napas dengan peningkatan pelayanan publik. "Pelayanan publik yang tidak kondusif merupakan lahan subur praktik-praktik korupsi. oleh sebab itu, mari kita tingkatkan pelayanan publik," kata Zarkasi.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember, Hari Mujianto, mengatakan, penyuluhan hukum kepada semua satuan kerja terutama berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara. "UU tipikor ini sangat ketat sekali pengawasannya terhadap pengelolaan anggaran," katanya.

Ketidaktahuan terhadap hukum menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. "Dengan adanya aparatur yang bersih dan berwibawa ini, maka stigma miring akan hilang," katanya

Tak juga kelarnya pembangunan Pasar Kencong yang pernah terbakar 16 Agustus 2005, membuat Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf sepakat jika dibentuk panitia khusus untuk menyelesaikan hal tersebut.

Pasar Kencong terbakar 16 Agustus 2005 dan belum juga selesai direnovasi hingga hari ini. Pedagang menuntut agar pasar dibangun di lokasi lama di depan masjid raya. Tuntutan ini didukung oleh surat rekomendasi DPRD Jember.

Namun Pemkab Jember ternyata memilih membangun pasar di lokasi baru, di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara XI. Pemkab tidak mengeluarkan dana dari APBD, karena pembangunan diserahkan kepada investor. Pembangunan tersebut hingga saat ini belum juga kelar.

"Saya secara pribadi melihat, karena ini persoalan bukan antara komisi dengan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), tapi menyangkut persoalan pemerintah kabupaten, perlu dibentuk pansus. kekuatannya lebih besar daripada komisi. Kalau pansus, penyelesaian bisa menyeluruh, bisa tanahnya, perekonomian pembangunan, dan sebagainya," kata Saptono.

Pembentukan pansus sangat layak, karena pembangunan pasar ini sudah macet selama enam tahun. "Tinggal koordinasi dengan pimpinan dan komisi terkait," kata Saptono.

Niat Saptono ini didukung oleh para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Kencong. "Kami memang membutuhkan dukungan politik," kata Moch. Sholeh, juru bicara pedagang pasar.

Menurut Sholeh, ada persoalan sejak awal pembangunan pasar oleh investor di lokasi baru. Pemerintah tak mengeluarkan dana APBD, namun membebankan pada masyarakat. "Pembangunan yang membebankan pada masyarakat harus mendapat persetujuan Dewan," katanya.

Sholeh menyodorkan sebuah logika. "Logikanya, pedagang sudah membayar retribusi dan pajak. Kenapa ini kok malah pasar dibangun di tempat lain? Jadi memang mengapa tak di-pansus-kan saja persoalan ini," katanya

Gara-gara mendapat perhatian khusus dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dana bantuan sosial dan hibah dalam APBD Jember akan segera dievaluasi. Ada perubahan mekanisme pencairan dana.

Hal ini dikemukakan secara terpisah oleh Penjabat Bupati Zarkasi dan Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf, Jumat (1/7/2011). BPK memberikan opini wajar dengan pengecualian terhadap hasil audit APBD Jember 2010. Ini berarti untuk kedua kalinya Jember memperoleh opini ini, setelah APBD 2009.

"Memang anggaran kita untuk bansos dan hibah kalau dikalkulasi cukup besar. Kita belum mengkaji betul, apa penilaian itu hanya terkait alokasi anggaran yang besar, atau implementasi ke bawah yang kurang tepat," kata Saptono.

DPRD Jember sendiri jauh-jauh hari sudah menginginkan agar besaran dana bansos dan hibah dikurangi. Anggaran sebaiknya dialihkan sebagian untuk sektor kesehatan dan pertanian.

Saptono mengakui, dana bansos dan hibah cukup rawan penyimpangan, namun semua tergantung dari orang yang menerima bantuan. "Inginnya, kita dalam memberi bansos besar juga tepat sasaran," katanya.

Zarkasi mengatakan, hibah dan dana bansos akan mendapat perhatian khusus. "Tahun 2011 saya membuat kebijakan. Pengajuan hibah saya buat beberapa tahapan. Bantuan tidak akan saya berikan langsung, tapi minimal saya buat dua termin. Termin berikutnya jangan harap bisa cair kalau (pertanggungjawaban termin sebelumnya) belum lengkap," katanya

Masih gelapnya nasib putusan hukum Bupati (nonaktif) Jember Muhammad Zainal Abidin Djalal memicu munculnya sejumlah pesan pendek (SMS) berantai. Isi pesan pendek yang beredar hingga ke tangan wartawan saling bertentangan.

Salah satu SMS menyatakan, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis bebas. Sementara, SMS lainnya mengabarkan bahwa MA menjatuhkan vonis tiga tahun penjara untuk Djalal. Djalal sendiri divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya, terkait perkara dugaan korupsi mesin daur ulang aspal saat dia menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Timur.

Jufriyadi, politisi Partai Kebangkitan Nasional Ulama yang juga pendukung MZA Djalal saat pemilihan umum kepala daerah, meminta agar manuver via SMS dihentikan. "Saya berharap siapapun yang mengedarkan SMS itu menghentikannya, agar tak memancing keresahan. Masyarakat tak perlu merespons SMS tersebut," katanya.

Jufriyadi menyatakan, belum ada kabar apapun soal keputusan hukum atas MZA Djalal dari Mahkamah Agung. "Kami saat ini masih menunggu. SMS-SMS itu jelas bukan dari pendukung Pak Djalal, karena apapun keputusan MA, kami pasti pertama-tama akan melakukan konsolidasi internal, dan kemudian mengatakannya kepada publik," katanya.

Pria yang juga anggota DPRD Jember itu tak bisa menerka maksud pengedar SMS gelap tersebut. Namun, ia percaya tak akan banyak mempengaruhi masyarakat. Masyarakat Jember sudah jenuh karena sering dikejutkan dengan persoalan-persoalan hukum dan politik

Pemerintah Kabupaten Jember menyerahkan seleksi direktur utama dua badan usaha milik daerah (BUMD) kepada sebuah lembaga penilaian, yang bernaung di bawah Badan Pendidikan dan Latihan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya.

Saat ini posisi direktur utama di Perusahaan Daerah Perkebunan dan Perusahaan Daerah Air Minum Jember sedang kosong. Pemkab Jember diamanati oleh peraturan, selambat-lambatnya tiga bulan sudah harus mengisi jabatan direktur di PDP dan enam bulan di PDAM.

Penjabat Bupati Jember Zarkasi mengatakan, pihaknya akan membentuk tim yang dipimpin sekretaris kabupaten. "Pak Sekda akan dibantu Badan Kepegawaian Daerah dan Inspektorat melakukan seleksi administratif," katanya.

Semua berkas calon yang persyaratan administrasinya terpenuhi akan dikirimkan ke Badiklatprov Jawa Timur di Surabaya. "Saya akan serahkan ke lembaga assessment center (semacam lembaga penilaian). Di sana terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Mereka yang nanti melakukan seleksi," kata Zarkasi.

Pemkab Jember tidak akan ikut campur dalam proses penentuan direktur tersebut. Semua diserahkan sepenuhnya kepada lembaga tersebut. Legislatif tidak akan dilibatkan, karena ini merupakan ranah eksekutif.

Zarkasi menampik anggapan, bahwa dirinya tengah memindahkan tekanan politis ke Surabaya. "Tidak, mereka memang ahlinya. Jadi saya menyerahkan (proses seleksi) kepada ahlinya," katanya.

Dengan diserahkannya seleksi kepada pihak di luar Pemkab Jember, Zarkasi memersilakan siapapun ikut serta dalam penjaringan calon direktur. Bahkan, calon dari luar Jember pun dipersilakan ikut serta asal mampu

Kabar segera aktif kembali, Bupati Sjahrazad Masdar ke Pendopo dan Kantor Pemkab Lumajang santer di kalangan para pendukungnya.

Setelah Mahkamah Agung Menolak kasasi Kejaksaan Negeri Jember dan mengukuhkan vonis bebas Majelis Hakim Pengadilan Jember, kini tersebar kabar Masdar sudah mengkantongi surat keputusan MA sebagai syarat lepas dari penon-aktifan sebagai kepala daerah Lumajang.

Kabar Masdar sudah memegang dan mengkantongi MA tersebar melalui pesan singkat (SMS) di ponsel pendukungnya. Isi SMS Masdar pada pendukungnya, "Alhamdulillah salinan keputusan MA sudah turun dan saya terima hari ini Jum'at tanggal 1 Juli 2011 sebagai dasar mendagri untuk mencabut penon-aktifan saya. Terima kasih atas do'a restunya selama ini. Semoga Allah SWT akan membalasanya...Amien ya robbal'alamien ".

