Translate 2 ur Languages

Minggu, 03 Maret 2013

KAB.PASURUAN-Korban Puting Beliung Pasuruan Belum Bisa Ditaksir



Jum'at, 01 Maret 2013 20:32:54 WIB Reporter : M Subkhi


Pasuruan (beritajatim.com) - Kerugian akibat puting beliung yang melanda 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan belum dapat ditaksir. Untuk itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan berapa jumlah total kerugian dari bencana ini.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan berapa kerugian dari bencana puting beliung tersebut, lantaran saking banyaknya rumah warga yang rusak. "Kerugian materi masih dihitung. Saking banyaknya (rumah yang rusak)," jelasnya saat dihubungi melalui ponsel Jumat (1/3/2013).

Data terakhir BPBD Kabupaten Pasuruan, rumah-rumah warga yang rusak ini, tercatat lebih dari 300 rumah. Masing-masing tersebar di 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, yakni di Desa Wonosari, Karangsentul, Gayam dan Wonojati. "10 rumah di Desa Wonosari rusak parah dan tidak bisa ditinggali dan 2 rumah lagi di Desa Gayam," sambung Yudha Triwidya.

Bencana angin puting beliung ini, lanjutnya, cukup mendapat perhatian dari Bupati Pasuruan Dade Angga. Bahkan bupati menyempatkan diri untuk memantau dan memberi bantuan sembako ke lokasi korban puting beliung. "Para korban juga telah kita suplay nasi bungkus. Bahkan dapur umum masih tetap kita buka di kantor Kecamatan Gondang Wetan," tandasnya.

Tak hanya di Kecamatan Gondang Wetan, bencana puting beliung tersebut juga melanda Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan. 3 rumah milik warga di desa ini pun rusak ringan akibat puting beliung itu. "3 korban masih dirawat di Puskesmas Gondang Wetan," pungkas Yudha Triwidya.(bec)

KAB.PASURUAN-Korban Puting Beliung Pasuruan Belum Bisa Ditaksir



Jum'at, 01 Maret 2013 20:32:54 WIB Reporter : M Subkhi


Pasuruan (beritajatim.com) - Kerugian akibat puting beliung yang melanda 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan belum dapat ditaksir. Untuk itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan berapa jumlah total kerugian dari bencana ini.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan berapa kerugian dari bencana puting beliung tersebut, lantaran saking banyaknya rumah warga yang rusak. "Kerugian materi masih dihitung. Saking banyaknya (rumah yang rusak)," jelasnya saat dihubungi melalui ponsel Jumat (1/3/2013).

Data terakhir BPBD Kabupaten Pasuruan, rumah-rumah warga yang rusak ini, tercatat lebih dari 300 rumah. Masing-masing tersebar di 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, yakni di Desa Wonosari, Karangsentul, Gayam dan Wonojati. "10 rumah di Desa Wonosari rusak parah dan tidak bisa ditinggali dan 2 rumah lagi di Desa Gayam," sambung Yudha Triwidya.

Bencana angin puting beliung ini, lanjutnya, cukup mendapat perhatian dari Bupati Pasuruan Dade Angga. Bahkan bupati menyempatkan diri untuk memantau dan memberi bantuan sembako ke lokasi korban puting beliung. "Para korban juga telah kita suplay nasi bungkus. Bahkan dapur umum masih tetap kita buka di kantor Kecamatan Gondang Wetan," tandasnya.

Tak hanya di Kecamatan Gondang Wetan, bencana puting beliung tersebut juga melanda Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan. 3 rumah milik warga di desa ini pun rusak ringan akibat puting beliung itu. "3 korban masih dirawat di Puskesmas Gondang Wetan," pungkas Yudha Triwidya.(bec)

DOSA DOSA PRESIDEN-Ratusan Balita Di Madiun Kekurangan Gizi



Kamis, 28 Februari 2013 21:00:38 WIB Reporter : Rindhu Dwi Kartiko


Madiun (beritajatim.com) - Ratusan balita di Kota Madiun masih menderita kurang gizi hingga gizi buruk pada tahun 2012 kemarin. Jumlah tersebut kini sudah ditangani oleh dinas terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardani, mengatakan, dari data yang ia miliki ada sekitar 204 balita yang mengidap gizi buruk."Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 balita di antaranya termasuk dalam kategori gizi buruk dan sisanya kurang gizi," ujarnya, Kamis (28/2/2013).

Menurut dia, balita-balita yang termasuk dalam kategori kurang gizi dan gizi buruk tersebut, tersebar di beberapa kelurahan dari tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun. Mereka dalam pengawasan ketat petugas puskesmas dan posyandu setempat.

"Setelah diberikan perawatan dan pengawasan ketat, hingga akhir Februari 2013, kami berhasil menghapus kasus balita yang menderita kurang gizi. Sedangkan kasus gizi buruk menurun hingga menjadi 31 balita," terang Wardani.

Wardani menambahkan, gizi buruk dan kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Namun, mayoritas dari temuan kasus di Kota Madiun disebabkan oleh tingkat ekonomi dari keluarga balita. Faktor ekonomi keluarga yang rendah sangat berpengaruh pada asupan gizi yang diberikan.

"Selain itu juga karena kesalahan pola asuh. Kasus gizi buruk di perkotaan lebih disebabkan karena kesibukan kegiatan warga sehingga keaktifan ke posyandu rendah. Namun jumlahnya masih rendah," tuturnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya lebih gencar lagi dalam memaksimalkan fungsi posyandu yang sangat berperan dalam memantau perkembangan kesehatan balita. Selain itu pihaknya juga menjalankan program makanan tambahan (PMT) dan susu yang diberikan secara gratis bagi balita di Kota Madiun. [rdk/but]

DOSA DOSA PRESIDEN-Duh.!!! Balita Ini Alami Gizi Buruk



 
Rabu, 20 Februari 2013 14:54:40 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Seorang bayi yang baru berusia 2 tahun di Kota Kediri diduga mengidap gizi buruk. Berat badannya hanya 6,9 kilogram, sehingga tubuhnya kurus kering.

Balita malang ini bernama Tria Putra Pradama, anak pasangan Kusnadi dan Nanik Sugiarti, asal Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Karena kondisi kesehatannya terganggu, sehari-hari dia hanya bisa berbaring lemah.

Walikota Kediri Samsul Ashar yang mengunjungi Tria mengaku, sangat prihatin. Orang nomor satu di Kota Kediri itu berjanji akan membantu memulihkan kondisi kesehatannya, dalam waktu cepat.

"Kami masih mencari tahu penyebab bocah ini kekurangan gizi. Jika hasil diagnosa diketahui mengidap penyakit, maka penanganan awalnya adalah menyembuhkan penyakitnya itu dulu, baru kemudian memperbaiki gizinya," ujar Samsul Ashar, Rabu (20/02/2013).

Dikatakan Walikota dari kalangan medis itu, seusia Tria, seharus memiliki berat badan ideal 12 kilogram. Karena kondisinya tersebut, maka pertumbuhannya terganggu.

Sementara menurut Nanik, ibunya saat baru lahir, berat badan anaknya 2,9 kilogram. Tetapi dalam perkembangannya, sang buah hati sulit untuk mengejar target.

Padahal, kata Nanik, tidak ada kendala dalam makan dan minum susu. Dia berharap, kondisi anaknya bisa segera pulih. Dia menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah untuk ikut serta membantunya. [nng/kun]

PENDIDIKAN-Woww... 6 Mahasiswa Indonesia Ukir IPK Sempurna di Amerika



 
Sabtu, 23 Februari 2013 06:26:18 WIB Reporter : M. Syafaruddin



Surabaya (beritajatim.com) - Hasil positif didapat lulusan Sampoerna Academy yang menempuh pendidikan akademis di Amerika Serikat. Pada semester pertama, mereka berhasil mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPL) dengan skor sangat membanggakan.

Pada Agustus dan September 2012 lalu, sebanyak 25 lulusan Sampoerna Academy berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan mereka. Para lulusan ini merupakan bagian dari 226 lulusan pertama Sampoerna Academy Malang dan Sampoerna Academy Palembang yang memiliki prestasi cemerlang.

Para lulusan Sampoerna Academy yang diterima melanjutkan pendidikan mereka ke Amerika Serikat, prestasi mereka terus terukir dan terbukti dari hasil nilai mereka di semester pertama. Enam siswa mendapatkan IPK sempurna, yakni 4.0 untuk semester pertama ini.

Keenam siswa ini adalah Erriawan Firdauszaman K. (West Virginia University), Abriansyah Saputro (Lone Star College), Rachmad Andrianto Noor (Lone Star College), Wanda Lilavanti (Lone Star College), Angga Khoirul Imam (Texas Tech University), dan Christian Timothy Wijaya (Texas Tech University).

Sementara tiga lulusan Sampoerna Academy lainnya juga mendapatkan IPK 3,9 dengan nilai rata-rata A- dan A+. Mereka adalah Daniel Pemuda Sinambela (University of Missouri), Timotius Andrean Patrick Lagaunne (University of Missouri) dan Cyntia Rachman (University of Minnesota).

Hasil nilai yang gemilang ini sekaligus membuktikan kualitas akademik para lulusan Sampoerna Academy ini telah teruji. Perlu diketahui, anak-anak bangsa lulusan Sampoerna Academy yang berkuliah universitas-universitas ternama di Negeri Paman Sam itu.

Seperti Texas Tech University, University of Missouri, University of Minnesota, Lone Star Community College, West Virginia University, University of Kentucky, dan University of Hawaii Manoa. Mereka berbagi pengalaman mereka selama tiga bulan melalui video yang mereka kirim kepada tim Siswa Bangsa dan juga menulis pengalaman mereka di blog masing-masing.

Mereka bercerita tentang bagaimana mereka sangat menikmati kelas-kelas yang mereka ambil, serta tantangan intelektual yang mereka hadapi. Cerita-cerita mereka ini tentunya dapat menginspirasi adik-adik mereka yang ada di tanah air. Salah satunya, Christian Timothy Wijaya dari Texas Tech University).

Timmy, sapaan akrabnya sangat bercerita antusiasme saat dia saat menonton pertandingan American Football pertamanya. Timmy mendapat kesempatan untuk mengikuti proyek riset yang diselengarakan.  Persyaratan utama untuk mengikuti program ini adalah harus memperoleh nilai IPK di atas 3,4.

Lain hal dengan Angga Khoirul Imam (Texas Tech University), yang bercerita bahwa dia sangat kangen dengan masakan Indonesia dan sulitnya menemukan makanan halal di Texas. Alhasil sekarang Angga menjadi pandai masak sendiri. Mereka tidak hanya mengabdikan waktu mereka untuk belajar, melainkan mereka juga bergabung dengan klub-klub yang dapat membantu mereka untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan di Amerika.

Para lulusan Sampoerna Academy ini secara otomatis menjadi anggota Koperasi Siswa Bangsa, yaitu sebuah koperasi dari siswa untuk siswa yang merupakan inisiatif dari Putera Sampoerna Foundation. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Putera Sampoerna Foundation untuk memastikan para lulusan Sampoerna Academy, dapat melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Perlu ditekatahui, Sampoerna Academy merupakan bagian perwujudan visi Putera Sampoerna Foundation dalam rangka mencetak calon-calon pemimpin masa depan melalui pendidikan yang berkualitas guna menghadapi tantangan global.

Mengacu pada strategi besar ‘Pathway to Leadership’, Sampoerna Academy adalah elemen yang mendukung tujuan Putera Sampoerna Foundation mencetak pemimpin masa depan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dan perubahan di komunitasnya.

Diluncurkan pada 2009, Sampoerna Academy merupakan jaringan sekolah bertaraf internasional berasrama setingkat SMA. Hingga tahun 2012, Sampoerna Academy telah membantu lebih dari seribu anak prasejahtera untuk dapat mengenyam pendidikan SMA melalui pemberian student assistance.

Dikarenakan banyaknya permintaan, mulai tahun ajaran 2012/2013, Sampoerna Academy membuka tempat untuk siswa-siswi umum dengan sistem berbayar. Di tahun 2012, Sampoerna Academy mewisuda 226 lulusan pertamanya. Sebanyak 201 lulusan diterima di universitas unggulan di Indonesia dan 25 lulusan Sampoerna Academy telah diterima di universitas luar negeri.[sya]

KAB.MALANG-Diklat Calon Kasek Diduga Menyimpang Over Kuota, Peserta Diklat Tanpa Seleksi dan Titipan?



 
Jum'at, 01 Maret 2013 15:31:57 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Sebanyak 191 peserta diklat calon kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Malang tidak mengikuti seleksi administrasi.

Data yang dihimpun beritajatim.com, peserta seleksi diklat calon kasek yang tidak lolos, bahkan tidak mengetahui jika ada kuota kursi kosong kasek.

Peserta hanya diminta daftar saja. Mereka justru mengetahui jika dalam seleksi tersebut, ternyata untuk mengisi kekosongan kursi kasek dari media massa ditempat ini. Peserta merasa tidak ada pengumuman hasil seleksi. Namun tiba-tiba, sudah ada diklat calon kasek.

Pengumuman hasil seleksi tidak ada. Terkesan ditutupi diknas dan tidak transparan. Lucunya, saat beberapa orang peserta protes karena dianggap tak lulus seleksi, akhirnya diluluskan dan dipersilahkan ikut diklat yang dimulai tanggal 25 Pebruari 2013 sampai hari ini 1 Maret 2013 di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Hal inilah yang kemudian dicurigai PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya jika Diknas Kabupaten Malang,  tidak transparan dan diduga melanggar Permendiknas No.28 Tahun 2010 terkait diklat calon kasek. "Yang perlu diluruskan adalah, apakah diknas sudah menjalankan aturan dalam penyelenggaran diklat sesuai permendiknas 2010. Kalau memang tidak sesuai, kadiknas harus berterus terang pada masyarakat dan guru peserta diklat. Kadiknas harus transparan dalam hal ini," tegas Syahrul Sajidin, Direktur Klinik Hukum PP Otoda, Jumat (1/3/2013).

Kata dia, kadiknas harus proporsional. Berapa jumlah kuota dan kenapa pesertanya begitu banyak. Karena didalam aturan permendiknas sendiri, diklat seharusnya bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Bukan malah menunjuk pihak ketiga. Apalagi, anggaran diklat dibebankan pada peserta.

Menanggapi jumlah kuota dan peserta yang ditenggari ikut diklat tanpa seleksi, Edy Suhartono selaku Kadiknas Kabupaten Malang menjelaskan, hari ini adalah diklat terakhir. "Hari ini penutupan. Jumlah pesertanya 191 mulai dari guru tingkat TK, SD, SMP dan SMA maupun SMK. Terbanyak diikuti peserta SD," urainya.

Pada beritajatim.com, Edy menerangkan, semua peserta masih berstatus guru. Diklat diselenggarakan karena selama ini, diknas belum pernah menggelar diklat bagi tugas tambahan yang akan dipromosikan sebagai kepala sekolah. "Selama ini memang tidak ada diklat. Langkah kami sudah benar. Kalau PP Otoda menganggap salah, suruh datang kesini biar kami jelaskan," tegas Edy.

Ia menambahkan, soal peserta diklat yang tidak mengikuti seleksi namun ikut diklat serta peserta titipan, Edy membantahnya. "Semua ikut seleksi kok. Kita seleksi adminstrasi dulu. Cuma, memang ada tambahan peserta memang. Hal itu terjadi untuk menyesuaikan hotel. Sehingga, ada peserta tambahan yang memang kita susulkan. Namun, tetap diseleksi," pungkasnya.

Sekedar diketahui, kuota kasek yang akan diisi setelah kasek lama pensiun pada April mendatang, sesuai surat edaran diknas hanya 7 kursi saja. Faktanya, jumlah peserta membludak sebanyak 191 orang. Setiap peserta diklat calon kasek, diminta membayar Rp.2,8 juta. Diknas setempat mengaku jika anggaran itu swadaya dan dibayarkan langsung pada pihak ketiga yakni UIN selaku penyelenggara diklat.[yog/ted]

KAB.MALANG-Diklat Calon Kasek Diduga Menyimpang Kadiknas Tuding PP Otoda UB tak Ngerti Aturan



 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:08:56 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Diklat calon kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Malang yang diduga menyimpang Permendiknas No.28 Tahun 2010 oleh PP Otonomi Daerah (Otoda) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ditanggapi serius Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) setempat, Edy Suhartono.

Pada beritajatim.com, Jumat (1/3/2013) pagi, Edy pun tegas mengatakan justru PP Otodalah yang menyimpang dari aturan. "PP Otoda gak ngerti. Dia sendiri juga menyimpang kok. Ngapain PP Otoda ngurusi lembaga lain. Lebih baik dari suruh urus urusannya sendiri. Kita itu daerah. Kenapa PP Otoda ikut campur," tegasnya.

Kata dia, sebaiknya PP Otoda mengurus permasalahannya sendiri. Bukan cawe-cawe masalah diklat yang diselenggarakan Diknas. Pasalnya, diknas sendiri tidak dibawah perguruan tinggi manapun.

Edy menjelaskan, jika memang seleksi calon diklat kasek dianggap keluar dari aturan, ia justru mempermasalahkan PP Otoda UB yang justru tidak profesional. "Kalau PP Otoda nggak ngerti, suruh tanya ke diknas. Jangan komentar di media daripada salah," paparnya.

Saat ditanya kenapa diklat tidak diselenggarakan maupun merangkul badan diklat daerah? Edy mengaku jika badan diklat tidak punya wewenang untuk menyelenggarakan diklat calon kasek.

Masih diuraikan Edy, pihaknya memilih UIN karena hal itu sebagai bentuk implementasi kerjasama antara diknas dengan pihak perguruan tinggi. "MoU kita memang dengan UIN. Dan yang punya kompeten menyelenggarakan diklat pendidikan yakni UIN dengan UM. Kalau dengan UB, kita memang tidak ada kerjasama," ucapnya.

Ia menambahkan, dugaan menyimpang dari aturan terkait diklat calon kasek yang ditudingkan PP Otoda, sangat tidak berdasar. "PP Otoda suruh tanya ke saya. Ngapain dia ngurusi orang lain. Kita ini kan daerah. Saya juga dosen perguruan tinggi. Kalau PP Otoda gak tahu, suruh datang kesini daripada salah ngomong," tegas Edy. [yog/but]

KAB.MALANG-Diklat Calon Kasek Diduga Menyimpang PP Otoda: Kalau Ngaku Benar, Kadiknas Harus Transparan



 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:11:49 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Malang, Edy Suhartono menuding PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terlalu jauh mengurusi kewenangan diknas dalam hal penyelenggaran seleksi calon kepala sekolah (Kasek).

"PP Otoda itu gak ngerti. Suruh datang ke saya kalau nggak ngerti. Jangan hanya ngomong saja. Dia juga menyimpang karena mengurusi 'rumah' orang lain. Kayak nggak ada kerjaan saja," kata Edy, Kamis (1/3/2013).

Menanggapi tudingan Kadiknas, Direktur Klinik Hukum PP Otoda Universitas Brawijaya, Syahrul Sajidin tegas mengatakan jika PP Otoda, juga punya kewenangan memantau penyelenggaraan pendidikan.

"Ini bukan persoalan ngurusi rumah orang lain. Cuma, kami melihat ada proses kesalahan dalam seleksi diklat calon kepala sekolah. Proses seleksi yang tidak sesuai kuota dari jumlah kebutuhan itulah yang harus dijelaskan kadiknas," tegasnya.

Kata Syahrul, soal dianggap tidak punya hak dalam persoalan tersebut, PP Otoda punya kewenangan. Salah satunya tentang pendidikan. "Otonomi daerah kan termasuk pendidikan juga. Kami berhak mengkritisi proses pendidikan," ucapnya.

Ia memaparkan, proses seleksi yang diduga menyalahi Permendiknas No.28 Tahun 2010 itulah yang semestinya, harus dipahami Kadiknas. Selaku kepala pendidikan, kadiknas harus transparan dan berani terbuka pada peserta diklat. Jangan hanya membuat polemik tapi tidak berani bersikap terbuka. "Proses seleksi yang tidak sesuai kuota dan adanya pungutan itu yang harus diluruskan. Kadiknas, harus transparan seperti apa sih proses seleksinya hingga diikuti ratusan peserta yang melebihi kuota," paparnya.