"Pak Masdar sudah megang salinan keputusan MA," kata Jamal Abullah Alkatiri, pendukung setia Masdar pada wartawan, Minggu (03/07/2011).

Menurut dia, dengan masdar memiliki salinan keputusan MA, pengaktifannya tinggal selangkah dari dari Mendagri. Dirinya berharap Mendagri cepat mengaktifan agar pembangunan Lumajang berjalan dengan lancar. "Ini sungguh kabar yang menyenangkan, Lumajang bakalan dipimpin kembali Pak Masdar," ungkap mantan Ketua DPC PPP Lumajang.

Semenjak Sjahrazad Masdar dinon-aktifkan, kendali pemerintahkan di Lumajang dilakukan oleh wakilnya As'at Malik. Bahkan, Masdar juga meninggalkan pendopo bupati sesuai surat mendagri dan jarang ngantor di Kantor Pemkab Lumajang.

"Perlu diketahui, Pak Masdar ini orang bersih, bukan koruptor," pungkas Jamal yang tidak terima sahabatnya selalu dianggap Koruptor oleh lawan politiknya.

Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf tersinggung dengan tindakan Pemerintah Kabupaten Jember, yang mengabaikan rekomendasi parlemen terkait pembangunan Pasar Kencong.

Ketersinggungan ini diungkapkan Saptono, saat menemui perwakilan pedagang Pasar Kencong, di ruang kerjanya di DPRD Jember, Jumat (1/7/2011). Para pedagang meminta Saptono untuk memberikan dukungan politik, agar pembangunan pasar yang baru dilakukan di lokasi lama.

Pasar Kencong terbakar 16 Agustus 2005 dan belum juga selesai direnovasi hingga hari ini. Pedagang menuntut agar pasar dibangun di lokasi lama di depan masjid raya. Tuntutan ini didukung oleh surat rekomendasi DPRD Jember.

Namun Pemkab Jember ternyata memilih membangun pasar di lokasi baru, di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara XI. Pemkab tidak mengeluarkan dana dari APBD, karena pembangunan diserahkan kepada investor. Pembangunan tersebut hingga saat ini belum juga kelar.

"Ini sebetulnya kalau kita bicara tersinggung, harga diri sebuah lembaga, sebetulnya juga merasa (tersinggung). Kenapa rekomendasi ini bisa dikatakan tak digubris. Pertimbangan Dewan saat itu cukup sederhana: status pasar lama tak ada masalah. Selama ini (lahan) milik Pemkab," kata Saptono.

Saptono menegaskan, DPRD tidak tahu pertimbangan Pemkab Jember membangun pasar di lokasi baru. Namun jika ternyata pembangunan sudah terlanjur dilakukan, maka Dewan meminta agar status tanah diperjelas dulu. Saptono tidak ingin, setelah pembangunan pasar yang menyedot dana masyarakat itu kelar, muncul persoalan dengan pemilik tanah.

Saptono mendukung agar Penjabat Bupati Zarkasi turun langsung ke lokasi pasar. Ia siap menyertai, untuk menyerap aspirasi para pedagang. "Alhamdulillah. Ini memang perlu kita segera selesaikan. Bagaimana pasar kencong segera selesai dan tak ada masalah," katanya.

Saptono berjanji akan segera berkoordinasi dengan Zarkasi. "Kita tidak akan mewarisi anak cucu kita dengan persoalan di belakang. Marilah kita selesaikan," katanya, berharap agar Pemkab Jember segera mengundang investor. Namun masalah status tanah yang digunakan sebagai lahan pasar baru harus diperjelas.


Sebuah bus Borobudur di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember disandera oleh kelompok bersenjata, Jumat (1/7/2011). Tiga pelaku berhasil dilumpuhkan.

Skenario itu dimainkan oleh aparat Kepolisian Resor Jember, dalam simulasi penanganan teroris untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-65. Enam pelaku berhasil dilumpuhkan oleh pasukan 'SWAT' Polres Jember.

Selain simulasi tersebut, personil Polres Jember juga mempertunjukkan atraksi memacu mobil dengan kecepatan tinggi, seperti di film-film laga. Ada juga atraksi safety riding dari aparat Satuan Lalu Lintas.

Usai upacara peringatan Hari Bhayangkara, Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Samudi mengatakan, ke depan akan berupaya lebih baik dalam pelayanan masyarakat. "Kami sadar masih jauh dari harapan masyarakat. Tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi keinginan masyarakat," katanya.

Samudi menilai keamanan dan ketertiban masyarakat di Jember cukup kondusif. "Masyarakat dapat melakukan aktivitas tanpa ada gangguan. Itu tolok ukur saya," katanya. Namun ia berjanji akan berupaya meningkatkan operasi preventif.

Terkait pelanggaran internal, Samudi menyatakan sudah mengambil tindakan tegas terhadap oknum. Ada aparat yang dihukum kurungan 21 hari karena menyalahgunakan kewenangan. "Katanya pungli," katanya

Pemasangan alat pantau bencana di daerah rawan sebaiknya dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Ini juga memudahkan pengamanan alat tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Jember, Edi Budi Susilo, Kamis (30/6/2011). Selama ini ia tidak pernah tahu ada pemasangan alat pantau bencana di wilayah Jember, kecuali hasil kerjasama dengan JICA, sebuah lembaga penanganan bencana dari Jepang.

"Terakhir saya dapat laporan ada pemasangat dua alat pemantau tsunami di perairan Puger. Tapi perkembangan pemeliharaan sejauh mana dan alat itu masih ada atau tidak, kami belum tahu," kata Edi.

Menurut Edi, tidak ada pemberitahuan formal mengenai pemasangan alat pemantau bencana. "Saya berharap, hal-hal berkaitan dengan tindakan deteksi dini terhadap persoalan rawan bencana, sebaiknya selalu dikoordinasikan. Minimal diberitahukan kepada pemerintah daerah setempat agar lebih efektif," katanya.

Jember sendiri disebut-sebut sebagai daerah rawan bencana. Terakhir, laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan, Rabu (29/6/2011) sore, pukul 18.35 terjadi gempa berkekuatan 5,1 skala richter, dengan kedalaman 40 kilometer di lokasi 164 KM tenggara Jember.

"Saya sudah tanyakan ke camat-camat Jombang, Kencong, Tempurejo, yang dekat dengan laut, sampai pukul 11 siang tadi tidak ada kerusakan akibat gempa itu. Bahkan gempa itu tak terasa," kata Edi

Menyambut hari Bhayangkara ke 65 tahun, Polres Lumajang mengelar acara Police Award 2011 di Stadion Semeru, Sabtu (02/07/2011) nanti malam.

Selain penghargaan anggota , kesatuan Polres Lumajang, dan masyarakat, juga ada penghargaan pada wartawan peduli kamtibmas. 5 wartawan yang masuk nominasi dalam police Award yakni Rangga Mahardika (Radar Jember), Yudhi Hermanto (Memorandum Timur), Cucuk Donartono (RCTI), Guntur (Metropol) dan Harry Purwanto (beritajatim.com).

"Police Award diperuntukkan bagi masyarakat dan anggota yang terlibat dan mendukung program Polri," kata Kapolres Lumajang, AKBP Tejo Wijanarko di Mapolres. Dia menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dan polisi bisa menjadi satu dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Lumajang. Sehingga revitalisasi di tubuh Polri juga didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

"Tanpa dukungan masyarakat, Polri bukan apa-apa," ungkapnya.

Kategori Penghargaan di Police Award yakni Polsek dan Satuan Fungsi Berprestasi, Anggota Polri Berprestasi, Desa Peduli Kamtibmas, Masyarakat Peduli Kamtibmas, Komunitas Motor Peduli Katmibmas, Wartawan Peduli Kamtibmas, Instansi Peduli Katmibmas, Perusahaan Peduli Katmibmas dan Jejaring Sosial Peduli Katmibmas.

Ketua panitia Police Awards 2011, AKP Kusmindar, mengatakan, keberhasilan Polres Lumajang dalam ungkap kasus, menekan angka kriminalitas, tertib lalu lintas dan lainnya tanpa dukungan masyarakat tidak akan sukses. Sehingga, di hari Bhayangkara sudah waktunya polisi bersama masyarakat menyatu menyamakan visi dan misi menjadikan Lumajang aman dan kondusif. "Acara ini bukan untuk polisi, tetapi untuk masyarakat Lumajang," katanya.


Naas dialami oleh Achmad Dani (26), warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Jumat (1/7/2011). Pasalnya korban seketika itu tewas akibat tersengat aliran listrik saat tengah bekerja di pabrik.

Peristiwa naas yang menimpa korban ini bermula, ketika saat itu dia yang bekerja di bagian produksi PT Sorini di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol tengah asyik membersihkan mesin. Namun tanpa diduga olehnya, ada pekerja lain yang sedang mengelas dengan las listrik di mesin tersebut.

Tak ayal, lantaran mesin yang tengah dibersihkannya teraliri listrik, Achmad Dani pun kemudian langsung kesetrum hingga mengakibatkan dirinya tewas di lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad korban dirujuk ke RSUD Bangil setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit (RS) Medika By Pas Pandaan.

Ironisnya, wartawan yang melakukan peliputan di lokasi sempat dihalang-halangi petugas pabrik. Pasalnya, mereka tak ingin kasus ini menyebar luas ke masyarakat. Sementara itu, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. "Kita Masih lakukan penyelidikan, mas," ujar AKP Bambang, Kasubag Humas Polres Pasuruan


Setelah satu tahun menjadi buronan polisi, dua DPO pelaku pencurian motor (curanmor) akhirnya berhasil dibekuk. Kedua tersangka ini adalah asal Kecamatan Grati yakni Sarohan (23), warga Desa Kalipang dan Suhet (20), warga Desa Plososari.

Kasubag Humas Polresta Pasuruan AKP Joko Siswanto mengatakan, lantaran nekat melawan petugas saat hendak ditangkap di daerah Bangil. Tersangka Sarohan, akhirnya terpaksa dihadiahi petugas dengan tembakan timah panas. Akibat tembakan ini, kaki kiri tersangka pun terluka.

"Kalau yang tersangka Suhet, dia ditangkap di Probolinggo. Kedua tersangka kini mendekam di jeruji tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka terancam hukuman diatas 5 tahun penjara," kata AKP Joko Siswanto, Kasubag Humas Polresta Pasuruan Jumat (1/7/2011) kepada wartawan.

Dia menegaskan, meskipun telah menangkap 2 DPO pelaku curanmor. Namun, pihaknya kini masih memburu 2 DPO pelaku curanmor lainnya. "Mereka ini adalah teman-temannya tersangka yang kita tangkap sekarang. Inisialnya yaitu A dan A. Kita sekarang masih melakukan perburuan terhadap mereka," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pencurian motor Yamaha Mio N 5758 VK di salah satu Indomaret jalan Raden Patah, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan Sabtu (10/7/2010) menggegerkan warga. Pasalnya, aksi mereka sempat terekam kamera CCTV.


Para penanti Honda CBR 150R di tanah air bakal tersenyum kecut. Pasalnya motor sport yang sangat dinanti tersebut berbandrol Rp 33 juta on the road di Jakarta!

Tentu harga ini sangat berbeda jauh dengan Thailand. Bandingkan di Negeri Gajah Putih dihargai Rp 22 juta.

Terlalu mencoloknya perbedaan harga ini pun mendapat komentar miring dari milis-milis roda dua. Rata-rata komentar yang muncul sangat terkejut dengan harga yang ditawarkan PT Astra Honda Motor (AHM). Bahkan ada penggemar yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk memiliki motor bermesin DOHC 150 cc tersebut.

Sesungguhnya strategi harga yang ditawarkan PT AHM bisa jadi untuk menyelamatkan pangsa pasar Honda Tiger. Maklum saja, motor ini ditawarkan dengan kisaran Rp 25 juta yang tentunya jangan sampai pasarnya tergerus dengan kemunculan CBR 150R.

Sekarang semua kembali kepada konsumen. Apakah masih terus membeli motor ini atau tidak?

Namun yang pasti, mesin CBR 150R sangat mumpuni. Kendati cuma 150 cc, tetapi dayanya mencapai 13,1 kw atau setara 19,5 bhp pada 10.500 rpm, dengan torsi 26,66 Nm pada 8.500 rpm.

Yang patut diingat adalah mesin berkompresi tinggi (11:1) ini sangat membutuhkan bensin beroktan 91, atau harus minimal menggunakan Pertamax dan tak lagi mengkonsumsi Premium.

Oh ya, jangan terkejut lagi dengan harga di wilayah propinsi Jawa Timur. Bisa jadi harganya kembali melonjak menjadi Rp 35 jutaan. Maklum, pajak BBN di Jatim sangatlah tinggi


Perkembangan aplikasi di toko-toko aplikasi terus berkembang. Di AppStore milik Apple misalnya, jumlah aplikasi khusus untuk iPad sudah mencapai 100.000. Suatu jumlah yang fantastis. Mashable mengutip laporan Macstories menyebutkan, sampai Maret 2011, jumlah aplikasi di AppStore tercatat 75.000. Dan tiga bulan kemudian, jumlah aplikasi bertambah menjadi 100.000. Ini baru aplikasi khusus untuk iPad.

Jika ditambah dengan aplikasi untuk iPhone dan iPod Touch, jumlah aplikasi di AppStore bisa mencapai 500.000. Sejauh ini belum ada yang bisa mengalahkan Apple dalam jumlah aplikasi.

Lalu bagaimana dengan perkembangan aplikasi di Android Market?

Menurut Mashable, saat ini aplikasi yang tersedia untuk tablet Android jumlahnya kurang dari 1.000 aplikasi. Sulit untuk menghitung angka yang pasti mengingat tablet Android menggunakan versi berbeda-beda seperti Gingerbread dan Froyo.

Namun sejak dirilis Oktober 2008, jumlah aplikasi di Android Market untuk semua jenis perangkat yang menggunakan sistem operasi Android, angkanya tercatat 200.000.

Pada Maret 2009, jumlah aplikasi di Android Market tercatat 2.300, bulan Desember 2009 mencapai 20.000. Lalu pada bulan Agustus 2010, angkanya berlipat ganda menjadi 80.000. Dan sampai Mei 2011, jumlah aplikasi di Android Market mencapai 200.000.

Sementara itu, jumlah aplikasi di Microsoft Windows Phone Marketplace juga tumbuh secara mengesankan. Sampai Juli 2011, jumlah aplikasi di Microsoft WP Marketplace tercatat 25.000.

Sejak awal peluncurannya pada November 2010 lalu hingga akhir Maret 2011, tercatat 11.500 aplikasi di Microsoft WP Marketplace. Tiga bulan berikutnya, jumlah aplikasi bertambah 13.500 sehingga saat ini jumlahnya mencapai 25.000.

Edo Tri Anggara (8), bocah penderita penyakit gizi buruk asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri akhirnya meninggal dunia. Putra ketiga Sutopo (40), penjual martabak itu meninggal setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Bhayangkara, Kota Kediri.

Humas RS Bhayangkara Kota Kediri Emy Pujiharti mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa, Edo mengalami tumor cranial alias tumor otak. Sedangkan penyakit gizi buruknya adalah skunder.

"Sesuai keterangan dokter spesialis anak Arsi, pihak rumah sakit sudah menyarankan agar keluarga membawa pasien ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Sebab, peralatan CT-Scan, yang ada disini kurang memadai," kata Emy Pujiharti kepada beritajatim.com, Kamis (30/6/2011).

Dijelaskan oleh Emy, sebenarnya Edo ditengarai mengidap radang otak sejak Desember lalu. Diketahui dari gejalanya muntah-muntah apabila diberikan asupan makanan. Saat itu, Edo, sempat menjalani pengobatan di RSUD Gambiran Kota Kediri

Edo muntah-muntah karena ditengarai ada benjolan di cranium yang menekan otaknya. Karena selalu muntah, orang tuanya hanya memberikan air gula kepada Edo. Karena kurang asupan gizi tersebut, sehingga menyebabkan berat badan Edo merosot.

Dari semula 23 kilogram menjadi 13 kilogram. Bersamaan dengan itu, penglihatan Edo semakin berkurang. Dia juga kesulitan duduk dan berbicara. Sampai akhirnya, orang tuanya membawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri.

Ardian (29), tetangga Edo mengatakan, keluarga memakamkan jenazahnya ke TPU Desa Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. "Dimakamkan di TPU, dekat rumah kakeknya," kata Dian.

Persaingan mencari siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Sampang, mulai dinilai tidak sehat.

Bagaimana tidak, untuk mempertahankan siswa agar tidak mendua atau mendaftar di sekolah lain, terdapat panitia salah satu PPDB yang ditengarai sampai menyandera ijasah siswa.

Seperti dugaan yang dikatakan Anton Prawito, salah satu anggota panitia PPDB Madarasyah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kota Sampang saat ditemui beritajatim.com, Sabtu (02/07/2011) di ruang pendaftaran.