Syahrul melanjutkan, kadiknas harus melakukan evaluasi. Berani menjelaskan pada peserta proses seleksi setransparan mungkin. "Jangan hanya ngomong ke PP Otoda. Tapi, kadiknas harus menjelaskan secara detail pada masyarakat dan guru selaku peserta diklat," katanya.

"Kursi calon kasek hanya 7. Tapi jumlah peserta ratusan. Ini kan ada pembengkakan. Tidak sesuai surat edaran yang dikeluarkan kadiknas sesuai kebutuhan. Hal inilah yang harus dijelaskan kadiknas pada masyarakat dan guru peserta diklat," tuturnya.

Ditambahkan Syahrul, surat edaran dan kuota dikeluarkan oleh diknas sendiri. Jika diikuti ratusan peserta jelas tidak proporsional dan melanggar aturan. Soal  badan diklat yang dianggap diknas tidak punya kewenangan dalam menyelenggarakan diklat calon kasek, dirasa PP Otoda kurang tepat.

Badan diklat memang tidak punya wewenang. Namun, badan diklat bisa bekerjasama dengan lembaga penjamin mutu pendidikan Propinsi. Dari sini, LPMP bisa bekerjasama langsung dengan diknas termasuk soal anggaran diklat. Karena biaya diklat masuk APBD. Bukan malah peserta disuruh bayar swadaya. Apalagi sampai menunjuk pihak ketiga untuk menyelenggarakan diklat.

"Sesuai aturan permendiknas, tidak bisa menunjuk pihak ketiga. Karena ada LPMP. Soal diknas tetap ngotot langkah yang diambil dalam penyelenggaran diklat sudah benar, harus dijelaskan dulu apa sudah benar sesuai permendiknas. Kalau melanggar permendiknas tapi mengaku benar, itu artinya diknas tidak transparan dan melanggar aturan," pungkas Syahrul.

Sekadar diketahui, Diknas Kabupaten Malang menggelar diklat calon kepala sekolah sejak 25 Pebruari 2013 sampai 1 Maret 2013. Hari ini adalah waktu terakhir dan penutupan diklat yang diselenggarakan diknas dengan menunjuk pihak ketiga yakni UIN Malang.

Kadiknas menyebut jumlah peserta diklat 191 orang. Kursi kosong kasek sesuai edaran kadiknas hanya 7 kursi. Diduga, ada banyak peserta diklat titipan. Dimana peserta diklat, juga diminta membayar uang diklat Rp 2,8 juta per orang pada UIN selaku penyelenggara diklat. [yog/but]

DOSA DOSA PRESIDEN-ESP Putus Sekolah lalu Jadi Jambret




Ilustrasi.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:47:54 WIB Reporter : Yusuf Wibisono


Jombang (beritajatim.com) - Seorang remaja putus sekolah berinisial ESP (16), asal Dusun Johoclumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, nekad melakukan penjambretan. Namun, belum sempat menikmati hasil kejahatannya ESP sudah dibekuk polisi.

Aksi perampasan itu dilakukan di kawasan Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito. Sedangkan korbannya adalah Sulasmiatin (40), warga Carangpuspo, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben.

Awalnya, korban mengendarai motor bernopol S 2758 VA dan hendak ke pasar Mojokerto untuk berdagang. Saat mendekati lokasi, suasana samgat sepi. Tanpa diduga, korban tiba-tiba dihadang dua orang pemuda yang juga mengendarai motor.

Tanpa banyak kata, kedua pelaku memaksa korban agar menyerahkan dompet yang berisi uang Rp 35 ribu dan HP. Bukan hanya itu, pelaku juga merampas helm standar milik korban. Karena ketakutan, korban menuruti seluruh permintaan itu.

Usai mendapatkan barang tersebut, kedua pelaku kabur. Sementara korban segera melapor ke petugas polsek setempat. Atas laporan itu, beberapa polisi melakukan pengejaran. Diduga karena gugup, kedua pelaku sempat jatuh dari motor.

Nahas bagi ESP, ketika berusaha berdiri usai terjatuh, dirinya langsung ditinggal rekannya. Praktis, ESP dengan mudah diringkus petugas. Sedangkan temannya berhasil kabur. Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti sebuah helm milik korban dan satu unit motor S 4654 PE yang digunakan beraksi.

"Satu teman pelaku yang kabur sudah kita ketahui identitasnya. Saat ini kami masih melakukan pengejaran. Sedangkan ESP kita jebloskan ke tahanan," jelas AKP Sugeng Widodo, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Jumat (1/3/2013).[suf/but]

KAB.SIDOARJO-Rumah Perwira Polda Dibobol Maling Polisi Masih Bungkam, Kasus Dalam Penyidikan Intensif



 
Sabtu, 02 Maret 2013 15:10:20 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com) - Satreskrim Polres Sidoarjo terus menyelidiki kasus pembobolan rumah milik Kombes Pol Istuning Widayat, Karo Ops Polda Riau di perum Taman Pinang Indah (TPI) Blok D-IV No. 12-12A Kecamatanamatan Kota Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kasus ini, belum ada satupun pejabat kepolisian yang mengeluarkan statmen resmi aksi pencurian puluhan gram perhiasan emas dan barang berharga lainnya.

AKP Wahyono Kanit Intelkam Polsek Kota yang juga Pjs Kanit Reskrim Polsek Kota, tidak menampik kejadian itu. Namun dia tak bersedia komentar karena masih dalam penyelidikan petugas. "Masih diselidiki, silakan konfirmasi ke Kapolsek Kota Sidoarjo," ucapnya, Sabtu (2/3/2013).

Sementara Kapolsek Kota Kompol H Mujiono sedang istirahat belum bersedia komentar karena sehari semalam melakukan pengejaran terhada pelaku pencurian mobil truk L 300 dari wilayah Malang. "Bapak istirahat habis melakukan pengejaran pelaku pencurian mobil truk," kata salah petugas piket di Polsek Kota Sidoarjo.

Diberitakan sebelumnya, diduga aksi pencurian itu terjadi saat korban Beny Kristanto, (27) warga Dusun Ketimang RT 8 RW 2 Desa Ketimang Wonoayu, menantu Kombes Widayat dan Winda Anindita (27) warga perum TPI Blok D-VII No. 12-12A Kecamatan. Kota Kabupaten Sidoarjo, setelahnya keduanya keluar rumah Jumat (1/3/2013) pukul 11.00 Wib. Sekembalinya ke rumah, malamnya sekitar pukul 21.00 Wib, korban menjumpahi kamar Ibu Istuning dan kamar Winda berserakan habis diacak-acak pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

Dalam pencurian itu, sejumlah perhiasan dan barang berharga milik Beny Kristanto, (27) warga Dusun Ketimang RT 8 RW 2 Desa Ketimang Wonoayu, menantu Kombes Widayat dan Winda Anindita (27) warga perum TPI Blok D-VII No. 12-12A Kecamatan. Kota Kabupaten Sidoarjo isteri Beny yang juga anak kandung Kombes Istuning Widayat, raib digarong pencuri yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu.

Akibat pencurian itu, diduga korban merugi ratusan juta. Barang korban yang hilang itu, cincin emas putih seberat 3 gram, kalung 18 gram, kalung emas putih bentuk rantai 5 gram, kalung rantai besar bertuliskan Winda 10 gram, 2 gelang Kroncong 15 gram, gelang rantai bentuk kotak seberat 12 gram dan sebuah cincin bentuk segi empat seberat 3 gram raib dari tempatnya.

Tak hanya puluhan gram emas saja yang digasak pencuri itu. Kamera digital warna silver type A60, jam tangan Gues coklat Kecamatanil, Laptop Compaq 14 inc, uang tunai Rp. 880.000, uang dolar $ 200 dan HP Nokia 6680 Barang tersebut milik sdr Beni dan Winda. [isa/kun]

KOTA MALANG-Pemkot Malang Sulit Awasi Perusahaan Nakal



 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:17:53 WIB Reporter : Hanum Oktavia


Malang (beritajatim.com) - Pemerintah Kota Malang kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan di Kota Malang. Pasalnya, dari sekitar 960 perusahaan dengan jumlah 60.873 pekerja, jumlah tenaga pengawas yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang hanya berjumlah enam orang.

"Minimnya jumlah tenaga pengawas menjadikan kinerja tidak maksimal. Idealnya, jumlah tenaga pengawas perusahaan di Kota Malang sebanyak 15 orang," kata Kepala Disnaker Kota Malang, M. Subhan, Jumat (01/3/2013).

Menurutnya, setiap hari tenaga pengawas harus bekerja untuk mengawasi ratusan perusahaan. Namun karena personilnya minim, Disnaker juga mengandalkan wajib lapor perusahaan ataupun keluhan dari pekerja jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan.

"Setiap hari satu orang mengawasi maksimal enam perusahaan. Tidak bisa langsung diawasi semua karena jumlah perusahaannya begitu banyak," tuturnya.

Pihaknya berharap, ke depannya ada rekruitmen tenaga baru pengawas perusahaan, yang diambilkan dari PNS Pemkot Malang setelah mengikuti pelatihan pengawasan perusahaan. "Kita akan coba kerjasama dengan Kemenakertrans serta Disnaker Pemprov Jatim," imbuhnya.

Ditanya mengenai jenis pelanggaran yang ditemukan oleh pengawas perusahaan, menurut Subhan, mayoritas lebih banyak pada pelanggaran norma-norma yang seharusnya dipatuhi oleh perusahaan. Namun sayang pihaknya tak bisa menyebutkan jumalh pelanggaran yang sudah ditemukan.

"Pelanggaran yang ditemukan antara lain perusahaan yang tak bisa membayar pekerjanya sesuai UMK, tak diaatinya norma K3, serta masalah asuransi pekerja," tegasnya.

Langkah yang dilakukan Disnaker jika ditemukan pelanggaran, berupa pemberian nota pemeriksaan pada perusahaan yang bersangkuta. "Jika dalam waktu tujuh hari perusahaan tak menyanggupi, maka akan ada langkah selanjutnya sesuai mekanisme," pungkas Subhan. [num/but]

KAB.SIDOARJO-Akibat Dibonceng Orang Mabuk Terpelanting dari Motor, Nikita Tewas Seketika




Ilustrasi.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 11:34:43 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com) - Sial dialami Mona Juwita Kelana Sari (16) pelajar asal Perum Puri Sampurno Blok AA No.12A RT 01 RW 11 Tanggulangin Sidoarjo. Dia terjungkal dari boncengan Eko Prayitno (20) asal Bligo RT 10 RW 02 Candi Sidoajro, usai menabrak pembatas Jalan Raya Arteri Porong KM 36-400 Desa Wunut Kecamatan Porong Sidoarjo.

Laka itu berawal, Eko bersama korban berboncengan mengendarai motor bebek Suzuki Satria Nopol W 4899 VH dari arah Sidoarjo menuju Porong. Motor yang dikendarainya menabrak pembatas bahu jalan sisi kiri saat akan balik arah ke arah Malang -Surabaya.

Eko langsung terjungkal dan gadis yang akrap dipanggil Nikita itu, seketika terpelanting dan terlepas dari boncengan keluar dari pembatas jalan arteri hingga tewas di lokasi kejadian. "Saya tadinya mau ke Tretes Prigen. Dan tadinya juga ikut minum di acara teman di Sidoarjo," aku Eko di depan petugas, Jumat (1/3/2013).

Petugas laka lantas Porong Bripka Teguh W dan Aiptu Sunardo didampingi banpol Jasman di lokasi membenarkan laka itu atas kelalaian korban. Sebelumnya juga mengakui ikut pesta miras. Dalam mengendarakan motornya, kondisi korban tidak stabil. "Korban yang meninggal dunia, di evakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong," terangnya. [isa/but]

EKONOMI-Tahun 2012, Pendapatan Naik 9 Persen Astra Raup Laba Rp 188 Triliun



 
Kamis, 28 Februari 2013 18:24:47 WIB Reporter : Renni Susilawati


Jakarta (beritajatim.com) - PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan) pada hari Kamis, 28 Februari 2013 mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan (Astra) sepanjang tahun 2012 menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan periode yang sama 2011.

Dalam rilis yang diterima beritajatim.com, dijelaskan bahwa pendapatan bersih Astra tahun 2012 mencapai Rp 188,1 triliun, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 162,6 triliun. Hal ini mendorong kenaikan laba bersih Astra sebesar 9% dari Rp 17,8 triliun menjadi Rp 19,4 triliun pada tahun 2012. Laba bersih per saham juga naik 9% menjadi Rp 480 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 439 per saham.

“Kinerja Grup Astra yang baik ini terutama didukung oleh tingginya penjualan mobil, yang membuat Astra kembali mencatat rekor baru laba bersih dan nilai bersih aset per saham. Menurunnya permintaan di sektor alat berat yang disebabkan oleh melemahnya harga batu bara serta turunnya harga CPO meskipun produksinya meningkat, telah mempengaruhi tingkat keuntungan Perseroan. Prospek bisnis kami tetap baik, walaupun kondisi saat ini masih dipengaruhi oleh ketidakstabilan harga batu bara dan CPO serta dampak dari peraturan uang muka minimum pada pembiayaan otomotif syariah,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi dengan rincian sebagai berikut:

Divisi Otomotif Kontribusi laba bersih Divisi Otomotif tahun 2012 meningkat 15% menjadi Rp 9,5 triliun, terdiri dari Rp 4,9 triliun yang berasal dari perseroan dan anak-anak perusahaan, serta kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp 4,6 triliun. Kontribusi laba bersih Perseroan dan anak perusahaan otomotif yang dikonsolidasi sebagian besar dihasilkan dari aktivitas penjualan mobil dan motor, serta bisnis komponen otomotif. Sedangkan kontribusi laba bersih perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities terutama dihasilkan dari kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif.

Pemberlakuan peraturan uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif konvensional sejak pertengahan bulan Juni 2012 lalu telah menyebabkan penurunan pada pasar sepeda motor, begitu juga dengan pengetatan standar pemberian pinjaman pada beberapa perusahaan pembiayaan konsumen tertentu sepanjang tahun lalu. Namun hal ini tidak terlalu berdampak terhadap pasar mobil. Sementara peraturan baru uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif syariah yang diberlakukan untuk perusahaan pembiayaan sejak tanggal 1 Januari 2013 dan akan berlaku di bank mulai 1 April 2013 diperkirakan juga akan memberikan dampak negatif pada pasar mobil dan motor.

Total penjualan mobil nasional meningkat 25% menjadi 1,1 juta unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 25% menjadi 605.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 54%. Sepanjang tahun 2012 Astra meluncurkan 18 model baru dan 26 model facelift.

Sementara itu penjualan sepeda motor nasional turun 12% menjadi 7,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) turun 4% menjadi 4,1 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 53% menjadi 58%. Peningkatan pangsa pasar ini didukung oleh berbagai model sepeda motor yang ditawarkan, serta kemampuan untuk menawarkan paket pembiayaan syariah yang menarik, yang tidak didasarkan pada persyaratan uang muka minimum. Sepanjang tahun 2012, AHM meluncurkan empat model baru dan sepuluh model facelift.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 5%, dimana sebesar 74% merupakan kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Peningkatan pendapatan sebesar 12% terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku cadang pengganti, tergerus sebagian oleh meningkatnya biaya bahan baku dan tenaga kerja yang tidak dapat dibebankan seluruhnya kepada pelanggan.

Divisi Jasa Keuangan


Kontribusi laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 12% menjadi Rp 3,7 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 2% menjadi Rp 50,3 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. Total pembiayaan alat berat melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance turun 2% menjadi Rp 7,1 triliun.

PT Bank Permata Tbk yang 44,6% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 18%, didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee-based income, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional. Pada bulan Desember 2012 Bank Permata berhasil menyelesaikan proses penawaran umum terbatas (right issue) dan penerbitan obligasi subordinasi, yang memperkuat rasio kecukupan modal di akhir tahun 2012 menjadi 17% (2011: 14%).

PT Asuransi Astra Buana (AAB) anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi berhasil membukukan laba yang lebih tinggi disebabkan pertumbuhan pendapatan premi kotor yang sangat baik, meskipun sebagian terkoreksi oleh biaya komisi dan biaya klaim yang lebih tinggi.

Divisi Alat Berat dan Pertambangan


Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan menurun 2% menjadi Rp 3,5 triliun. PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 2% menjadi Rp 5,8 triliun, meski pendapatan bersih meningkat 2%. Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi turun 19%, dikarenakan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% menjadi 6.202 unit.

Hal ini terjadi akibat menurunnya permintaan dari sektor tambang karena merosotnya harga batu bara dan meningkatnya kompetisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi alat berat dari China yang dialihkan ke pasar Indonesia. Meskipun demikian, dampak penurunan penjualan alat berat dapat dikurangi oleh tingginya pertumbuhan pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual.

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UT di bidang kontraktor penambangan batu bara, mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 25%, seiring dengan peningkatan produksi batu bara sebesar 9% menjadi 94 juta ton dan peningkatan pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 7% menjadi 855 juta bcm.

Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan pendapatan bersih sebesar 7%. Hal ini didukung oleh penjualan 5,6 juta ton batu bara atau meningkat sebesar 24% walaupun penurunan harga jual rata-rata batu bara dan meningkatnya harga bahan bakar telah mengurangi margin laba kotor. UT dan anak perusahaannya memiliki sembilan tambang batu bara dengan total cadangan diperkirakan sebesar 424 juta ton.

Divisi Agribisnis


Divisi Agribisnis memberikan kontribusi laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun, sama dibandingkan tahun 2011. PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun. Walaupun harga rata-rata CPO mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 7.322/kg atau turun 3%, produksi minyak sawit meningkat 16% menjadi 1,5 juta ton, yang menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 7% menjadi Rp 11,6 triliun. Namun laba bersih masih sama dengan tahun sebelumnya disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan biaya operasional.

Divisi Infrastruktur dan Logistik


Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik tumbuh 13% menjadi Rp 683 miliar, dikarenakan adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan, yang bila dikecualikan maka laba bersih tahun 2012 naik sebesar 35%.

PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 15% menjadi 37 juta kendaraan. Pada akhir tahun 2011, Astra mengakuisisi 95% saham jalan tol Kertosono – Mojokerto di Jawa Timur sepanjang 40,5 km, yang saat ini sedang dalam masa konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2014, tergantung pada penyelesaian proses pembebasan lahan. Ditambah dengan 40% kepemilikan Astratel di jalan tol lingkar luar Jakarta rute Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km, Perseroan memiliki total kepemilikan jalan tol sepanjang 124,2 km.

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), perusahaan penyedia air bersih di wilayah Jakarta Barat, sepanjang tahun 2012 berhasil meningkatkan volume penjualan air bersih sebesar 4% menjadi 160 juta m3.

PT Serasi Autoraya (SERA), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Perseroan mencatat peningkatan laba bersih, terutama didukung oleh meningkatnya jumlah kontrak sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC sebesar 12% dengan jumlah kendaraan lebih dari 31.000 unit.

Divisi Teknologi dan Informasi


Kontribusi laba bersih Divisi Teknologi Informasi naik 22% menjadi Rp 132 miliar. PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 171 miliar, naik 23%. Selama 2011 Astra Graphia melakukan kerjasama dengan Monitise Asia Pacific untuk melayani mobile banking, serta layanan pembayaran dan perdagangan di Indonesia. Kerjasama ini mulai beroperasi ditahun 2013.