"Kuota di sekolah kami sebenarnya 160 siswa, namun sampai detik ini yang mendaftar hanya 122 siswa. Kami mengindikasi ada sekolah terdekat yang melarang mendaftar ke sekolah kami," terang Anton

Sementara pemilik Tanwirul Islam, Kh Jamaah Irsad, lembaga sekolah yang jaraknya hanya 200 meter di sebelah timur MTSN Tanggumong I, ketika disinggung hal ini, membantah adanya penyanderaan ijazah siswa pada lembaganya. Bahkan, guna memberikan kebebasan kepada alumni MI di lembaganya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada wali santri.

"Di lembaga ini tidak ada yang menyandera, namun pemegang kunci kantor dan guru yang mempunyai wewenang masih kuliah di Surabaya," tegasnya.

Sedangkan perebutan pendaftaran siswa baru guna memenuhi kuota di masing-masing sekolah, diakui Kasi Mapenda Kantor Kementrian Agama Sampang, Samsuri, memang terdapat persaingan.

Menurutnya, hal itu dikarenakan di Desa Tanggumong dan Desa Pasean Kecamatan Kota terdapat 7 lembaga sekolah yakni SMP dan MTs. "Padahal kalau mengacu kepada himbauan pemerintah, seharusnya jarak di antara lembaga sekolah sederajat tidak boleh kurang dari radius 5 km," pungkasnya.

Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya pasca lengsernya Sahudi, kini menjadi topik pembicaraan yang hangat, baik di kalangan Pemkot maupun DPRD Surabaya.

Entah apa yang melatarbelakangi, sehingga beberapa partai ikut angkat bicara terkait pemilihan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya yang seharusnya menjadi kewenangan mutlak Walikota Surabaya.

Tercatat dua wakil partai sudah angkat bicara terkait rencana pemilihan jabatan ketua Kadindik, yakni PDIP dan PKS. Baktiono anggota frkasi FPDIP DPRD Surabaya mengatakan, bahwa meski menjadi wewenang mutlak Walikota, namun seyogyanya Walikota melibatkan partai pengusung dalam pilwali lalu, yakni PDIP untuk ikut terlibat dalam proses pemilihan Kadindik.

"Seyogyanya, partai pengusung dilibatkan dalam proses pemilihan. ini untuk menjaga satu visi, antara partai dengan Kadindik dalam memajukan pendidikan di Surabaya," ujarnya, Minggu (03/07/2011).

Lebih lanjut, Baktiono mengatakan, bahwa dirinya khawatir jika pengangkatan kepala Dispendik partai tidak diajak berembuk, kebijakannya akan berubah dari konsep yang diusung partai. "Jangan sampai keinginan partai pengusung bakal berbeda dengan kebijakan kepala Dispendik yang baru," imbuhnya.

Saat ditegaskan, apakah partai pengusung berhak menentukan posisi jabatan PNS secara langsung? Baktiono menegaskan, bahwa dalam hal ini PDIP tidak akan ambil bagian dalam menentukan siapa yang akan terpilih menjadi Kadindik, namun PDIP hanya ingin dilibatkan saja. "Siapa yang dipilih sebagai Kadindik, itu hak prerogratif Walikota, kita hanya menjaga satu visi itu saja," elaknya.

Sementara itu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpendapat bahwa pemilihan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya harus melalui seleksi, yakni fit n propertest. melalui anggotanya yang duduk di kursi parlemen, Fatkur Rohman, mengatakan, bahwa pihaknya lebih meyepakati pemilihan Kadindidik dilakukan dengan fit and propertest oleh lembaga independen. hal ini bertujuan untuk membantu Walikota dalam menentukan kualitas kadindik yang benar - benar kualified di bidagnya.

"Saya lebih cenderung untuk fit and propertes. disitu kita bisa tahu kualitas calon Kadindik, karena jabatan itu yang menentukan kualitas generasi muda Surabaya," ujarnya.

Dengan munculnya statment tersebut, semakin memperjelas isu yang beredar, yakni beberapa partai mulai menyiapkan strategi untuk dapat menempatkan 'tanggannya' pada jabatan strategis tersebut.

Foto jupe dengan menggunakan baju tank top yang keliahatan buah dadanya saat berlibur di Pantai Firdaus Kema Sulut beredar di jaringan mikrobloging twitter.

Jupe yang menggunakan kacamata hitam dan menggunakan tank top terlihat bagain menonjol buah dadanya sambil makan dan menikmati indahnya pantai di Kabupaten Kema Sulut.

Julia Perez melalui akun twitternya @juliaperrez mengakui bahwa foto tersebut adalah dirinya saat berlibur bersama pacarnya Gaston Castanyo. "Iya waktu di pantai Firdaus Manado," kaa Jupe dalam akun twitternya

Dunia malam atau pun dunia gemerlap (dugem), di masing-masing daerah, pastilah keberadaannya tak dapat kita nafikan. Sebab bagi sebagian orang, hiburan malam merupakan sebuah kebutuhan, untuk menghilangkan kejenuhan dan stres yang mereka alami.

Berbicara tentang dunia malam di Kabupaten Pasuruan, tentunya satu kata kunci kata yang ketika disebut, semua orang akan faham. Yakni sebuah daerah yang dulunya adalah kawasan pegunungan, yang hawanya sejuk dan jauh dari hiruk pikuk yang kini terkenal dengan nama Kelurahan Tretes, Kecamatan Prigen.

Penelurusan beritajatim.com, di tempat inilah, villa dan hotel mulai kelas melati sampai hotel bintang 5 dengan fasilitas karaoke kini telah banyak bermunculan. Tak hanya warga dari lokal Pasuruan sendiri saja, para penikmat dugem juga banyak yang berdatangan dari luar kota seperti Surabaya.

Begitu memasuki wilayah Prigen, sejumlah lelaki yang menawarkan jasa tempat penginapan dan villa pasti akan Anda jumpai. Sehingga ketika sampai di lokasi, dipastikan Anda tidak akan kebingungan untuk mencari informasi tentang villa untuk tempat menghabiskan malam bersama pasangan dan teman-teman.

Hanya dengan membayar sekitar Rp 150 - 250 ribu, sudah bisa menyewa villa yang lengkap dengan fasilitas 3 kamar plus kamar mandi. Tak hanya itu, yang pasti fasilitas karaoke yang tentunya dibutuhkan untuk dugem juga tersedia. Jika butuh minuman beralkohol atau penyanyi dangdut, tinggal bilang saja ke penjaga villa.

Selanjutnya, pesta minuman beralkohol sambil karaoke dengan ditemani artis dangdut lokal pun bisa jadi berlangsung hingga pagi. Bahkan, suara adzan pun mungkin tak kan terdengar karena Anda mungkin sudah mabuk terkena pengaruh minuman keras. Yang istimewa, sang artis dangdut ini juga bisa diajak kencan atau bercinta.

Soal tarif, memang cukup berfariasi. Mulai dari Rp 300-500 ribu untuk per-short timenya. Jika anda ingin berlama-lama kencan dengan dia, tentunya akan banyak rupiah yang harus dikeluarkan dari kantong.

Banyaknya wanita teman minum (purel) yang menjubeli atau siap tampil di tempat hiburan malam kawasan Sidoarjo, ternyata buangan dari Surabaya.

Artinya, para purel yang sekarang ini banyak bermunculan di hingar bingar hiburan malam di Sidoarjo, sebelumnya juga pernah menjadi purel di Surabaya.

Alasan suka demen tampil menemani para lelaki penikmat hiburan malam di Sidoarjo aneka macam. Ada yang ingin cari suasana baru di tempat lain, ada yang iingin dekat rumah, karena persaingan dan segudang macam lainnya.

Seperti diutarakan Fr (23), yang dulunya pernah menjadi waitres di tempat dugem di kawasan Kedungdoro Surabaya, sekarang ini banyak dipanggil menemani lelaki di hiburan Sidoarjo. Diakuinya, saat ini sedang freelance alias tidak ada ikatan dengan satu tempat hiburan tertentu. "Sengaja ingin bebas, biar fresh," akunya.

Menurut dia, sebagai freelance dirasakan cukup enak karena tidak terikat harus masuk kerja terus sebagai penghibur dengan jatah libur sehari dalam seminggu.

Selain itu, sebagai freelance bisa mendapat banyak waktu bersama anak semata wayangnya serta lainnya jika tidak ada bokingan. "Lagian, kerja ginian tidak ada pesangon kalau keluar, ngapain harus terikat. Kita juga gak bakalan diangkat jadi karyawan tetap, jadi enakan free gini," kelakarnya.

Wanita cantik yang putus dengan pria idamannya karena cinta sang suami bercabang itu, juga mengaku siap menemani penikmat hiburan malam dikala luar jam dugem. Namun, dirinya tidak gegabah asal mau diajak begitu saja. "Kalau yang mengajak pengertian dilihat dari saat ditemani dalam dugem, biasanya saya bersedia," tuturnya.

Wanita yang tinggal di Wonorejo Surabaya itu juga tidak mengaku berapa tarif short time-nya, jika beritajatim.com tidak bersedia deal memboking dulu. "Kalau mas mau ngajak saya keluar, baru saya bisikin ongkos landingnya," ucapnya dengan senyum.

Selain karena ingin cari suasana yang fresh di tempat baru, adapula yang membenarkan menyingkir dari Surabaya karena takut kalah persaingan. Lantaran sekarang ini banyak muncul anak baru yang dari segi apapun sangat menonjol. Mulai umur, kecantikan dan juga gayanya yang tak kalah dengan seniornya.

Sebut saja Ri, dia mengaku pilih 'cabut' dan memilih Sidoarjo karena persaingan purel di Surabaya sudah sangat kentara sekali. Sekarang ini banyak anak baru masuk yang penampilannya mengalahkan segalahnya terhadap yang senior. Makanya, ia rela pindah jadi penghibur di Sidoarjo karena persaingan masih belum ketat.

"Enakan di Sidoarjo, karena persaingan tidak seberapa menjadi tuntutan. Tidak seperti di Surabaya yang persaingannya sudah kaya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)," kelakarnya.

Selain itu, lanjutnya, karena saingan yang terjadi, dipilihnya Sidoarjo karena ingin menjauhi rumah. Karena saat menemani pria minum di hiburan malam di kawasan Ngagel Surabaya, ternyata prianya masih terhitung tetangga dan beda gang. "Asli saya waktu itu agak malu dan dia juga malu karena pria itu tercatat sebagai pegawai pemerintah," ungkap wanita yang dilahirkan 24 tahun silam.

Alasan agar dekat dengan rumah, juga muncul dari Wa. Kata dia, biar tidak jauh dalam bekerja. Disinggung apakah tidak takut kepergok tetangga atau keluarga saat berperan sebagai purel hiburan malam di Sidoarjo, dia menyatakan, dalam kehidupannya tidak pernah menggunjingkan seseorang. Begitu sebaliknya, ia mengaku cuek dibilang apapun oleh orang. "Makan tidak ikut dia kenapa harus repot," katanya.

Oleh sebab itu, biar orang berkata apa, sekedar menggunjing, mungkin dibiarkannya. Karena dalam hatinya yang tulus, tidak pernah terbersit niatnya untuk terjun ke dunia yang dijalaninya saat ini terlepas imbas sakit hati dan tuntutan. "Tapi kalau untuk urusan boking keluar, selama ini saya selalu berusaha menolak dengan halus. Bisa alasan gak fit, kadang pula alasan sedang berhalangan," terangnya dengan suara pelan.

Diakuinya, dunia yang digeluti sangat tidak dibenarkan oleh agama yang dituntutnya. Tapi, dia tetap berharap jodohnya tetap ditakdirkan untuk segera dipertemukan. "Syukur kalau secepatnya dipertemukan dengan orang yang baik dan menjadi jodohnya," pungkas wanita asal kawasan dekat lumpur yang pernah diingkari cowoknya asal luar kota itu.


Bagi masyarakat luar Gresik yang melintas di sepanjang jalan utama seperti Jalan KH.Syafii Tenger Desa Suci Kecamatan Manyar Gresik, Jalan Darmo Soegondo, Jalan Nyoto Prayitno serta kawasan Pujasera Perum GKB, jangan lupa mampir di kawasan tersebut pada pukul di atas 22.00 WIB.

Pada jam-jam tertentu, kafe remang-remang yang ada di kawasan tersebut menyediakan anak baru gede (ABG) plus-plus. Dimana setiap pengunjungnya akan dilayani dengan service memuaskan.

Di kawasan tersebut ada puluhan kafe remang-remang yang sudah lama beroperasi. Selain menyediakan aneka makanan dan minuman, pengunjung juga dapat menikmati alunan lagu dengan didampingi wanita yang masih berumur ABG.

Dari pantauan beritajatim.com, Sabtu (2/07/2011) pukul 22.00 hingga 24.00 wib, kehidupan masyarakat dan denyut nadi kota Gresik mulai bergeser ke hiburan malam. Bagi masyarakat golongan yang berduit bisa menghabiskan waktunya mencari hiburan malam ke Surabaya. Namun, sebaliknya golongan masyarakat menengah mencari hiburan malam bisa dialihkan ke kafe remang-remang.

Untuk ikut bagaimana merasakan dunia malam di Kota Gresik. Penulis sempat mencoba memasuki kafe remang yang ada di sekitar kawasan Pujasera Perum GKB. Sebelum memasuki kafe tersebut, pengunjung langsung disuguhi beberapa ABG yang berpakaian minim. Begitu langsung duduk pengunjung langsung ditawari minuman wanita ABG dengan genitnya.

Setelah berkenalan berjam-jam, keakraban antara pengunjung dan penjaga kafe remang-remang mulai bisa dirasakan. Tidak tanggung-tanggung mulai tangan hingga tubuh bisa dipegang-pegang layaknya suami istri sambil berbicara seputar wanita dan lain-lain.

Wanita penjaga kafe remang-remang di Gresik memiliki keunikan sendiri karena bisa di-booking keluar berkaraoke bersama dengan tarif terjangkau antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per jamnya.

"Bedanya disini sebagian besar wanita penjaga remang-remang tidak canggung meski baru berkenalan asal tips cocok langsung jalan bareng," kata Anton pelanggan setia kafe remang-remang.

Diakui Anton, rata-rata penjaga kafe remang-remang di Gresik berasal dari luar kota. Pasalnya, jika asli orang sini dikhawatirkan kedoknya terbongkar mengingat yang datang berkunjung ke kafe remang-remang tidak hanya golongan remaja tapi juga golongan orang sudah berumur

Tawuran yang melibatkan suporter Persebaya, Bonek dengan suporter Blitar tidak patut terjadi. Sebab selama ini hubungan keduanya sangat rukun. Diduga kuat ada oknum yang memprovokasi keduanya hingga terjadi tawuran.

Sebenarnya, di awal pertandingan, suporter kedua kubu saling balas pujian. Tapi entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Padahal mayoritas suporter tuan rumah tidak melakukan itu. Selain itu, hubungan Bonek dengan suporter Blitar selama ini adem ayem.

"Padahal suporter Surabaya sudah menyanyikan lagu persaudaraan. Tapi kok disambut dengan permusuhan. Saya yakin itu bukan murni dari pendukung Blitar," kata salah seorang humas panpel kepada wartawan, Minggu (3/7/2011).

Nyanyian ejekan itulah yang diduga membuat panas. Akibatnya kedua suporter terlibat kerusuhan. Bahkan waktu normal 45 babak pertama hanya berjalan 35 menit setelah sebelumnya sempat terhenti. Ketua Panpel pertandingan, Suharyono mengaku sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

Termasuk jika ada keributan antara suporter. Oleh karena itu diturunkanlah 150 aparat kepolisian untuk menjaga laga uji coba ini. "Sebenarnya kita sudah maksimal apalagi tidak ada sejarah konflik antar kedua suporter," kata Kabag Ops Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.

Total ada lima korban terluka akibat perang batu tersebut. Masing-masing, satu aparat kepolisian, dua panpel dan tiga Bonek. Selain itu mobil defender Persebaya, Johan Ibo juga menjadi korban. Kapnya penyok gara-gara terkena lemparan paving blok. Tak hanya itu, banyak motor yang parkir di depan stadion juga menjadi sasaran amuk massa

Kericuhan antara suporter Persebaya 1927 dan pendukung Blitar Selection di Stadion Supriyadi Blitar menyembabkan puluhan suporter terluka. Bahkan, ada sejumlah anggota kepolisian yang ikut menjadi korban.

"Jumlah suporter yang terluka mencapai puluhan. Kalau polisinya yang saya lihat ada lima orang. Mereka terkena lemparan batu saat berupaya menghalau massa," kata Agung (29), salah seorang pentonton ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (3/7/2011).

Tambah pria asal Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu, selain menyebabkan puluhan orang terluka, tawuran yang berlangsung saat laga persahabatan antara Persebaya 1927 versus Blitar Selection juga mengakibatkan bus milik pemain PSBI Blitar serta truk polisi rusak.

"Bus milik pemain PSBI dan truk polisi tidak lepas dari amuk massa. Dua kendaraan itu dirusak oleh ribuan massa yang terlibat aksi tawuran," imbuh Agung.