Dividen


Dividen final sebesar Rp 150 per lembar saham (2011: Rp 138 per lembar saham) akan diajukan kepada pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan April 2013. Usulan tersebut ditambah dengan dividen interim sebesar Rp 66 per lembar saham (2011: Rp 60 per lembar saham) menjadikan total dividen sebesar Rp 216 (2011: Rp 198), atau mengalami kenaikan 9%. [ren/but]

KOTA BATU-Pemkot Batu Siapkan Seribu Rumah Murah Bagi PNS



Sabtu, 02 Maret 2013 10:23:55 WIB Reporter : Hanum Oktavia


Batu (beritajatim.com) - Angin segar berhembus untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batu yang belum memiliki rumah. Sebab, Pemerintah Kota Batu berencana untuk segera merealisasikan pengadaan rumah murah bagi para PNS yang belum memiliki rumah. Tak tanggung-tanggung, rumah yang akan dibangun mencapai 500 hingga seribu unit rumah pada tahap pertama.

Menurut Punjul Santoso, Wakil Walikota Batu, pengadaan rumah tersebut memang diprioritaskan bagi PNS Pemkot Batu yang belum memiliki rumah. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan segera melakukan pendataan pada PNS. "Pengadaan rumah PNS harus tepat sasaran," kata Punjul, Sabtu (02/3/2013).

Untuk lokasi pembangunan, lanjut Punjul, akan ditempatkan di eks bengkok milik Pemkot Batu. Mereka berada di wilayah Keluarahan Sisir, Ngaglik, Temas dan Dadaprejo. "Pengadaan rumah bagi PNS ini tidak harus dalam satu area. Ke depannya kita akan segera menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan lampu penerangan," kata dia.

Adapun kriteria PNS yang berhak mendapatkan rumah murah tersebit antara lain belum memiliki rumah sendiri atau rumah warisan, serta PNS yang masa kerjanya sudah lebih dari 7 tahun namun belum memiliki rumah.

"Kami akan menggunakan sistem subsidi agar rumah yang dibeli PNS tidak terlalu mahal. Harganya antara Rp 700 sampai Rp 100 juta. Untuk itu, kita akan menggandeng Kementrian Perumahan Rakyat," imbuhnya.

Selain pengadaan infrastruktur dan pendataan, kini Bagian Hukum Pemkot Batu juga masih mengkaji payung hukum pengadaan rumah PNS tersebut. "Perlu payung hukum agar kebijakan yang diambil tidak menyalahi aturan," pungkas Punjul. [num/kun]

KAB.MOJOKERTO-Ditinggal ke Sawah, Rumah Ludes Terbakar



 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:04:40 WIB Reporter : Misti P.


Mojokerto (beritajatim.com) - Rumah milik Sunariyanto (41) di Dusun Blendren RT 01 RW 01, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ludes terbakar, Jumat (01/03/2013) tadi pagi. Diduga, kebakaran terjadi disebabkan ledakan tabung gas elipiji yang ada di dapur rumah korban.

Kapolsek Trowulan, Kompol Putu Mataram mengatakan, saat kebakaran terjadi seluruh penghuni rumah tidak berada di tempat. "Saat kebakaran terjadi, korban sekeluarga tidak ada di rumah membuat batu merah di sawah," ungkapnya, tadi siang.

Masih kata Kapolsek, api pertama kali muncul di pojok sebelah selatan rumah korban atau di dapur milik korban. Diduga lanjut Kapolsek, kebakaran terjadi karena ledakan tabung gas elipiji yang ada di dapur milik korban dan menyambar motor hingga menyebabkan tengki motor Honda Supra X 125 warna hitam nopol S 4735 VA meledak.

" Warga yang mengetahui berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya tetapi rumah sudah ludes terbakar habis karena rumah ukuran 5 x 6 meter terbuat dari bambu. Api juga membakar barang milik korban, motor, TV 14 merk Semro, dua almari baju dan meja kursi, perabotan rumah tangga dengan kerugian senilai Rp25 juta," jelasnya. [tin/but]

DOSA DOSA PRESIDEN-Mangkrak, Gedung Sekolah Jadi Kandang Ayam



 
Rabu, 27 Februari 2013 19:56:01 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kediri dibiarkan mangkrak. Bangunan yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun itu kini dijadikan sebagai tempat ternak ayam.

Gedung sekolah tersebut merupakan bekas SDN Janti I di Kecamatan Wates. Delapan lokal gedung ini dibiarkan terbengkalai tidak terurus, setelah ditinggalkan oleh sejumlah murid ke sekolah lain.

Kondisi bangunan ini sangat memprihatinkan. Lihat saja. Sejumlah ventilasi jebol, bangku dan kursi rusak parah. Bahkan, beberapa perabotnya hilang dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab. Sementara bagian halaman depat tertutup dengan pepohonan dan ilalang setinggi bangunan.

Suparlan, salah satu warga setempat mengatakan, eks gedung SDN Janti I sudah terbengkalai sejak 1992 lalu. Penyebabnya, murid-murid yang sebelumnya menimba ilmu pergi meninggalkan ke sekolahan lainnya.

“Jumlah muridnya sangat sedikit. Lama kelamaan, mereka pindah ke sekolah lain. Seperti inilah kondisinya sekarang. Tidak terurus. Sebab, pemerintah daerah tidak merawat maupun mengamankannya,” ujar Suparlan, Rabu (27/02/2013).

Hal senada dikatakan Suwardi, mantan guru SDN Janti I. Saat ditemui di tempatnya, Suwardi mengaku banyak siswa yang tidak berminat sehingga pindah ke sekolah lain.

Sejauh ini warga masih bertanya-tanya atas status bangunan bekas SDN Janti I Wates. Warga berharap agar lahan dan bangunan eks SDN Janti I itu dimanfaatkan untuk kebutuhan pasar modern.

Sehari-hari, Suparlanlah satu-satunya orang yang merawat gedung tersebut. Sebab, salah satu lokal ruangan, dimanfaatkan olehnya berternak ayam. Suparlan biasa membersihkan bangunan itu. Tetapi, tidak mengaku, sering kecolongan oleh maling yang mengambil piranti-piranti yang ada. [nng/but]

DOSA DOSA PRESIDEN-Puluhan Gedung Sekolah di Kediri Dibiarkan Mangkrak

Akan Dialihfungsikan Tempat Praktek Kejuruan
Puluhan Gedung Sekolah di Kediri Dibiarkan Mangkrak

 
Sabtu, 02 Maret 2013 03:01:44 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 60 gedung sekolah di Kabupaten Kediri dibiarkan mangkrak hingga rusak parah. Pemerintah daerah (pemda) akan mengkaji alih fungsi bangunan tersebut menjadi tempat praktek sekolah kejuruan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Pemkab Kediri Edhi Purwanto mengatakan, sekolah yang rusak tersebut merupakan lembaga inpres yang sudah lama berdiri, yang ditinggalkan murid-muridnya karena memilik gedung sekolah yang baru

“ Seiring adanya sekolah baru, para murid dan orang tua wali sebagian besar enggan memilih sekolah di bangunan tua,” ujar Edhi Purwanto, Jumat (01/03/2013)

Dalam waktu dekat, imbuh Edhi, Dinas Pendidikan bakal menginventarisir jumlah gedung-gedung eks sekolahan yang rusak tersebut untuk dialihfungsikan menjadi tempat praktek sekolah kejuruan

Untuk menjaga keamanan dan menghindari barang inventaris hilang, pemerintah menempatkan penjaga sekolah. Praktis dalam melakukan merger ke sekolah lain, penjaga sekolah tidak diikut sertakan

Diberitakan sebelumnya, gedung SDN Janti I sudah mangkrak selama 10 tahun terakhir, setelah ditinggal murid-muridnya. Kini, akhirnya hanya dijadikan tempat ternak ayam oleh penunggunya.

Ternyata, tidak hanya gedung SDN Janti satu saja yang mengalami nasib memprihatinkan. Catatan Dinas Pendidikan setempat, ada 60 gedung sekolah bernasib sama.

Kondisi bangunan, kebanyakan sudah rusak. Sudah seperti hutan belantara, karena di halamanya banyak ditumbuhi pohon alang-alang berukuran tinggi. Yang lebih memprihatinkan, sejumlah peralatan sekolah sering menjadi sasaran pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.[nng/ted]

DOSA DOSA PRESIDEN-Ratusan Siswa di Bojonegoro Putus Sekolah




EDuard
 
Kamis, 28 Februari 2013 13:51:09 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Eduard Guman Salange mengungkapkan sebanyak 707 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) putus sekolah.

Beberapa sebab yang akhirnya membuat mereka tidak melanjutkan jenjang pendidikan formal, seperti terdesak kondisi ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, hingga kenakalan remaja.

"Sebagian besar siswa putus sekolah dari kalangan tingkat SMA. Anak-anak yang tinggal di pelosok pedesaan di Kabupaten Bojonegoro paling rentan putus sekolah," ujar Eduard, Kamis (28/02/2013).

Dari jumlah 707 anak putus sekolah tersebut, dengan rincian, sebanyak 64 anak merupakan siswa SD/MI tidak sampai tuntas. Sementara 168 anak merupakan siswa SMP/MTs dan siswa SMA/SMK/MA sebanyak 475 anak. "Mereka terpaksa bekerja atau membantu orang tuanya mencari nafkah karena kondisi kemiskinan," lanjutnya.

Ia menyatakan, untuk mengatasi anak putus sekolah tersebut, pihak Dinas Pendidikan membuka kelas-kelas khusus seperti kejar paket A untuk siswa tingkat SD, kejar paket B untuk siswa tingkat SMP dan kejar paket C untuk siswa tingkat SMA. Kelas khusus itu, kata dia, diadakan di pedesaan dan perkotaan. "Meski anak itu bekerja, mereka tetap bisa mengenyam pendidikan," terang Eduard.

Siswa putus sekolah banyak dijumpai di Kecamatan Kasiman dan Kedewan. Daerah di seberang utara Sungai Bengawan Solo itu lokasinya memang agak berjauhan dengan Kota Bojonegoro. Anak-anak usia sekolah di kecamatan itu banyak yang bekerja sebagai pekerja di tambang minyak tradisional. Selain itu, anak usia sekolah banyak yang merantau ke luar pulau Jawa.

Sementara itu, anggaran untuk sektor pendidikan di Kabupaten Bojonegoro pada 2013 mencapai Rp150 miliar. Namun anggaran tersebut lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik, seperti rehab gedung-gedung sekolah yang rusak.[uuk/ted]


KAB.BOJONEGORO-Launching, Hari Ini Film Hasduk Berpola Diputar Gratis Lima Kali



 
Sabtu, 02 Maret 2013 11:58:01 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Warga Kabupaten Bojonegoro hari Sabtu (2/3/2013) ini bisa menikmati film yang diproduksi 90 persen mengambil latar dan pemain dari Bojonegoro. Film layar lebar berjudul Hasduk Berpola itu, hari ini akan ditayangkan lima kali di Aula Batik Madrim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

"Hari ini akan kita tayangkan sebanyak lima kali," ujar Bupati Bojonegoro Suyoto, Sabtu (2/3/2013).

Film Hasduk Berpola ini rencananya akan ditayangkan di seluruh bioskop Tanah Air mulai pertengahan Maret 2013. Film ini terasa istimewa bagi masyarakat Bojonegoro, karena sebagian besar pengambilan gambar film ini dilakukan di Bojonegoro, seperti di toko Nasional Jalan Panglima Sudirman, lokasi tepi Sungai Bengawan Solo, lokasi objek wisata Kayangan Api, hingga lokasi SD Negeri Mayangrejo. Sebagian latar film lainnya diambil di Surabaya.

Begitu pula tokoh film Hasduk Berpola ini banyak diperankan oleh anak-anak Bojonegoro. Tokoh utama yaitu Budi diperankan oleh Bangkit Prasetyo (12) siswa SMP Negeri 1 Bojonegoro. Saat suting film ini ia masih duduk di kelas 6 SD Negeri Kepatihan. Pemeran lainnya dari Bojonegoro yaitu Azril, Edo, Yudi, Cholil, Khois, Andreana, Negita, Adam, dan Ridho.

Film ini juga didukung artis nasional seperti Fay Nabila yang berperan sebagai Bening, adik Budi. Kemudian, Iga Mawarni, yang berperan sebagai Rahayu, ibu dari Budi dan Bening. Selain itu didukung pula oleh Idris Sardi yang berperan sebagai Masnun, veteran pejuang 45. Film yang digarap oleh sutradara yang juga pembuat film Surat Kecil Untuk Tuhan, Haris Nizam ini mampu menarik perhatian seluruh Masyarakat Bojonegoro.

Mulai pagi saat pemutaran film pertama, Masyarakat Bojonegoro terdiri para guru, siswa-siswi, orang tua siswa, hingga para pejabat antusias menonton film garapan. Bahkan para siswa yang menonton film tersebut juga menggunakan seragam pramuka lengkap dengan menggunakan hasduk.

Film Hasduk Berpola ini bercerita tentang kehidupan Masnun di masa lalu dan cucunya, Budi yang berusaha mencapai cita-cita kakeknya. Masnun dalam cerita film itu merupakan tokoh pejuang 45 di Surabaya.

Ia berada di tengah pertempuran sengit pemuda Surabaya melawan Belanda. Masnun dipercaya membawa bendera merah putih untuk menggantikan bendera Belanda yang berkibar di Hotel Mojopahit Surabaya. Namun, di tengah kancah perang yang berkecamuk itu, Masnun ketakutan dan tidak berbuat apa-apa. Lalu, para pemuda yang gagah berani naik ke atas hotel itu dan merobek bendera belanda berwarna biru. Jadilah bendera merah putih biru itu menjadi merah putih.

Setelah perang usai, Masnun hidup terlunta-lunta di Surabaya. Ia lalu memilih pulang ke kampung halaman di Bojonegoro. Ia bersama anaknya, Rahayu yang diperankan Iga Mawarni. Kondisi Masnun dan Rahayu sangat miskin. Rahayu, seorang janda, mempunyai dua anak Budi dan Bening.

Karena kondisi ekonomi keluarganya yang miskin, Budi saat duduk di sekolah dasar, diceritakan tidak sanggup membeli sebuah hasduk merah putih untuk pramuka. Adiknya, Bening, lalu menyobek kain seprai yang paling ia sayangi berwarna merah dan ada polanya itu menjadi sebuah hasduk.

Saat memakai hasduk berpola itu, Budi dimarahi oleh kakak pembinanya. Bahkan, ia dihukum lari keliling halaman sekolah. Sepulang sekolah, Budi kesal dan hampir menyerah dengan keadaannya. Tetapi, ibunya menceritakan bagaimana pengorbanan adiknya, Bening, membuat hasduk berpola itu. Adiknya menjahit sendiri hasduk berpola itu.

Kakeknya, Masnun, kemudian juga menceritakan kisah kelam masa lalunya saat pecah pertempuran Surabaya. Masnun juga menunjukkan bendera merah putih yang disimpannya itu. Semestinya bendera itulah yang dikibarkan saat pergolakan Surabaya pada 10 November 1945 tersebut.

Setelah mendengar cerita dari kakeknya itulah Budi kemudian mengambil bendera merah putih yang sudah kumal dan bolong-bolong itu dari kotak yang disimpan dibawah tempat tidur. Sejak saat itulah Budi bangkit dan bangga dengan pengorbanan kakeknya dan adiknya. Ia tetap memakai hasduk berpola itu saat mengikuti pramuka. Ia akhirnya diikutkan dalam jambore nasional.

Saat bus peserta jambore nasional melintas di Surabaya, Budi menyaksikan hotel Mojopahit yang diceritakan oleh kakeknya itu. Tanpa berpikir panjang, ia turun dari bus dan nekat masuk ke hotel bersejarah itu. Petugas yang berjaga itu diserobotnya dengan teman-temannya. Ia lalu naik ke atas hotel dan menyaksikan bendera merah putih itu untuk beberapa lama.

Ia menurunkan bendera merah putih itu lalu menggantinya dengan bendera merah putih kumal bolong-bolong dari kakeknya. Ia ingin melunasi kewajiban kakeknya memasang bendera merah putih itu. Tak pelak, orang-orang yang semula mengira Budi akan bunuh diri dari atas hotel itu berubah terkesima. Dengan tanpa aba-aba, semua orang yang menyaksikan itu mengangkat tangan dan memberi hormat pada sang saka merah putih. Budi, dalam cerita itu, bangga dengan perjuangan kakeknya dan para pejuang pahlawan Surabaya.

Sutradara film Hasduk Berpola, Harris Nizam, mengatakan, film ini mengambil tema besar yaitu tentang nasionalisme tetapi dengan cerita yang sederhana dan menginspirasi. “Semoga film ini dapat memberi inspirasi bagi bangsa ini,” ujarnya.[uuk/kun]

KAB.BOJONEGORO-Hansip Diusulkan Dapat Insentif Rp 250 Ribu/Tahun



Kamis, 28 Februari 2013 22:29:29 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 13.700 Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) bisa tersenyum lebar. Pasalnya petugas pengayom Masyarakat itu diusulkan dapat intensif sebesar Rp 250 ribu/tahun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

"Mulai tahun 2013 petugas linmas atau hansip diusulkan dapat insentif tahunan sebesar Rp 250 ribu," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Pemkab Bojonegoro, Lukman Wafi, Kamis (28/02/2013).

Selama ini, petugas hansip ini tidak menerima honor sepeser pun dari Pemkab Bojonegoro. Mereka hanya dapat honor yang disebut uang lelah dari desa atau kelurahan. Itu pun honor yang diterima tidak seberapa tergantung kemampuan kas desa atau kelurahan.

Lukman Wafi mengatakan, selama ini jumlah hansip yang ada perdesa mencapai 30 orang. Namun, jumlah tersebut masih ada yang sudah tidak aktif, sehingga nantinya petugas hansip akan didata ulang dan diberi kartu tanda anggota (KTA). KTA hansip itu juga dapat digunakan untuk berobat gratis di puskesmas dan poliklinik desa. "Ini juga sekaligus bentuk penghargaan pada pengabdian para hansip tersebut," ujar Lukman.

Kabar pemberian insentif bagi hansip ini disambut gembira. Sutikno (55) petugas hansip di Desa/Kecamatan Purwosari, mengaku sangat senang mendengar kabar pemberian insentif itu. "Saya sudah puluhan tahun menjadi hansip. Tetapi, baru kali ini mau diberi insentif," ujar Sutikno yang sehari-hari juga bekerja sebagai tukang becak tersebut.

Ia mengatakan, ia dan rekan-rekannya sesama hansip telah didata untuk pembuatan KTA hansip di desa. Ia berharap kondisi kesejahteraan para hansip betul-betul diperhatikan, bukan cuma dibutuhkan saat momen pemilihan kepala desa atau pemilihan kepala daerah. [uuk/kun]

KAB.BOJONEGORO-Ulat Bulu Kembali Serbu Warga Bojonegoro



 
Minggu, 03 Maret 2013 12:12:22 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) – Ulat bulu kembali menyerbu sejumlah Warga yang berada di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro. Ulat yang bisa membuat gatal jika mengenai kulit itu mulai muncul selama dua minggu terakhir.

“Mulai muncul sejak dua minggu yng lalu,” ujar Sarto (45) Warga Kelurahan Mojo Kampung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Minggu (03/03/2013).

Ia menungkapkan, jika ulat yang bergerombol di pohon-pohon itu jika pada malam hari biasanya masuk kedalam rumah. Ulat itu kemudian merayap ditembok-tembok dan lantai rumah. Sehingga setiap saat ia harus membersihkan ulat tersebut dari dalam rumahnya. “Gatal-gatal mas kalau kena kulit,” jelasnya.

Ulat bulu itu sedikitnya menyerang tiga rumah di Kelurahan Mojo Kampung. Seperti rumah milik Sarto, (54) Tofa (35), Imam Fajar (60), dan Muinah (60). Ulat itu menggerombol dipohon keres, pohon Mangga  dan pohon Sono.

“Sudah dibakar, tapi malah lebih banyak jumlahnya (ulat, red),” lanjut Muntamah, (50) yang juga merupakan Istri Sarto.

Hal serupa juga dialami warga sekitar Desa Pacul, Kecamatan Kota Boonegoro. Salah seorang Warga, Muhammad Roqib mengatakan, jika ulat bulu tersebut muncul kurang lebih sekitar dua minggu lalu. “Ulat bulu ini menyebar dirumah-rumah sekitar dua minggu lalu,” jelasnya terpisah.

Warga yang terkena ulat bulu sampai saat ini belum melaporkan ke Dinas terkait. Mereka lebih membasmi ulat yang muncul dengan cara dibakar dan dimusnahkan dengan dibunuh. [uuk/ted]

KAB.BOJONEGORO-Pilkades Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro Incumbent Antisipasi Serangan Fajar




Ilustrasi.
 
Minggu, 03 Maret 2013 02:11:49 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Masa tenang untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro sangat diwaspadai oleh Incumbent jika terjadinya serangan fajar yang dilakukan oleh lawan duelnya. Sehingga ia memasang beberapa timnya untuk mengantisipasi hal itu.

Masa tenang itu mulai hari ini, Sabtu (02/03/2013). Sedangkan besok Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro sudah mulai melakukan pencoblosan. Dua calon dalam Pilkades ini, Incumbent Budi Suprayitno (Kaji Yek) dan Masrukhan. "Kita sudah siap, dengan merapatkan Tim," jelas Kaji Yek, Sabtu (02/03/2013).

Bahkan ia yakin sudah mendapatkan perolehan suara 70 persen dari jumlah warga Desa Sukorejo. Tercatat ada sekitar 8.322 pemilih yang masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang berada di 40 RT, di delapan RW. "Warga masih ingin meneruskan program yang belum selesai," jelasnya optimis.

Ia yakin, dengan pencalonannya ini bisa menjadi Kepala Desa Sukorejo kembali. Beberapa program yang kini belum terselesaikan selama kepemimpinannya seperti pengembangan dibidang olahraga bagi pemuda desa.

Sementara diketahui, pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Sukorejo akan digelar dengan 24 TPS yang ada menjadi satu di Lapangan Singonoyo, Desa Sukorejo. Panitia pelaksanaan Pilkades juga menyediakan kendaraan pengangkut bagi warga desa yang sudah memiliki hak suara.

"Untuk menyukseskan terselenggaranya Pilkades, panitia berencana menyediakan lima kendaraan, yang akan membantu antar-jemput pemilih," jelas Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pilkades Sukorejo, Kuzaini.

Ada 11 panitia penyelenggara Pilkades dan lima panwas yang diisi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). TPS dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB, selanjutnya akan dilanjutkan penghitungan suara.

Sementara, Kapolsek Kota Bojonegoro, Kompol Suroto mengatakan, sebagai upaya untuk menciptakan keamanan saat pelaksanaan Pilkades besok, pihaknya juga sudah menyediakan petugas keamanan yang siap menjaga dari proses pencoblosan hingga selesai.

"Termasuk dari 30 personil Linmas, 30 anggota polisi, enam tentara dan delapan satuan polisi pamong praja (Satpol PP)," jelasnya. [uuk/but]

KAB.BOJONEGORO-Minta TOW Difungsikan, Bus Bojonegoro - Surabaya Mogok Lagi



 
Minggu, 03 Maret 2013 10:00:26 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Awak bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Bojonegoro - Surabaya akan kembali menggelar aksi mogok. Aksi mogok itu akan dilakukan besok Senin (04/03/2013) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Terminal Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro Edy Subroto mengungkapkan, aksi mogok yang dilakukan ratusan awak bus itu menuntut adanya pemberlakuan pemberhentian bus Antak Kota Antar Provinsi (AKAP) jalur pantura harus ke terminal Tambak Osowilangun.

"Awak bus akan melakukan aksi demo ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Dishub Provinsi dan Kantor Wali Kota. Mereka akan menuntut hasil rapat dengan anggota DPRD Kota Surabaya, pada hari Senin (18/2/2013) lalu," ujar Edy Subroto, Minggu (03/03/2013).

Sehingga untuk mengantisipasi adanya penumpang dari Bojonegoro yang akan ke Surabaya pada hari itu, UPTD Terminal Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro akan menyediakan 40 mobil penumpang umum (MPU) untuk mengangkut penumpang.

"Kita akan mengeluarkan ijin trayek insidentil untuk mengantisipasi penumpang yang kecele," ungkapnya.

Ijin trayek insidentil ini lanjut Subroto tidak diberikan kepada semua MPU. Melainkan hanya diberikan kepada pemilik MPU yang memenuhi standar, baik itu dari segi fisik maupun administrasi. Dari segi fisik seperti, kelaikan kendaraan harus normal.

"Sedangkan kalau administrasi harus mempunyai surat-surat lengkap, termasuk surat uji kir yang masih berlaku," jelasnya.

MPU yang disiapkan itu nanti akan mengnagkut penumpang dari Terminal Bojonegoro hingga Surabaya. Namun, tidak dipungkiri jika ada kenaikan tarif dua kali lipat dari tarif bus biasanya. Jika dalam tarif batas atas bus dari Bojonegoro-Surabaya dengan tarif Rp 15.600, sedangkan jika menggunakan MPU trayek insidentil bisa mencapai Rp 25.000 sampai Rp 30.000.

"Ini karena jumlah penumpang MPU lebih sedikit, sehingga tarifnya lebih mahal jika dibanding angkutan bus," pungkasnya.

Sehingga ia menghimbau, Masyarakat yang akan bepergian ke Surabaya besok senin bisa menggunakan alternatif kendaraan lain atau jika belum begitu penting bisa menunda bepergian, atau menggunakan carter. [uuk/ted]

PROVINSI JATIM-Pilgub Jatim KH Hasyim Muzadi: Cagub dari NU Pasti Saya Dukung



 
Kamis, 21 Februari 2013 12:31:33 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com)--KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU, berharap yang menjadi gubernur Jatim nanti tokoh dari NU. Hal diutarakan di sela-sela usai menjenguk Musyafa Rouf di Lapas Kelas I Surabaya di Porong. "Ya, ingin orang NU yang menjadi gubernur Jatim," ucapnya, Kamis (21/2/2013).

Soal dukungan? Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang itu menandaskan saat ini belum ada yang didukungnya. Ucap dia, yang ada saat ini adalah Soekarwo dan belum ada yang lain. "Kalau ada calon dari NU pasti akan saya dukung," tukasnya.

Jika ada calon lain seperti Khofifah Indar Parawansa (KIP), Rois Syuriyah NU itu mengaku senang jika ada calon dari NU. "Kalau Khofifah maju dan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jatim, silakan kalian datang ke rumah saya," tutur kiai kelahiran Tuban itu dengan senyum lebar dan tidak menampik dikatakan mendukung pencalonan Ketua Umum Muslimat NU tersebut di Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 mendatang. [air/isa]

KAB.TUBAN-28 Februari 2013-Sat Lantas Polres Tuban Gelar Razia Depan Sekolah



Kamis, 28 Februari 2013 17:02:49 WIB 
Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Banyaknya pelajar yang tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, membuat sejumlah petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Tuban mengelar razia di depan sekolah saat jam masuk dan pulang sekolah.

Razia yang dilakukan di sejumlah SLTA itu, bertujuan untuk menekan pelanggaran dalam berkendara. "Memang masih banyak para pelajar yang tidak menggunakan helm saat berkendara, jadi kita melakukannya kegiatan ini di depan sekolah," terang Iptu Musa Bahtiar, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban, Kamis (28/02/2013).

Razia terhadap palejar SMA di Tuban itu difokuskan pada pelanggaran yang terlihat secara kasat mata. Yakni mulai dari yang tidak memakai helm, tidak memasang spion dan sepeda motor dalam kondisi protolan tidak sesuai standart.

"Kita menindak para pelajar yang pelanggarannya terlihat secara kasat mata. Sementara untuk sepeda motor yang dalam kondisi protolan dan menggunakan ban kecil langsung kita amankan," sambung Musa.

Selain itu, kegiatan razia yang dilakukan di depan sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan secara rutin. "Kita berharap dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas di jalan raya khususnya para pelajar," pungkasnya. [mut/kun]

KAB.TUBAN-28 Februari 2013-Minim Siswa, 32 Sekolah Tak Bisa Selengarakan UN



 
Kamis, 28 Februari 2013 06:25:07 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Gara-gara tak cukup kuota jumlah muridnya, sebanyak 32 sekolah dari tingkat SMP atau sederajat dan SLTA di Tuban tidak bisa untuk melaksanakan Ujian Nasional di sekloah masing-masing. Puluhan sekolah itu harus gabung dengan sekolahan lain saat pelaksanaan ujian nanti.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Heni Indria, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, , Rabu (27/02/2013). Dia menyampaikan bahwa sekolahan yang kurang siswanya atau yang belum terakreditasi harus menginduk dengan sekolahan lain saat pelaksanaan ujian.

"Sekolah yang masih menginduk di sekolah lain saat ujian itu karena belum terakreditasi, selain itu memang beberapa sekolah minim siswa atau kuotanya belum cukup untuk menyelenggarakan ujian sendiri," terang Heni Indria.

Heni menjelaskan, untuk dapat menyelenggarakan ujian nasional di sekolah masing-masing sekolah minimal harus sudah akreditasi. Tak hanya itu, setiap sekolah juga harus memiliki jumlah siswa minimal 20 siswa atau dua jurusan untuk tingkat SMA masing-masing jurusan dengan 10 siswa.

"Sebelum persyaratan itu terpenuhi maka sekolah itu harus tetap menginduk atau gabung di sekolah yang di tunjuk. Jumlahnya sediri untuk tahun ini ada sebanyak 32 sekolahan baik tingkat SMP sederajat maupun SLTA,” sambung Heni.

Dari 32 sekolahan yang tidak bisa menyelengarakan ujian Nasional di masing-masing sekloah itu untuk tingakat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat itu jumlahnya ada 20 sekolahan di seluruh Tuban. Sedangkan untuk tingkat SLTA (SMA/SMK/MA) di Tuban jumlahnya ada 12 sekolahan dengan rincian 8 SMA, 2 SMK dan 2 Madrasah Aliyah. [mut/but]

KAB.TUBAN-20 Februari 2013-Bolos Sekolah, Lima Pelajar Tuban Terjaring Razia



Rabu, 20 Februari 2013 17:57:17 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sedikitnya lima bocah pelajar Sekolah Menangah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Tuban terjaring Operasi sayang yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kota Tuban, Rabu (20/02/2103) pagi.
Saat terjaring razia petugas, para pelajar itu sedang asyik nongkrong dan bermain (PS)Playstasion.

Pantuan beritajatim.com di lapangan, kegiatan razia terhadap para pelajar yang sedang membolos saat jam pelajaran sekolah itu dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polsek Kota Tuban dengan mendatangi sejumlah warung kopi dan warnet yang biasa dijadikan tempat nongkrong para pelajar saat jam sekolah.

Salah satu lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal para pelajar saat bolos sekolah adalah sebuah cafe yang berada di jalan M Yamin, Kabupaten Tuban.

Saat mendatangi warung tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 3 bocah pelajar SMK yang sedang nongkrong saat jam pelajaran sekolah itu.

Setelah dari cafe itu, selanjutnya petugas kembali melakukan penyisiran di sejumlah warung yang memang biasa dijadikan oleh para pelajar membolos saat jam sekolah sperti warung yang berada di jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban. Namun saat mengetahui petugas datang sejumlah pelajar yang sedang membolos sudah meninggalkan warung terlebih dahulu.

Tak hanya warung kopi sejumlah tempat game online dan juga playstasion yang biasa digunakan untuk bermain para pelajar itu juga tak luput dari razia petugas kepolisian itu.

Saat melakukan pemeriksaan di persewaan Playstaion yang berada di jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban petugas kembali memergoki 2 anak SMP yang sedang asyik bermain PS dengan masih menggunakan seragam sekolah lengkap. "Dari operasi sayang ini, kita berhasil mengamankan 5 pelajar yang sedang membolos sekolah. Kemudian mereka langsung kita amankan dan di bawa ke Polsek Kota," terang AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban yang memimpin razia itu.

Kapolsek menambahkan jika kegiatan razia tersebut bertujuan untuk melakukan antisipasi terhadap tindakan kenakalan remaja saat ini. "Mereka kita amankan untuk dilakukan pembinaan. Selain itu kita akan memanggil guru mereka untuk menjemput para pelajar itu," pungkas Kapolsek.[mut/ted]

KAB.TUBAN-01 Maret 2013-Tim Persebaya Gemparkan Masjid di Tuban




Foto dok.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:54:00 WIB Reporter : M. Syafaruddin


Tuban (beritajatim.com) - Jamaah Masjid Al Falah, Desa Sukolilo, Bancar, Tuban mendadak gempar, Jumat (1/3/2013) siang ini. Itu setelah rombongan tim Persebaya singgah untuk menunaikan ibadah wajid Salat Jumat.

Adzan sudah berkumandang kala bus yang mengangkut pemain Persebaya memasuki kawasan Bancar, Tuban. Meski tinggal 1 Km lagi memasuki wilayah Rembang, tim akhirnya memutuskan untuk menunaikan Salat Jumat di Bancar.

Saat bus diparkir di luar stadion, dan satu per satu pemain turun, jamaah di stadion nampak terpana. Mereka tak menyangka bahwa bus yang parkir di depan masjid mengangkut rombongan tim Persebaya.

Utamanya ketika Andik Vermansyah turun. Baik jamaah yang masih kecil maupun yang sudah dewasa, nampak kaget melihat itu. "Rek, ada Mas Andik, rek," ucap salah satu anak.

Setelah salat selesai, beberapa jamaah berebut untuk bersalaman dengan Andik. Ada pula yang berfoto bersama bintang Tim Nasional (Timnas) ini.

Selain Andik, pemain Persebaya lainnya, seperti Taufiq dan Erol Iba juga tak luput dari perhatian mereka. Rombongan pemain Persebaya berangkat, Jumat pagi dari markas mereka di Karanggayam, Surabaya.

Pelatih Ibnu Grahan membawa 18 pemain dalam tur ke Rembang. Rencananya, laga lawan tuan rumah PSIR akan digelar di Stadion Krida, Sabtu (2/3/2013) sore. [sya/but]

KAB.TUBAN-25 Februari 2013-Belum Ada Program dan Dana CSR Untuk Petani Ngangur



Senin, 25 Februari 2013 23:46:48 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sejak tahun 1994 keberadaan pabrik PT Semen Gresik berdiri di wilayah Kabupaten Tuban, bahkan sampai saat ini perusahaan semen milik negara itu terus berkembang dan sudah memiliki empat pabrik besar yang berdiri di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Namun perkembangan pesat pabrik Semen Gresik yang sekarang menjadi group dari PT Semen Indonesia Tbk itu tidak bisa dirasakan oleh semua kalangan dari warga Ring I pabrik semen itu. Pasalnya dengan keberadaan pabrik tersebut justru banyak petani yang kehilangan lahannya lantaran dibeli oleh perusahaan untuk bahan baku semen.

Pada waktu pembelain tanah produktif seluas 65 hektar milik yang berada di Desa Sugihan tersebut menrut keterangan sejumlah warga bahwa prosesnya pembeliannya sudah terbilang memaksa. Sehingga saat ini warga menyesalkan atas tanahnya yang telah dijual kepada PT Semen Gresik yang akan dikeruk untuk campuran bahan pembuatan semen.

"Dulu itu belinya warga ada yang ditakut-takuti oleh Calo. Kalau dibeli tidak dikasih katanya malah mau langsung diambil paksa, jadi ya terpaksa dijual," keluh Kasmuji, yang tanah sawahnya ikut di beli oleh perusahaan itu.

Sementara itu, Warsito, sebagai Kepala Desa Sugihan, Kecamatan Merakukrak, Tuban menyatakan jika dengan adanya puluhan hektar lahan di desanya yang menjadi lokasi tambang Clay atau tanah liat untuk bahan semen itu justru merugikan bagi warga masyarakat desa tersebut. Lantaran selama ini belum ada langkah antisipasi dari perusahaan atas warga yang kehilangan pekrjaannya.

"Walaupun ini notabennya sudah lepas bukan milik warga lagi, tapikan seharusnya pihak perusahaan tidak membiarkan begitu saja. Harusnya ada upaya untuk warga yang sudah tidak bisa mengarap sawahnya, karena dampak terberat adalah warga desa ini yang kehilangan," terang Warsito, Kades Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Menurut Kades, selama ini sosialisasi yang dilakukan oleh PT Semen Gresik hanya sekedar sosialisai memberitahunakn bawha tanah seluas 65 hektar tersebut akan segera dilakukan penambangan. "waktu pastinya kapanpun kami tidak tahu. Mereka hanya bilang kalau warga sudah tidak boleh mengarap lahan itu karena sudah mau ditambang, tanpa ada solusi untuk warga," lanjut Kepala Desa.

Lebih lanjut, sebenarnya dari pihak Desa Sugihan telah beberapa kali menyampaikan permintaan kepada PT Semen Gresik untuk memberikan kesempatan terhadap para warga tetep mengarap lahan tersebut yang belum dilakukan pengalian, sehingga warga tetap bisa mendapatkan penghasilan dari mereka bertani.

"Kita sudah meminta dan sudah saya sampaikan ke perushaan kalau memang belum dilakukan penambangan biarlah digarap oleh warga terlbih dahulu. Padahal kalau melakukan penambangan kan tidak mungkin langsung semuanya," ujar Warsito.

Kepala Desa berharap kepada pihak perusahaan BUMN tersebut untuk melakukan mediasi dan mengumpulkan para petani yang sekarang ini sudah tidak punya lahan lagi untuk bertani untuk memberikan sosialisasi maupun solusi yang tepat supaya mereka tetap mempunyai penghasilan.

Terpisah, Muhammad Faik Niyazi, selaku Humas dari PT Semen Gresik menyatakan bahwa selama ini pihak perusahaan mengaku telah melakukan sosialisasi terhadap perwakilan warga dan perangkat desa setempat. Namun untuk masalah program CSR secara khusus belum ada untuk para petani desa tersebut.

"Sebenarnya untuk bantuan kepada desa sudah jalan tapi tidak banyak. Sementara itu untuk program CSR sampai saat ini belum ada," jelas Faik, kepada beritajatim.com.

Ia menambahkan, bahwa pihak perusahaan PT Semen Gresik dalam waktu dekat tetap akan melakukan sosialisasi lagi dengan mengumpulkan seluruh petani Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak itu yang tanahnya dibeli perusahaan semen milik negera itu.[mut/kun]

KAB.TUBAN-25 Februari 2013-Lahan Dibeli PT SG, Puluhan Petani Kehilangan Garapan



 
Senin, 25 Februari 2013 22:01:23 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sedikitnya ada 65 hektare lahan produktif yang berada di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban telah dibeli oleh pabrik Semen PT Semen Gresik -yang sekarang menjadi group PT Semen Indonesia Tbk- untuk bahan baku semen. Hal itu membuat puluhan petani yang berada di desa tersebut terpaksa menganggur dan sebagian menjadi buruh tani.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (25/02/2013), pembelian puluhan hektare lahan area persawahan yang berada di Desa Sugihan itu telah dilakukan oleh PT Semen Gresik antara tahun 1990-1991 yang lalu. Ketika itu harga hanya Rp 500 sampai Rp 1500 setiap meter per segi.

Namun, dampak yang dirasakan bagi puluhan petani yang ada di desa tersebut baru tahun ini. Pasalnya pasca pembebasan dan pembelian lahan tersebut hingga tahun 2012 kemarin, petani masih diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut. Tetapi mulai tahun 2013 ini, petani sudah dilarang bertanam di lahan yang sangat produktif itu.

"Memang dampaknya baru terasa tahun ini, soalnya pada tahun-tahun sebelumnya para petani masih boleh menggarap lahan di sana. Dan sekarang ini mereka yang tidak punya garapan yang lain ya nganggur," terang Cipwanto, salah satu perangkat Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Dari 65 hektar lawan yang akan dikeruk tanah liatnya sebagai bahan baku semen itu, sebelumnya digarap oleh sekitar 170 petani. Dari jumlah tersebut hanya sebagian saja yang memiliki lahan di tempat lain yang tidak terkena imbas tambang Clay milik PT Semen Gresik itu.