Masih kata Agung, kebanyakan korban terluka bocor di kepala dan diperban di tempat oleh petugas medis. Sampai saat ini, suporter Persebaya 1927 masih tertahan distadion. Mereka menunggu pasukan pasukan 511 yang diminta Polres Blitar Kota datang.

Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Riyadi mengatakan, evakuasi suporter bonek akan dilakukan bersama-sama pasukan 511. "Terlebih dahulu kita akan menyisir blitarmania yang masih bergerombol di jalan," kata Riyadi

Polres Blitar menyiapkan evakuasi khusus bagi kepulangan suporter Persebaya 1927. Polisi akan melakukan pengawalan ketat.

Penyiapan evakuasi tersebut disampaikan Kabag Ops Polres Kota Blitar Kompol Slamet Riyadi. Pihaknya juga meminta bantuan Kodim 511 dan Polres Blitar dalam melakukan pengawalan tersebut

"Kami akan melakukan pengawalan terhadap suporter pendukung Persebaya 1927 yang jumlahnya mencapai ribuan. Baik yang pulang dengan menggunakan sepeda motor, mobil maupun menumpang kereta api," kata Slamet Riyadi ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (3/7/2011)

Sebagaimana diketahui bahwa, ribuan suporter Persebaya 1927 baru saja terlibat tawuran dengan pendukung Blitar Selection, saat pertandingan antara Persebaya 1927 melawan Blitar Selection

Tawuran tersebut dipicu oleh aksi saling ejek antar suporter. Beberapa saat kemudian terjadi aksi saling lembar baru. Petugas polisi yang disiagakan kuwalahan menghalau massa karena jumlah. Akhirnya meminta bantuan TNI

Sementara itu, sampai saat ini, pendukung Persebaya 1927 masih tertahan di stadion. Sedangkan suporter fanatik Blitar Selection saat ini pun masih berjaga-jaga di luar


Situasi mencekam memang sudah reda. Pihak keamanan juga sudah membubarkan massa. Namun di dalam Stadion Supriyadi, Blitar, masih ditempati pendukung Persebaya alias Bonek.

Pada pertandingan antara tuan rumah Blitar Selection lawan Persebaya 1927 ini hanya berlangsung satu babak. Itu disebabkan situasi stadion yang panas akibat kedua belah suporter terlibat tawuran.

Kini, meski situasi sudah reda, ratusan Bonek masih tertahan di stadion. "Sekitar 500 lebih Bonek datang. Ada yang naik motor, kereta dan mobil. Sebagian sudah pulang. Sebagian masih di dalam stadion," kata staf media officer Persebaya, Saiful.

Tak hanya Bonek, tim asuhan Aji Santoso juga masih tertahan di dalam stadion. "Tim masih disini. Tunggu instruksi dari pihak keamanan dulu," ucapnya


Komisaris Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar ikut terkejut dengan indisen tawuran antara suporter Persebaya, Bonek dengan pendukung Blitar Selection, Singo Lodro. Saleh pun meminta Bonek tidak terprovokasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pertandingan persahabatan antara Persebaya 1927 dengan Blitar Selection harus dihentikan diparuh pertama. Hal ini diakibatkan lantaran kedua suporter terlibat tawuran.

"Mohon kepada Bonek yang di Blitar agar menahan diri, jangan terprovakasi dan jangan main hakim sendiri," tulis Saleh di salah satu forum diskusi, Minggu (3/7/2011) petang.

Hingga saat ini perwakilan Persebaya 1927, Blitar Selection, suporter dan pihak keamanan sudah melakukan pertemuan di luar stadion Supriyadi. "Serahkan semua ke polisi untuk menyelesaikan secara hukum," pungkas Saleh

Jelang bulan suci ramadhan sejumlah harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik dan menyebabkan inflasi di bulan Juni pun meningkat sebesar 0,54 persen. Dan ini dipastikan akan bertambah saat puasa hingga akhir tahun mendatang.

Hal itu dibeberkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo, dalam jumpa pers bulanan di kantor BPS Jatim. Disebutkan, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan antara lain, beras, daging ayam ras, bawang merah, tomat sayur, rokok kretek, ikan tongkol, jeruk, bandeng, dan tongkol pindang.

"Bulan lalu harga beras sudah lumayan baik yakni Rp 6.800 per Kg tetapi di bulan Juni ini naik menjadi Rp 7.100 per Kg. harga daging ayam ras di Jatim juga meningkat dari Rp 25.300 per Kg menjadi Rp 27.300 per Kg di bulan Juni," jelas Irlan, Jumat (1/7/2011).

Sedangkan harga bawang merah di Jatim naik menjadi Rp 22.350 per Kg dibandingkan Mei 2011 mencapai Rp 20.70 per Kg. Pemicu terjadinya inflasi ini terjadi karena sumbangan inflasi disejumlah daerah di Jatim yang cukup tinggi. Dimana inflasi tertinggi terjadi di Sumenep mencapai 0,94 persen. Di posisi kedua ada Kediri dengan 0,81 persen dan Jember 0,64 persen.

"Di sisi lain, terkait laju inflasi Jatim tahun kalender (Januari-Juni) 2011 mencapai 1,11 persen sedangkan laju inflasi 'year on year/yoy ' Juni 2011 terhadap Juni 2010 Jatim sebesar 5,88 persen. Meskipun terjadi inflasi, secara nasional angka inflasi ini masih lebih rendah dibandingkan daerah lainnya di Tanah Air," tandasnya

Tawuran yang melibatkan suporter Persebaya, Bonek dengan suporter Blitar tidak patut terjadi. Sebab selama ini hubungan keduanya sangat rukun. Diduga kuat ada oknum yang memprovokasi keduanya hingga terjadi tawuran.

Sebenarnya, di awal pertandingan, suporter kedua kubu saling balas pujian. Tapi entah kenapa suporter Blitar yang menempati tribun pojok timur menyanyikan lagu yang menyinggung Bonek. Padahal mayoritas suporter tuan rumah tidak melakukan itu. Selain itu, hubungan Bonek dengan suporter Blitar selama ini adem ayem.

"Padahal suporter Surabaya sudah menyanyikan lagu persaudaraan. Tapi kok disambut dengan permusuhan. Saya yakin itu bukan murni dari pendukung Blitar," kata salah seorang humas panpel kepada wartawan, Minggu (3/7/2011).

Nyanyian ejekan itulah yang diduga membuat panas. Akibatnya kedua suporter terlibat kerusuhan. Bahkan waktu normal 45 babak pertama hanya berjalan 35 menit setelah sebelumnya sempat terhenti. Ketua Panpel pertandingan, Suharyono mengaku sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

Termasuk jika ada keributan antara suporter. Oleh karena itu diturunkanlah 150 aparat kepolisian untuk menjaga laga uji coba ini. "Sebenarnya kita sudah maksimal apalagi tidak ada sejarah konflik antar kedua suporter," kata Kabag Ops Polresta Blitar Kompol Slamet Riyadi.

Total ada lima korban terluka akibat perang batu tersebut. Masing-masing, satu aparat kepolisian, dua panpel dan tiga Bonek. Selain itu mobil defender Persebaya, Johan Ibo juga menjadi korban. Kapnya penyok gara-gara terkena lemparan paving blok. Tak hanya itu, banyak motor yang parkir di depan stadion juga menjadi sasaran amuk massa.

Memasuki awal bulan Juli yang sebentar lagi mendekati bulan puasa, harga barang mulai mengalami perubahan. Di pasar tradisional Wonokromo harga kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan.

Harga beras mengalami kenaikan Rp 100-Rp 200 per kilogram, pada awal Juni lalu. "Harganya naik, tapi bulan Juli ini belum tahu apa mau dinaikkan lagi ata tidak" ujar Ibu Amiyah, salah seorang penjual beras di pasar tradisional Wonokromo pada beritajatim.com, Jumat (01/06/2011).

Sedangkan untuk harga telur per kilogram mencapai Rp 16.000 pada hari Jumat (01/07/2011), diperkirakan akan naik Rp 500 per kilogram pada minggu awal bulan Juli ini. Meskipu begitu, para pedagang berharap tidak terjadi kenaikan lagi pada bulan puasa. "Mungkin mau naik Rp 500, tapi belum pasti juga. Kalau untuk bulan puasa sih berharapnya tidak naik" jawab Ibu Santi, salah satu pedagang telur di pasar tradisional Wonokromo.

Sementara itu harga gula mengalami kenaikan, dari Rp 8.500 per kilogram menjadi Rp 9.000 per kilogram. Untuk harga minyak goreng kemasan saat ini mengalami kenaikan Rp 1000, mencapai Rp 12.000 per kilogram, Bulan Juni harga minyak Rp 11.000 per kilogram.