"Sebagian masih ada yang memiliki garapan lain selain di tempat itu. Tetapi mereka yang tidak punya ya ada yang harus mengarap tanah persil milik perhutani, karena sudah tidak mempunyai lahan lagi," sambung Cipwanto, yang menjabat Kepada Dusun (Kasun) saat ditemui di desa tersebut.

Sementara itu, Kasmuji (30), salah satu petani yang sebelumnya memiliki lahan di area 65 hektare mengaku rugi telah menjual tanah itu kepadal pihak perusahaan PT Semen Gresik. Pasalnya lahan sawah miliknya tersebut merupakan lahan yang sangat produktif untuk ditanami padi.

"Ya ini memang rugi pak, kalau dulu saya tahu pasti tidak boleh untuk dijual ini kan hasilnya banyak, bisa mencapai 8 ton padi setiap hektarenya sekali panen. Sedangkan waktu pembelian itu, kata orang tua saya, hanya dengan harga lima ratus rupiah setiap meternya," Sesal Kasmuji, salah satu warga desa tersebut.

Tak hanya Kasmuji, nasib puluhan petani yang lainnya yang ada di desa tersebut justru lebih ironis. Mereka harus beralih profesi menjadi buruh tani dan bahkan nganggur lantaran lahan mereka sudah dibeli oleh perusahaan semen BUMN itu dan mereka tidak punya keahlianlain kecuali bertani. [mut/but]



Jum'at, 01 Maret 2013 20:32:54 WIB Reporter : M Subkhi


Pasuruan (beritajatim.com) - Kerugian akibat puting beliung yang melanda 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan belum dapat ditaksir. Untuk itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan berapa jumlah total kerugian dari bencana ini.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan berapa kerugian dari bencana puting beliung tersebut, lantaran saking banyaknya rumah warga yang rusak. "Kerugian materi masih dihitung. Saking banyaknya (rumah yang rusak)," jelasnya saat dihubungi melalui ponsel Jumat (1/3/2013).

Data terakhir BPBD Kabupaten Pasuruan, rumah-rumah warga yang rusak ini, tercatat lebih dari 300 rumah. Masing-masing tersebar di 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, yakni di Desa Wonosari, Karangsentul, Gayam dan Wonojati. "10 rumah di Desa Wonosari rusak parah dan tidak bisa ditinggali dan 2 rumah lagi di Desa Gayam," sambung Yudha Triwidya.

Bencana angin puting beliung ini, lanjutnya, cukup mendapat perhatian dari Bupati Pasuruan Dade Angga. Bahkan bupati menyempatkan diri untuk memantau dan memberi bantuan sembako ke lokasi korban puting beliung. "Para korban juga telah kita suplay nasi bungkus. Bahkan dapur umum masih tetap kita buka di kantor Kecamatan Gondang Wetan," tandasnya.

Tak hanya di Kecamatan Gondang Wetan, bencana puting beliung tersebut juga melanda Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan. 3 rumah milik warga di desa ini pun rusak ringan akibat puting beliung itu. "3 korban masih dirawat di Puskesmas Gondang Wetan," pungkas Yudha Triwidya.(bec)



Jum'at, 01 Maret 2013 20:32:54 WIB Reporter : M Subkhi


Pasuruan (beritajatim.com) - Kerugian akibat puting beliung yang melanda 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan belum dapat ditaksir. Untuk itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pendataan berapa jumlah total kerugian dari bencana ini.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya mengatakan, pihaknya masih belum dapat memastikan berapa kerugian dari bencana puting beliung tersebut, lantaran saking banyaknya rumah warga yang rusak. "Kerugian materi masih dihitung. Saking banyaknya (rumah yang rusak)," jelasnya saat dihubungi melalui ponsel Jumat (1/3/2013).

Data terakhir BPBD Kabupaten Pasuruan, rumah-rumah warga yang rusak ini, tercatat lebih dari 300 rumah. Masing-masing tersebar di 4 desa di Kecamatan Gondang Wetan, yakni di Desa Wonosari, Karangsentul, Gayam dan Wonojati. "10 rumah di Desa Wonosari rusak parah dan tidak bisa ditinggali dan 2 rumah lagi di Desa Gayam," sambung Yudha Triwidya.

Bencana angin puting beliung ini, lanjutnya, cukup mendapat perhatian dari Bupati Pasuruan Dade Angga. Bahkan bupati menyempatkan diri untuk memantau dan memberi bantuan sembako ke lokasi korban puting beliung. "Para korban juga telah kita suplay nasi bungkus. Bahkan dapur umum masih tetap kita buka di kantor Kecamatan Gondang Wetan," tandasnya.

Tak hanya di Kecamatan Gondang Wetan, bencana puting beliung tersebut juga melanda Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan. 3 rumah milik warga di desa ini pun rusak ringan akibat puting beliung itu. "3 korban masih dirawat di Puskesmas Gondang Wetan," pungkas Yudha Triwidya.(bec)



Kamis, 28 Februari 2013 21:00:38 WIB Reporter : Rindhu Dwi Kartiko


Madiun (beritajatim.com) - Ratusan balita di Kota Madiun masih menderita kurang gizi hingga gizi buruk pada tahun 2012 kemarin. Jumlah tersebut kini sudah ditangani oleh dinas terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, dr. Agung Sulistya Wardani, mengatakan, dari data yang ia miliki ada sekitar 204 balita yang mengidap gizi buruk."Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 balita di antaranya termasuk dalam kategori gizi buruk dan sisanya kurang gizi," ujarnya, Kamis (28/2/2013).

Menurut dia, balita-balita yang termasuk dalam kategori kurang gizi dan gizi buruk tersebut, tersebar di beberapa kelurahan dari tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun. Mereka dalam pengawasan ketat petugas puskesmas dan posyandu setempat.

"Setelah diberikan perawatan dan pengawasan ketat, hingga akhir Februari 2013, kami berhasil menghapus kasus balita yang menderita kurang gizi. Sedangkan kasus gizi buruk menurun hingga menjadi 31 balita," terang Wardani.

Wardani menambahkan, gizi buruk dan kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Namun, mayoritas dari temuan kasus di Kota Madiun disebabkan oleh tingkat ekonomi dari keluarga balita. Faktor ekonomi keluarga yang rendah sangat berpengaruh pada asupan gizi yang diberikan.

"Selain itu juga karena kesalahan pola asuh. Kasus gizi buruk di perkotaan lebih disebabkan karena kesibukan kegiatan warga sehingga keaktifan ke posyandu rendah. Namun jumlahnya masih rendah," tuturnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya lebih gencar lagi dalam memaksimalkan fungsi posyandu yang sangat berperan dalam memantau perkembangan kesehatan balita. Selain itu pihaknya juga menjalankan program makanan tambahan (PMT) dan susu yang diberikan secara gratis bagi balita di Kota Madiun. [rdk/but]



 
Rabu, 20 Februari 2013 14:54:40 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Seorang bayi yang baru berusia 2 tahun di Kota Kediri diduga mengidap gizi buruk. Berat badannya hanya 6,9 kilogram, sehingga tubuhnya kurus kering.

Balita malang ini bernama Tria Putra Pradama, anak pasangan Kusnadi dan Nanik Sugiarti, asal Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Karena kondisi kesehatannya terganggu, sehari-hari dia hanya bisa berbaring lemah.

Walikota Kediri Samsul Ashar yang mengunjungi Tria mengaku, sangat prihatin. Orang nomor satu di Kota Kediri itu berjanji akan membantu memulihkan kondisi kesehatannya, dalam waktu cepat.

"Kami masih mencari tahu penyebab bocah ini kekurangan gizi. Jika hasil diagnosa diketahui mengidap penyakit, maka penanganan awalnya adalah menyembuhkan penyakitnya itu dulu, baru kemudian memperbaiki gizinya," ujar Samsul Ashar, Rabu (20/02/2013).

Dikatakan Walikota dari kalangan medis itu, seusia Tria, seharus memiliki berat badan ideal 12 kilogram. Karena kondisinya tersebut, maka pertumbuhannya terganggu.

Sementara menurut Nanik, ibunya saat baru lahir, berat badan anaknya 2,9 kilogram. Tetapi dalam perkembangannya, sang buah hati sulit untuk mengejar target.

Padahal, kata Nanik, tidak ada kendala dalam makan dan minum susu. Dia berharap, kondisi anaknya bisa segera pulih. Dia menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah untuk ikut serta membantunya. [nng/kun]



 
Sabtu, 23 Februari 2013 06:26:18 WIB Reporter : M. Syafaruddin



Surabaya (beritajatim.com) - Hasil positif didapat lulusan Sampoerna Academy yang menempuh pendidikan akademis di Amerika Serikat. Pada semester pertama, mereka berhasil mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPL) dengan skor sangat membanggakan.

Pada Agustus dan September 2012 lalu, sebanyak 25 lulusan Sampoerna Academy berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan mereka. Para lulusan ini merupakan bagian dari 226 lulusan pertama Sampoerna Academy Malang dan Sampoerna Academy Palembang yang memiliki prestasi cemerlang.

Para lulusan Sampoerna Academy yang diterima melanjutkan pendidikan mereka ke Amerika Serikat, prestasi mereka terus terukir dan terbukti dari hasil nilai mereka di semester pertama. Enam siswa mendapatkan IPK sempurna, yakni 4.0 untuk semester pertama ini.

Keenam siswa ini adalah Erriawan Firdauszaman K. (West Virginia University), Abriansyah Saputro (Lone Star College), Rachmad Andrianto Noor (Lone Star College), Wanda Lilavanti (Lone Star College), Angga Khoirul Imam (Texas Tech University), dan Christian Timothy Wijaya (Texas Tech University).

Sementara tiga lulusan Sampoerna Academy lainnya juga mendapatkan IPK 3,9 dengan nilai rata-rata A- dan A+. Mereka adalah Daniel Pemuda Sinambela (University of Missouri), Timotius Andrean Patrick Lagaunne (University of Missouri) dan Cyntia Rachman (University of Minnesota).

Hasil nilai yang gemilang ini sekaligus membuktikan kualitas akademik para lulusan Sampoerna Academy ini telah teruji. Perlu diketahui, anak-anak bangsa lulusan Sampoerna Academy yang berkuliah universitas-universitas ternama di Negeri Paman Sam itu.

Seperti Texas Tech University, University of Missouri, University of Minnesota, Lone Star Community College, West Virginia University, University of Kentucky, dan University of Hawaii Manoa. Mereka berbagi pengalaman mereka selama tiga bulan melalui video yang mereka kirim kepada tim Siswa Bangsa dan juga menulis pengalaman mereka di blog masing-masing.

Mereka bercerita tentang bagaimana mereka sangat menikmati kelas-kelas yang mereka ambil, serta tantangan intelektual yang mereka hadapi. Cerita-cerita mereka ini tentunya dapat menginspirasi adik-adik mereka yang ada di tanah air. Salah satunya, Christian Timothy Wijaya dari Texas Tech University).

Timmy, sapaan akrabnya sangat bercerita antusiasme saat dia saat menonton pertandingan American Football pertamanya. Timmy mendapat kesempatan untuk mengikuti proyek riset yang diselengarakan.  Persyaratan utama untuk mengikuti program ini adalah harus memperoleh nilai IPK di atas 3,4.

Lain hal dengan Angga Khoirul Imam (Texas Tech University), yang bercerita bahwa dia sangat kangen dengan masakan Indonesia dan sulitnya menemukan makanan halal di Texas. Alhasil sekarang Angga menjadi pandai masak sendiri. Mereka tidak hanya mengabdikan waktu mereka untuk belajar, melainkan mereka juga bergabung dengan klub-klub yang dapat membantu mereka untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kehidupan di Amerika.

Para lulusan Sampoerna Academy ini secara otomatis menjadi anggota Koperasi Siswa Bangsa, yaitu sebuah koperasi dari siswa untuk siswa yang merupakan inisiatif dari Putera Sampoerna Foundation. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Putera Sampoerna Foundation untuk memastikan para lulusan Sampoerna Academy, dapat melanjutkan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Perlu ditekatahui, Sampoerna Academy merupakan bagian perwujudan visi Putera Sampoerna Foundation dalam rangka mencetak calon-calon pemimpin masa depan melalui pendidikan yang berkualitas guna menghadapi tantangan global.

Mengacu pada strategi besar ‘Pathway to Leadership’, Sampoerna Academy adalah elemen yang mendukung tujuan Putera Sampoerna Foundation mencetak pemimpin masa depan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dan perubahan di komunitasnya.

Diluncurkan pada 2009, Sampoerna Academy merupakan jaringan sekolah bertaraf internasional berasrama setingkat SMA. Hingga tahun 2012, Sampoerna Academy telah membantu lebih dari seribu anak prasejahtera untuk dapat mengenyam pendidikan SMA melalui pemberian student assistance.

Dikarenakan banyaknya permintaan, mulai tahun ajaran 2012/2013, Sampoerna Academy membuka tempat untuk siswa-siswi umum dengan sistem berbayar. Di tahun 2012, Sampoerna Academy mewisuda 226 lulusan pertamanya. Sebanyak 201 lulusan diterima di universitas unggulan di Indonesia dan 25 lulusan Sampoerna Academy telah diterima di universitas luar negeri.[sya]



 
Jum'at, 01 Maret 2013 15:31:57 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Sebanyak 191 peserta diklat calon kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Malang tidak mengikuti seleksi administrasi.

Data yang dihimpun beritajatim.com, peserta seleksi diklat calon kasek yang tidak lolos, bahkan tidak mengetahui jika ada kuota kursi kosong kasek.

Peserta hanya diminta daftar saja. Mereka justru mengetahui jika dalam seleksi tersebut, ternyata untuk mengisi kekosongan kursi kasek dari media massa ditempat ini. Peserta merasa tidak ada pengumuman hasil seleksi. Namun tiba-tiba, sudah ada diklat calon kasek.

Pengumuman hasil seleksi tidak ada. Terkesan ditutupi diknas dan tidak transparan. Lucunya, saat beberapa orang peserta protes karena dianggap tak lulus seleksi, akhirnya diluluskan dan dipersilahkan ikut diklat yang dimulai tanggal 25 Pebruari 2013 sampai hari ini 1 Maret 2013 di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Hal inilah yang kemudian dicurigai PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya jika Diknas Kabupaten Malang,  tidak transparan dan diduga melanggar Permendiknas No.28 Tahun 2010 terkait diklat calon kasek. "Yang perlu diluruskan adalah, apakah diknas sudah menjalankan aturan dalam penyelenggaran diklat sesuai permendiknas 2010. Kalau memang tidak sesuai, kadiknas harus berterus terang pada masyarakat dan guru peserta diklat. Kadiknas harus transparan dalam hal ini," tegas Syahrul Sajidin, Direktur Klinik Hukum PP Otoda, Jumat (1/3/2013).

Kata dia, kadiknas harus proporsional. Berapa jumlah kuota dan kenapa pesertanya begitu banyak. Karena didalam aturan permendiknas sendiri, diklat seharusnya bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Bukan malah menunjuk pihak ketiga. Apalagi, anggaran diklat dibebankan pada peserta.

Menanggapi jumlah kuota dan peserta yang ditenggari ikut diklat tanpa seleksi, Edy Suhartono selaku Kadiknas Kabupaten Malang menjelaskan, hari ini adalah diklat terakhir. "Hari ini penutupan. Jumlah pesertanya 191 mulai dari guru tingkat TK, SD, SMP dan SMA maupun SMK. Terbanyak diikuti peserta SD," urainya.

Pada beritajatim.com, Edy menerangkan, semua peserta masih berstatus guru. Diklat diselenggarakan karena selama ini, diknas belum pernah menggelar diklat bagi tugas tambahan yang akan dipromosikan sebagai kepala sekolah. "Selama ini memang tidak ada diklat. Langkah kami sudah benar. Kalau PP Otoda menganggap salah, suruh datang kesini biar kami jelaskan," tegas Edy.

Ia menambahkan, soal peserta diklat yang tidak mengikuti seleksi namun ikut diklat serta peserta titipan, Edy membantahnya. "Semua ikut seleksi kok. Kita seleksi adminstrasi dulu. Cuma, memang ada tambahan peserta memang. Hal itu terjadi untuk menyesuaikan hotel. Sehingga, ada peserta tambahan yang memang kita susulkan. Namun, tetap diseleksi," pungkasnya.

Sekedar diketahui, kuota kasek yang akan diisi setelah kasek lama pensiun pada April mendatang, sesuai surat edaran diknas hanya 7 kursi saja. Faktanya, jumlah peserta membludak sebanyak 191 orang. Setiap peserta diklat calon kasek, diminta membayar Rp.2,8 juta. Diknas setempat mengaku jika anggaran itu swadaya dan dibayarkan langsung pada pihak ketiga yakni UIN selaku penyelenggara diklat.[yog/ted]



 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:08:56 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Diklat calon kepala sekolah (Kasek) di Kabupaten Malang yang diduga menyimpang Permendiknas No.28 Tahun 2010 oleh PP Otonomi Daerah (Otoda) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ditanggapi serius Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) setempat, Edy Suhartono.

Pada beritajatim.com, Jumat (1/3/2013) pagi, Edy pun tegas mengatakan justru PP Otodalah yang menyimpang dari aturan. "PP Otoda gak ngerti. Dia sendiri juga menyimpang kok. Ngapain PP Otoda ngurusi lembaga lain. Lebih baik dari suruh urus urusannya sendiri. Kita itu daerah. Kenapa PP Otoda ikut campur," tegasnya.

Kata dia, sebaiknya PP Otoda mengurus permasalahannya sendiri. Bukan cawe-cawe masalah diklat yang diselenggarakan Diknas. Pasalnya, diknas sendiri tidak dibawah perguruan tinggi manapun.

Edy menjelaskan, jika memang seleksi calon diklat kasek dianggap keluar dari aturan, ia justru mempermasalahkan PP Otoda UB yang justru tidak profesional. "Kalau PP Otoda nggak ngerti, suruh tanya ke diknas. Jangan komentar di media daripada salah," paparnya.

Saat ditanya kenapa diklat tidak diselenggarakan maupun merangkul badan diklat daerah? Edy mengaku jika badan diklat tidak punya wewenang untuk menyelenggarakan diklat calon kasek.

Masih diuraikan Edy, pihaknya memilih UIN karena hal itu sebagai bentuk implementasi kerjasama antara diknas dengan pihak perguruan tinggi. "MoU kita memang dengan UIN. Dan yang punya kompeten menyelenggarakan diklat pendidikan yakni UIN dengan UM. Kalau dengan UB, kita memang tidak ada kerjasama," ucapnya.

Ia menambahkan, dugaan menyimpang dari aturan terkait diklat calon kasek yang ditudingkan PP Otoda, sangat tidak berdasar. "PP Otoda suruh tanya ke saya. Ngapain dia ngurusi orang lain. Kita ini kan daerah. Saya juga dosen perguruan tinggi. Kalau PP Otoda gak tahu, suruh datang kesini daripada salah ngomong," tegas Edy. [yog/but]



 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:11:49 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara


Malang (beritajatim.com) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kabupaten Malang, Edy Suhartono menuding PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terlalu jauh mengurusi kewenangan diknas dalam hal penyelenggaran seleksi calon kepala sekolah (Kasek).

"PP Otoda itu gak ngerti. Suruh datang ke saya kalau nggak ngerti. Jangan hanya ngomong saja. Dia juga menyimpang karena mengurusi 'rumah' orang lain. Kayak nggak ada kerjaan saja," kata Edy, Kamis (1/3/2013).

Menanggapi tudingan Kadiknas, Direktur Klinik Hukum PP Otoda Universitas Brawijaya, Syahrul Sajidin tegas mengatakan jika PP Otoda, juga punya kewenangan memantau penyelenggaraan pendidikan.

"Ini bukan persoalan ngurusi rumah orang lain. Cuma, kami melihat ada proses kesalahan dalam seleksi diklat calon kepala sekolah. Proses seleksi yang tidak sesuai kuota dari jumlah kebutuhan itulah yang harus dijelaskan kadiknas," tegasnya.

Kata Syahrul, soal dianggap tidak punya hak dalam persoalan tersebut, PP Otoda punya kewenangan. Salah satunya tentang pendidikan. "Otonomi daerah kan termasuk pendidikan juga. Kami berhak mengkritisi proses pendidikan," ucapnya.

Ia memaparkan, proses seleksi yang diduga menyalahi Permendiknas No.28 Tahun 2010 itulah yang semestinya, harus dipahami Kadiknas. Selaku kepala pendidikan, kadiknas harus transparan dan berani terbuka pada peserta diklat. Jangan hanya membuat polemik tapi tidak berani bersikap terbuka. "Proses seleksi yang tidak sesuai kuota dan adanya pungutan itu yang harus diluruskan. Kadiknas, harus transparan seperti apa sih proses seleksinya hingga diikuti ratusan peserta yang melebihi kuota," paparnya.

Syahrul melanjutkan, kadiknas harus melakukan evaluasi. Berani menjelaskan pada peserta proses seleksi setransparan mungkin. "Jangan hanya ngomong ke PP Otoda. Tapi, kadiknas harus menjelaskan secara detail pada masyarakat dan guru selaku peserta diklat," katanya.

"Kursi calon kasek hanya 7. Tapi jumlah peserta ratusan. Ini kan ada pembengkakan. Tidak sesuai surat edaran yang dikeluarkan kadiknas sesuai kebutuhan. Hal inilah yang harus dijelaskan kadiknas pada masyarakat dan guru peserta diklat," tuturnya.

Ditambahkan Syahrul, surat edaran dan kuota dikeluarkan oleh diknas sendiri. Jika diikuti ratusan peserta jelas tidak proporsional dan melanggar aturan. Soal  badan diklat yang dianggap diknas tidak punya kewenangan dalam menyelenggarakan diklat calon kasek, dirasa PP Otoda kurang tepat.

Badan diklat memang tidak punya wewenang. Namun, badan diklat bisa bekerjasama dengan lembaga penjamin mutu pendidikan Propinsi. Dari sini, LPMP bisa bekerjasama langsung dengan diknas termasuk soal anggaran diklat. Karena biaya diklat masuk APBD. Bukan malah peserta disuruh bayar swadaya. Apalagi sampai menunjuk pihak ketiga untuk menyelenggarakan diklat.

"Sesuai aturan permendiknas, tidak bisa menunjuk pihak ketiga. Karena ada LPMP. Soal diknas tetap ngotot langkah yang diambil dalam penyelenggaran diklat sudah benar, harus dijelaskan dulu apa sudah benar sesuai permendiknas. Kalau melanggar permendiknas tapi mengaku benar, itu artinya diknas tidak transparan dan melanggar aturan," pungkas Syahrul.

Sekadar diketahui, Diknas Kabupaten Malang menggelar diklat calon kepala sekolah sejak 25 Pebruari 2013 sampai 1 Maret 2013. Hari ini adalah waktu terakhir dan penutupan diklat yang diselenggarakan diknas dengan menunjuk pihak ketiga yakni UIN Malang.

Kadiknas menyebut jumlah peserta diklat 191 orang. Kursi kosong kasek sesuai edaran kadiknas hanya 7 kursi. Diduga, ada banyak peserta diklat titipan. Dimana peserta diklat, juga diminta membayar uang diklat Rp 2,8 juta per orang pada UIN selaku penyelenggara diklat. [yog/but]




Ilustrasi.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:47:54 WIB Reporter : Yusuf Wibisono


Jombang (beritajatim.com) - Seorang remaja putus sekolah berinisial ESP (16), asal Dusun Johoclumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, nekad melakukan penjambretan. Namun, belum sempat menikmati hasil kejahatannya ESP sudah dibekuk polisi.

Aksi perampasan itu dilakukan di kawasan Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito. Sedangkan korbannya adalah Sulasmiatin (40), warga Carangpuspo, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben.

Awalnya, korban mengendarai motor bernopol S 2758 VA dan hendak ke pasar Mojokerto untuk berdagang. Saat mendekati lokasi, suasana samgat sepi. Tanpa diduga, korban tiba-tiba dihadang dua orang pemuda yang juga mengendarai motor.

Tanpa banyak kata, kedua pelaku memaksa korban agar menyerahkan dompet yang berisi uang Rp 35 ribu dan HP. Bukan hanya itu, pelaku juga merampas helm standar milik korban. Karena ketakutan, korban menuruti seluruh permintaan itu.

Usai mendapatkan barang tersebut, kedua pelaku kabur. Sementara korban segera melapor ke petugas polsek setempat. Atas laporan itu, beberapa polisi melakukan pengejaran. Diduga karena gugup, kedua pelaku sempat jatuh dari motor.

Nahas bagi ESP, ketika berusaha berdiri usai terjatuh, dirinya langsung ditinggal rekannya. Praktis, ESP dengan mudah diringkus petugas. Sedangkan temannya berhasil kabur. Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan barang bukti sebuah helm milik korban dan satu unit motor S 4654 PE yang digunakan beraksi.

"Satu teman pelaku yang kabur sudah kita ketahui identitasnya. Saat ini kami masih melakukan pengejaran. Sedangkan ESP kita jebloskan ke tahanan," jelas AKP Sugeng Widodo, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Jumat (1/3/2013).[suf/but]



 
Sabtu, 02 Maret 2013 15:10:20 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com) - Satreskrim Polres Sidoarjo terus menyelidiki kasus pembobolan rumah milik Kombes Pol Istuning Widayat, Karo Ops Polda Riau di perum Taman Pinang Indah (TPI) Blok D-IV No. 12-12A Kecamatanamatan Kota Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kasus ini, belum ada satupun pejabat kepolisian yang mengeluarkan statmen resmi aksi pencurian puluhan gram perhiasan emas dan barang berharga lainnya.

AKP Wahyono Kanit Intelkam Polsek Kota yang juga Pjs Kanit Reskrim Polsek Kota, tidak menampik kejadian itu. Namun dia tak bersedia komentar karena masih dalam penyelidikan petugas. "Masih diselidiki, silakan konfirmasi ke Kapolsek Kota Sidoarjo," ucapnya, Sabtu (2/3/2013).

Sementara Kapolsek Kota Kompol H Mujiono sedang istirahat belum bersedia komentar karena sehari semalam melakukan pengejaran terhada pelaku pencurian mobil truk L 300 dari wilayah Malang. "Bapak istirahat habis melakukan pengejaran pelaku pencurian mobil truk," kata salah petugas piket di Polsek Kota Sidoarjo.

Diberitakan sebelumnya, diduga aksi pencurian itu terjadi saat korban Beny Kristanto, (27) warga Dusun Ketimang RT 8 RW 2 Desa Ketimang Wonoayu, menantu Kombes Widayat dan Winda Anindita (27) warga perum TPI Blok D-VII No. 12-12A Kecamatan. Kota Kabupaten Sidoarjo, setelahnya keduanya keluar rumah Jumat (1/3/2013) pukul 11.00 Wib. Sekembalinya ke rumah, malamnya sekitar pukul 21.00 Wib, korban menjumpahi kamar Ibu Istuning dan kamar Winda berserakan habis diacak-acak pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang.

Dalam pencurian itu, sejumlah perhiasan dan barang berharga milik Beny Kristanto, (27) warga Dusun Ketimang RT 8 RW 2 Desa Ketimang Wonoayu, menantu Kombes Widayat dan Winda Anindita (27) warga perum TPI Blok D-VII No. 12-12A Kecamatan. Kota Kabupaten Sidoarjo isteri Beny yang juga anak kandung Kombes Istuning Widayat, raib digarong pencuri yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu.

Akibat pencurian itu, diduga korban merugi ratusan juta. Barang korban yang hilang itu, cincin emas putih seberat 3 gram, kalung 18 gram, kalung emas putih bentuk rantai 5 gram, kalung rantai besar bertuliskan Winda 10 gram, 2 gelang Kroncong 15 gram, gelang rantai bentuk kotak seberat 12 gram dan sebuah cincin bentuk segi empat seberat 3 gram raib dari tempatnya.

Tak hanya puluhan gram emas saja yang digasak pencuri itu. Kamera digital warna silver type A60, jam tangan Gues coklat Kecamatanil, Laptop Compaq 14 inc, uang tunai Rp. 880.000, uang dolar $ 200 dan HP Nokia 6680 Barang tersebut milik sdr Beni dan Winda. [isa/kun]



 
Jum'at, 01 Maret 2013 14:17:53 WIB Reporter : Hanum Oktavia


Malang (beritajatim.com) - Pemerintah Kota Malang kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap perusahaan di Kota Malang. Pasalnya, dari sekitar 960 perusahaan dengan jumlah 60.873 pekerja, jumlah tenaga pengawas yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang hanya berjumlah enam orang.

"Minimnya jumlah tenaga pengawas menjadikan kinerja tidak maksimal. Idealnya, jumlah tenaga pengawas perusahaan di Kota Malang sebanyak 15 orang," kata Kepala Disnaker Kota Malang, M. Subhan, Jumat (01/3/2013).

Menurutnya, setiap hari tenaga pengawas harus bekerja untuk mengawasi ratusan perusahaan. Namun karena personilnya minim, Disnaker juga mengandalkan wajib lapor perusahaan ataupun keluhan dari pekerja jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan.

"Setiap hari satu orang mengawasi maksimal enam perusahaan. Tidak bisa langsung diawasi semua karena jumlah perusahaannya begitu banyak," tuturnya.

Pihaknya berharap, ke depannya ada rekruitmen tenaga baru pengawas perusahaan, yang diambilkan dari PNS Pemkot Malang setelah mengikuti pelatihan pengawasan perusahaan. "Kita akan coba kerjasama dengan Kemenakertrans serta Disnaker Pemprov Jatim," imbuhnya.

Ditanya mengenai jenis pelanggaran yang ditemukan oleh pengawas perusahaan, menurut Subhan, mayoritas lebih banyak pada pelanggaran norma-norma yang seharusnya dipatuhi oleh perusahaan. Namun sayang pihaknya tak bisa menyebutkan jumalh pelanggaran yang sudah ditemukan.

"Pelanggaran yang ditemukan antara lain perusahaan yang tak bisa membayar pekerjanya sesuai UMK, tak diaatinya norma K3, serta masalah asuransi pekerja," tegasnya.

Langkah yang dilakukan Disnaker jika ditemukan pelanggaran, berupa pemberian nota pemeriksaan pada perusahaan yang bersangkuta. "Jika dalam waktu tujuh hari perusahaan tak menyanggupi, maka akan ada langkah selanjutnya sesuai mekanisme," pungkas Subhan. [num/but]




Ilustrasi.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 11:34:43 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com) - Sial dialami Mona Juwita Kelana Sari (16) pelajar asal Perum Puri Sampurno Blok AA No.12A RT 01 RW 11 Tanggulangin Sidoarjo. Dia terjungkal dari boncengan Eko Prayitno (20) asal Bligo RT 10 RW 02 Candi Sidoajro, usai menabrak pembatas Jalan Raya Arteri Porong KM 36-400 Desa Wunut Kecamatan Porong Sidoarjo.

Laka itu berawal, Eko bersama korban berboncengan mengendarai motor bebek Suzuki Satria Nopol W 4899 VH dari arah Sidoarjo menuju Porong. Motor yang dikendarainya menabrak pembatas bahu jalan sisi kiri saat akan balik arah ke arah Malang -Surabaya.

Eko langsung terjungkal dan gadis yang akrap dipanggil Nikita itu, seketika terpelanting dan terlepas dari boncengan keluar dari pembatas jalan arteri hingga tewas di lokasi kejadian. "Saya tadinya mau ke Tretes Prigen. Dan tadinya juga ikut minum di acara teman di Sidoarjo," aku Eko di depan petugas, Jumat (1/3/2013).

Petugas laka lantas Porong Bripka Teguh W dan Aiptu Sunardo didampingi banpol Jasman di lokasi membenarkan laka itu atas kelalaian korban. Sebelumnya juga mengakui ikut pesta miras. Dalam mengendarakan motornya, kondisi korban tidak stabil. "Korban yang meninggal dunia, di evakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong," terangnya. [isa/but]



 
Kamis, 28 Februari 2013 18:24:47 WIB Reporter : Renni Susilawati


Jakarta (beritajatim.com) - PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan) pada hari Kamis, 28 Februari 2013 mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan (Astra) sepanjang tahun 2012 menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan periode yang sama 2011.

Dalam rilis yang diterima beritajatim.com, dijelaskan bahwa pendapatan bersih Astra tahun 2012 mencapai Rp 188,1 triliun, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 162,6 triliun. Hal ini mendorong kenaikan laba bersih Astra sebesar 9% dari Rp 17,8 triliun menjadi Rp 19,4 triliun pada tahun 2012. Laba bersih per saham juga naik 9% menjadi Rp 480 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 439 per saham.

“Kinerja Grup Astra yang baik ini terutama didukung oleh tingginya penjualan mobil, yang membuat Astra kembali mencatat rekor baru laba bersih dan nilai bersih aset per saham. Menurunnya permintaan di sektor alat berat yang disebabkan oleh melemahnya harga batu bara serta turunnya harga CPO meskipun produksinya meningkat, telah mempengaruhi tingkat keuntungan Perseroan. Prospek bisnis kami tetap baik, walaupun kondisi saat ini masih dipengaruhi oleh ketidakstabilan harga batu bara dan CPO serta dampak dari peraturan uang muka minimum pada pembiayaan otomotif syariah,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi dengan rincian sebagai berikut:

Divisi Otomotif Kontribusi laba bersih Divisi Otomotif tahun 2012 meningkat 15% menjadi Rp 9,5 triliun, terdiri dari Rp 4,9 triliun yang berasal dari perseroan dan anak-anak perusahaan, serta kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp 4,6 triliun. Kontribusi laba bersih Perseroan dan anak perusahaan otomotif yang dikonsolidasi sebagian besar dihasilkan dari aktivitas penjualan mobil dan motor, serta bisnis komponen otomotif. Sedangkan kontribusi laba bersih perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities terutama dihasilkan dari kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif.

Pemberlakuan peraturan uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif konvensional sejak pertengahan bulan Juni 2012 lalu telah menyebabkan penurunan pada pasar sepeda motor, begitu juga dengan pengetatan standar pemberian pinjaman pada beberapa perusahaan pembiayaan konsumen tertentu sepanjang tahun lalu. Namun hal ini tidak terlalu berdampak terhadap pasar mobil. Sementara peraturan baru uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif syariah yang diberlakukan untuk perusahaan pembiayaan sejak tanggal 1 Januari 2013 dan akan berlaku di bank mulai 1 April 2013 diperkirakan juga akan memberikan dampak negatif pada pasar mobil dan motor.

Total penjualan mobil nasional meningkat 25% menjadi 1,1 juta unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 25% menjadi 605.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 54%. Sepanjang tahun 2012 Astra meluncurkan 18 model baru dan 26 model facelift.

Sementara itu penjualan sepeda motor nasional turun 12% menjadi 7,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) turun 4% menjadi 4,1 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 53% menjadi 58%. Peningkatan pangsa pasar ini didukung oleh berbagai model sepeda motor yang ditawarkan, serta kemampuan untuk menawarkan paket pembiayaan syariah yang menarik, yang tidak didasarkan pada persyaratan uang muka minimum. Sepanjang tahun 2012, AHM meluncurkan empat model baru dan sepuluh model facelift.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 5%, dimana sebesar 74% merupakan kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Peningkatan pendapatan sebesar 12% terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku cadang pengganti, tergerus sebagian oleh meningkatnya biaya bahan baku dan tenaga kerja yang tidak dapat dibebankan seluruhnya kepada pelanggan.

Divisi Jasa Keuangan


Kontribusi laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 12% menjadi Rp 3,7 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 2% menjadi Rp 50,3 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. Total pembiayaan alat berat melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance turun 2% menjadi Rp 7,1 triliun.

PT Bank Permata Tbk yang 44,6% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun, meningkat 18%, didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee-based income, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional. Pada bulan Desember 2012 Bank Permata berhasil menyelesaikan proses penawaran umum terbatas (right issue) dan penerbitan obligasi subordinasi, yang memperkuat rasio kecukupan modal di akhir tahun 2012 menjadi 17% (2011: 14%).

PT Asuransi Astra Buana (AAB) anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi berhasil membukukan laba yang lebih tinggi disebabkan pertumbuhan pendapatan premi kotor yang sangat baik, meskipun sebagian terkoreksi oleh biaya komisi dan biaya klaim yang lebih tinggi.

Divisi Alat Berat dan Pertambangan


Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan menurun 2% menjadi Rp 3,5 triliun. PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih 2% menjadi Rp 5,8 triliun, meski pendapatan bersih meningkat 2%. Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi turun 19%, dikarenakan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% menjadi 6.202 unit.

Hal ini terjadi akibat menurunnya permintaan dari sektor tambang karena merosotnya harga batu bara dan meningkatnya kompetisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi alat berat dari China yang dialihkan ke pasar Indonesia. Meskipun demikian, dampak penurunan penjualan alat berat dapat dikurangi oleh tingginya pertumbuhan pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual.

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UT di bidang kontraktor penambangan batu bara, mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 25%, seiring dengan peningkatan produksi batu bara sebesar 9% menjadi 94 juta ton dan peningkatan pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 7% menjadi 855 juta bcm.

Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan pendapatan bersih sebesar 7%. Hal ini didukung oleh penjualan 5,6 juta ton batu bara atau meningkat sebesar 24% walaupun penurunan harga jual rata-rata batu bara dan meningkatnya harga bahan bakar telah mengurangi margin laba kotor. UT dan anak perusahaannya memiliki sembilan tambang batu bara dengan total cadangan diperkirakan sebesar 424 juta ton.

Divisi Agribisnis


Divisi Agribisnis memberikan kontribusi laba bersih sebesar Rp 1,9 triliun, sama dibandingkan tahun 2011. PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun. Walaupun harga rata-rata CPO mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 7.322/kg atau turun 3%, produksi minyak sawit meningkat 16% menjadi 1,5 juta ton, yang menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 7% menjadi Rp 11,6 triliun. Namun laba bersih masih sama dengan tahun sebelumnya disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan biaya operasional.

Divisi Infrastruktur dan Logistik


Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik tumbuh 13% menjadi Rp 683 miliar, dikarenakan adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan, yang bila dikecualikan maka laba bersih tahun 2012 naik sebesar 35%.

PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 15% menjadi 37 juta kendaraan. Pada akhir tahun 2011, Astra mengakuisisi 95% saham jalan tol Kertosono – Mojokerto di Jawa Timur sepanjang 40,5 km, yang saat ini sedang dalam masa konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2014, tergantung pada penyelesaian proses pembebasan lahan. Ditambah dengan 40% kepemilikan Astratel di jalan tol lingkar luar Jakarta rute Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km, Perseroan memiliki total kepemilikan jalan tol sepanjang 124,2 km.

PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), perusahaan penyedia air bersih di wilayah Jakarta Barat, sepanjang tahun 2012 berhasil meningkatkan volume penjualan air bersih sebesar 4% menjadi 160 juta m3.

PT Serasi Autoraya (SERA), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Perseroan mencatat peningkatan laba bersih, terutama didukung oleh meningkatnya jumlah kontrak sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC sebesar 12% dengan jumlah kendaraan lebih dari 31.000 unit.

Divisi Teknologi dan Informasi


Kontribusi laba bersih Divisi Teknologi Informasi naik 22% menjadi Rp 132 miliar. PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 171 miliar, naik 23%. Selama 2011 Astra Graphia melakukan kerjasama dengan Monitise Asia Pacific untuk melayani mobile banking, serta layanan pembayaran dan perdagangan di Indonesia. Kerjasama ini mulai beroperasi ditahun 2013.

Dividen


Dividen final sebesar Rp 150 per lembar saham (2011: Rp 138 per lembar saham) akan diajukan kepada pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bulan April 2013. Usulan tersebut ditambah dengan dividen interim sebesar Rp 66 per lembar saham (2011: Rp 60 per lembar saham) menjadikan total dividen sebesar Rp 216 (2011: Rp 198), atau mengalami kenaikan 9%. [ren/but]



Sabtu, 02 Maret 2013 10:23:55 WIB Reporter : Hanum Oktavia


Batu (beritajatim.com) - Angin segar berhembus untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batu yang belum memiliki rumah. Sebab, Pemerintah Kota Batu berencana untuk segera merealisasikan pengadaan rumah murah bagi para PNS yang belum memiliki rumah. Tak tanggung-tanggung, rumah yang akan dibangun mencapai 500 hingga seribu unit rumah pada tahap pertama.