Harga ayam yang tadinya pada minggu terakhir bulan Juni Rp 22.000 malah mengalami penurunan menjadi Rp 20.000 per kilogram. Pada bulan puasa diperkirakan akan mengalami kenaikan, tetapi belum diketahui seberapa banyak kenaikan yang akan dialami. "Kalau naik sih iya, tapi belum tahu naiknya berapa untuk daging ayam ini," ujar Ibu Sobariah, penjual ayam di pasar tradisional Wonokromo.

Kenaikan harga untuk pangan diharapkan tidak terlalu tinggi, hal ini karena akan menyulitkan penjualan pangan tersebut. Seperti yang dikatakan Pak Dani, salah seorang penjual di pasar tradisional Wonokromo yang berharap harga tidak naik terlalu tinggi agar pembeli pun mau membeli jualannya dalam jumlah yang banyak


Pengusaha Jawa Timur diharapkan bisa memacu pasar di luar negeri, termasuk ke Australia. Untuk keperluan ini, pengusaha nasional perlu bersinergi untuk melakukan riset pemasaran yang komprehensif guna memetakan potensi pasar di Negeri Kanguru tersebut.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pengembangan Jaringan Usaha, Diar Kusuma Putra, di Sidney, Jumat (1/7/2011). Diar dihubungi wartawan dari Surabaya sesuai delegasi Kadin Jatim bertemu dengan Kadin New South Wales, Australia, Jumat (1/7/2011).

"Pengusaha kita sebenarnya bisa memanfaatkan keberadaan Indonesia-Australia Business Council untuk mengetahui potensi pasar yang bisa digarap di Australia. Namun hal itu selama ini tak optimal," ujar Diar.

Berdasarkan data BPS, perdagangan Indonesia-Australia terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan 8,2% per tahun sepanjang 2006-2010. Pada 2010, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 8,3 miliar.

Namun, neraca perdagangan Indonesia dan Australia masih terus defisit. Pada 2006 desifit USD 1,076 miliar, 2007 defisit USD 949,226 juta, 2008 defisit USD 1,873 miliar, 2009 defisit USD 1,662 miliar, dan 2010 defisit USD 1,729 miliar.

Neraca perdagangan Jatim dan Australia juga masih defisit. Pada periode Januari-Mei 2011, impor nonmigas Jatim dari Australia mencapai USD 261,45 juta, naik 24,7% dibanding Januari-Mei 2010 yang sebesar USD 209,49 juta. Kontribusi impor nonmigas dari Australia terhadap total impor nonmigas sebesar 4,09%. Ekspor Jatim ke Australia tidak tercatat dalam jajaran sepuluh besar ekspor karena nilainya tidak signifikan.

Indonesia mengekspor berbagai komoditas curah seperti nikel, kertas, dan bahan kimia. Adapun Australia mengirim gandum, korondum, gula, biji besi, pupuk, alumunium, ternak, dan peralatan industri.

Diar menuturkan, pengusaha nasional juga perlu meningkatkan nilai tambah ekspor ke Australia. Pasalnya, selama ini produk curah yang diekspor Indonesia merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut dan bahkan direekspor ke Indonesia.

"Adapun untuk produk manufaktur kita, berdasarkan pantauan kita di sini dan sharing dari pengusaha di New South Wales, belum bisa bersaing dengan produk dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura," tutur Diar.

Senior Manager International Trade di Australian Business Consulting and Solutions, Ian Bennett, mengatakan, produk dari Indonesia kurang memiliki daya saing, bahkan jika dibandingkan dengan produk serupa dari kawasan Asean. "Pengusaha Indonesia juga kurang memiliki konsep riset pemasaran yang bagus. Perlu ada pengembangan market intelligence ," ujar Ian seperti ditirukan Diar. Ian sendiri memang ditugaskan pada divisi perdagangan internasional dengan spesialisasi kawasan ASEAN.

Diar menambahkan, dengan membidik pasar Australia, Indonesia sekaligus juga bisa menyasar pasar negara-negara sekawasan seperti Selandia Baru, Kepulauan Fiji, Kepulauan Solomon, Republik Palau, Republik Kiribati, maupun Vanuatu.

Pasar di Australia sebenarnya juga bisa dikembangkan lebih luas lagi dan tidak bertumpu pada dua kota besar, yaitu Melbourne dan Sidney. Selama ini, konsentrasi kargo Indonesia hanya menuju ke Pelabuhan Melbourne dan Sydney masing-masing sebesar 37% dan 31%. Adapun sisanya ke Pelabuhan Brisbane sebesar 15%, Perth/Fremantle sebesar 12%, dan Flinders sebesar 5%.

Kerja sama bisnis Diar menambahkan, Kadin New South Wales menawarkan sejumlah kerja sama bisnis, antara lain, di bidang investasi dan operator kepelabuhanan, tenaga panas bumi (gothermal), suplai air bersih, dan pengembangan energi, baik energi terbarukan maupun energi tak terbarukan.

"Kadin New South Wales juga menawarkan pengaturan alur distribusi daging sapi asal australia pascalarangan pemerintah Australia mengenai ekspor sapi ke Indonesia. Mereka berharap bisa melanjutkan komunikasi secara lebih intens dalam rangka pertemuan berikutnya dalam bentuk one on one business meeting, sehingga kerja sama ini menjadi lebih konkrit," papar Diar


Pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini sedikit terkoreksi akibat total ekspor-impor Jatim menurun. Penurunan terbesar justru terjadi di sektor ekspor hingga 6,11 persen, sedangkan impornya sendiri hanya turun sebesar 0,26 persen saja. Penurunan ekspor terjadi karena ekspor migas Jatim turun 65,89 persen sedangkan ekspor non migas malah naik, tetapi tetap saja tak mampu menyelamatkan penurunan ekspor Jatim.

Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jumat (1/7/2011), nilai ekspor migas per bulan Mei mencapai US $ 81,23 juta angka ini merosot tajam dibandingkan bulan April 2011 lalu yang mencapai angka US $ 238,14 juta. Ini membuat total ekspor Jatim menurun dari US $ 1.677,79 juta di bulan April menjadi UIS $ 1.575,24 juta di bulan Mei 2011.

"Sebenarnya Jatim juga tak berharap banyak dari sektor migas karena Jatim bukan ladang migas luas seperti halnya daerah lain di Tanah Air. Itu pula yang membuat kami optimistis, meskipun ekspor non migas naiknya tak terlalu banyak, tetapi menjadi andalan Jatim," beber Irlan Indrocahyo, Kepala BPS Jatim.

Dikatakan, saat ini kenaikan ekspor non migas disumbang dari sektor hasil pertanian sebesar 31,53 persen. Hasil industri sebesar 1,93 persen serta pertambangan sebesar 37,56 persen. Nilai ekspor pertanian kini mencapai nilai US $ 528,06 juta sedangkan hasil industri sebesar US $ 7.872,95 juta. Semakin besarnya angka ekpor non migas ini diharapkan akan dinikmati oleh seluruh lapisan meskipun sektor migas turun drastis, diharapkan tak terlalu berdampak banyak bagi warga Jatim yang mayoritas penduduknya adalah petani.

"Sedangkan impor juga turun sedikit, dan lagi-lagi disebabkan oleh sektor migas yang juga turun sebesar 12,34 persen bulan Mei lalu. Sedangkan sektor non migas malah naik sebesar 6,27 persen dari bulan April 2011 lalu. Kenaikan impor non migas disebabkan karena meningkatnya kebutuhan pasar restoran dan rumah tangga akan bahan baku makanan hingga industri. Tetapi yang paling dominan makanan," tandasnya.


-Kecendrungan masyarakat Jawa Timur menggunakan produk dari bahan alami, menjadi pangsa pasar yang potensial bagi produsen Natur PT Gondowangi Tradisional Kosmetika.

Tahun ini Natur menargetkan peningkatan penjualan sebesar 30 persen di Jatim, salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar pencarian bintang Natur 2011.

"Peserta audisi adalah pelanggan tetap kami, dan harus mengetahui keunggulan produk kami. Ini juga bagian dari strategi kami untuk menaikkan penjualan, terutama di 8 kota besar di Tanah Air. Dan di Surabaya kami adakan sekarang," ujar Yudith Effendy, Brand Manager Natur-PT Gondowangi Tradisional Kosmetika, Sabtu (2/6/2011).

Dikatakan, pencarian model Natur yang nantinya akan diberi predikat Dewi Natur ini tak hanya sekedar melibatkan finalisnya tetapi juga orang disekitar para finalis akan terinspirasi menggunakan produk mereka. Tujuannya tak lain menguatkan dan mengenalkan produk Natur yang lainnya kepada konsumen secara langsung.