Menurut Punjul Santoso, Wakil Walikota Batu, pengadaan rumah tersebut memang diprioritaskan bagi PNS Pemkot Batu yang belum memiliki rumah. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan segera melakukan pendataan pada PNS. "Pengadaan rumah PNS harus tepat sasaran," kata Punjul, Sabtu (02/3/2013).

Untuk lokasi pembangunan, lanjut Punjul, akan ditempatkan di eks bengkok milik Pemkot Batu. Mereka berada di wilayah Keluarahan Sisir, Ngaglik, Temas dan Dadaprejo. "Pengadaan rumah bagi PNS ini tidak harus dalam satu area. Ke depannya kita akan segera menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan lampu penerangan," kata dia.

Adapun kriteria PNS yang berhak mendapatkan rumah murah tersebit antara lain belum memiliki rumah sendiri atau rumah warisan, serta PNS yang masa kerjanya sudah lebih dari 7 tahun namun belum memiliki rumah.

"Kami akan menggunakan sistem subsidi agar rumah yang dibeli PNS tidak terlalu mahal. Harganya antara Rp 700 sampai Rp 100 juta. Untuk itu, kita akan menggandeng Kementrian Perumahan Rakyat," imbuhnya.

Selain pengadaan infrastruktur dan pendataan, kini Bagian Hukum Pemkot Batu juga masih mengkaji payung hukum pengadaan rumah PNS tersebut. "Perlu payung hukum agar kebijakan yang diambil tidak menyalahi aturan," pungkas Punjul. [num/kun]



 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:04:40 WIB Reporter : Misti P.


Mojokerto (beritajatim.com) - Rumah milik Sunariyanto (41) di Dusun Blendren RT 01 RW 01, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ludes terbakar, Jumat (01/03/2013) tadi pagi. Diduga, kebakaran terjadi disebabkan ledakan tabung gas elipiji yang ada di dapur rumah korban.

Kapolsek Trowulan, Kompol Putu Mataram mengatakan, saat kebakaran terjadi seluruh penghuni rumah tidak berada di tempat. "Saat kebakaran terjadi, korban sekeluarga tidak ada di rumah membuat batu merah di sawah," ungkapnya, tadi siang.

Masih kata Kapolsek, api pertama kali muncul di pojok sebelah selatan rumah korban atau di dapur milik korban. Diduga lanjut Kapolsek, kebakaran terjadi karena ledakan tabung gas elipiji yang ada di dapur milik korban dan menyambar motor hingga menyebabkan tengki motor Honda Supra X 125 warna hitam nopol S 4735 VA meledak.

" Warga yang mengetahui berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya tetapi rumah sudah ludes terbakar habis karena rumah ukuran 5 x 6 meter terbuat dari bambu. Api juga membakar barang milik korban, motor, TV 14 merk Semro, dua almari baju dan meja kursi, perabotan rumah tangga dengan kerugian senilai Rp25 juta," jelasnya. [tin/but]



 
Rabu, 27 Februari 2013 19:56:01 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Sebuah gedung Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kediri dibiarkan mangkrak. Bangunan yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun itu kini dijadikan sebagai tempat ternak ayam.

Gedung sekolah tersebut merupakan bekas SDN Janti I di Kecamatan Wates. Delapan lokal gedung ini dibiarkan terbengkalai tidak terurus, setelah ditinggalkan oleh sejumlah murid ke sekolah lain.

Kondisi bangunan ini sangat memprihatinkan. Lihat saja. Sejumlah ventilasi jebol, bangku dan kursi rusak parah. Bahkan, beberapa perabotnya hilang dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab. Sementara bagian halaman depat tertutup dengan pepohonan dan ilalang setinggi bangunan.

Suparlan, salah satu warga setempat mengatakan, eks gedung SDN Janti I sudah terbengkalai sejak 1992 lalu. Penyebabnya, murid-murid yang sebelumnya menimba ilmu pergi meninggalkan ke sekolahan lainnya.

“Jumlah muridnya sangat sedikit. Lama kelamaan, mereka pindah ke sekolah lain. Seperti inilah kondisinya sekarang. Tidak terurus. Sebab, pemerintah daerah tidak merawat maupun mengamankannya,” ujar Suparlan, Rabu (27/02/2013).

Hal senada dikatakan Suwardi, mantan guru SDN Janti I. Saat ditemui di tempatnya, Suwardi mengaku banyak siswa yang tidak berminat sehingga pindah ke sekolah lain.

Sejauh ini warga masih bertanya-tanya atas status bangunan bekas SDN Janti I Wates. Warga berharap agar lahan dan bangunan eks SDN Janti I itu dimanfaatkan untuk kebutuhan pasar modern.

Sehari-hari, Suparlanlah satu-satunya orang yang merawat gedung tersebut. Sebab, salah satu lokal ruangan, dimanfaatkan olehnya berternak ayam. Suparlan biasa membersihkan bangunan itu. Tetapi, tidak mengaku, sering kecolongan oleh maling yang mengambil piranti-piranti yang ada. [nng/but]

Akan Dialihfungsikan Tempat Praktek Kejuruan
Puluhan Gedung Sekolah di Kediri Dibiarkan Mangkrak

 
Sabtu, 02 Maret 2013 03:01:44 WIB Reporter : Nanang Masyhari


Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 60 gedung sekolah di Kabupaten Kediri dibiarkan mangkrak hingga rusak parah. Pemerintah daerah (pemda) akan mengkaji alih fungsi bangunan tersebut menjadi tempat praktek sekolah kejuruan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas Pemkab Kediri Edhi Purwanto mengatakan, sekolah yang rusak tersebut merupakan lembaga inpres yang sudah lama berdiri, yang ditinggalkan murid-muridnya karena memilik gedung sekolah yang baru

“ Seiring adanya sekolah baru, para murid dan orang tua wali sebagian besar enggan memilih sekolah di bangunan tua,” ujar Edhi Purwanto, Jumat (01/03/2013)

Dalam waktu dekat, imbuh Edhi, Dinas Pendidikan bakal menginventarisir jumlah gedung-gedung eks sekolahan yang rusak tersebut untuk dialihfungsikan menjadi tempat praktek sekolah kejuruan

Untuk menjaga keamanan dan menghindari barang inventaris hilang, pemerintah menempatkan penjaga sekolah. Praktis dalam melakukan merger ke sekolah lain, penjaga sekolah tidak diikut sertakan

Diberitakan sebelumnya, gedung SDN Janti I sudah mangkrak selama 10 tahun terakhir, setelah ditinggal murid-muridnya. Kini, akhirnya hanya dijadikan tempat ternak ayam oleh penunggunya.

Ternyata, tidak hanya gedung SDN Janti satu saja yang mengalami nasib memprihatinkan. Catatan Dinas Pendidikan setempat, ada 60 gedung sekolah bernasib sama.

Kondisi bangunan, kebanyakan sudah rusak. Sudah seperti hutan belantara, karena di halamanya banyak ditumbuhi pohon alang-alang berukuran tinggi. Yang lebih memprihatinkan, sejumlah peralatan sekolah sering menjadi sasaran pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.[nng/ted]




EDuard
 
Kamis, 28 Februari 2013 13:51:09 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Eduard Guman Salange mengungkapkan sebanyak 707 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) putus sekolah.

Beberapa sebab yang akhirnya membuat mereka tidak melanjutkan jenjang pendidikan formal, seperti terdesak kondisi ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, hingga kenakalan remaja.

"Sebagian besar siswa putus sekolah dari kalangan tingkat SMA. Anak-anak yang tinggal di pelosok pedesaan di Kabupaten Bojonegoro paling rentan putus sekolah," ujar Eduard, Kamis (28/02/2013).

Dari jumlah 707 anak putus sekolah tersebut, dengan rincian, sebanyak 64 anak merupakan siswa SD/MI tidak sampai tuntas. Sementara 168 anak merupakan siswa SMP/MTs dan siswa SMA/SMK/MA sebanyak 475 anak. "Mereka terpaksa bekerja atau membantu orang tuanya mencari nafkah karena kondisi kemiskinan," lanjutnya.

Ia menyatakan, untuk mengatasi anak putus sekolah tersebut, pihak Dinas Pendidikan membuka kelas-kelas khusus seperti kejar paket A untuk siswa tingkat SD, kejar paket B untuk siswa tingkat SMP dan kejar paket C untuk siswa tingkat SMA. Kelas khusus itu, kata dia, diadakan di pedesaan dan perkotaan. "Meski anak itu bekerja, mereka tetap bisa mengenyam pendidikan," terang Eduard.

Siswa putus sekolah banyak dijumpai di Kecamatan Kasiman dan Kedewan. Daerah di seberang utara Sungai Bengawan Solo itu lokasinya memang agak berjauhan dengan Kota Bojonegoro. Anak-anak usia sekolah di kecamatan itu banyak yang bekerja sebagai pekerja di tambang minyak tradisional. Selain itu, anak usia sekolah banyak yang merantau ke luar pulau Jawa.

Sementara itu, anggaran untuk sektor pendidikan di Kabupaten Bojonegoro pada 2013 mencapai Rp150 miliar. Namun anggaran tersebut lebih banyak digunakan untuk pembangunan fisik, seperti rehab gedung-gedung sekolah yang rusak.[uuk/ted]




 
Sabtu, 02 Maret 2013 11:58:01 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Warga Kabupaten Bojonegoro hari Sabtu (2/3/2013) ini bisa menikmati film yang diproduksi 90 persen mengambil latar dan pemain dari Bojonegoro. Film layar lebar berjudul Hasduk Berpola itu, hari ini akan ditayangkan lima kali di Aula Batik Madrim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

"Hari ini akan kita tayangkan sebanyak lima kali," ujar Bupati Bojonegoro Suyoto, Sabtu (2/3/2013).

Film Hasduk Berpola ini rencananya akan ditayangkan di seluruh bioskop Tanah Air mulai pertengahan Maret 2013. Film ini terasa istimewa bagi masyarakat Bojonegoro, karena sebagian besar pengambilan gambar film ini dilakukan di Bojonegoro, seperti di toko Nasional Jalan Panglima Sudirman, lokasi tepi Sungai Bengawan Solo, lokasi objek wisata Kayangan Api, hingga lokasi SD Negeri Mayangrejo. Sebagian latar film lainnya diambil di Surabaya.

Begitu pula tokoh film Hasduk Berpola ini banyak diperankan oleh anak-anak Bojonegoro. Tokoh utama yaitu Budi diperankan oleh Bangkit Prasetyo (12) siswa SMP Negeri 1 Bojonegoro. Saat suting film ini ia masih duduk di kelas 6 SD Negeri Kepatihan. Pemeran lainnya dari Bojonegoro yaitu Azril, Edo, Yudi, Cholil, Khois, Andreana, Negita, Adam, dan Ridho.

Film ini juga didukung artis nasional seperti Fay Nabila yang berperan sebagai Bening, adik Budi. Kemudian, Iga Mawarni, yang berperan sebagai Rahayu, ibu dari Budi dan Bening. Selain itu didukung pula oleh Idris Sardi yang berperan sebagai Masnun, veteran pejuang 45. Film yang digarap oleh sutradara yang juga pembuat film Surat Kecil Untuk Tuhan, Haris Nizam ini mampu menarik perhatian seluruh Masyarakat Bojonegoro.

Mulai pagi saat pemutaran film pertama, Masyarakat Bojonegoro terdiri para guru, siswa-siswi, orang tua siswa, hingga para pejabat antusias menonton film garapan. Bahkan para siswa yang menonton film tersebut juga menggunakan seragam pramuka lengkap dengan menggunakan hasduk.

Film Hasduk Berpola ini bercerita tentang kehidupan Masnun di masa lalu dan cucunya, Budi yang berusaha mencapai cita-cita kakeknya. Masnun dalam cerita film itu merupakan tokoh pejuang 45 di Surabaya.

Ia berada di tengah pertempuran sengit pemuda Surabaya melawan Belanda. Masnun dipercaya membawa bendera merah putih untuk menggantikan bendera Belanda yang berkibar di Hotel Mojopahit Surabaya. Namun, di tengah kancah perang yang berkecamuk itu, Masnun ketakutan dan tidak berbuat apa-apa. Lalu, para pemuda yang gagah berani naik ke atas hotel itu dan merobek bendera belanda berwarna biru. Jadilah bendera merah putih biru itu menjadi merah putih.

Setelah perang usai, Masnun hidup terlunta-lunta di Surabaya. Ia lalu memilih pulang ke kampung halaman di Bojonegoro. Ia bersama anaknya, Rahayu yang diperankan Iga Mawarni. Kondisi Masnun dan Rahayu sangat miskin. Rahayu, seorang janda, mempunyai dua anak Budi dan Bening.

Karena kondisi ekonomi keluarganya yang miskin, Budi saat duduk di sekolah dasar, diceritakan tidak sanggup membeli sebuah hasduk merah putih untuk pramuka. Adiknya, Bening, lalu menyobek kain seprai yang paling ia sayangi berwarna merah dan ada polanya itu menjadi sebuah hasduk.

Saat memakai hasduk berpola itu, Budi dimarahi oleh kakak pembinanya. Bahkan, ia dihukum lari keliling halaman sekolah. Sepulang sekolah, Budi kesal dan hampir menyerah dengan keadaannya. Tetapi, ibunya menceritakan bagaimana pengorbanan adiknya, Bening, membuat hasduk berpola itu. Adiknya menjahit sendiri hasduk berpola itu.

Kakeknya, Masnun, kemudian juga menceritakan kisah kelam masa lalunya saat pecah pertempuran Surabaya. Masnun juga menunjukkan bendera merah putih yang disimpannya itu. Semestinya bendera itulah yang dikibarkan saat pergolakan Surabaya pada 10 November 1945 tersebut.

Setelah mendengar cerita dari kakeknya itulah Budi kemudian mengambil bendera merah putih yang sudah kumal dan bolong-bolong itu dari kotak yang disimpan dibawah tempat tidur. Sejak saat itulah Budi bangkit dan bangga dengan pengorbanan kakeknya dan adiknya. Ia tetap memakai hasduk berpola itu saat mengikuti pramuka. Ia akhirnya diikutkan dalam jambore nasional.

Saat bus peserta jambore nasional melintas di Surabaya, Budi menyaksikan hotel Mojopahit yang diceritakan oleh kakeknya itu. Tanpa berpikir panjang, ia turun dari bus dan nekat masuk ke hotel bersejarah itu. Petugas yang berjaga itu diserobotnya dengan teman-temannya. Ia lalu naik ke atas hotel dan menyaksikan bendera merah putih itu untuk beberapa lama.

Ia menurunkan bendera merah putih itu lalu menggantinya dengan bendera merah putih kumal bolong-bolong dari kakeknya. Ia ingin melunasi kewajiban kakeknya memasang bendera merah putih itu. Tak pelak, orang-orang yang semula mengira Budi akan bunuh diri dari atas hotel itu berubah terkesima. Dengan tanpa aba-aba, semua orang yang menyaksikan itu mengangkat tangan dan memberi hormat pada sang saka merah putih. Budi, dalam cerita itu, bangga dengan perjuangan kakeknya dan para pejuang pahlawan Surabaya.

Sutradara film Hasduk Berpola, Harris Nizam, mengatakan, film ini mengambil tema besar yaitu tentang nasionalisme tetapi dengan cerita yang sederhana dan menginspirasi. “Semoga film ini dapat memberi inspirasi bagi bangsa ini,” ujarnya.[uuk/kun]



Kamis, 28 Februari 2013 22:29:29 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 13.700 Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) bisa tersenyum lebar. Pasalnya petugas pengayom Masyarakat itu diusulkan dapat intensif sebesar Rp 250 ribu/tahun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

"Mulai tahun 2013 petugas linmas atau hansip diusulkan dapat insentif tahunan sebesar Rp 250 ribu," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol dan Linmas) Pemkab Bojonegoro, Lukman Wafi, Kamis (28/02/2013).

Selama ini, petugas hansip ini tidak menerima honor sepeser pun dari Pemkab Bojonegoro. Mereka hanya dapat honor yang disebut uang lelah dari desa atau kelurahan. Itu pun honor yang diterima tidak seberapa tergantung kemampuan kas desa atau kelurahan.

Lukman Wafi mengatakan, selama ini jumlah hansip yang ada perdesa mencapai 30 orang. Namun, jumlah tersebut masih ada yang sudah tidak aktif, sehingga nantinya petugas hansip akan didata ulang dan diberi kartu tanda anggota (KTA). KTA hansip itu juga dapat digunakan untuk berobat gratis di puskesmas dan poliklinik desa. "Ini juga sekaligus bentuk penghargaan pada pengabdian para hansip tersebut," ujar Lukman.

Kabar pemberian insentif bagi hansip ini disambut gembira. Sutikno (55) petugas hansip di Desa/Kecamatan Purwosari, mengaku sangat senang mendengar kabar pemberian insentif itu. "Saya sudah puluhan tahun menjadi hansip. Tetapi, baru kali ini mau diberi insentif," ujar Sutikno yang sehari-hari juga bekerja sebagai tukang becak tersebut.

Ia mengatakan, ia dan rekan-rekannya sesama hansip telah didata untuk pembuatan KTA hansip di desa. Ia berharap kondisi kesejahteraan para hansip betul-betul diperhatikan, bukan cuma dibutuhkan saat momen pemilihan kepala desa atau pemilihan kepala daerah. [uuk/kun]



 
Minggu, 03 Maret 2013 12:12:22 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) – Ulat bulu kembali menyerbu sejumlah Warga yang berada di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro. Ulat yang bisa membuat gatal jika mengenai kulit itu mulai muncul selama dua minggu terakhir.

“Mulai muncul sejak dua minggu yng lalu,” ujar Sarto (45) Warga Kelurahan Mojo Kampung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Minggu (03/03/2013).

Ia menungkapkan, jika ulat yang bergerombol di pohon-pohon itu jika pada malam hari biasanya masuk kedalam rumah. Ulat itu kemudian merayap ditembok-tembok dan lantai rumah. Sehingga setiap saat ia harus membersihkan ulat tersebut dari dalam rumahnya. “Gatal-gatal mas kalau kena kulit,” jelasnya.

Ulat bulu itu sedikitnya menyerang tiga rumah di Kelurahan Mojo Kampung. Seperti rumah milik Sarto, (54) Tofa (35), Imam Fajar (60), dan Muinah (60). Ulat itu menggerombol dipohon keres, pohon Mangga  dan pohon Sono.

“Sudah dibakar, tapi malah lebih banyak jumlahnya (ulat, red),” lanjut Muntamah, (50) yang juga merupakan Istri Sarto.

Hal serupa juga dialami warga sekitar Desa Pacul, Kecamatan Kota Boonegoro. Salah seorang Warga, Muhammad Roqib mengatakan, jika ulat bulu tersebut muncul kurang lebih sekitar dua minggu lalu. “Ulat bulu ini menyebar dirumah-rumah sekitar dua minggu lalu,” jelasnya terpisah.

Warga yang terkena ulat bulu sampai saat ini belum melaporkan ke Dinas terkait. Mereka lebih membasmi ulat yang muncul dengan cara dibakar dan dimusnahkan dengan dibunuh. [uuk/ted]




Ilustrasi.
 
Minggu, 03 Maret 2013 02:11:49 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Masa tenang untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro sangat diwaspadai oleh Incumbent jika terjadinya serangan fajar yang dilakukan oleh lawan duelnya. Sehingga ia memasang beberapa timnya untuk mengantisipasi hal itu.

Masa tenang itu mulai hari ini, Sabtu (02/03/2013). Sedangkan besok Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro sudah mulai melakukan pencoblosan. Dua calon dalam Pilkades ini, Incumbent Budi Suprayitno (Kaji Yek) dan Masrukhan. "Kita sudah siap, dengan merapatkan Tim," jelas Kaji Yek, Sabtu (02/03/2013).