"Diindonesia untuk hair tonic, produk kami memang memiliki market share tertinggi, tetapi tahun ini kami juga mengeluarkan jenis produk baru, yaitu sabun pemutih Natur yang kami harapkan akan sesukses hair tonic dan shampoo Natur. Dan dalam beberapa tahun kedepan kami juga akan meluncurkan produk perawatan rambut khusus pria, yang saat ini sedang dalam proses penelitian kami," ungkapnya.

Ketika ditanya terkait semakin banyaknya pesaing produk serupa yang menyasar pasar Midle-low, Yudith, mengaku tetap percaya diri akan tetap bermain di kelas premium. Sebab dirinya mengaku, justru pasar Midle-Up jauh lebih potensial dibandingkan Menengah ke bawah.

"Memang saat ini, produsen perawatan rambut luar negeri yang biasanya bermain di premium, banting stir menguber pasar menengah kebawah dengan menurukan harga. Bukannya itu tak bisa kami lakukan, tetapi kami tak ingin merusak kepercayaan pelanggan kami, karena kualitas tentu menurun sedangkan saat ini kami terus menggenjot kualitas terbaik untuk menjadi pemain tunggal asli Indonesia," tandasnya


Konsisten membidik pangsa pasar Anak Baru Gede (ABG), Pond's pun tahun ini kembali mendatangi Surabaya untuk merebut perhatian pencarian bintang bersama idola mereka dalam Pond's Teens Concert (PTC) 2011. Dampaknya ribuan remaja pun ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan demi bertatap muka secara langsung dengan idola mereka yang sengaja menjadi brand ambassador Pond's Teens.

"Agar tak bosan dan lebih meriah tahun ini, kami menambah satu lagi jenis kompetisi selain PTC Video Competition juga ada Video Nyanyi Kamu. Pemenangnya akan duet langsung dengan idola mereka, yakni Afgan dan grup band Nidji. Tak hanya itu saja, kami juga memiliki kategori khusus, yakni PTC journalist. Dimana para remaja yang berbakat jadi jurnalis akan meliput langsung kehebohan konser kami kali ini," ujar Memoria Dwi Prasita, Senior Brand Manager Pond's Cleanser, Jumat (1/7/2011).

Selain menampilkan dua idola remaja yang memang sudah menjadi brand Ambassador Pond's, panitia juga menyiapkan kejutan lain bagi ABG Surabaya yang datang melihat konser PTC di lapangan Tambaksari Surabaya, Sabtu (2/7/2011). Acara ini menghadirkan grup band Kotak, D'Masiv, serta J-Rock.

"Ini merupakan tahun ketiga saya ditunjuk sebagai brand ambassador acara ini dan respon ABG Surabaya ternyata sangat besar. Buktinya video yang mereka buat sendiri itu, sangat kreatif. Itu juga yang membuat kami optimistis konser di Kota Surabaya ini akan lebih heboh lagi dari Medan yang baru kami datangi juga," ungkap Afgan yang dibenarkan oleh Vokalis Nidji, Giring.


HUT Bhayangkara ke-65 yang jatuh 1 Juli besok sebanyak 2701 anggota Polda Jatim naik pangkat.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri No: Skep/232/IV/2005 tanggal 19 April 2005 tentang pedoman Administrasi kenaikan pangkat dilingkungan Polri.

Dari data yang dihimpun ebritajatim.com Kenaikan pangkat pada Jajaran Polda Jatim, terbagi tiga tahap yaitu kenaikan reguler Perwira sebanyak 157 orang yaitu dari pangkat AKBP ke Kombes Pol 1 orang Kompol Ke AKBP 16 orang, AKP ke Kompol 52 orang, Iptu ke AKP 86 orang, Ipda ke Iptu 2 orang.

Kenaikan pangkat Penghargaan Perwira sebanyak 46 orang dari AKBP ke Kombespol 5 orang, Kompol ke AKBP 7 orang, AKP ke Kompol 6 orang, Iptu ke AKP 16 orang dan Aiptu ke Ipda 12 orang.

Sementara kenaikan pangkat Bintara sebanyak : 2.498 orang terdiri dari Aipda ke Aiptu 154 orang, Bripka ke Aipda 740 orang, Brigadir ke Bripka 212 orang, Briptu ke Brigadir 993 orang dan Bripda ke Briptu 399 orang.

"Anggota yang naik pangkat akan dilaksanakan hari ini secara serentak di jajaran Polda Jatim,”ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab kepada wartawan,Kamis(30/6)

Polda Jatim meliris jumlah polisi nakal dalam menjalankan tugasnya masih banyak. Tercatat 1.243 polisi nakal di jajaran Polda Jatim.

Pelanggaran yang tercantum dalam penaggaran itu menyangkut disiplin, kode etik dan pidana. Sebanyak 28 orang personil dipecat tidak hormat.

"Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2010 lalu," ungkap Irjen Pol Untung S Rajab Kapolda Jatim dalam rilisnya menjelang HUT Bhayangkara ke-65.

Dari data yang dihimpun beritajatim.com pada tahun 2010 untuk anggota Polda Jatim yang melakukan pelanggaran disiplin sejumlah 1.235, sehingga ada penurunan 89 kasus pada tahun 2011 yang kini berjumlah 1.146 kasus.

Data pelanggaran kode etik pada tahun ini ada 17 orang, sehingga turun 42 kasus. Dibanding tahun 2010 sebanyak 59 kasus. Pelanggaran pidana ada 80 orang dan turun menjadi 24 kasus, karena pada tahun 2010 berjumlah 104 kasus.

Kapolda Jatim Irjen Pol Untung S Radjab, sendiri menjelaskan pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias di pecat sebanyak 28 personil, sedangkan Pemberhentian Dengan Hormat(PDH) sejumlah 7 personil.

"Pimpinan fungsi masing-masing akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan yang istiqamah, sehingga personal Polda Jatim dapat tampil proporsional dan profesional dan bermartabat," ujar Irjen Untung,Kamis(30/6/2011)

Mantan Kapolda Kalsel ini menambahkan,terkait dengan anggota polisi yang dipecat, karena pelanggaran yang sudah dilakukan sudah tidak dapat ditolerir lagi setelah dilakukan pembinaan. "Kasusnya terjadi sejak tahun lalu,namun vonis sidangnya baru turun pada tahun ini," ujar Kapolda Jatim.

Sementara untuk hukuman yang diberikan terhadap pelanggaran disiplin diberikan teguran tertulis 146 personil,ditunda pendidikan 73 personil,ditunda gaji berkala 15 personil,ditunda kenaikan pangkat 82 personil,mutasi 43 personil, penempatan pada tempat khusus 198 personil dan yang dinyatakan tidak cukup bukti 4 personil.


HUT Bhayangkara ke-65 yang jatuh pada tanggal 1 Juli membawah berkah bagi sebagian anggota jajaran Polda Jatim. Sebanyak 2.701 anggota akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat.

Data yang dihimpun beritajatim.com, perwira menengah (pamen) di Polrestabes Surabaya yang mendapatkan kenaikan pangkat yang diresmiklan oleh Kapolretabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, ada 6 orang yang mendapatkan kenaikan pangkat dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol) diantaranya Suparti dan Arbaridi Jumhur.

Sedangkan kenaikan pangkat juga ada di jabatan Kapolsek. Di antaranya Hendriyana yang menjabat (Kapolsek Pakal), Tahiruddin (Kapolsek Jambangan), dan Taufik Yulianto (Kapolsek Gayungan). Kenaikan pangkat satu lagi didapat Suryanto yang kini menjabat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT).

Kapolrestabes Kombes Pol Coki manurung juga menyampaikan selamat pada anggota yang naik pangkat tersebut. "Orang-orang kini naik pangkat itu sangat sulit, sehingga kita harus menghargai dengan penghargaan yang kini didapatkannya," ujar Coki, setelah selesai melakukan upacara kenaikan pangkat, Kamis (30/6/2011).

Selain Kompol, kenaikan pangkat AKP ada sebanyak 15 orang dan Iptu 2 orang. "Kenaikan yang terbanyak tentu ya untuk personel bintara, sebab jumlah mereka juga banyak," terang Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) AKBP Yulia Agustin.

Kenaikan pangkat bintara tinggi dan bintara antara lain Aiptu (13 orang), Aipda (65), Bripka (25), Brigadir (101), dan Briptu (31). Upacara kenaikan pangkat itu dilakukan dalam upacara di lapangan Apel Mapolrestabes Surabaya. Yulia mengatakan pada periode 1 Juli ini tidak ada hukuman atau penundaan kenaikan pangkat untuk anggota yang dianggap bermasalah

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.