Bahkan ia yakin sudah mendapatkan perolehan suara 70 persen dari jumlah warga Desa Sukorejo. Tercatat ada sekitar 8.322 pemilih yang masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang berada di 40 RT, di delapan RW. "Warga masih ingin meneruskan program yang belum selesai," jelasnya optimis.

Ia yakin, dengan pencalonannya ini bisa menjadi Kepala Desa Sukorejo kembali. Beberapa program yang kini belum terselesaikan selama kepemimpinannya seperti pengembangan dibidang olahraga bagi pemuda desa.

Sementara diketahui, pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Sukorejo akan digelar dengan 24 TPS yang ada menjadi satu di Lapangan Singonoyo, Desa Sukorejo. Panitia pelaksanaan Pilkades juga menyediakan kendaraan pengangkut bagi warga desa yang sudah memiliki hak suara.

"Untuk menyukseskan terselenggaranya Pilkades, panitia berencana menyediakan lima kendaraan, yang akan membantu antar-jemput pemilih," jelas Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Pilkades Sukorejo, Kuzaini.

Ada 11 panitia penyelenggara Pilkades dan lima panwas yang diisi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). TPS dibuka mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB, selanjutnya akan dilanjutkan penghitungan suara.

Sementara, Kapolsek Kota Bojonegoro, Kompol Suroto mengatakan, sebagai upaya untuk menciptakan keamanan saat pelaksanaan Pilkades besok, pihaknya juga sudah menyediakan petugas keamanan yang siap menjaga dari proses pencoblosan hingga selesai.

"Termasuk dari 30 personil Linmas, 30 anggota polisi, enam tentara dan delapan satuan polisi pamong praja (Satpol PP)," jelasnya. [uuk/but]



 
Minggu, 03 Maret 2013 10:00:26 WIB Reporter : Tulus Adarrma


Bojonegoro (beritajatim.com) - Awak bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Bojonegoro - Surabaya akan kembali menggelar aksi mogok. Aksi mogok itu akan dilakukan besok Senin (04/03/2013) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Terminal Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro Edy Subroto mengungkapkan, aksi mogok yang dilakukan ratusan awak bus itu menuntut adanya pemberlakuan pemberhentian bus Antak Kota Antar Provinsi (AKAP) jalur pantura harus ke terminal Tambak Osowilangun.

"Awak bus akan melakukan aksi demo ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Dishub Provinsi dan Kantor Wali Kota. Mereka akan menuntut hasil rapat dengan anggota DPRD Kota Surabaya, pada hari Senin (18/2/2013) lalu," ujar Edy Subroto, Minggu (03/03/2013).

Sehingga untuk mengantisipasi adanya penumpang dari Bojonegoro yang akan ke Surabaya pada hari itu, UPTD Terminal Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro akan menyediakan 40 mobil penumpang umum (MPU) untuk mengangkut penumpang.

"Kita akan mengeluarkan ijin trayek insidentil untuk mengantisipasi penumpang yang kecele," ungkapnya.

Ijin trayek insidentil ini lanjut Subroto tidak diberikan kepada semua MPU. Melainkan hanya diberikan kepada pemilik MPU yang memenuhi standar, baik itu dari segi fisik maupun administrasi. Dari segi fisik seperti, kelaikan kendaraan harus normal.

"Sedangkan kalau administrasi harus mempunyai surat-surat lengkap, termasuk surat uji kir yang masih berlaku," jelasnya.

MPU yang disiapkan itu nanti akan mengnagkut penumpang dari Terminal Bojonegoro hingga Surabaya. Namun, tidak dipungkiri jika ada kenaikan tarif dua kali lipat dari tarif bus biasanya. Jika dalam tarif batas atas bus dari Bojonegoro-Surabaya dengan tarif Rp 15.600, sedangkan jika menggunakan MPU trayek insidentil bisa mencapai Rp 25.000 sampai Rp 30.000.

"Ini karena jumlah penumpang MPU lebih sedikit, sehingga tarifnya lebih mahal jika dibanding angkutan bus," pungkasnya.

Sehingga ia menghimbau, Masyarakat yang akan bepergian ke Surabaya besok senin bisa menggunakan alternatif kendaraan lain atau jika belum begitu penting bisa menunda bepergian, atau menggunakan carter. [uuk/ted]



 
Kamis, 21 Februari 2013 12:31:33 WIB Reporter : M. Ismail


Sidoarjo (beritajatim.com)--KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU, berharap yang menjadi gubernur Jatim nanti tokoh dari NU. Hal diutarakan di sela-sela usai menjenguk Musyafa Rouf di Lapas Kelas I Surabaya di Porong. "Ya, ingin orang NU yang menjadi gubernur Jatim," ucapnya, Kamis (21/2/2013).

Soal dukungan? Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang itu menandaskan saat ini belum ada yang didukungnya. Ucap dia, yang ada saat ini adalah Soekarwo dan belum ada yang lain. "Kalau ada calon dari NU pasti akan saya dukung," tukasnya.

Jika ada calon lain seperti Khofifah Indar Parawansa (KIP), Rois Syuriyah NU itu mengaku senang jika ada calon dari NU. "Kalau Khofifah maju dan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jatim, silakan kalian datang ke rumah saya," tutur kiai kelahiran Tuban itu dengan senyum lebar dan tidak menampik dikatakan mendukung pencalonan Ketua Umum Muslimat NU tersebut di Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 mendatang. [air/isa]



Kamis, 28 Februari 2013 17:02:49 WIB 
Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Banyaknya pelajar yang tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, membuat sejumlah petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Tuban mengelar razia di depan sekolah saat jam masuk dan pulang sekolah.

Razia yang dilakukan di sejumlah SLTA itu, bertujuan untuk menekan pelanggaran dalam berkendara. "Memang masih banyak para pelajar yang tidak menggunakan helm saat berkendara, jadi kita melakukannya kegiatan ini di depan sekolah," terang Iptu Musa Bahtiar, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban, Kamis (28/02/2013).

Razia terhadap palejar SMA di Tuban itu difokuskan pada pelanggaran yang terlihat secara kasat mata. Yakni mulai dari yang tidak memakai helm, tidak memasang spion dan sepeda motor dalam kondisi protolan tidak sesuai standart.

"Kita menindak para pelajar yang pelanggarannya terlihat secara kasat mata. Sementara untuk sepeda motor yang dalam kondisi protolan dan menggunakan ban kecil langsung kita amankan," sambung Musa.

Selain itu, kegiatan razia yang dilakukan di depan sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan secara rutin. "Kita berharap dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini bisa mengurangi pelanggaran lalu lintas di jalan raya khususnya para pelajar," pungkasnya. [mut/kun]



 
Kamis, 28 Februari 2013 06:25:07 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Gara-gara tak cukup kuota jumlah muridnya, sebanyak 32 sekolah dari tingkat SMP atau sederajat dan SLTA di Tuban tidak bisa untuk melaksanakan Ujian Nasional di sekloah masing-masing. Puluhan sekolah itu harus gabung dengan sekolahan lain saat pelaksanaan ujian nanti.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Heni Indria, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, , Rabu (27/02/2013). Dia menyampaikan bahwa sekolahan yang kurang siswanya atau yang belum terakreditasi harus menginduk dengan sekolahan lain saat pelaksanaan ujian.

"Sekolah yang masih menginduk di sekolah lain saat ujian itu karena belum terakreditasi, selain itu memang beberapa sekolah minim siswa atau kuotanya belum cukup untuk menyelenggarakan ujian sendiri," terang Heni Indria.

Heni menjelaskan, untuk dapat menyelenggarakan ujian nasional di sekolah masing-masing sekolah minimal harus sudah akreditasi. Tak hanya itu, setiap sekolah juga harus memiliki jumlah siswa minimal 20 siswa atau dua jurusan untuk tingkat SMA masing-masing jurusan dengan 10 siswa.

"Sebelum persyaratan itu terpenuhi maka sekolah itu harus tetap menginduk atau gabung di sekolah yang di tunjuk. Jumlahnya sediri untuk tahun ini ada sebanyak 32 sekolahan baik tingkat SMP sederajat maupun SLTA,” sambung Heni.

Dari 32 sekolahan yang tidak bisa menyelengarakan ujian Nasional di masing-masing sekloah itu untuk tingakat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat itu jumlahnya ada 20 sekolahan di seluruh Tuban. Sedangkan untuk tingkat SLTA (SMA/SMK/MA) di Tuban jumlahnya ada 12 sekolahan dengan rincian 8 SMA, 2 SMK dan 2 Madrasah Aliyah. [mut/but]



Rabu, 20 Februari 2013 17:57:17 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sedikitnya lima bocah pelajar Sekolah Menangah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Tuban terjaring Operasi sayang yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kota Tuban, Rabu (20/02/2103) pagi.
Saat terjaring razia petugas, para pelajar itu sedang asyik nongkrong dan bermain (PS)Playstasion.

Pantuan beritajatim.com di lapangan, kegiatan razia terhadap para pelajar yang sedang membolos saat jam pelajaran sekolah itu dilakukan oleh sejumlah anggota dari Polsek Kota Tuban dengan mendatangi sejumlah warung kopi dan warnet yang biasa dijadikan tempat nongkrong para pelajar saat jam sekolah.

Salah satu lokasi yang biasa menjadi tempat mangkal para pelajar saat bolos sekolah adalah sebuah cafe yang berada di jalan M Yamin, Kabupaten Tuban.

Saat mendatangi warung tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 3 bocah pelajar SMK yang sedang nongkrong saat jam pelajaran sekolah itu.

Setelah dari cafe itu, selanjutnya petugas kembali melakukan penyisiran di sejumlah warung yang memang biasa dijadikan oleh para pelajar membolos saat jam sekolah sperti warung yang berada di jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban. Namun saat mengetahui petugas datang sejumlah pelajar yang sedang membolos sudah meninggalkan warung terlebih dahulu.

Tak hanya warung kopi sejumlah tempat game online dan juga playstasion yang biasa digunakan untuk bermain para pelajar itu juga tak luput dari razia petugas kepolisian itu.

Saat melakukan pemeriksaan di persewaan Playstaion yang berada di jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban petugas kembali memergoki 2 anak SMP yang sedang asyik bermain PS dengan masih menggunakan seragam sekolah lengkap. "Dari operasi sayang ini, kita berhasil mengamankan 5 pelajar yang sedang membolos sekolah. Kemudian mereka langsung kita amankan dan di bawa ke Polsek Kota," terang AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban yang memimpin razia itu.

Kapolsek menambahkan jika kegiatan razia tersebut bertujuan untuk melakukan antisipasi terhadap tindakan kenakalan remaja saat ini. "Mereka kita amankan untuk dilakukan pembinaan. Selain itu kita akan memanggil guru mereka untuk menjemput para pelajar itu," pungkas Kapolsek.[mut/ted]




Foto dok.
 
Jum'at, 01 Maret 2013 12:54:00 WIB Reporter : M. Syafaruddin


Tuban (beritajatim.com) - Jamaah Masjid Al Falah, Desa Sukolilo, Bancar, Tuban mendadak gempar, Jumat (1/3/2013) siang ini. Itu setelah rombongan tim Persebaya singgah untuk menunaikan ibadah wajid Salat Jumat.

Adzan sudah berkumandang kala bus yang mengangkut pemain Persebaya memasuki kawasan Bancar, Tuban. Meski tinggal 1 Km lagi memasuki wilayah Rembang, tim akhirnya memutuskan untuk menunaikan Salat Jumat di Bancar.

Saat bus diparkir di luar stadion, dan satu per satu pemain turun, jamaah di stadion nampak terpana. Mereka tak menyangka bahwa bus yang parkir di depan masjid mengangkut rombongan tim Persebaya.

Utamanya ketika Andik Vermansyah turun. Baik jamaah yang masih kecil maupun yang sudah dewasa, nampak kaget melihat itu. "Rek, ada Mas Andik, rek," ucap salah satu anak.

Setelah salat selesai, beberapa jamaah berebut untuk bersalaman dengan Andik. Ada pula yang berfoto bersama bintang Tim Nasional (Timnas) ini.

Selain Andik, pemain Persebaya lainnya, seperti Taufiq dan Erol Iba juga tak luput dari perhatian mereka. Rombongan pemain Persebaya berangkat, Jumat pagi dari markas mereka di Karanggayam, Surabaya.

Pelatih Ibnu Grahan membawa 18 pemain dalam tur ke Rembang. Rencananya, laga lawan tuan rumah PSIR akan digelar di Stadion Krida, Sabtu (2/3/2013) sore. [sya/but]



Senin, 25 Februari 2013 23:46:48 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sejak tahun 1994 keberadaan pabrik PT Semen Gresik berdiri di wilayah Kabupaten Tuban, bahkan sampai saat ini perusahaan semen milik negara itu terus berkembang dan sudah memiliki empat pabrik besar yang berdiri di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Namun perkembangan pesat pabrik Semen Gresik yang sekarang menjadi group dari PT Semen Indonesia Tbk itu tidak bisa dirasakan oleh semua kalangan dari warga Ring I pabrik semen itu. Pasalnya dengan keberadaan pabrik tersebut justru banyak petani yang kehilangan lahannya lantaran dibeli oleh perusahaan untuk bahan baku semen.

Pada waktu pembelain tanah produktif seluas 65 hektar milik yang berada di Desa Sugihan tersebut menrut keterangan sejumlah warga bahwa prosesnya pembeliannya sudah terbilang memaksa. Sehingga saat ini warga menyesalkan atas tanahnya yang telah dijual kepada PT Semen Gresik yang akan dikeruk untuk campuran bahan pembuatan semen.

"Dulu itu belinya warga ada yang ditakut-takuti oleh Calo. Kalau dibeli tidak dikasih katanya malah mau langsung diambil paksa, jadi ya terpaksa dijual," keluh Kasmuji, yang tanah sawahnya ikut di beli oleh perusahaan itu.

Sementara itu, Warsito, sebagai Kepala Desa Sugihan, Kecamatan Merakukrak, Tuban menyatakan jika dengan adanya puluhan hektar lahan di desanya yang menjadi lokasi tambang Clay atau tanah liat untuk bahan semen itu justru merugikan bagi warga masyarakat desa tersebut. Lantaran selama ini belum ada langkah antisipasi dari perusahaan atas warga yang kehilangan pekrjaannya.

"Walaupun ini notabennya sudah lepas bukan milik warga lagi, tapikan seharusnya pihak perusahaan tidak membiarkan begitu saja. Harusnya ada upaya untuk warga yang sudah tidak bisa mengarap sawahnya, karena dampak terberat adalah warga desa ini yang kehilangan," terang Warsito, Kades Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Menurut Kades, selama ini sosialisasi yang dilakukan oleh PT Semen Gresik hanya sekedar sosialisai memberitahunakn bawha tanah seluas 65 hektar tersebut akan segera dilakukan penambangan. "waktu pastinya kapanpun kami tidak tahu. Mereka hanya bilang kalau warga sudah tidak boleh mengarap lahan itu karena sudah mau ditambang, tanpa ada solusi untuk warga," lanjut Kepala Desa.

Lebih lanjut, sebenarnya dari pihak Desa Sugihan telah beberapa kali menyampaikan permintaan kepada PT Semen Gresik untuk memberikan kesempatan terhadap para warga tetep mengarap lahan tersebut yang belum dilakukan pengalian, sehingga warga tetap bisa mendapatkan penghasilan dari mereka bertani.

"Kita sudah meminta dan sudah saya sampaikan ke perushaan kalau memang belum dilakukan penambangan biarlah digarap oleh warga terlbih dahulu. Padahal kalau melakukan penambangan kan tidak mungkin langsung semuanya," ujar Warsito.

Kepala Desa berharap kepada pihak perusahaan BUMN tersebut untuk melakukan mediasi dan mengumpulkan para petani yang sekarang ini sudah tidak punya lahan lagi untuk bertani untuk memberikan sosialisasi maupun solusi yang tepat supaya mereka tetap mempunyai penghasilan.

Terpisah, Muhammad Faik Niyazi, selaku Humas dari PT Semen Gresik menyatakan bahwa selama ini pihak perusahaan mengaku telah melakukan sosialisasi terhadap perwakilan warga dan perangkat desa setempat. Namun untuk masalah program CSR secara khusus belum ada untuk para petani desa tersebut.

"Sebenarnya untuk bantuan kepada desa sudah jalan tapi tidak banyak. Sementara itu untuk program CSR sampai saat ini belum ada," jelas Faik, kepada beritajatim.com.

Ia menambahkan, bahwa pihak perusahaan PT Semen Gresik dalam waktu dekat tetap akan melakukan sosialisasi lagi dengan mengumpulkan seluruh petani Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak itu yang tanahnya dibeli perusahaan semen milik negera itu.[mut/kun]



 
Senin, 25 Februari 2013 22:01:23 WIB Reporter : M Muthohar


Tuban (beritajatim.com) - Sedikitnya ada 65 hektare lahan produktif yang berada di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban telah dibeli oleh pabrik Semen PT Semen Gresik -yang sekarang menjadi group PT Semen Indonesia Tbk- untuk bahan baku semen. Hal itu membuat puluhan petani yang berada di desa tersebut terpaksa menganggur dan sebagian menjadi buruh tani.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (25/02/2013), pembelian puluhan hektare lahan area persawahan yang berada di Desa Sugihan itu telah dilakukan oleh PT Semen Gresik antara tahun 1990-1991 yang lalu. Ketika itu harga hanya Rp 500 sampai Rp 1500 setiap meter per segi.

Namun, dampak yang dirasakan bagi puluhan petani yang ada di desa tersebut baru tahun ini. Pasalnya pasca pembebasan dan pembelian lahan tersebut hingga tahun 2012 kemarin, petani masih diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut. Tetapi mulai tahun 2013 ini, petani sudah dilarang bertanam di lahan yang sangat produktif itu.

"Memang dampaknya baru terasa tahun ini, soalnya pada tahun-tahun sebelumnya para petani masih boleh menggarap lahan di sana. Dan sekarang ini mereka yang tidak punya garapan yang lain ya nganggur," terang Cipwanto, salah satu perangkat Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Dari 65 hektar lawan yang akan dikeruk tanah liatnya sebagai bahan baku semen itu, sebelumnya digarap oleh sekitar 170 petani. Dari jumlah tersebut hanya sebagian saja yang memiliki lahan di tempat lain yang tidak terkena imbas tambang Clay milik PT Semen Gresik itu.

"Sebagian masih ada yang memiliki garapan lain selain di tempat itu. Tetapi mereka yang tidak punya ya ada yang harus mengarap tanah persil milik perhutani, karena sudah tidak mempunyai lahan lagi," sambung Cipwanto, yang menjabat Kepada Dusun (Kasun) saat ditemui di desa tersebut.

Sementara itu, Kasmuji (30), salah satu petani yang sebelumnya memiliki lahan di area 65 hektare mengaku rugi telah menjual tanah itu kepadal pihak perusahaan PT Semen Gresik. Pasalnya lahan sawah miliknya tersebut merupakan lahan yang sangat produktif untuk ditanami padi.

"Ya ini memang rugi pak, kalau dulu saya tahu pasti tidak boleh untuk dijual ini kan hasilnya banyak, bisa mencapai 8 ton padi setiap hektarenya sekali panen. Sedangkan waktu pembelian itu, kata orang tua saya, hanya dengan harga lima ratus rupiah setiap meternya," Sesal Kasmuji, salah satu warga desa tersebut.

Tak hanya Kasmuji, nasib puluhan petani yang lainnya yang ada di desa tersebut justru lebih ironis. Mereka harus beralih profesi menjadi buruh tani dan bahkan nganggur lantaran lahan mereka sudah dibeli oleh perusahaan semen BUMN itu dan mereka tidak punya keahlianlain kecuali bertani. [mut/but]

Pengikut

Daftar Label

Follow by Email

Ads 468x60px

Kalendar

Popular Posts

 
© Copyright 2010-2011 Wiro Sableng 810 All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.